Peran Elemen Arsitektural dalam Pembentukan Restorative Space pada Kamar Mandi Rumah Modern berdasarkan Attention Restoration Theory
Abstract
Peningkatan isu kesehatan mental dan fenomena burnout di kawasan urban menuntut hadirnya ruang pemulihan (restorative space) di dalam hunian. Dalam konteks tersebut, kamar mandi memiliki potensi sebagai escape space privat karena tingkat privasi dan intensitas penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan elemen arsitektural terhadap pembentukan suasana restoratif pada kamar mandi rumah modern berdasarkan kerangka Attention Restoration Theory (ART). Penelitian menggunakan pendekatan Evidence-Based Design melalui simulasi visual desain kamar mandi dengan variasi elemen arsitektural. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner skoring dan wawancara mendalam terhadap responden dengan karakteristik ekstrem (outliers) untuk mengungkap perbedaan persepsi antara kelompok ahli dan pengguna awam. Pendekatan ini digunakan untuk menelusuri titik kritis kenyamanan, privasi, dan persepsi restoratif yang tidak selalu tercermin pada nilai rata-rata responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi persepsi, khususnya pada elemen transparansi visual. Transparansi dimaknai sebagai perluasan ruang oleh kelompok ahli, namun dipersepsikan sebagai visual vulnerability yang memicu kecemasan oleh sebagian pengguna awam. Tahap intervensi desain membuktikan bahwa penerapan bukaan vertikal (skylight) dengan filter kisi-kisi, kontrol elemen biofilik melalui taman kering (dry garden), serta koherensi material monokromatik mampu meningkatkan persepsi keamanan psikologis tanpa menghilangkan koneksi dengan alam. Temuan ini merumuskan prinsip Layered Privacy sebagai pendekatan desain kamar mandi restoratif pada hunian modern.
