Analisis Performa Pencahayaan Alami pada Ruang Kerja melalui Simulasi DIALux berdasarkan Standar SNI (Studi Kasus: Lantai 3 Kantor BAPPEDA Kabupaten Grobogan)
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi kinerja penerangan alami di area kerja lantai 3 Gedung BAPPEDA Kabupaten Grobogan, yang memiliki fasad kaca tanpa pelindung dari sinar matahari. Situasi ini diduga menjadi penyebab dari ketidakseimbangan dalam distribusi cahaya serta masalah silau bagi para pengguna ruangan tersebut. Dengan memanfaatkan metode simulasi DIALux evo serta validasi di lapangan melalui alat pengukur lux, penelitian ini menganalisis dampak dari elemen arsitektural terhadap standar SNI 03-6575-2001. Analisis awal menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan di area kerja melebihi 500 lux, yang lebih tinggi dari ambang batas kenyamanan visual. Sebagai upaya pemecahan, penelitian ini melaksanakan pengujian setelah intervensi dengan menambahkan unsur Venetian blind dan melakukan penyesuaian pada transmisi kaca. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa penerapan elemen peneduh dapat menyeimbagkan distribusi intensitas cahaya di seluruh ruang. Penemuan ini menegaskan betapa pentingnya pengontrolan elemen kualitas pencahayaan arsitektural dalam perancangan fasad guna mencapai kualitas pencahayaan alami yang optimal di lingkungan kantor.
