Respon Tapak Segitiga terhadap Efisiensi Tata Ruang Perancangan NZ House Kontemporer
Abstract
NZ House merupakan nama samaran dari proyek rumah tinggal yang dirancang pada lahan sempit berbentuk segitiga di kawasan permukiman padat. Permasalahan utama proyek ini adalah bagaimana menciptakan hunian yang terasa luas, efisien dalam pemanfaatan ruang, serta mampu menghadirkan kenyamanan visual dan ekologis pada tapak yang tidak beraturan. Area lancip yang berpotensi menjadi ruang sisa justru diolah menjadi taman kecil sebagai elemen relaksasi dan ruang hijau mikro yang mendukung prinsip arsitektur hijau.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis desain, yang berfokus pada strategi pengaturan zonasi dan pemanfaatan ruang multifungsi sebagai upaya mewujudkan efisiensi tata ruang berbasis arsitektur hijau. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan arsitek pembimbing, serta studi literatur mengenai desain hunian efisien dan prinsip bangunan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan zonasi yang tepat antara area publik, semi privat, privat, dan servis, serta penerapan ruang multifungsi, mampu menciptakan rancangan hunian yang kompak, hemat ruang, dan tetap nyaman secara termal maupun visual. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara efisiensi tata ruang dan arsitektur hijau sebagai strategi desain kontekstual yang dapat diterapkan pada hunian di lahan terbatas kawasan perkotaan.
