Potensi Adaptive Reuse Bangunan Terbengkalai sebagai Bangunan Komersial di Lengkong Bandung
Abstract
Beberapa bangunan tua di Kawasan Lengkong, Bandung saat ini tidak termanfaatkan. Pada kasus ini bangunan di Jl. Krawitan no, 77 dibiarkan hingga terkesan terbengkalai. Kawasan yang sangat strategis ini tidak boleh disia-siakan begitu saja, keberadaan bangunan terlantar ini menimbulkan masalah, seperti penurunan estetika lingkungan dan pemborosan potensi lahan strategis di tengah tingginya kebutuhan ruang komersial kreatif di Bandung. Penelitian ini mengusulkan pendekatan adaptive reuse untuk mengubahnya menjadi aset ekonomi kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan serta menyusun strategi untuk mengalihfungsikan fungsi bangunan menjadi ruang komersial. Metode kualitatif dengan mengkaji kasus spesifik secara mendalam, didukung analisis deskriptif mencakup empat aspek utama: kondisi bangunan, aspek bisnis, nilai sosial, dan peraturan yang berlaku. Konservasi bangunan memiliki fungsi sekaligus manfaat yang banyak. Parameter analisis mencakup aspek kondisi fisik, struktur, utilitaas, material, lokasi, sirkulasi, lingkungan, dan regulasi. Evaluasi pada bangunan ini memenuhi kelayakan bangunan untuk dialihfungsikan sebagai bangunan komersial. Lokasi strategis dan nilai arsitektural menjadi faktor utama. Fungsi yang direkomendasikan adalah heritage café dan concept store. Studi ini menyimpulkan adaptive reuse layak diimplementasikan untuk menyinergikan pelestarian budaya dengan pemgembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
