Evaluasi Pencahayaan pada Desain Dapur SPPG di Salatiga dengan Simulasi DIALux
Abstract
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan penting dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan, sehingga membutuhkan fasilitas dapur dengan standar pencahayaan yang memadai. Pencahayaan yang baik berpengaruh langsung terhadap keselamatan, kenyamanan kerja, dan kualitas proses pengolahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat iluminansi pada area kerja dapur SPPG di Kota Salatiga serta menganalisis kontribusi pencahayaan alami (daylight) dalam memenuhi standar pencahayaan dan mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan. Metode yang digunakan adalah Design Based Research dengan pendekatan simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux. Objek kajian merupakan bangunan dapur SPPG yang masih dalam tahap perencanaan di Kota Salatiga, dengan mempertimbangkan kondisi iklim setempat dan standar pencahayaan SNI 6197:2020. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan pada kondisi malam hari mencapai 290 lux dan pada kondisi siang hari mencapai 480 lux, nilai tersebut telah melampaui standar minimum pencahayaan dapur sebesar 250 lux. Namun, pada siang hari tanpa pencahayaan buatan, tingkat iluminansi hanya mencapai 190 lux dan belum memenuhi standar. Dengan demikian, rancangan sistem pencahayaan yang mengombinasikan pencahayaan buatan dan alami dinilai layak secara teknis serta mampu mendukung aktivitas kerja dapur secara optimal, aman, dan nyaman.
