Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik <p>Proceeding Title: <strong>Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta</strong><br />Organizer: Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1547264037" target="_blank" rel="noopener">2656-5757</a></p> <p><a href="http://semnasfik.ums.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat</a> adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p> en-US Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.20 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Front Matter https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7565 <p>Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga Book of Proceedings Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema "Penguatan Sistem Kesehatan dalam Mencapai Tujuan Transformasi Kesehatan Nasional" ini dapat disusun dan diterbitkan dengan baik.<br>Penyelenggaraan seminar ini merupakan wujud komitmen akademik dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan melalui diseminasi hasil penelitian serta pertukaran gagasan antara akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan solusi berbasis bukti untuk mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia.<br>Book of Proceedings ini memuat kumpulan artikel ilmiah yang telah dipresentasikan dalam rangkaian Seminar Nasional dan Call for Paper. Beragam topik yang diangkat, mulai dari kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, pemanfaatan teknologi kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat, mencerminkan kontribusi nyata para penulis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan. Karya-karya ilmiah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penyusunan kebijakan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.<br>Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penulis, narasumber, reviewer, moderator, serta panitia yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan menghasilkan proceeding yang berkualitas.<br>Kami menyadari bahwa Book of Proceedings ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan penyelenggaraan kegiatan dan penerbitan proceeding pada masa mendatang.<br>Semoga Book of Proceedings ini memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, menjadi sumber inspirasi bagi para akademisi dan praktisi, serta berkontribusi dalam mendukung terwujudnya sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat guna mencapai tujuan transformasi kesehatan nasional.</p> Salsabila Purnamasari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7565 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Studi Kualitatif: Implementasi PKPR dalam Pencegahan Anemia pada Remaja Puskesmas Purwosari Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7566 <p>Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak terhadap kualitas hidup dan produktivitas, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi layanan PKPR dalam pencegahan anemia di Puskesmas Purwosari, Kota Surakarta dengan metode kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus, yang melibatkan 1 orang Kepala Puskesmas, 1 orang penanggung jawab Program PKPR, 1 orang pelaksana Program PKPR, 8 orang guru, 10 orang remaja putri peserta PKPR di sekolah, serta 5 orang remaja putri peserta posyandu sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, program PKPR telah didukung oleh sumber daya manusia, kebijakan, dan sarana prasarana, namun masih terbatas dalam pemerataan pelatihan, perencanaan SDM, dan ketersediaan SOP. Pada aspek proses, kegiatan skrining anemia, edukasi kesehatan, konseling, dan pemberian tablet tambah darah telah dilaksanakan, tetapi belum optimal karena belum merata, tidak konsisten, dan belum disertai sistem pemantauan yang jelas, serta diperkuat oleh terbatasnya pendampingan, lemahnya koordinasi lintas sektor, dan rendahnya partisipasi remaja. Pada aspek output, cakupan skrining, kepatuhan konsumsi TTD, dan perubahan perilaku gizi belum mencapai target. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKPR telah berjalan, namun belum optimal, sehingga diperlukan penguatan kapasitas SDM, perbaikan tata kelola program, dan peningkatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas pencegahan anemia pada remaja putri.</p> Luthfiana Ikke Ardiyanita Aswari, Izzatul Arifah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7566 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Skala Dermatoporosis dan Skala Braden sebagai Prediktor Kualitas Hidup pada Lansia https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7567 <p>Pendahuluan: Kualitas hidup lansia merupakan indikator penting dalam menilai kesejahteraan populasi usia lanjut dan dipengaruhi oleh berbagai perubahan fisik serta fungsional akibat proses penuaan. Dermatoporosis dan risiko ulkus dekubitus merupakan permasalahan klinis yang berpotensi menurunkan kualitas hidup lansia. Dermatoporosis adalah sindrom kerapuhan kulit kronis yang dapat dinilai menggunakan skala dermatoporosis, sedangkan risiko ulkus dekubitus dapat dinilai dengan skala BRADEN. Keduanya berpotensi menjadi parameter klinis sederhana yang berkaitan dengan kualitas hidup lansia.</p> <p>Tujuan: Menganalisis hubungan dermatoporosis dan ulkus dekubitus terhadap kualitas hidup lansia.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 82 lansia di Panti Werdha Bina Bhakti yang memiliki data lengkap mengenai dermatoporosis, skala BRADEN, kualitas hidup (WHOQOL), usia, dan jenis kelamin. Analisis dilakukan secara deskriptif, bivariat, dan regresi linear berganda dengan skor WHOQOL sebagai variabel dependen.</p> <p>Hasil: Model regresi yang melibatkan dermatoporosis, skala BRADEN, usia, dan jenis kelamin secara simultan berhubungan bermakna dengan kualitas hidup lansia (R² = 0,594; adjusted R² = 0,573; p &lt; 0,001). Secara parsial, skala dermatoporosis berhubungan negatif bermakna dengan kualitas hidup (B = -0,928; β = -0,250; p = 0,007), sedangkan skala BRADEN berhubungan positif bermakna dan menjadi prediktor terkuat (B = 2,634; β = 0,610; p &lt; 0,001). Usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan bermakna.</p> <p>Simpulan: Semakin berat dermatoporosis, semakin rendah kualitas hidup lansia, sedangkan semakin baik skor BRADEN, semakin baik kualitas hidup lansia. Kedua variabel ini berpotensi digunakan sebagai penanda klinis sederhana untuk mengidentifikasi lansia dengan kualitas hidup rendah.</p> Steve Geraldo Bustam, Diana Dinali, Muhammad Fikri Dzakwan, Alexander Halim Santoso Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7567 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Akses Informasi dan Pengetahuan Pedagang tentang Bahan Tambahan Berbahaya pada Jajanan SD di Wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7568 <p>Keamanan pangan jajanan anak sekolah merupakan isu penting di Indonesia. Pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan berbahaya diduga dipengaruhi oleh akses informasi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akses informasi dengan pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan berbahaya pada jajanan di sekitar sekolah dasar Kecamatan Laweyan, Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pedagang jajanan di 12 SD wilayah Kecamatan Laweyan; sampel berjumlah 80 pedagang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan skala Guttman untuk akses informasi dan pengetahuan. Uji validitas menghasilkan 33 butir valid dari 65 butir; nilai Cronbach's Alpha = 0,817. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan sebagian besar pedagang memiliki akses informasi baik (52,5%), sementara pengetahuan terbagi merata antara kategori baik dan kurang baik (50%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses informasi dengan pengetahuan pedagang (p = 0,073). Data pendukung deskriptif diperoleh dari uji laboratorium menggunakan test-kit pada 140 sampel jajanan. Dari 140 sampel, ditemukan 3 sampel positif bahan tambahan berbahaya (2,1%) yaitu 1 sampel formalin (tahu bulat) dan 2 sampel Rhodamin-b; boraks dan Methanil Yellow tidak terdeteksi. Temuan ini menunjukkan bahwa akses informasi saja belum cukup meningkatkan pengetahuan pedagang; diperlukan pendekatan edukatif yang lebih terarah dan intensif.</p> Dewi Salsabila Widyawati Nadhiva, Windi Wulandari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7568 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Kecamatan Banjarsari https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7569 <p>Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan masayarakat yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi, termasuk di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta yang memiliki kasus hipertensi tertinggi di Kota Surakarta. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan hipertensi adalah stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.</p> <p>Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di tujuh kelurahan di Kecamatan Banjarsari dengan jumlah sampel sebanyak 300 responden berusia 15-64 tahun yang dipilih menggunakan metode two-stage cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner DASS-21 dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact.</p> <p>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,3%), berusia 26-35 tahun (32,7%), dan berpendidikan SMA (41,7%). Sebagian besar responden berada pada kategori tidak stres (97,7%), sedangkan tekanan darah terbanyak berada pada kategori prehipertensi (46,7%). Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p-value = 1,00).</p> <p>Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.</p> Nidya Elsa Dwi Ananda Putri, Ria Muslima Wati, Lutfiana Azzahra, Amelia Fitra Insani, Anisa Catur Wijayanti, Widya Galih Puspita Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7569 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Prevalensi Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Pascapengobatan Massal Kecacingan di Bombana dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7570 <p>Pendahuluan: Infeksi kecacingan akibat Soil-Transmitted Helminths (STH) paling umum terjadi pada anak usia sekolah di daerah tropis dan subtropis. Infeksi parasit usus dapat menurunkan status kesehatan, nutrisi, kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi STH pada anak sekolah dasar pascapengobatan massal di Bombana dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar kelas 2 dan 3 di Bombana dan Kolaka Utara. Spesimen yang dikumpulkan adalah sampel tinja yang diperiksa dengan metode langsung di bawah mikroskop. Dilakukan wawancara kepada wali responden terkait dengan umur dan riwayat minum obat antelmintik.</p> <p>Hasil: Sebanyak 151 siswa di Bombana dan 156 siswa di Kolaka Utara dipilih secara acak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dan memberikan sampel tinja. Hasil pemeriksaan tinja menemukan bahwa prevalensi STH di Bombana adalah 2% dan di Kolaka Utara 7%. Spesies yang ditemukan di Bombana adalah Trichuris trichiura dan di Kolaka Utara adalah Ascaris lumbricoides dan T. trichiura. Umur dan jenis kelamin tidak mempunyai hubungan dengan infeksi cacing STH.</p> <p>Riwayat mengonsumsi obat antelmintik dalam kurung dari satu tahun berhubungan dengan kejadian infeksi cacing STH di Kabupaten Kolaka Utara, dan mempunyai kecenderungan di Bombana.<br>Kesimpulan: Prevalensi kecacingan di Kabupaten Bombana adalah 2% dan di Kolaka Utara 7%. Masih ditemukannya infeksi cacing STH dan khususnya infeksi T. trichiura, menunjukkan bahwa pengendalian dan pencegahan STH selain melakukan pengobatan massal perlu diperkuat dengan edukasi higiene, perbaikan sanitasi, dan intervensi kesehatan lingkungan.</p> Rais Yunarko, Yona Patanduk, Syarif Hidayat, Nungki Hapsari Suryaningtyas, Alfin Harjuno Dwiputro Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7570 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Peran Mediasi Sindrom Metabolik dalam Hubungan antara Generasi dan Sarkopenia: Studi Multisenter pada Populasi Perkotaan di Jakarta, Indonesia https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7571 <p>Pendahuluan: Peningkatan populasi usia lanjut disertai dengan meningkatnya beban gangguan muskuloskeletal, termasuk sarkopenia, yang kini dipahami sebagai kondisi multifaktorial dan tidak terbatas pada usia lanjut. Peran sindrom metabolik sebagai mediator dalam hubungan antara generasi dan sarkopenia masih belum banyak dikaji, terutama pada populasi perkotaan.</p> <p>Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang multisenter pada populasi perkotaan di Jakarta. Sampel ditentukan dengan metode total sampling (n=1551), dan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman serta Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).</p> <p>Hasil: Ditemukan bahwa generasi berasosiasi positif dengan sindrom metabolik (β=0,276), dan sindrom metabolik berasosiasi kuat dengan sarkopenia (β=0,590), sementara hubungan langsung generasi dengan sarkopenia menunjukkan arah negatif (β=-0,375), yang mengindikasikan adanya mediasi tidak konsisten. Model menjelaskan 36,6% variasi sarkopenia (R²=0,366).</p> <p>Kesimpulan: Sindrom metabolik berperan sebagai mediator penting dalam hubungan antara generasi dan sarkopenia, sehingga pengendalian faktor metabolik sejak usia dini menjadi strategi kunci dalam pencegahan sarkopenia.</p> Bryan Anna Wijaya, Fiona Valencia Setiawan, Ajeng Tias Endarti, Yohanes Firmansyah, E Ernawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7571 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Kebiasaan Diet Makanan Junk Food di Usia Dini terhadap Perkembangan Tingkat Kecerdasan Kognitif Anak Usia Sekolah Dasar: Systematic Literature Review https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7572 <p>Konsumsi makanan cepat saji atau makanan ultra-proses (junk food) pada usia dini meningkat secara global dan berdampak terhadap perkembangan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bukti empiris mengenai hubungan antara kebiasaan diet junk food pada masa prasekolah dan usia sekolah dasar dengan tingkat kecerdasan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada delapan database (PubMed, Scopus, ScienceDirect, MDPI, WHO, Springer, Nature, dan Frontiers) untuk periode tahun 2013-2025. Seleksi alur PRISMA telah diidentifikasi dari 8 data base diperoleh 32 artikel,sebanyak 3 artikel duplikat dihapus, tersisa 29 artikel,kemudian 29 artikel diskrining berdasarkan judul dan abstrak menggunakan kriteria inklusi (artikel penelitian asli, populasi anak prasekolah/SD, bahasa Indonesia/Inggris, outcome kognitif). Sebanyak 18 artikel dikeluarkan karena topik berbeda, outcome tidak sesuai (emosi, perilaku, status gizi), populasi salah (remaja/dewasa), studi pada hewan, atau bukan artikel penelitian tersisa 11 artikel yang menjadi Eligibility: dari 11 artikel dinilai kelayakan full-text-nya dengan kriteria inklusi yaitu sesuai tujuan penelitian, desain kuantitatif, mengukur kognitif atau akademik sebagai outcome dan memiliki data yang dapat diekstrak. Sebanyak 7 artikel dikeluarkan karena desain kualitatif, atau merupakan systematic review/narrative review bukan studi primer tersisa 4 artikel dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis lebih lanjut, terdiri dari 1 studi ex post facto, 1 studi longitudinal cohort, dan 2 studi cross-sectional. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif yang konsisten antara konsumsi makanan junk food dan hasil kognitif atau akademik anak. Mekanisme yang diusulkan meliputi kekurangan mikronutrien, peradangan sistemik, dan gangguan metabolik akibat pola makan tinggi gula dan lemak. Kesimpulan: Pengendalian konsumsi makanan ultra-proses sejak usia dini penting untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.</p> Laela Fauziyah, Gurdani Yogisutanti, Catur Aji Wibowo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7572 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Reproduksi dalam Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Literature Review https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7573 <p>Pendahuluan: Kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu prioritas karena tingginya risiko perilaku seksual yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Mutu pelayanan kesehatan reproduksi berperan penting dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan sintesis bukti ilmiah mengenai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.</p> <p>Metode: Literature Review berdasarkan pedoman Preffered Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA), diperoleh 10 artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dari basis data Google Scholar, PubMed dan DOAJ (Directory of Open Access Journals) dengan fokus pada strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Data diekstraksi meliputi identitas penelitian (penulis, tahun, dan lokasi), karakteristik responden, bentuk intervensi atau strategi peningkatan mutu pelayanan, serta temuan utama terkait pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.</p> <p>Hasil: Hasil literature review mengidentifikasi empat tema utama, yaitu akses dan pamanfaatan layanan kesehatan reproduksi remaja; hambatan dan tantangan dalam pelayanan kesehatan reproduksi remaja; faktor pendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi remaja; strategi dan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi remaja.</p> <p>Simpulan: Mutu pelayanan kesehatan reproduksi remaja masih dipengaruhi oleh berbagai hambatan seperti stigma, keterbatasan sumber daya, dan belum optimalnya implementasi PKPR, meskipun terdapat faktor pendukung dan strategi peningkatan layanan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitasnya dalam menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja.</p> Fathiyah Aulia Mumtaz, Mifthah Muliani Lubis, Een Kurnaesih Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7573 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Konten Edukasi pada Akun TikTok @kanshue terhadap Pengetahuan Followers tentang Kesehatan Mulut dan Gigi https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7574 <p>Pesatnya perkembangan media sosial menjadikannya sebagai sarana efektif dalam penyebaran informasi kesehatan. TikTok sebagai platform dengan jangkauan pengguna yang luas di Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya terkait kesehatan mulut dan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten edukasi pada akun TikTok @kanshue terhadap pengetahuan pengikutnya mengenai kesehatan mulut dan gigi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 119 responden yang dipilih menggunakan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten edukasi berada dalam kategori cukup baik (54,6%) dan tingkat pengetahuan pengikut berada dalam kategori baik (78,2%). Uji regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara konten edukasi terhadap pengetahuan pengikut dengan p-value sebesar 0,012 dan koefisien determinasi sebesar 53,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konten edukasi pada akun TikTok @kanshue berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan pengikut mengenai kesehatan mulut dan gigi, meskipun kontribusinya masih terbatas sehingga diperlukan peningkatan kualitas penyajian konten agar lebih efektif dan mudah dipahami.</p> Tata Dewi Kartika, Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7574 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan terkait Hipertensi dengan Tekanan Darah pada Masyarakat di Kecamatan Jebres https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7575 <p>Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terkait hipertensi dengan tekanan darah pada masyarakat di Kecamatan Jebres.</p> <p>Metode: Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan sistem door to door, wawancara dengan responden. Sampel penelitian sebanyak 300 responden yang berusia &gt;20 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.</p> <p>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 172 (57,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terkait hipertensi dengan tekanan darah pada masyarakat di Kecamatan Jebres (p=0,362). Meskipun mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik, kondisi tekanan darah dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.</p> <p>Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terkait hipertensi dengan tekanan darah pada masyarakat di Kecamatan Jebres.</p> Salsabila Widi Ayuningtyas, Asyifa Nanda Fico, Najma Azizah Nurrahmah, Alya Tsurrayya Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7575 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Usia Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta: Studi Cross-Sectional https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7576 <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko dapat diubah yang berperan dalam pengendalian tekanan darah. Namun, hasil penelitian terkait hubungan aktivitas fisik dan tekanan darah masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten.</p> <p>Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan survei cepat epidemiologi. Sampel sebanyak 300 responden usia 20–59 tahun dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO 2016, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.</p> <p>Hasil: Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik tinggi (37,3%) dan berada pada kategori prehipertensi (58,7%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p=0,358).</p> <p>Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada populasi penelitian. Faktor lain seperti usia dan faktor gaya hidup lainnya kemungkinan berperan lebih dominan.</p> Amira Amalia Rodam, Aprilia Aldrianingtyas, Melia Putri Azkania, Fahrizal Adiansyah Abiyanto, Anisa Catur Wijayanti, Widya Galih Puspita Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7576 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Faktor Internal dan Eksternal yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7577 <p>Pendahuluan: Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama dan mempunyai kecenderungan untuk timbulnya komplikasi, yang akan berdampak pada kualitas hidup pasien diabetes. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes baik faktor dari internal pasien sendiri seperti karakteristik pasien diabetes, karakteristik penyakit diabetes yang diderita, faktor personal, faktor psikologis, faktor metabolik, maupun faktor dari luar (eksternal) pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes yang berkunjung ke Puskesmas di Jakarta Selatan.</p> <p>Metode: Mixed-method penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain sekuensial eksplanatori. Penelitian kuantitatif melalui cross sectional dilakukan pada pasien diabetes yang datang berobat ke Puskesmas secara consecutive non random sampling, untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes dan dianalisis dengan regresi logistik berganda, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan pada 9 informan pasien yang memiliki kualitas hidup kurang dan 5 informan pasien dengan kualitas hidup baik, untuk menjelaskan mengenai perawatan mandiri (self-care) yang dilakukan pasien, dengan analisis tema. Hasil. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes adalah diabetes distress domain kesulitan dengan dokter (aOR 4.79 95% CI 1.44-15.96); diabetes distress domain beban emosional (aOR 3.99 95% CI 1.47-10.81); Self-care latihan fisik/olah raga (aOR 1.99 95% CI 1.11-3.61); serta self-care domain perawatan kaki (aOR 0.39 95% CI 0.21-0.74).</p> <p>Hasil: kualitatif didapatkan adanya kesulitan melakukan pengelolaan diabetes mandiri pada pasien-pasien dengan kualitas hidup yang kurang, dengan tema-tema yaitu kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi. Sementara itu, pasien dengan kualitas hidup yang baik, dapat melakukan perawatan mandiri karena faktor pengalaman, pengetahuan, keluarga, dan adanya motivasi emosional. Simpulan. Diabetes distress dan perilaku perawatan mandiri berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes, setelah dikontrol variabel lainnya. Kesulitan melakukan perawatan mandiri berkaitan dengan kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi.</p> Novia Indriani Sudharma, Tri Yunis Miko Wahyono, Evi Martha, Harsheena Gobind Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7577 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Determinan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Laki-laki Penyemprot Pestisida di Perkebunan Kelapa Sawit PT. LS, Sumatera Selatan https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7578 <p>Pendahuluan: Penyemprotan pestisida di perkebunan kelapa sawit merupakan pekerjaan berisiko tinggi karena pekerja berpotensi terpajan bahan agrokimia secara langsung dan berulang melalui inhalasi, kontak kulit, serta kontaminasi selama proses kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja laki-laki penyemprot pestisida.</p> <p>Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 122 pekerja laki-laki yang ditetapkan melalui total sampling. Penggunaan alat pelindung diri dinilai melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi terstruktur dan diklasifikasikan menjadi lengkap atau tidak lengkap. Data umur, pendidikan, status perkawinan, masa kerja, berat badan, dan tinggi badan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Chi-square Pearson, uji Mann-Whitney U, dan regresi logistik biner.</p> <p>Hasil: Sebanyak 57,4% responden menggunakan alat pelindung diri secara tidak lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan, status perkawinan, dan masa kerja berhubungan signifikan dengan penggunaan alat pelindung diri, sedangkan umur, berat badan, dan tinggi badan tidak berhubungan signifikan. Pada analisis multivariat, hanya masa kerja yang menjadi prediktor independen signifikan; setiap tambahan satu tahun masa kerja meningkatkan peluang penggunaan alat pelindung diri secara lengkap sebesar 12,7%.</p> <p>Simpulan: Pengalaman kerja merupakan determinan terkuat penggunaan alat pelindung diri pada pekerja laki-laki penyemprot pestisida, sehingga intervensi keselamatan kerja perlu diprioritaskan pada pekerja dengan masa kerja lebih pendek melalui pelatihan, supervisi, dan penguatan kepatuhan.</p> Ebagustian Tamzil, Robiana Modjo, B Besral, M Maksuk, Sinthia Khodijah Marpaung Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7578 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Konsumsi Energi Harian dan Frekuensi Makan di Rumah Berpengaruh terhadap Kejadian Kelebihan Gizi Pada Remaja di Kota Padang https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7579 <p>Pendahuluan: Saat ini, 20% atau sekitar 390 juta anak usia sekolah di seluruh dunia mengalami kelebihan gizi, 160 juta orang di antaranya adalah obesitas. Pada tahun 2023, 18,75% anak usia sekolah di Indonesia menghadapi masalah yang sama. Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh adalah konsumsi makanan ultra proses/Ultra Processed Food (UPF). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsumsi UPF terhadap kejadian kelebihan gizi pada remaja.</p> <p>Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain kasus kontrol. Responden berjumlah 72 orang yaitu 36 siswa pada kelompok kasus (anak dengan kelebihan gizi, baik gizi lebih atau obesitas) dan 36 siswa pada kelompok kontrol (siswa dengan status gizi normal). Sampel berasal dari siswa kelas XI di tujuh Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Padang. Kelompok kasus diambil secara total sampling dari dua kelas dengan kasus kelebihan gizi terbanyak sedangkan kelompok kontrol diambil secara acak sederhana dari kelas yang sama.</p> <p>Hasil: sebanyak 22,2% siswa gemuk/obesitas sering mengonsumsi UPF. Makanan tersebut dikonsumsi setiap hari dengan total kalori lebih dari 500 kilokalori. Frekuensi konsumsi dan jumlah kalori yang diperoleh dari UPF tidak berhubungan signifikan dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja. Konsumsi energi harian tinggi, jumlah uang saku yang banyak, gaya hidup sedentary, frekuensi makan di rumah dan di luar rumah terbukti meningkatkan risiko kelebihan gizi. Variabel lain seperti pendidikan ibu, pekerjaan ibu, tinggi badan dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja.</p> <p>Simpulan: sekitar 25% konsumsi energi harian remaja bersumber dari makanan ultra proses. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam memperoleh dan mempersiapkannya. Untuk menghindari masalah kesehatan di masa depan, remaja harus mengonsumsinya dalam jumlah terbatas atau memilih makanan ultra proses yang sehat.</p> Welly Femelia, Sandra Fikawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7579 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 PEDULI: Inovasi Edukasi Hipertensi melalui Buku Saku di Dusun II Desa Jatingarang https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7580 <p>Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang memerlukan upaya promotif dan preventif berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Dusun II, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui program "PEDULI" (Perhatikan Detak, Ukur, dan Lawan Hipertensi). Metode kegiatan meliputi survei awal melalui SMD dan MMD, penyuluhan interaktif mengenai hipertensi, penyusunan dan pembagian buku saku "PEDULI" sebagai media edukasi. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta Hasil <br>kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik masyarakat dari 54,5% menjadi 81,8% setelah penyuluhan. Buku saku "PEDULI" mendapat respon positif dan dinilai efektif sebagai media pembelajaran yang mudah dipahami dan menarik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.</p> Mahatma Dewi, Nurdika Kurniawati, Fira Widya Sahdawati, Lintang Marthasari, Mona Kurnia Sabela, Sheylla Yasmin, Denieta Rahmasari, Azza Mantasya, Violi Maulidya, Sheila Putri, Fahrizal Sidiq Radiasto, Denny Saptono Farurodzi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7580 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Jamu Sehat Anti Hipertensi: Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi secara Alami di Masyarakat https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7581 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Berdasarkan hasil survei di Dusun IV Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, ditemukan rendahnya pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan kader. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pra- eksperimen dengan desain one group pre and post test yang melibatkan 27 responden, serta dilengkapi kegiatan demonstrasi pembuatan jamu penurun hipertensi "JATES" (Jamu Tegalsari Sehat) dan pelatihan penggunaan alat tensi digital bagi kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 31,7% dengan nilai signifikansi p = 0,033 (&lt;0,05), serta peningkatan keterampilan kader dalam penggunaan alat tensi digital dan kemampuan mempraktikkan pembuatan jamu dengan benar. Kegiatan ini juga menghasilkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pengendalian hipertensi secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini adalah program edukasi kesehatan dan pelatihan kader yang disertai inovasi pemanfaatan bahan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader posyandu terhadap upaya pencegahan hipertensi di wilayah Dusun IV Desa Tegalsari.</p> Nisa Adellia Safitri, Isniasta Eka Putri, Kharisma Rahmatya Mulyawati, Maharani Nabila Anggraini, K Kamila, Putik Firdiani Kamila, Nabila Nuraya, Shafa Maulidya Prayanto, Bilqiis Ramadhani Lombayan, Salisa Darma Agustin, Ratri Rahmadina, Hibban Dzaki Imam Azzufar, Anisa Catur Wijayanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7581 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Aktivitas Fisik melalui Senam Hipertensi sebagai Strategi Pengendalian Penyakit tidak Menular (Hipertensi) pada Lansia di Dusun 3 Desa Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7582 <p>Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus hipertensi di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, dengan 974 penderita. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, khususnya lansia, dalam pengendalian tekanan darah melalui edukasi dan senam hipertensi. Metode pelaksanaan meliputi senam, penyuluhan, dan pemeriksaan tekanan darah pada 25 peserta lansia. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 141,76 mmHg menjadi 133,48 mmHg, dengan 15 peserta mengalami penurunan signifikan, sedangkan tekanan diastolik relatif stabil. Kegiatan ini terbukti efektif menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya aktivitas fisik dan gaya hidup sehat dalam pengendalian hipertensi.</p> Wahyu Fitrianingrum, Della Nindhi Hariadhi, Hasna Salsabila Najiyah, Dewi Salsabila Widyawati Nadhiva, F Fadhilatunnasifah, Galuh Cahya Ayu Anggita, Hasna Ruwaida Annisa, Nur Mahes Adi Putra, Farros Arya Adhividyatama, Utrica Meidina Fani, Mutiah Diniyati, Kusuma Estu Wardani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7582 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Pemberdayaan Masyarakat melalui Program SEDIA (Seledri untuk Darah Tinggi Lansia) sebagai Upaya Penurunan Kasus Hipertensi di Desa Alasombo https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7583 <p>Demam Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini menjadi tantangan utama di Desa Alasombo, Kecamatan Weru, yang menunjukkan tingginya kasus hipertensi serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah dan menerapkan gaya hidup sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui pemanfaatan daun seledri (Apium graveolens L.) sebagai teh herbal alami. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan manfaat daun seledri yang dikombinasikan dengan demonstrasi pembuatan teh daun seledri. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia yang signifikan, dari 3,4% peserta dengan pengetahuan baik sebelum intervensi menjadi 72,4% setelah intervensi. Selain itu, lebih dari setengah peserta mampu mempraktikkan pembuatan teh seledri secara mandiri sesuai arahan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia terhadap upaya dalam pengendalian hipertensi dan menumbuhkan motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Pendekatan edukasi partisipatif dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan kesadaran, keterampilan, serta kemandirian lansia dalam pengendalian hipertensi melalui pemanfaatan bahan alami lokal.</p> Khansa Nuriashinta Nabila, Luthfi Maulana Ibrahim, Dhea Ayu Sekar Kinanti, Shafira An Nabila, Fauzan Cahyo Nugroho, Seksiyati Nur Rochimah Dwi Sofianingsih, Himmatul Aulia Rahman, Ashifa Putri Siswandari, Adinda Veronissa Surgawi, Shonia Khoirussyifa, Mike Septiana, Aulia Isnania Salsabila Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7583 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Edukasi Kesehatan melalui Game Board "TangSi (Tangga Tensi)" sebagai Inovasi Peningkatan Pengetahuan Hipertensi bagi Masyarakat Desa Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7584 <p>Pendahuluan: Penyakit tidak menular seperti hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo (2024), terdapat 266.043 penderita hipertensi, dengan 17.316 kasus berada di Kecamatan Weru. Hasil analisis situasi di Dusun IV, Desa Karanganyar, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki kebiasaan kurang menjaga pola makan, jarang memeriksa tekanan darah, serta memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai pencegahan hipertensi. Kondisi ini menandakan perlunya kegiatan edukatif yang menarik dan mudah dipahami masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan mengenai hipertensi.</p> <p>Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di RT 03/RW 07 Dusun IV, Desa Karanganyar, dengan sasaran 28 peserta dari kelompok ibu-ibu. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta.</p> <p>Hasil: Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 60,0 pada pre-test menjadi 83,0 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media TangSi efektif sebagai sarana pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi.</p> <p>Simpulan: Edukasi berbasis permainan papan TangSi (Tangga Tensi) terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Metode edukasi interaktif ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam kegiatan promosi kesehatan di tingkat komunitas, khususnya pada masyarakat pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan.</p> Reggina Ayu Amdarmaputri, Levina Dessy Rahmawati, Farah Alifa Nur Shabrina, Siska Dwi Jayanti, Linda Antika Nilam Cahya, Dika Angga Setyawan, Asna Apriliya, Farida Apriliani, Fitria Sandra Pratiwi, A Almira, Nisrina Nur Farestiana, Lutfia Imroatu Sholicha, Tri Ismiati, Windi Wulandari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7584 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Kanal Website Kemenkes RI dan Diskusi Interaktif dalam Pencegahan HIV/AIDS pada Siswa SMK Negeri 2 Sragen https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7585 <p>Pendahuluan: Remaja yang berdaya dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS menjadi penting mengingat tingginya risiko perilaku tidak sehat pada remaja di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa melalui pemanfaatan kanal edukasi digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di SMK Negeri 2 Sragen.</p> <p>Metode: Pengabdian masyarakat ini melakukan edukasi berbasis digital melalui pemutaran materi dari kanal resmi Kemenkes, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test kepada siswa.</p> <p>Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 27,46%, yang mengindikasikan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman responden terhadap materi yang disampaikan. Dengan 9% siswa mengalami penurunan skor, 18% siswa skornya tetap, dan 73% siswa mengalami kenaikan skor.</p> <p>Simpulan: Kegiatan ini menunjukkan pemanfaatan kanal edukasi digital Kemenkes RI efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja serta dapat menjadi strategi inovatif dalam upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah.</p> Karismatika Surya Gumilar, Bertha Sylvester Maingu, Nuha Al Aghbari, Doaa Jameel Al Ramlawi, Muhammad Fahrezi Al Ghifari, Karunia Mutiara Surya Hanifah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7585 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Edukasi Pencegahan Stunting dan Demonstrasi Pengolahan MPASI bagi Ibu Hamil dan Ibu Baduta di Posyandu Wilayah Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7586 <p>Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Jakarta Timur yang memerlukan intervensi edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan literasi gizi ibu. Edukasi mengenai Makanan Pendamping ASI (MPASI) sangat krusial mengingat masa transisi nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menentukan kualitas pertumbuhan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan ibu hamil dan ibu baduta mengenai pencegahan stunting serta memberikan pengalaman praktik pengolahan MPASI.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan MPASI, serta evaluasi pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 29 orang yang terdiri dari 12 ibu hamil dan 17 ibu baduta di wilayah Kecamatan Pulogadung. Materi kegiatan meliputi edukasi pencegahan stunting dan praktik pengolahan MPASI. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner tes pengetahuan, dan data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perbandingan skor rerata.</p> <p>Hasil: Temuan kuantitatif menunjukkan skor rerata pre-test sebesar 8,79 dan skor rerata post-test sebesar 8,86. Terdapat peningkatan skor pengetahuan yang sangat tipis sebesar 0,07 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta sebenarnya telah memiliki pemahaman dasar yang baik sebelum kegiatan dilakukan, sehingga edukasi lebih bersifat memperkuat informasi yang sudah ada. Selain itu, proses kegiatan berjalan interaktif di mana peserta terlibat aktif dalam diskusi dan demonstrasi pengolahan MPASI.</p> <p>Simpulan: Kegiatan ini berperan sebagai penguatan literasi gizi dan pengalaman praktik dalam pengolahan MPASI mengenai stunting dan MPASI. Meskipun peningkatan skor pengetahuan tidak besar secara numerik, kegiatan ini tetap penting untuk menjaga konsistensi pemahaman ibu. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pengetahuan tersebut diimplementasikan dalam praktik pengasuhan sehari-hari.</p> Regia Puspa Astari, Ammy Fahmy Myala, Fathinah Ranggauni Hardy Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7586 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) untuk Pencegahan Penyakit DBD di Dusun 3 Desa Jatingarang https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7587 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang memiliki angka bebas jentik (ABJ) rendah yaitu 81,8%, jauh di bawah standar nasional &gt;95%. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program Gerakan Nyamuk Tuntas (GERNAS) dan Pengolahan Limbah Jelantah Jadi Lilin Anti Nyamuk (PELITA). Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi sosialisasi pencegahan DBD, pelatihan jumantik mandiri satu rumah satu jumantik, serta demonstrasi pembuatan lilin anti nyamuk berbahan minyak jelantah dengan tambahan ekstrak serai dan jahe. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pemantauan angka bebas jentik selama sepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 14,85% dan peningkatan angka bebas jentik dari 57,14% menjadi 96% setelah sepuluh hari pemantauan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali pembuatan lilin anti nyamuk secara mandiri dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat inovatif dan ramah lingkungan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD, sekaligus mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.</p> Rahmadhani Aisyah, Elvina Nadya Reswara, Amanah Rizki Fadilah, Nur Hani, Talitha Inas Zhafira, Amanda Ayu Ciputri, Deby Aghata Risky Pinastika, Sarah Ayu Cahyaningtyas, Nasywa Azalia Nabila, Khalisa Masra Desandrina Hafid, Naufal Harris Akdhana, Izzatul Arifah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7587 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Model Multikomponen Pencegahan Hipertensi berbasis Komunitas: Integrasi Aktivitas Fisik, Edukasi Nutrisi Rendah Garam, dan Penguatan Akses Deteksi Dini melalui Tensi Corner https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7588 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat kesadaran rendah di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku pencegahan hipertensi melalui model multikomponen berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu: (1) edukasi kesehatan melalui demonstrasi pembuatan rolade tahu wortel rendah garam, (2) peningkatan aktivitas fisik dengan senam hipertensi bagi lansia, dan (3) penguatan deteksi dini melalui pembentukan Tensi Corner di tingkat RW. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Oktober 2025 dengan melibatkan masyarakat usia ≥30 tahun, lansia, dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70% peserta memahami pentingnya diet rendah garam, dua Tensi Corner aktif terbentuk di RW 1 dan RW 2, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan tekanan darah dan kegiatan fisik rutin. Selain itu, senam hipertensi terbukti meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan multikomponen yang melibatkan edukasi, aktivitas fisik, dan deteksi dini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan di tingkat komunitas.</p> Ana Noviana Ramadhan, Syalwa Fitria Wurandhani, Aini Dzuriyati Salma, Futikhah Rizqiyani, Assyifa Hasna Jauza, Fauziah Nurulita Addin, Lia Ayu Meylani, Mawaliya Najwa Sabrina, Asti Lathifat, Siti Halimah Fitriani, Susanti Alfitri Annisa, Dwi Linna Suswardany, Sri Utami Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7588 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Gerakan Pengendalian Hipertensi berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Kesehatan, PKK, dan Lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7595 <p>Hipertensi masih Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian hipertensi pada lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang disertai rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta pengendalian hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan Kader Kesehatan kesehatan, PKK, dan lansia berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi faktor risiko hipertensi, pelatihan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), edukasi gizi seimbang, pelatihan akupresur, serta demonstrasi pembuatan jamu tradisional WANTI "Wedangan Anti Hipertensi" dari bahan lokal seperti jahe, daun salam, dan seledri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta baik pada Kader Kesehatan PKK maupun lansia, dengan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan bermakna (p&lt;0,05). Rata-rata pengetahuan Kader Kesehatan meningkat sebesar 7,6% dan pada lansia sebesar 21,13%, diikuti dengan peningkatan keterampilan Kader Kesehatan dalam praktik akupresur, perhitungan IMT, dan pembuatan jamu herbal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan pengobatan tradisional berbasis tanaman lokal yang mudah dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi, memperkuat peran Kader Kesehatan sebagai penggerak utama kesehatan masyarakat, serta mendorong pelestarian kearifan lokal dalam praktik promotif dan preventif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.</p> Erina Nafisyasyari, Andika Fajar Dwi Saputra, Radi Tia Sintia Dewi, Devia Nadia Kirana, Alfi Fadillah, Eka Inggrit Nur Hayati, Ajeng Puja Ningtyas, Intan Marisa, Nurlita Buana Jati, Mayang Hean Fadhilah, Mellyani Puspita Sari, Noor Alis Setyadi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7595 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Penyuluhan Kesehatan dan Demonstrasi Minuman Anti Hipertensi sebagai Alternatif Minuman Sehat untuk Mengelola Hipertensi Masyarakat Dusun 2 Desa Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7596 <p>Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Dusun 2 Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendaliannya. Kegiatan penyuluhan dan pemaksaan pembuatan minuman herbal anti hipertensi melalui program DEMI NANTI (Demonstrasi Minuman Anti hipertensi) dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengendalian tekanan darah secara alami. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif dengan media leaflet, pemaparan langsung pembuatan dua jenis minuman herbal berbahan dasar nanas–kencur dan mentimun–jeruk nipis, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil uji Paired Sample T-Test terhadap 78 responden menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan peserta, dari 50,77% menjadi 96,41% (p = 0,000 &lt; 0,05) . Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi serta mendorong penerapan gaya hidup sehat. Program ini juga memperkuat pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pengendalian hipertensi yang mudah, murah, dan alami.</p> Hanifah Auliya Fatin, Sherly Oktafiani, Marissa Usie Shania Devi, Hawa Eqyan Shifana, Adelia Lisa Andriyani, Sela Nurul Hikmah, Farizky Aji Nugroho, Fadillah Tri Hapsari, Bilqis Rahma Yantika, Selvi Tri Ardani, Marfita Arda Anggraini, Sasa Ocstarista Laksana Bintang, Salsabila Purnamasari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7596 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu tentang Hipertensi melalui Edukasi dan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Teh Herbal di Desa Karangmojo Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7597 <p>Pendahuluan: Hipertensi, merupakan kondisi ketika tekanan darah meningkat secara tidak normal. Hipertensi dikenal sebagai "Silent Killer" karena sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak terdeteksi. Secara global, hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Metode: Intervensi dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan teh daun kelor sebagai upaya non-farmakologis pencegahan hipertensi menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader tentang hipertensi serta tindak lanjut penerapan hasil edukasi di masyarakat. Hasil: Dengan adanya edukasi tentang hipertensi serta pemanfaatan daun kelor ini para kader akan mendapatkan pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi dan bagaimana mengenali hipertensi, serta meningkatkan keterampilan kader dalam mengolah daun kelor menjadi teh herbal. Melalui edukasi dan praktik pengolahan daun kelor menjadi teh herbal, kegiatan ini memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola faktor risiko hipertensi, mencegah komplikasi, dan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dari 53,8 % meningkat menjadi 91,9 %. Simpulan: Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dalam mengelola faktor risiko hipertensi dan melakukan pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan melalui konsumsi teh daun kelor serta pengelolaan pola hidup sehat.</p> Mochammad Faiq Abdillah, Alda Nabila Permata Sari, Amalia Natasyafira, Rahma Nur Amalia, Pumaya Vintarnuari Tria Choirinnisa, Ghefira Nazma Arroyan, Tazky Aulia Faradina, Wilansari Asih, Dhea Destiana, Halimah Muhtar, Yossa Windira, Sri Darnoto Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7597 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700 Pemanfaatan QGIS dalam Penentuan Wilayah Prioritas dan Pelaksanaan Kerja Bakti Bebas Jentik di Dusun Babadan, Desa Karangmojo https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7598 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus DBD adalah rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD dan melakukan pemetaan wilayah risiko menggunakan Quantum Geographic Information System (QGIS) di Dusun Babadan, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan DBD, kerja bakti bebas jentik, pemberian bubuk abate dan ikan pemakan jentik, serta pemetaan spasial kasus dan titik positif jentik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam gerakan PSN 3M Plus, serta tersusunnya peta sebaran kasus dan jentik sebagai acuan wilayah prioritas intervensi. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara pendekatan edukatif dan teknologi pemetaan spasial efektif dalam memperkuat pengendalian DBD berbasis masyarakat.</p> Savira Nur Azizah, Yuli Kusumawati, Ananda Triana Ayuningtyas, Tyra Fitriya, Navisa Winayu Fitriani, Azka Hayyina Nur Faizah, Siti Rahma Fatkhiyah, Febriola Andriana, Danang Pangestu, Shahieza Kanza Putri Maharani, Nadhila Nur Anggrahini, Haniifah Husni Zaaidah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/semnasfik/article/view/7598 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0700