Evaluasi Kualitas Udara dan Kenyamanan Termal pada Area Selasar SD IT Nur Hidayah Surakarta, akibat Buangan Panas AC
Abstract
Selasar sekolah merupakan ruang sirkulasi sekaligus area aktivitas pengguna, sehingga tingkat kenyamanan termal menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pada bangunan sekolah di daerah iklim tropis, kondisi kenyamanan termal selasar sangat dipengaruhi oleh lingkungan mikro di sekitarnya. Salah satu faktor yang dapat menurunkan kenyamanan tersebut adalah paparan buangan panas dari unit pendingin udara (AC) yang di arahkan langsung ke area selasar. Keberadaan buangan panas ini berpotensi meningkatkan suhu udara, menurunkan kualitas udara, serta mengurangi kenyamanan pengguna. Kondisi serupa dijumpai pada selasar SD IT Nur Hidayah Surakarta, dimana unit kondensor AC terpasang menghadap area sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara dan tingkat kenyamanan termal pada selasar SD IT Nur Hidayah Surakarta yang terdampak buangan panas AC. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pengukuran langsung parameter lingkungan termal, meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin. Pengambilan data dilakukan selama tiga hari pada waktu pagi, siang, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata selasar mencapai sekitar 29°C, kelembaban relatif berada pada kisaran 70%, dan kecepatan angin mendekati 0 m/s. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 serta standar kenyamanan termal Badan Standardisasi Nasional, kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria kenyamanan termal.
