Analisis Kesesuaian Dimensi Furnitur Interior Rumah Tinggal terhadap Antropometri Pengguna Indonesia
Abstract
Dalam praktik perancangan interior rumah tinggal, penentuan dimensi furnitur sering dilakukan dengan mengacu pada referensi desain yang diperoleh dari internet. Referensi tersebut umumnya menampilkan ukuran furnitur secara umum tanpa disertai penjelasan mengenai konteks antropometri pengguna yang menjadi dasar perancangannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara dimensi furnitur dan karakter fisik pengguna apabila diterapkan tanpa proses verifikasi ergonomi sejak tahap perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dimensi furnitur interior rumah tinggal terhadap antropometri pengguna Indonesia. Penelitian dilakukan pada desain interior rumah tinggal yang belum terbangun dengan pendekatan design-based research pada tahap evaluasi desain. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif melalui simulasi penggunaan furnitur. Elemen yang dianalisis meliputi kursi duduk, meja, countertop dapur, jangkauan rak, dan lebar sirkulasi ruang. Simulasi dilakukan oleh empat responden dewasa Indonesia yang dipilih berdasarkan variasi tinggi badan dan berada pada rentang antropometri pengguna dewasa Indonesia, sehingga tidak berada pada kondisi ekstrem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dimensi furnitur berada pada kategori mendekati sesuai, yang berarti masih dapat digunakan secara fungsional namun belum sepenuhnya optimal dari sisi ergonomi. Elemen countertop dapur dan jangkauan rak menunjukkan tingkat ketidaksesuaian paling tinggi dibandingkan elemen lainnya. Penelitian ini bersifat eksploratif dan tidak ditujukan untuk generalisasi luas, namun memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi kesesuaian dimensi furnitur berbasis antropometri pengguna Indonesia sebagai bagian dari proses perancangan interior rumah tinggal.
