Gerakan Pengendalian Hipertensi berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Kesehatan, PKK, dan Lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo

Authors

  • Erina Nafisyasyari Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Andika Fajar Dwi Saputra Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Radi Tia Sintia Dewi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Devia Nadia Kirana Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Alfi Fadillah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Eka Inggrit Nur Hayati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ajeng Puja Ningtyas Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Intan Marisa Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurlita Buana Jati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mayang Hean Fadhilah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mellyani Puspita Sari Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Noor Alis Setyadi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Hipertensi masih Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian hipertensi pada lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang disertai rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta pengendalian hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan Kader Kesehatan kesehatan, PKK, dan lansia berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi faktor risiko hipertensi, pelatihan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), edukasi gizi seimbang, pelatihan akupresur, serta demonstrasi pembuatan jamu tradisional WANTI "Wedangan Anti Hipertensi" dari bahan lokal seperti jahe, daun salam, dan seledri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta baik pada Kader Kesehatan PKK maupun lansia, dengan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Rata-rata pengetahuan Kader Kesehatan meningkat sebesar 7,6% dan pada lansia sebesar 21,13%, diikuti dengan peningkatan keterampilan Kader Kesehatan dalam praktik akupresur, perhitungan IMT, dan pembuatan jamu herbal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan pengobatan tradisional berbasis tanaman lokal yang mudah dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi, memperkuat peran Kader Kesehatan sebagai penggerak utama kesehatan masyarakat, serta mendorong pelestarian kearifan lokal dalam praktik promotif dan preventif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-06