Pengukuran Tingkat Ketercapaian Pencahayaan Alami pada Desain Villa Amarta dengan Pendekatan Software Modelling DIALux Evo
Abstract
Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam desain arsitektur karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual, kesehatan pengguna, serta efisiensi energi bangunan. Pada bangunan hunian dan villa di iklim tropis, pemanfaatan pencahayaan alami memiliki potensi besar, namun memerlukan pengendalian yang tepat agar tidak menimbulkan silau dan panas berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian pencahayaan alami pada desain Villa Amarta Dua Jogja melalui pemanfaatan bukaan kaca dengan pendekatan simulasi menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan simulasi pencahayaan alami pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB. Parameter penilaian mengacu pada standar SNI 6197:2020 terkait tingkat iluminansi ruang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruang di Villa Amarta Dua Jogja memiliki tingkat pencahayaan alami yang sangat tinggi dan melebihi standar, terutama pada ruang dengan bukaan kaca berukuran besar dan orientasi menghadap barat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan silau dan ketidaknyamanan visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bukaan kaca efektif dalam memasukkan cahaya alami, diperlukan strategi pengendalian pencahayaan melalui pengaturan orientasi, ukuran bukaan, elemen peneduh, serta pemilihan jenis kaca agar tercapai pencahayaan alami yang nyaman dan sesuai standar.
