Pemanfaatan QGIS dalam Penentuan Wilayah Prioritas dan Pelaksanaan Kerja Bakti Bebas Jentik di Dusun Babadan, Desa Karangmojo

Authors

  • Savira Nur Azizah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Yuli Kusumawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ananda Triana Ayuningtyas Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Tyra Fitriya Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Navisa Winayu Fitriani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Azka Hayyina Nur Faizah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Siti Rahma Fatkhiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Febriola Andriana Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Danang Pangestu Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Shahieza Kanza Putri Maharani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nadhila Nur Anggrahini Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Haniifah Husni Zaaidah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus DBD adalah rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD dan melakukan pemetaan wilayah risiko menggunakan Quantum Geographic Information System (QGIS) di Dusun Babadan, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan DBD, kerja bakti bebas jentik, pemberian bubuk abate dan ikan pemakan jentik, serta pemetaan spasial kasus dan titik positif jentik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam gerakan PSN 3M Plus, serta tersusunnya peta sebaran kasus dan jentik sebagai acuan wilayah prioritas intervensi. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara pendekatan edukatif dan teknologi pemetaan spasial efektif dalam memperkuat pengendalian DBD berbasis masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-06