Analisis Dampak Reduksi Spesifikasi Material Dinding terhadap Kualitas Fisik dan Kinerja Termal Rumah Subsidi di Karanganyar
Abstract
Tuntutan efisiensi biaya produksi (production cost) pada proyek perumahan subsidi seringkali mendorong pengembang melakukan reduksi spesifikasi material dan penyederhanaan metode konstruksi. Salah satu praktik dominan yang ditemukan adalah penghilangan lapisan plesteran pada dinding bata ringan (metode non-plester) dimana dinding langsung diaci. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari praktik tersebut terhadap kualitas fisik bangunan dan kenyamanan termal ruang. Penelitian menggunakan metode komparatif lapangan pada unit rumah subsidi tipe 30/60 di wilayah Kabupaten Karanganyar. Variabel yang diamati meliputi cacat fisik visual (kerataan dan keretakan) serta data iklim mikro ruang (suhu dan kelembapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi spesifikasi dinding berdampak negatif signifikan. Dinding tanpa plester menunjukkan kerentanan tinggi terhadap retak rambut (hairline cracks) akibat ketidakmampuan lapisan acian tipis menahan muai-susut, serta memiliki suhu permukaan dalam yang lebih tinggi hingga 3,3°C dibandingkan dinding standar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya menekan harga rumah subsidi berdampak pada penurunan durabilitas bangunan dan kenyamanan penghuni.
