Analisis Pengaruh Ketinggian Plafon (High Ceiling) terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Kost di Surakarta

Authors

  • Vicky Irza Valandhika Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Wilda Maulina Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Penelitian kenyamanan termal pada bangunan hunian tropis umumnya menekankan persepsi penghuni, sementara kajian empiris yang secara spesifik mengevaluasi pengaruh ketinggian plafon terhadap paremeter fisik kenyamanan termal pada bangunan kost masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan high ceiling terhadap kondisi termal ruang kamar kost berdasarkan parameter fisik lingkungan, tanpa melibatkan penilaian subjektif penghuni. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui pengukuran suhu udara dan kelembapan relatif pada dua bangunan kost di Kota Surakarta dengan perbedaan ketinggian plafon, yaitu plafon standar (±2,8 meter) dan high ceiling (±3,5 meter). Pengukuran dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari, kemudian dibandingkan dengan standar kenyamanan termal SNI 03-6572-2001 dan ASHRAE Standard 55. Hasil menunjukkan bahwa bangunan kost dengan high ceiling memiliki suhu udara rata-rata lebih rendah ±0,5°C-0,8°C dibandingkan plafon standar, terutama pada siang dan sore hari, dengan kelembapan relatif yang lebih stabil. Meskipun kondisi termal belum sepenuhnya memenuhi rentang nyaman menurut standar SNI dan ASHRAE, penerapan high ceiling terbukti memperbaiki kinerja termal fisik ruangan melalui peningkatan volume udara dan stratifikasi panas. Temuan ini menegaskan peran high ceiling sebagai strategi desain pasif pada bangunan kost di iklim tropis dengan lingkup analisis terbatas pada aspek fisik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-18