Evaluasi Suhu Udara di Griya Swasana Jagalan Sukoharjo dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
Abstract
Perencanaan bangunan hunian di wilayah beriklim tropis lembap seperti Sukoharjo memerlukan perhatian khusus terhadap pengendalian suhu udara ruang, karena suhu lingkungan berpengaruh langsung terhadap kualitas iklim mikro bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi suhu udara pada ruang keluarga dan ruang makan di Griya Swasana, Jagalan, Sukoharjo, serta menilai penerapan prinsip Arsitektur Ekologis dalam pengendalian suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui simulasi komputasional menggunakan Autodesk Revit dengan memasukkan data orientasi bangunan, karakteristik material, radiasi matahari, dan data iklim setempat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa suhu udara ruang berada pada kisaran 25°C-40°C, dengan suhu tertinggi terjadi pada siang hari, sehingga pada waktu tertentu belum memenuhi batas suhu operasional yang direkomendasikan dalam SNI 03-6572-2001. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh paparan radiasi matahari langsung serta pemilihan material bangunan yang belum optimal dalam mereduksi panas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip Arsitektur Ekologis pada Griya Swasana masih perlu dioptimalkan melalui penguatan strategi desain pasif agar bangunan lebih adaptif terhadap iklim tropis dan mampu mengendalikan suhu udara ruang secara berkelanjutan.
