Kajian Pola Tata Ruang dan Bentuk Rumah Tapak di Permukiman Gang Venoes, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat
Abstract
Permukiman padat perkotaan di Jakarta, khususnya di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berkembang secara organik akibat keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk. Salah satu contohnya adalah kawasan Gang Venoes di Tambora. Kepadatan hunian yang ekstrem berdampak pada terbentuknya pola tata ruang dan bentuk rumah tapak adaptif, yang seringkali menghadapi permasalahan pencahayaan alami, ventilasi, serta kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola tata ruang dan bentuk rumah tapak di permukiman padat Gang Venoes, Tambora, Jakarta Barat, serta kondisi pencahayaan, ventilasi, dan kenyamanan ruang sebagai representasi adaptasi arsitektur pada lahan sempit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, pengukuran, dokumentasi visual, dan wawancara penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman rumah tapak di Gang Venoes memiliki karakter kepadatan tinggi, gang sempit, dan jarak antar rumah yang hanya sebesar 60-100 cm, sehingga pola tata ruang hunian terbentuk secara organik dan adaptif terhadap keterbatasan lahan. Keterbatasan fisik kawasan menyebabkan pencahayaan alami dan ventilasi udara tidak optimal akibat bukaan terbatas dan ruang multifungsi, meskipun gang berperan sebagai ruang sosial pendukung kenyamanan. Rekomendasi untuk optimalisasi hunian memerlukan strategi desain kontekstual melalui penyediaan bukaan vertikal, void, dan skylight, serta penataan lingkungan berbasis perbaikan in-situ secara partisipatif.
