https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/issue/feedProsiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta2025-07-15T14:19:04+07:00Open Journal Systems<p>Proceeding Title: <strong>Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta</strong><br />Organizer: Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1547264037" target="_blank" rel="noopener">2656-5757</a></p> <p><a href="http://semnasfik.ums.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat</a> adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p>https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5663Front Matter2025-07-05T13:05:05+07:00Yuli Kusumawati[email protected]<p>Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga Proceeding Seminar Nasional "<strong>Strategi Integrasi Layanan Kesehatan Primer Berkelanjutan: Sinergi Kebijakan, Akademisi, dan Praktik Lapangan</strong>" ini dapat tersusun dan diterbitkan dengan baik.</p> <p>Buku Proceeding ini memuat kumpulan artikel ilmiah yang telah dipresentasikan dalam rangkaian kegiatan seminar. Setiap artikel mencerminkan kontribusi pemikiran, penelitian, dan inovasi dari berbagai kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi yang berupaya menjawab tantangan dalam layanan kesehatan primer secara holistik dan berkelanjutan.</p> <p>Beragam tema yang diangkat dalam proceeding ini menunjukkan keberagaman perspektif dalam bidang kesehatan, mulai dari pengembangan media edukasi, isu-isu kesehatan masyarakat, pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan, hingga strategi pemberdayaan komunitas. Semua tulisan ini diharapkan dapat memperkaya wacana keilmuan serta menjadi referensi bagi pengambilan kebijakan dan praktik lapangan.</p> <p>Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis atas partisipasi dan kontribusi ilmiahnya. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada para reviewer, moderator, serta seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menyelenggarakan seminar ini hingga berhasil menghimpun karya-karya yang berkualitas.</p> <p>Kami menyadari bahwa penyusunan Proceeding ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kami terbuka terhadap segala bentuk masukan demi penyempurnaan pada penyelenggaraan dan penerbitan berikutnya.</p> <p>Semoga Proceeding ini dapat menjadi sumber inspirasi dan informasi yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5664Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Ibu dengan Kepatuhan Imunisasi pada Balita di Lembang Tondon Wilayah Kerja Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 20222025-07-05T13:07:45+07:00Chris Manguma[email protected]Fariani Syahrul[email protected]Etty Manguma[email protected]<p>Pendahuluan: Imunisasi sangat penting diberikan pada anak sejak lahir untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan pada bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Masih belum optimalnya cakupan imunisasi di beberapa daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan serta nilai-nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan imunisasi pada balita di Lembang Tondon wilayah kerja Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2022.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian retrospektif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita di Lembang Tondon berjumlah 129 balita, dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Lembang Tondon sebanyak 97 balita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan buku KMS balita. Analisis yang digunakan Chi-Square.</p> <p>Hasil: Pengetahuan ibu tentang imunisasi mayoritas berada pada kategori baik, yaitu sebanyak 60 responden (61,9%), Motivasi ibu dalam pemberian imunisasi juga mayoritas berada pada kategori tinggi sebanyak 71 responden (65,9%). Sedangkan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi pada balita mayoritas berada pada kategori patuh sebanyak 63(64,9%). Pada variabel pengetahuan, nilai p value 0,002 (<0,05) dan pada variabel motivasi nilai p value 0,000 (<0,05).</p> <p>Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan imunisasi pada balita di Lembang Tondon serta hubungan antara motivasi ibu dengan kepatuhan imunisasi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2022. Meskipun seluruh balita telah diimunisasi, masih ada yang tidak menerima imunisasi sesuai jadwal, yang menunjukkan bahwa kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi masih kurang.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5665Efektivitas dan Hambatan Layanan Kesehatan terhadap Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA): Literature Review2025-07-05T13:12:13+07:00Fitri Angraeni[email protected]Lusyta Puri Ardhiyanti[email protected]<p>Pendahuluan: Epidemi HIV/AIDS terus menjadi masalah di seluruh dunia, termasuk juga negara Indonesia. Layanan kesehatan termasuk tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam memastikan perawatan yang optimal bagi ODHIV.</p> <p>Tujuan : Menganalisis efektivitas dan hambatan pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan ARV pada ODHA.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review, yang merujuk pada metode PRISMA. Pencarian referensi dilakukan pada tiga database, yaitu Pubmed, Science Direct, dan Google Schoolar. Sebanyak 8 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi.</p> <p>Hasil: Literature review ini mengungkap dua tema utama, yaitu efektivitas dan hambatan layanan kesehatan terhadap kepatuhan minum ARV pada ODHA. Efektivitas terlihat melalui pemanfaatan mHealth dan layanan farmasi, sementara hambatan mencakup akses, ketersediaan obat, dan stigma dari tenaga kesehatan.</p> <p>Simpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya peran strategis layanan kesehatan dalam mendukung keberhasilan terapi ODHA. Upaya peningkatan kualitas layanan serta pengurangan hambatan struktural dan sosial perlu menjadi fokus untuk memperkuat kepatuhan pengobatan antiretroviral secara berkelanjutan. Saran: Pendekatan multidimensi yang terintegrasi antara medis, sosial, dan teknologi, serta intervensi edukasi anti-stigma di masyarakat, diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan ODHA secara berkelanjutan.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5666Analisis Jenis Pekerjaan, Beban Kerja, dan Kelelahan Kerja pada Anggota Membangun Keluarga Utama (MKU) di Kabupaten Magelang2025-07-05T13:14:51+07:00Fahwa Nyssa Insyiroh[email protected]Sri Darnoto[email protected]<p>Membangun Keluarga Utama (MKU) merupakan suatu komunitas yang beranggotakan ibu rumah tangga yang bekerja untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui berbagai jenis usaha. Seorang ibu rumah tangga yang bekerja harus menyeimbangkan tanggung jawab domestik dan pekerjaannya yang bisa mempengaruhi beban kerja dan tingkat kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu rumah tangga yang bekerja berdasarkan jenis pekerjaan, beban kerja, dan kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampel sebanyak 70 orang anggota MKU di Kabupaten Magelang. Variabel jenis pekerjaan dan kelelahan kerja diukur menggunakan Kuesioner IFRC. Variabel beban kerja diukur menggunakan fingertip pulse oximeter untuk menghitung Cardiovascular Load (%CVL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bekerja di sektor informal, dengan wiraswasta sebagai pekerjaan dengan frekuensi tertinggi (32,9%). Seluruh responden mengalami beban kerja ringan (100%) dengan tingkat kelelahan bervariasi yaitu (52,9%) mengalami kelelahan kerja rendah, (45,7%) mengalami kelelahan kerja sedang, dan (1,4%) mengalami kelelahan kerja tinggi. Meskipun beban kerja ringan, penting bagi ibu rumah tangga agar mengelola pekerjaannya untuk mencegah peningkatan kelelahan kerja.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5760Urgensi Edukasi Kesehatan Reproduksi dalam Mencegah Insecure Siswa Sekolah Menengah Pertama2025-07-14T08:26:26+07:00I Istijabath[email protected]Selvia Dini Aggraini[email protected]Dinda Putri Wulandari[email protected]Aurelia Pramudyasari Sutadi[email protected]Chalissa Septi Rachmaniar[email protected]<p>Kurangnya pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi berpotensi memicu perilaku seksual menyimpang dan meningkatkan rasa tidak aman (insecure) yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dalam upaya mencegah rasa insecure dan membentuk perilaku sehat sejak dini. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode edukasi interaktif berbasis gamifikasi bertajuk "LEVEL UP: Misi Sehat Remaja", yang menggabungkan drama edukatif, permainan interaktif, dan diskusi reflektif. Kegiatan dilakukan di salah satu SMP mitra dengan melibatkan siswa kelas VII dan VIII serta guru Bimbingan dan Konseling sebagai pendamping. Evaluasi program menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi serta kesadaran diri terhadap pentingnya menjaga perilaku sehat. Respon peserta terhadap metode gamifikasi sangat positif karena materi disampaikan secara menyenangkan dan sesuai konteks usia. Namun, ditemukan bahwa penyampaian materi oleh guru BK masih terbatas sehingga perlu dukungan pelatihan lanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi yang disampaikan secara kontekstual dan inovatif efektif dalam mencegah rasa insecure dan membentuk sikap positif remaja terhadap kesehatan reproduksi.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5769Layanan Kesehatan Mental melalui Friday and Fun (FrindaFun) dalam Menangani Deprivasi pada Lansia2025-07-14T10:53:22+07:00Alda Anggoro Kasih[email protected]Fitriyatul Mahfudloh[email protected]Dwika Muhammad Ansori[email protected]Muhammad Rizky Ramdani[email protected]Muhammad Khusni Mubarok Jaelani[email protected]Dina Putri Anggraini[email protected]Vinisha Rahma Syahada[email protected]<p>Deprivasi sosial dan emosional merupakan tantangan signifikan yang dialami oleh lansia, terutama ketika interaksi social menurun dan dukungan emosional dari lingkungan berkurang. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan mental seperti kesepian, kecemasan, hingga depresi. Artikel ini membahas inovasi layanan kesehatan mental melalui program Friday and Fun, yaitu sebuah pendekatan berbasis aktivitas sosial- emosional yang dilakukan setiap hari Jumat secara rutin. Program ini dirancang untuk menciptakan suasana menyenangkan, meningkatkan interaksi sosial, serta memperkuat ikatan emosional antar lansia melalui berbagai kegiatan seperti permainan kelompok, seni, terapi tawa, dan diskusi ringan. Melalui pendekatan ini, lansia didorong untuk lebih aktif secara sosial, merasa dihargai, dan memiliki semangat hidup yang lebih tinggi. Hasil awal menunjukkan bahwa program Friday and Fun efektif dalam mengurangi gejala deprivasi serta meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Artikel ini merekomendasikan penerapan program serupa di berbagai komunitas sebagai bentuk intervensi kesehatan mental yang preventif dan humanis bagi lansia.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5785Self Talk sebagai Upaya Resiliensi Ibu dengan Baby Blues2025-07-14T15:00:56+07:00Rossi Muhammad Iqbal[email protected]Oktavia Kartikasari[email protected]Putri Sulistyawati[email protected]Ainun Nisa Muharromah[email protected]Satria Rahmat Hidayat[email protected]<p>Fenomena baby blues merupakan kondisi psikologis yang umum dialami oleh ibu pasca melahirkan, ditandai dengan gejala emosional seperti kesedihan, kecemasan, dan mudah tersinggung. Kondisi ini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berdampak pada hubungan ibu dan bayi serta proses adaptasi ibu dalam peran barunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran self talk sebagai strategi resiliensi bagi ibu yang mengalami baby blues. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan sumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan skripsi terkait periode 2010-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa self talk, khususnya yang bersifat positif, dapat membantu ibu memahami dan mengelola emosinya secara lebih adaptif. Self talk memberikan pengaruh signifikan terhadap pola pikir, perasaan, hingga perilaku individu, serta mampu memperkuat kepercayaan diri dan motivasi. Kesimpulannya, self talk dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mandiri yang efektif untuk meningkatkan resiliensi psikologis ibu pascapersalinan dalam menghadapi baby blues.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5786Peran Generasi dalam Fenomena FOMO: Dampaknya Terhadap Adiksi Media Sosial2025-07-14T15:04:13+07:00Happy Novriyanti Purwadi[email protected]Novita Dwi Wulan Suci[email protected]Dieta Nurrika[email protected]Kamaluddin Latief[email protected]<p>Pendahuluan: Media sosial berfungsi sebagai platform komunikasi dan pertukaran informasi, namun dapat pula memicu perilaku negatif seperti adiksi media sosial. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial tertinggi ketiga secara global dengan rata-rata penggunaannya lebih dari 2 jam 24 menit per hari. Penelitian bertujuan untuk melihat faktor generasi dan Fear of Missing Out (FoMo) terhadap adiksi media sosial di Indonesia.</p> <p>Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada Juli hingga September 2024 dengan google form yang disebar melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter (x). Populasi penelitian adalah pelajar dan pekerja berusia lebih atau sama dengan 15 tahun. Sampel pada penelitian berjumlah 437. Variabel paparan adalah generasi dan FoMo. Variabel hasil adalah adiksi media sosial. Analisis yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan uji chi square.</p> <p>Hasil: Berdasarkan hasil analisa data dengan uji chi-square hubungan generasi dengan adiksi media sosial diperoleh nilai p value=0,000. Serta Ada hubungan signifikan antara FoMo dengan adiksi media social didapati nilai p value= 0,000.</p> <p>Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mengadopsi sikap dan perilaku yang tidak menyenangkan seperti adiksi.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5787Pengembangan dan Uji Validitas Isi Media Edukasi Gizi Berupa Buku Saku Personal Hygiene untuk Pencegahan Diare bagi Anak Sekolah Dasar2025-07-14T15:08:27+07:00Fathiya Nuraini Azizah[email protected]Setyaningrum Rahmawaty[email protected]<p>Pendahuluan: Prevalensi diare pada anak sekolah cukup tinggi, sementara media edukasi terkait personal hygiene masih terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media edukasi gizi berupa buku saku personal hygiene untuk pencegahan diare bagi anak sekolah dasar yang valid sesuai penilaian pakar.</p> <p>Metode: Tiga tahapan research and development (R&D) yaitu analysis, design, development (ADD) digunakan untuk mengembangkan buku saku. Content validity index (CVI) diuji oleh pakar gizi, media, dan bahasa (masing-masing 3 orang) untuk menilai kelayakan isi buku.</p> <p>Hasil: Buku saku berjudul personal hygiene untuk pencegahan diare bagi anak sekolah dasar didesain memakai Canva Pro dan ibis Paint X dengan ukuran A6, jumlah halaman 31, warna yang digunakan hijau, putih, coklat, kuning, biru, dan merah, serta memakai font lazord sans serif, shikhand, super foods ukuran 9-20. Nilai CVI untuk gizi, media, dan bahasa, masing-masing sebesar 1, 1, dan 0,93 yang berarti sangat layak.</p> <p>Simpulan: media edukasi gizi berupa buku saku personal hygiene yang dikembangkan layak digunakan sebagai media literasi gizi terkait personal hygiene untuk anak sekolah dasar.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5788Analisis Kualitas Laboratorium di SMA Negeri 4 Jambi dalam Mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP)2025-07-14T15:10:59+07:00Eka Metha Natalia[email protected]Kayla Thahira[email protected]Ririn Fatma Sari[email protected]Muhammad Rafif Pulungan[email protected]Jamiah Tul Hanifah[email protected]Neneng Lestari[email protected]<p>Laboratorium memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Laboratorium berfungsi sebagai tempat untuk membuktikan teori-teori yang telah dipelajari, sehingga keberadaannya harus dikelola dan dijaga dengan baik. Pengelolaan laboratorium IPA di sekolah-sekolah mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007. Namun, sebagian besar laboratorium sekolah belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap Laboratorium IPA di SMA Negeri 4 Kota Jambi dengan tujuan untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan mengoptimalkan laboratorium tersebut baik dari segi kualitas maupun sarana dan prasarana agar dapat mencapai standar nasional sesuai Permendiknas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Langkah awal dilakukan dengan kunjungan langsung ke laboratorium untuk melakukan pengamatan, dilanjutkan dengan wawancara bersama kepala laboran guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi laboratorium. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sarana dan prasarana laboratorium sudah sangat memadai. Fasilitas yang tersedia telah tergolong baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Laboratorium IPA SMA Negeri 4 Kota Jambi telah memenuhi standar Permendiknas No. 24 Tahun 2007, meskipun belum secara menyeluruh, dengan persentase pencapaian rata-rata sebesar 84,82%.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5789Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Faktor Predisposisi dengan Keaktifan Ibu Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tumpaan Minahasa Selatan2025-07-14T15:14:16+07:00Chreisye K. F. Mandagi[email protected]Dumilah Ayuningtyas[email protected]<p>Pendahuluan: Melalui kegiatan posyandu, status gizi anak dapat dipantau sejak dini. Namun demikian masih didapati rendahnya keikutsertaan masyarakat dalam posyandu sehingga menyebabkan dampak negative pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan faktor predisposisi dengan keaktifan ibu balita di posyandu.</p> <p>Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tumpaan dari Bulan Juni sampai November 2024. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu balita di desa tersebut yang memiliki anak berusia ≥ 12 bulan, berjumlah 65 orang yang dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hipotesis menggunakan Chi-square.</p> <p>Hasil: Uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan p-value 0,018 < 0,05, sikap dengan p-value 0,000 < 0,05, pendidikan dan keaktifan kunjungan dengan p-value 0,038 < 0,05, pekerjaan dengan p-value 0,000 < 0,05, dukungan keluarga dengan p-value 0,002 < 0,05.</p> <p>Simpulan: Dari hasil penelitian sangat diharapkan ibu aktif dalam kegiatan posyandu dengan membawa anak balitanya mengikuti jadwal kunjungan pada kartu menuju sehat (KMS) dan untuk posyandu dapat melakukan kegiatan interaktif untuk ibu balita.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5790Gambaran Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada Remaja Dusun Wonosari2025-07-14T15:32:52+07:00Qorri Putri Mahfudhoh[email protected]Ainaya Fatihah[email protected]Widya Herawati[email protected]Amara Wahyu Alfiana[email protected]Ajeng Faninda Fitri Ardiani[email protected]Bunga Cintantya Rudisty[email protected]Nur Riqqah Maulita[email protected]Tri Ismiyati[email protected]Anisa Catur Wijayanti[email protected]<p>Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan terjadinya peningkatan pada tekanan darah pada seseorang dengan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dalam perkiraan waktu pengukuran selama lima menit dalam keadaan seseorang yang cukup istirahat atau tenang. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan pada remaja adalah melalui penerapan gaya hidup yang sehat. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang perilaku pencegahan Hipertensi melalui penyuluhan kesehatan.</p> <p>Metode: Metode yang digunakan pada dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui penyuluhan kesehatan melalui ceramah menggunakan media poster. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan hipertensi.</p> <p>Hasil: Skor pengetahuan rata-rata peserta meningkat dari 5,15 pada pre-test menjadi 8,54 pada post-test. Selain itu, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 53,8% menjadi 92,3% setelah penyuluhan.</p> <p>Simpulan: Dengan Demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan hipertensi di kalangan remaja Dusun Wonosari.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5791Pelatihan Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos di Desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo2025-07-15T10:53:05+07:00Rezania Asyfiradayati[email protected]Muhammad Arsa Bhuwana[email protected]Salsabilla Maanna[email protected]<p>Pendahuluan: Sampah organik merupakan sampah yang memiliki kadar air yang tinggi, sehingga memiliki kecenderungan mudah membusuk. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo hanya dengan membuang sampah pada bak pembakaran sampah, kadang ada yang dibakar, juga ada yang di buang di pekarangan rumah hingga menimbulkan bau busuk.</p> <p>Metode: kegiatan intervensi di Desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo mengenai pengolahan sampah dengan pembuatan pupuk kompos. Pengelolaan Sampah Organik) adalah nama program intervensi yang terdiri dari sosialisasi Sampah dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos dari sampah sisa rumah tangga.</p> <p>Hasil: Sebanyak 25 responden sebelum pemberian edukasi tentang Sampah memiliki ratarata skor 66,40, sedangkan setelah pemberian edukasi tentang sampah mengalami peningkatan rata-rata skor pengetahuan 92,40. Peserta pengabdian juga dapat melakukan pembuatan kompos dengan baik selama kegiatan berlangsung.</p> <p>Simpulan: terjadi peningkatan skor rata-rata sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Masyarakat juga dapat melakukan praktek pembuatan kompos dengan benar.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5792Strategi Pemberantasan Nyamuk Aedes aegypti melalui Penyuluhan DBD dan Pembuatan Ovitrap di Dusun 3 Desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo2025-07-15T10:56:24+07:00Ahmad Rijani[email protected]Ameilia Nurhadiyastuti[email protected]Salma Chintana Putri[email protected]Najma Thaula Sari Dewi[email protected]Ilma Khoirunissa[email protected]Siska Oktaviani Pratiwi[email protected]Isnaini Anjar Pangestuti[email protected]Puspita Intan Pratiwi[email protected]Sri Utami[email protected]Dwi Linna Suswardany[email protected]<p>Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, salah satunya di Dusun 3 Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Dalam survei mawas diri mahasiswa menemukan beberapa rumah warga positif jentik dan untuk kebersihan lingkungan masih kurang. Meskipun demikian tingkat pemahaman masyarakat tentang DBD sudah sangat bagus. Tujuan dari program Praktik Belajar Lapangan (PBL) 1 adalah untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada pada lingkungan Dusun 3 Desa Tegalsari, Kecamatan Weru dengan melakukan penyuluhan, pelatihan pembuatan ovitrap dan pembuatan poster 3M Plus. Dampak yang diharapkan adanya program tersebut diharapkan Masyarakat dapat memiliki pemahaman, kesadaran dan keahlian dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).</p> <p>Metode: Metode pelaksanaan program PBL-1 yang dilakukan adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan. Target PBL-1 yang diharapkan yaitu peningkatan pemahaman mengenai penyakit dan cara pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).</p> <p>Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari skor rata-rata 7,88 menjadi 8,82 (p=0,004).</p> <p>Simpulan: Peningkatan rata-rata nilai pre-test dan post-test menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dalam sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pencegahan DBD.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5793Satu Langkah Untuk Bumi: Strategi Pengolahan Sampah Berbasis 3R2025-07-15T12:22:52+07:00Iclashul Bintang Prakusya[email protected]Nilna Minati Najibah[email protected]Fatihatul Qolby[email protected]Cynthia Agustina[email protected]Silvy Adella Puspitasari[email protected]Adita Armelia Sandra[email protected]Aulya Rahma Santi[email protected]Nabita Regina Intan[email protected]Puput Putri Prastiwi[email protected]Endang Setyaningsih[email protected]Sri Indra Kurnia[email protected]<p>Pendahuluan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Dusun 2, dengan melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pemilahan sampah, serta pembuatan kerajinan ecobrick, kompos, dan biopori.</p> <p>Metode: yang digunakan mencakup analisis situasi melalui Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk menentukan prioritas masalah.</p> <p>Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah, dengan partisipasi aktif dalam kegiatan yang diadakan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.</p> <p>Simpulan: Hasil uji statistik didapatkan bahwa nilai p sebesar 0.001 (< 0.05), maka terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah sosialisasi pemilahan sampah. Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang cara membedakan antara sampah organik dan anorganik, serta pentingnya pengelolaan sampah yang benar.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5794Penyuluhan DBD sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan DBD di Desa Tegalsari2025-07-15T12:28:19+07:00Nuraini Widia Santosa[email protected]Anaelia Syakilla Maharatna[email protected]Meylia Puspitasari[email protected]Avisa Silviana Adi Astuti[email protected]Muhammad Naufal Mizan Auladi[email protected]Najla Khalisha Yafi[email protected]Inasya Safira Ramadiani Putri Adi[email protected]Viona Diva Indi Astra Fatoni[email protected]Sri Utami[email protected]Dwi Astuti[email protected]<p>Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang jumlah penderita dan penyebarannya sejalan dengan kepadatan penduduk terutama di Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 hingga tahun 2024 terkait dengan demam berdarah yaitu terdapat 100 kasus pada tahun 2017, 170 kasus tahun 2018, 433 kasus tahun 2019, 201 kasus 2021, 194 kasus 2022, 83 kasus 2023 dan pada tahun 2024 ini tercatat 45 kasus yang sudah masuk. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu di posyandu balita melalui penyuluhan.</p> <p>Metode: 1) Survei Mawas Diri (SMD), 2) Musyawarah Masyarakat Desa, 3) Persiapan materi dan media, 4) Pre-test, 5) Penyuluhan, 6) Post-test.</p> <p>Hasil: Nilai pre-test yang memiliki pengetahuan baik sebesar 58,1% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 41,9%. Setelah diberikan penyuluhan diperoleh nilai post-test yang memiliki pengetahuan baik 88,4% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 11,6%.</p> <p>Simpulan: Penyuluhan mengenai DBD memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, terbukti dari adanya peningkatan pengetahuan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuannya dalam melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dalam kehidupan sehari-hari.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5795Upaya Pencegahan Demam Berdarah melalui Penyuluhan Demam Berdarah dan Demonstrasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk dari Kulit Jeruk2025-07-15T13:51:14+07:00Ilham Nur Ahmadyani[email protected]Septiana Ratnawati[email protected]Fanni Rachma Agustin[email protected]Alya Tsurrayya[email protected]Chindy Fatma Zahara Wijanarko[email protected]Mifta Huljana Bakung[email protected]Dhea Putri Mardiyanti[email protected]Afiyah Nur Azizah[email protected]Junita Putri Salsabila[email protected]Sri Utami[email protected]Rezania Asyfiradayanti[email protected]<p>Pendahuluan: Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mendukung berkembangnya berbagai penyakit yang ditularkan oleh vektor, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Peningkatan kasus DBD di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif untuk menekan penyebarannya. Salah satu solusi potensial adalah pemanfaatan bahan alami seperti kulit jeruk, yang mengandung senyawa bioaktif limonoid, saponin, dan tannin. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai insektisida alami yang mampu mengganggu perkembangan nyamuk dan efektif sebagai larvasida.</p> <p>Metode: Pengabdian Masyarakat dilakukan melalui pendekatan edukasi dan demonstrasi pembuatan SEMAJER (Semprotan Anti Nyamuk Kulit Jeruk) kepada 50 peserta di Desa Tegalsari. Program ini melibatkan pre-test, penyuluhan, demonstrasi, dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD.</p> <p>Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dari 42% memiliki pengetahuan baik sebelum penyuluhan menjadi 100% setelahnya.</p> <p>Simpulan: Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD, tetapi juga memberikan keterampilan dalam memanfaatkan kulit jeruk sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi mendukung pengendalian DBD secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat melalui solusi yang inovatif dan aplikatif.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5796Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue di Dusun IV Desa Tegalsari2025-07-15T13:59:03+07:00Najma Azizah Nurrahmah[email protected]Faturohit Rois Imron Santoso[email protected]Qoonitah Az Zahra[email protected]Nabila Lutfiana Putri[email protected]Seffiana Febri Nuraisa[email protected]Salma Khoirunnisa[email protected]Elvina Safarinda[email protected]Septina Ummi Latifah[email protected]Virgitha Pramesti Agustianty[email protected]Sri Utami[email protected]Sheena Ramadhia Asmara Dhani[email protected]<p>Analisis situasi yang dilakukan melalui Survei Mawas Diri (SMD) menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi masyarakat berpengaruh terhadap derajat kesehatan mereka. Di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, terdapat beragam tantangan kesehatan yang perlu diatasi, terutama mengingat mayoritas penduduknya adalah lansia yang rentan terhadap berbagai penyakit. Berdasarkan laporan Praktik Belajar Lapangan (PBL) yang dilaksanakan, masalah yang dihadapi di masyarakat mencakup Demam Berdarah Dengue (DBD), Hipertensi, dan Pengelolaan Sampah. Jenis pengabdian menggunakan metode One Group Pretest-Posttest Design, dengan partisipasi 26 orang warga Dusun 4. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,5 (SD 1,1) menjadi 11,03 (SD 0,9), namun peningkatan ini tidak signifikan secara statistik (p-value 0,066). Tidak signifikannya hasil ini diduga karena sebagian besar partisipan telah memiliki pengetahuan dasar yang cukup baik terkait DBD sebelum intervensi, mengingat wilayah ini termasuk daerah endemis dan masyarakatnya sudah sering terpapar informasi serupa melalui program kesehatan sebelumnya, sehingga ruang peningkatan pengetahuan menjadi terbatas (ceiling effect).</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5797Penyuluhan Kesehatan dan Demonstrasi Memasak Puding Labu Siam sebagai Alternatif Makanan Sehat untuk Mengelola Hipertensi Warga Dusun 3 Desa Karanganyar2025-07-15T14:05:01+07:00Fery Irawan[email protected]Ega Tanaya[email protected]Riyakhul Janah[email protected]Luthfi Raissa Shahda[email protected]Annisa Nur Rahmah[email protected]Faizatul Alfiyah[email protected]Rizky Amalia Nuraini[email protected]Sri Utami[email protected]Salsabila Purnamasari[email protected]<p>Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Program pengabdian "Santapan Sehat Hipertensi Minggat" bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pola makan sehat melalui penyuluhan kesehatan dan demonstrasi memasak puding labu siam di Dusun 3 Desa Karanganyar. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dan dilaksanakan pada 12 November 2024.</p> <p>Metode: pengisian kuesioner pre-test dan post-test, penyampaian materi melalui presentasi, serta demonstrasi memasak yang interaktif.</p> <p>Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 6,27 pada pre-test menjadi 9,27 pada post-test, dengan peningkatan signifikan dalam proporsi peserta yang memiliki pengetahuan baik (dari 40% menjadi 86,7%). Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p>Simpulan: Program edukasi berbasis praktik dengan bahan lokal seperti labu siam terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi, meski terkendala tempat dan suasana yang kurang kondusif. Disarankan untuk memperluas lokasi, durasi, dan menambahkan sesi pendampingan agar materi lebih berkelanjutan.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/5798Penyuluhan Diabetes melalui Program Langkah Manis (Lawan Gula Kendalikan Diabetes Melitus dengan Manis Alami)2025-07-15T14:19:04+07:00Dewi Amanda Octaviana[email protected]Sabela Riska Pratiwi[email protected]Ahmad Nur Faiz[email protected]Pinkan Puspita Kinanty[email protected]Wahida Fitria Fatmasari[email protected]Fadila Aurelya Putri[email protected]Fitriana Fatika Khaerani[email protected]Mayang Anggraini[email protected]Betty Intan Pratiwi[email protected]Denny Saptono Fahrurodzi[email protected]Jenita Berlian Nindyasari[email protected]<p>Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang sangat sering dijumpai dan juga suatu penyakit yang terjadi akibat gaya hidup seseorang yang tidak sehat. Diabetes melitus juga terjadi akibat gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) yang diakibatkan gangguan sekresi insulin dan resistensi insulin.</p> <p>Metode: Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah terkait Diabetes Melitus menggunakan tahapan pemberdayaan yang terdiri dari 7 langkah meliputi tahapan Persiapan ke Kantor Balai Desa, Persiapan ke Fasyankes, Edukasi ke posyandu lansia dan Cek Kesehatan Gula, Evaluasi edukasi posyandu, Door To Door Campaign dan Pembagian Tanaman Insulin, Evaluasi door to door campaign dan Pembagian Tanaman Insulin dan Tindak lanjut kegiatan.</p> <p>Hasil: Program ini memiliki tingkat keberhasilan yang baik dengan penemuan kasus diabetes sebanyak 19 orang. Melalui kunjungan Door To Door Campaign memiliki hasil dengan kategori baik sebesar 57,9%. Selain itu kegiatan demonstrasi masak dan senam menjadi cara pencegahan diabetes yang dapat dilakukan dalam mengontrol gula darah.</p> <p>Simpulan: Program Langkah Manis merupakan program yang diusung kami untuk menangani permasalahan Diabetes Mellitus. Program ini memiliki tingkat keberhasilan yang baik.</p>2025-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025