Strategi Revitalisasi Kepatihan Ngawi sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya dan Penguatan Identitas Kota
Abstract
Bangunan Kepatihan Ngawi merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi, namun mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik seiring perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi dengan mempertimbangkan prinsip konservasi, nilai arsitektural, serta potensi sosial dan ekonomi kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi revitalisasi yang tepat dilakukan melalui pendekatan konservasi dengan penerapan konsep adaptive reuse, yang memungkinkan bangunan mempertahankan keaslian arsitektural sekaligus mengakomodasi fungsi baru sebagai Taman Budaya. Strategi ini diterjemahkan secara konkret melalui perbaikan struktural terbatas dan penggunaan material yang kompatibel dengan material asli bangunan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Implementasi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial dan budaya bangunan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata budaya dan perekonomian lokal di Kota Ngawi.
