Integrasi Ornamen dan Motif Kultural pada Masjid Hastana Keraton Kartasura
Abstract
Studi ini membahas bagaimana ornamen dan pola budaya dimasukkan ke dalam desain Masjid Hastana Keraton Kartasura, mencerminkan gabungan ajaran Islam dengan tradisi Jawa di bidang arsitektur. Pertimbangan utama muncul karena perlunya menyadari arti tersirat dari setiap elemen bangunan yang berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan rohani. Fokus penelitiannya ialah menjelaskan jenis hiasan dan corak lokal, menggali makna filosofi di baliknya, lalu mempertemukan temuan tersebut dengan ciri-ciri masjid khas Jawa lain, misalnya Masjid Al-Wustho Mangkunegaran. Analisis dilakukan secara kualitatif lewat cara deskriptif dan analitik, menggunakan pengamatan langsung di lokasi, catatan gambar, serta percakapan panjang bersama Bapak Surya Lismana, S.Pd. Di balik temboknya, sekitar 80 persen bagian masjid ternyata masih berasal dari zaman Mataram Islam, membentuk alunan rupa antara gaya Jawa - misalnya atap tumpang bertingkat tiga, tiang utama saka guru, hiasan tanaman - dan nilai estetika Islam soal ketunggalan, keseimbangan, serta pembersihan jiwa. Bukan cuma indah dipandang, ornamen di dalam bangunan ini justru menjadi cara menyampaikan ajaran agama lewat gambar, menguatkan ikatan rohani antara manusia dan Yang Maha Kuasa, sekalian menunjukkan paduan unik antara keislaman dan adat lokal Jawa.
