Evaluasi Ruang Rawat Inap berdasarkan Prinsip Healing Environment RSI Fatimah Cilacap
Abstract
Ruang rawat inap merupakan area dengan aktivitas dan durasi penggunaan tinggi, sehingga kualitas lingkungan fisiknya penting dalam mendukung proses penyembuhan. Konsep healing environment dapat mempercepat pemulihan melalui dukungan psikologis dan fisiologis. Di Indonesia, penerapan konsep diatur dalam Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022, namun masih terdapat kesenjangan antara standar dan kondisi eksisting, terutama di ruang rawat inap kelas III rumah sakit tipe C. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kesesuaian desain berdasarkan integrasi prinsip healing environment dan standar teknis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-evaluatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap prinsip DuBose et al. (2018) dan Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya akses dan pemandangan alam yang memperoleh skor tertinggi (3). Aspek seperti pencahayaan, ventilasi, dan material berada pada skor sedang (2). Sementara tata letak, kebisingan, fasilitas tempat tidur, dan aksesibilitas kamar mandi termasuk skor rendah (1). sehingga diperlukan perbaikan desain untuk mengoptimalkan dukungan terhadap proses penyembuhan pasien.
