Model Multikomponen Pencegahan Hipertensi berbasis Komunitas: Integrasi Aktivitas Fisik, Edukasi Nutrisi Rendah Garam, dan Penguatan Akses Deteksi Dini melalui Tensi Corner

Authors

  • Ana Noviana Ramadhan Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Syalwa Fitria Wurandhani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Aini Dzuriyati Salma Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Futikhah Rizqiyani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Assyifa Hasna Jauza Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Fauziah Nurulita Addin Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Lia Ayu Meylani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mawaliya Najwa Sabrina Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Asti Lathifat Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Siti Halimah Fitriani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Susanti Alfitri Annisa Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dwi Linna Suswardany Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Sri Utami Puskesmas Weru
    Indonesia

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat kesadaran rendah di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku pencegahan hipertensi melalui model multikomponen berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu: (1) edukasi kesehatan melalui demonstrasi pembuatan rolade tahu wortel rendah garam, (2) peningkatan aktivitas fisik dengan senam hipertensi bagi lansia, dan (3) penguatan deteksi dini melalui pembentukan Tensi Corner di tingkat RW. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Oktober 2025 dengan melibatkan masyarakat usia ≥30 tahun, lansia, dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70% peserta memahami pentingnya diet rendah garam, dua Tensi Corner aktif terbentuk di RW 1 dan RW 2, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan tekanan darah dan kegiatan fisik rutin. Selain itu, senam hipertensi terbukti meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan multikomponen yang melibatkan edukasi, aktivitas fisik, dan deteksi dini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan di tingkat komunitas.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-06