Komparasi Efektivitas Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal dengan Sistem Bukaan Skylight dan Jendela: Studi Kasus JW House Solo Baru

Authors

  • Nazal Syahrazat Tamimi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • I Indrawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam kenyamanan visual dan efisiensi energi pada rumah tinggal, namun bangunan dengan ruang dalam atau ruang bersekat sering mengalami keterbatasan cahaya alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pencahayaan alami pada JW House di Solo Baru dengan membandingkan dua sistem bukaan, yaitu skylight (bukaan atap) dan jendela (bukaan dinding). Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui simulasi berbasis DIALux Evo dengan parameter intensitas cahaya (lux), daylight factor (DF), dan uniformity ratio (UR), serta mengacu pada standar SNI 6197-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dari jendela tidak merata, di mana ruang dekat bukaan cenderung terlalu terang sedangkan ruang tengah dan ruang bersekat tetap gelap. Sementara itu, skylight mampu meningkatkan iluminasi pada ruang yang berada di bawah dan sekitar void, terutama di lantai 1 dan 2, meskipun efektivitasnya menurun pada ruang yang jauh dari bukaan atap. Nilai DF dan UR pada kedua sistem bukaan juga menunjukkan distribusi cahaya yang belum merata. Secara keseluruhan, skylight lebih efektif dibandingkan jendela dalam menerangi ruang dalam bangunan, namun optimalisasi desain bukaan masih diperlukan agar seluruh ruang dapat memenuhi standar pencahayaan alami.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-18