Penerapan Prinsip Arsitektur Biofilik pada Bangunan Tanatap Coffee Meruya Jakarta

Authors

  • Daffa Yusfi Aziz Saebani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dyah Widi Astuti Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan seperti Jakarta menyebabkan semakin berkurangnya interaksi manusia dengan alam, yang berdampak pada menurunnya kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat urban. Arsitektur biofilik hadir sebagai pendekatan desain yang mengintegrasikan elemen-elemen alam ke dalam bangunan, seperti pencahayaan alami, ventilasi udara, vegetasi, material alami, serta pengolahan ruang yang mendukung kesehatan fisik dan mental pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip arsitektur biofilik pada bangunan Tanatap Coffee Meruya Jakarta serta pengaruhnya terhadap pengalaman ruang pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data sekunder berupa studi literatur dan data primer melalui observasi langsung di lapangan. Analisis dilakukan dengan mengaitkan kondisi eksisting bangunan dengan prinsip desain biofilik yang meliputi Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen biofilik pada Tanatap Coffee Meruya berperan dalam menciptakan suasana ruang yang nyaman, relaks, dan mendukung aktivitas sosial pengunjung, sehingga dapat menjadi referensi bagi perancangan bangunan kafe dan bangunan komersial di kawasan perkotaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-18