Evaluasi dan Optimalisasi Redesain Pencahayaan Alami Kantor Kelurahan Barusari
Abstract
Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting pada perancangan bangunan perkantoran karena berpengaruh terhadap kenyamanan ruang dan efisiensi energi. Sebagai fasilitas pelayanan publik, Kantor Kelurahan Barusari memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal untuk mendukung aktivitas pelayanan. Sehingga, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pencahayaan alami pada perancangan bangunan melalui pendekatan simulasi menggunakan software DIALux dengan metode penelitian kuantitatif. Simulasi dilakukan berdasarkan pada model bangunan hasil perancangan, meliputi dimensi ruang, bukaan, dan orientasi bangunan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai iluminansi hasil simulasi terhadap standar pencahayaan yang berlaku. Terdiri dari dua tahapan simulasi, yaitu pada model bangunan eksisting dan redesain bangunan sebagai bentuk respon sesuai dengan standar SNI 6197:2011. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi bangunan eksisting, menunjukkan bahwa hampir seluruh ruangan belum memenuhi nilai iluminansi sesuai standar SNI. Oleh karenanya, redesain bangunan dilakukan dengan mengoptimalisasi posisi bukaan, penyesuaian orientasi ruang serta perbaikan layout ruang. Model redesain kemudian disimulasikan kembali sebagai data pembanding. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kinerja pencahayaan alami yang signifikan, di mana sebagian besar ruangan telah memenuhi standar pencahayaan sesuai SNI 6197:2011, meskipun masih terdapat beberapa ruang yang memerlukan optimalisasi lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan bukaan, orientasi ruang, serta pengaturan layout ruang memiliki peran yang dapat meningkatkan kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada bangunan agar dapat digunakan lebih optimal.
