Studi Bio-Sintesis Fasad (BSF) Hotel Asia: Analisis Kinerja Termal dan Koeksistensi Biodiversitas di Simpang Panggung, Solo
Abstract
Arsitektur urban tropis menghadapi krisis keterasingan ekologis, di mana selubung bangunan cenderung steril dan tereduksi menjadi sistem mati. Fenomena ini terlihat nyata di Simpang Panggung, Solo, di mana friksi antara infrastruktur kabel listrik dan burung migran menyebabkan polusi limbah. Penelitian ini mengusulkan konsep Ecosynapse melalui sistem Bio-Sintesis Fasad (BSF) pada Hotel Asia sebagai upaya rekonsiliasi arsitektur dengan biodiversitas. Metode penelitian menggunakan simulasi komputasional parametrik melalui Ladybug Tools untuk memvalidasi performa termal desain secara real-time. Analisis dilakukan secara komparatif dengan mengukur gradien suhu dan indeks UTCI (Universal Thermal Climate Index) antara dinding beton masif eksisting dengan modul BSF yang mengintegrasikan AIBS (Avian-Integrated Bio-System). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem BSF mampu mereduksi beban panas secara signifikan dengan penurunan suhu permukaan hingga 8,3 K pada jam puncak radiasi. Selain itu, sistem AIBS berhasil menciptakan siklus nutrisi tertutup yang mengubah limbah avian menjadi pupuk vegetatif, sekaligus memitigasi polusi bau dan mendukung koeksistensi biodiversitas urban yang regeneratif.
