Komparasi Kaca Profilit dan Kaca Konvensional Frosted pada Fasad Bangunan terhadap Performa Difusi Cahaya: Studi Kasus D House Surakarta
Abstract
Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan bangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja difusi pencahayaan alami pada fasad bangunan melalui penggunaan kaca profilit dibandingkan dengan kaca konvensional frosted sebagai dasar pertimbangan desain fasad hunian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi DIALux Evo dengan mempertimbangkan variasi tipe kaca profilit (single, double, dan triple), orientasi bukaan, serta waktu pengamatan pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara umum distribusi cahaya alami berada dalam kategori nyaman berdasarkan klasifikasi UDI serta memenuhi standar minimum SNI 03-6197-2000. Namun, pada pukul 15.00 masih ditemukan area dengan iluminasi berlebih yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan visual. Perbandingan material menunjukkan bahwa kaca profilit tipe single memiliki performa yang relatif sebanding dengan kaca frosted, sedangkan tipe double dan terutama tipe triple memberikan hasil difusi cahaya yang lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan tipe kaca berpengaruh terhadap kualitas pencahayaan alami, serta perlu dikombinasikan dengan strategi pengendalian bukaan yang tepat untuk mencapai kenyamanan ruang dalam secara optimal.
