Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur https://proceedings.ums.ac.id/siar <p>Proceeding Title: <strong>Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur<br /></strong>Organizer: Program Studi Arsitektur, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1584067349" target="_blank" rel="noopener">2721-8686</a><br />INDEXED: <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27276" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></p> <p>SIAR atau yang lebih dikenal dengan <a href="https://siar.ums.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Seminar Ilmiah Arsitektur</a> adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p> Universitas Muhammadiyah Surakarta en-US Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2721-8686 Studi Akustik Ruang Kerja Rumah akibat Kebisingan Aktivitas Komersial https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7177 <p>Perkembangan sistem kerja fleksibel mendorong meningkatnya aktivitas bekerja dari rumah (Work From Home), sehingga kenyamanan akustik ruang kerja rumah menjadi faktor penting dalam mendukung konsentrasi dan produktivitas. Penelitian ini mengkaji kondisi kenyamanan akustik pada sebuah rumah tinggal di kawasan Tohudan, Colomadu, yang bersebelahan dengan kafe dan jalan lingkungan. Kedekatan tersebut menyebabkan ruang tidur yang dialihfungsikan menjadi ruang kerja mengalami gangguan kebisingan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan ruang kerja rumah dan mengevaluasi potensi pengendalian kebisingan berdasarkan data lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan simulatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi kondisi fisik bangunan, tata ruang, dan sumber kebisingan. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengukuran tingkat kebisingan menggunakan sound level meter pada kondisi akhir pekan dan hari kerja. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemodelan serta simulasi kebisingan. Simulasi pemetaan kebisingan dilakukan menggunakan NoiseTools.net untuk mengevaluasi perubahan tingkat kebisingan akibat penerapan elemen pengendalian kebisingan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ruang kerja dapat diturunkan hingga berada pada kisaran 22,5-26,5 dB(A), sehingga memenuhi standar kenyamanan akustik ruang kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis berbasis pengukuran lapangan dan simulasi dapat digunakan untuk mengevaluasi dan merumuskan upaya pengendalian kebisingan pada ruang kerja rumah tinggal tanpa memerlukan perubahan struktural yang signifikan.</p> Muhamad Ihwaldi Wilda Maulina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 1 12 Optimalisasi Ruang Perpustakaan Desa Mangunsari, Sawangan, Magelang dengan Prinsip Ecodesign https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7178 <p>Kegiatan pengelolaan dan revitalisasi Perpustakaan Desa Mardining Sigit, Kelurahan Mangunsari, Keamatan Sawangan, Kabupaten Magelang merupakan bagian dari program KKN Tematik literasi yang dianisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada periode JuliaAgustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi ruang perpustakaan desa melalui strategi pendekatan ecodesign yaitu design for adaptability, design for life extension, dan material selection/substitution yang diwujudkan pada usaha optimalisasi ruang existing, perpanjangan usia pakai fasilitas dan koleksi, efisiensi sirkulasi ruang, serta peningkatan kualitas pengalaman pengguna. Strategi ecodesign diterapkan dalam rangkaian kegiatan revitalisasi yang meliputi penataan ulang layout perpustakaan desa, penyesuaian zonasi area baca dan belajar, pengecatan ulang ruang dan mural, pemilahan buku layak pakai, serta pengelompokan koleksi buku berdasarkan sistem katalogisasi Perpusnas. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif sederhana berupa hasil kuesioner persepsi pengguna dan pengelola Perpusdes Mardining Sigit sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan pengelolaan dan revitalisasi. Hasil pembahasan menunjukkan adanya perubahan positif pada persepsi kenyamanan, keteraturan ruang, dan kemudahan akses koleksi setelah revitalisasi. Artikel ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ecodesign dapat menjadi pendekatan efektif dalam revitalisasi perpustakaan desa berbasis pengelolaan ruang dan partisipasi Masyarakat.</p> Albynola Agis Oktadio Silfia Mona Aryani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 13 19 Analisis Kenyamanan Termal Ruang Praktik Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMKN 2 Bogor https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7179 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada Ruang Praktik Konstruksi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Bogor dengan menganalisis kinerja termal yang terukur, kesesuaiannya dengan standar kenyamanan termal menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 03-6572-2001). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, meliputi pengukuran langsung terhadap suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin menggunakan environment multimeter di dalam ruang praktik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu udara di dalam ruang praktik berada pada rentang 27.2°C - 29.7°C, kelembaban relatif berkisar antara 72.6% - 85.7%, serta kecepatan angin rata-rata sangat rendah yaitu 0 m/s - 0.83 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa ruang praktik memiliki kondisi termal yang cenderung panas dengan kecepatan angin yang hampir tidak terasa, sehingga menimbulkan tingkat ketidaknyamanan bagi penggunanya. Perbandingan antara hasil pengukuran dan SNI mengonfirmasi bahwa ruang praktik belum memenuhi kriteria kenyamanan termal yang direkomendasikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurangnya pergerakan udara merupakan faktor utama penyebab ketidaknyamanan termal di ruang praktik. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan ventilasi alami melalui penambahan atau pembesaran bukaan, penataan ulang interior agar lebih mendukung aliran udara, serta penambahan sistem penghawaan mekanis untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar dalam konteks pendidikan vokasi.</p> Fadhila Khamistya Wibawa Silfia Mona Aryani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 20 28 Evaluasi Efisiensi Ruang dan Pola Sirkulasi Kantor Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7181 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi ruang dan alur sirkulasi pada Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Boyolali sebagai fasilitas kerja publik yang berperan penting dalam kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat. Aspek kenyamanan yang dikaji meliputi pola sirkulasi pengguna, analisa tata ruang kantor, dan kesesuaian kebutuhan ruang berdasarkan acuan pedoman dari PUPR untuk pembangunan kantor pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis prinsip Space Syntax. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, bertanya dengan pegawai secara langsung, serta menganalisis menggunakan software DepthMapX untuk akurasi data mengenai kondisi kantor secara visual dan mendapat konfigurasi ruang. Hasil evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat kenyamanan serta kesesuaian luasan ruang bagi pegawai dan pengunjung dengan membandingkan pada standarisasi ukuran ruang dari pemerintah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa beberapa ruang kerja yang terdapat dalam kantor masih memiliki tata ruang yang kurang optimal serta kebutuhan ruang tiap pengguna yang masih belum sesuai pedoman aturan pembangunan kantor dinas, yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas pegawai kantor. Serta konfigurasi ruang dari prinsip Space Syntax yang ditemukan hasil angka yang tergolong pada kriteria cukup. Terkhusus pada pola sirkulasi gerak dan efisiensi ruang, penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan evaluasi purna huni bagi kantor pemerintah dan rekomendasi bagi pihak instansi untuk meningkatkan kualitas ruang kerja kantor sehingga memiliki lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan efisien pada Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali.</p> Fauzan Khusnazilan Haris Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 29 39 Evaluasi dan Strategi Peningkatan Kualitas Hunian di RTLH berbasis Fisika Bangunan dan Tata Ruang Berkelanjutan Desa Kemusu, Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7182 <p>Kawasan sabuk hijau Dukuh Kedungsari, Desa Kemusu, Boyolali, yang menghadapi konflik tata ruang dan kebutuhan hunian layak. Hasil pengukuran fisika bangunan menunjukkan Predicted Mean Vote (PMV) rata-rata 2,30 dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) 87,4%, dengan pencahayaan 68-131 lux (&lt;120 lux standar), ventilasi 0 m/s, serta suhu 30-33°C dan kelembapan 71% akibat udara stagnan. Strategi peningkatan hunian meliputi: (1) penambahan bukaan untuk pencahayaan 120-250 lux (SNI 03-6575-2001) dan ventilasi silang, (2) perbaikan material lokal (lantai tanah/plaster, atap genteng, dinding kayu rusak), (3) desain kearifan lokal guna capai PMV &lt;1 dan PPD &lt;10%, serta (4) relokasi sesuai Perda Boyolali 8/2019 sambil jaga sabuk hijau, didukung metode kualitatif-kuantitatif (wawancara, observasi, luxmeter, anemometer, thermohygrometer pada 5 sampel RTLH) selaras SDGs nomor 11 untuk kota dan pemukiman berkelanjutan serta aman.</p> Farkhah Azzahra Rismawati Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 40 50 Analisis Desain Modular dan Fleksibilitas Ruang Flat Jakarta Selatan: Uji Kesesuaian berdasarkan Parameter Jurnal https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7183 <p>Peningkatan kepadatan penduduk dan harga lahan di kawasan urban Menteng Atas, Jakarta Selatan, menuntut solusi hunian vertikal yang efisien. Unit flat dengan luasan terbatas seringkali gagal memenuhi kebutuhan fungsional bagi multi-keluarga dengan dinamika aktivitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis desain modular dan fleksibilitas ruang, guna memaksimalkan utilitas ruang pada hunian vertikal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-komparatif. dimana desain dikomparasi tingkat kesesuaiannya menggunakan parameter desain dari berbagai jurnal terkait modularitas dan ruang adaptif. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan sistem modular dan fleksibilitas ruang mampu mengubah fungsi ruang secara adaptif sesuai dengan parameter pengujian yang telah ditetapkan.</p> Wikrama Wardhana Eka Putra Jaya Nagara Dhani Mutiari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 51 57 Optimalisasi Pencahayaan Alami Rumah Sederhana Tipe 30 berbasis Arsitektur Bioklimatik https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7184 <p>Rumah adalah kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat beristirahat, serta tempat berlindung dari pengaruh lingkungan luar. Salah satu bentuk hunian penggunaan prototipe rumah sederhana tipe 30/72 yang disediakan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 2947/KPTS/M/2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Karanganyar (2023), persentase rumah tangga yang menempati rumah tinggal layak huni di wilayah Kabupaten Karanganyar tiap tahunya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah bertujuan untuk mengoptimalkan desain tipe rumah 30/72 yang mampu meningkatkan distribusi dan intensitas pencahayaan alami dapat mencapai tingkat kenyamanan pencahayaan sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan mixed methods dengan dominasi metode deskriptif kuantitatif melalui simulasi pencahayaan alami perangkat lunak Dialux Evo 13. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis tingkat pencahayaan alami pada rumah sederhana berdasarkan standar SNI serta mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip Natural Daylighting System dalam arsitektur bioklimatik. Selanjutnya desain rumah tipe 30/72 dengan pendekatan arsitektur bioklimatik prinsip Natural Daylighting System mampu meningkatkan kualitas pencahayaan alami secara signifikan. Penyesuaian ukuran dan posisi bukaan serta penerapan elemen pembayangan terbukti efektif dalam mengontrol intensitas dan distribusi cahaya alami, sehingga seluruh ruang hunian meliputi kamar tidur 1 dan 2, kamar mandi, serta ruang utama yang meliputi ruang tamu dan dapur memenuhi ketentuan tingkat pencahayaan minimum sesuai dengan SNI 03-6197-2000. Optimalisasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual penghuni, tetapi juga berpotensi mendukung efisiensi energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap pencahayaan buatan pada siang hari.</p> Qinthar Tangkas Samudra S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 58 72 Analisis Dampak Reduksi Spesifikasi Material Dinding terhadap Kualitas Fisik dan Kinerja Termal Rumah Subsidi di Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7185 <p>Tuntutan efisiensi biaya produksi (production cost) pada proyek perumahan subsidi seringkali mendorong pengembang melakukan reduksi spesifikasi material dan penyederhanaan metode konstruksi. Salah satu praktik dominan yang ditemukan adalah penghilangan lapisan plesteran pada dinding bata ringan (metode non-plester) dimana dinding langsung diaci. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari praktik tersebut terhadap kualitas fisik bangunan dan kenyamanan termal ruang. Penelitian menggunakan metode komparatif lapangan pada unit rumah subsidi tipe 30/60 di wilayah Kabupaten Karanganyar. Variabel yang diamati meliputi cacat fisik visual (kerataan dan keretakan) serta data iklim mikro ruang (suhu dan kelembapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi spesifikasi dinding berdampak negatif signifikan. Dinding tanpa plester menunjukkan kerentanan tinggi terhadap retak rambut (hairline cracks) akibat ketidakmampuan lapisan acian tipis menahan muai-susut, serta memiliki suhu permukaan dalam yang lebih tinggi hingga 3,3°C dibandingkan dinding standar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya menekan harga rumah subsidi berdampak pada penurunan durabilitas bangunan dan kenyamanan penghuni.</p> Ivan Mahsa Rasyid Santosa Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 73 81 Pengaruh Pendekatan Behavioral untuk Meningkatkan Kenyamanan Kerja pada Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7186 <p>Ruang kerja yang nyaman merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pegawai. Hal tersebut terkadang kurang diperhatikan. Salah satu kasus yang dirasakan pada Ruang Bidang Penataan Bangunan Kabupaten Banyumas kurang nyaman. Kondisi minim ruang gerak dan penataan barang kurang efisien, sehingga menimbulkan kesan sesak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi ruang Bidang Penataan Bangunan dengan melakukan perancangan ulang berdasarkan analisis kebutuhan serta aktivitas pengguna. Metode yang digunakan adalah metode behavioral, dengan pendekatan analisis aktivitas pengguna. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta beberapa pegawai untuk menggambarkan aktivitas keseharian mereka di dalam ruangan Bidang Penataan Bangunan dari awal masuk hingga pulang kerja, serta menjelaskan aktivitas yang dilakukan di setiap bagian ruangan. Selain itu, para reponden diminta menuliskan bagian ruangan yang menurut mereka nyaman dan tidak nyaman beserta alasannya. Responden dikelompokkan ke dalam tiga ketegori, yaitu rentang usia : 20-30 tahun, 30-40 tahun, dan 40-60 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kegiatan dan preferensi ruang dari seluruh kelompok usia relatif serupa, karena kesamaan jenis pekerjaan dan rutinitas harian. Mayoritas responden menyatakan ketidaknyamanan terhadap ruang pantry, ruang arsip, ruang admin, jalan masuk, dan ruang kantor, karena dianggap sempit, tidak tertata, dan kurang nyaman. Pernyataan ini menjadi dasar dalam merancang kembali ruang yang lebih ergonomis, efisien, dan mendukung kenyamanan kerja pegawai Bidang Penataan bangunan.</p> Salma Safira Nurrohmah Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 82 92 Analisis Fungsi dan Efisiensi Ruang di Zona Kuning IGD RSUD Kanjuruhan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7187 <p>Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat aktivitas dan kompleksitas tinggi, sehingga membutuhkan penataan ruang yang efisien dan fungsional. Zona kuning berperan sebagai area observasi bagi pasien dengan tingkat kegawatan sedang yang memerlukan pemantauan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan efisiensi ruang pada zona kuning IGD RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, khususnya setelah dilakukan revisi tata ruang pada lantai 1. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis dokumen berupa gambar denah rencana serta observasi lapangan untuk mengkaji kesesuaian fungsi ruang, hubungan antar ruang, dan pola sirkulasi pasien serta tenaga medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penempatan zona kuning telah strategis karena berdekatan dengan ruang triase, ruang tindakan, dan nurse station. Namun demikian, masih ditemukan permasalahan berupa keterbatasan visibilitas perawat terhadap seluruh bed, sirkulasi yang berpotensi tumpang tindih, serta kondisi lingkungan fisik yang kurang optimal dari segi ventilasi dan kebisingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan tata letak, pengaturan sirkulasi satu arah, dan peningkatan kualitas lingkungan ruang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan kenyamanan pasien di zona kuning IGD.</p> Ajeng Aisyah Tyandira Tamara Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 93 96 Analisis Ruang Responsif Desain Spasial untuk Tindakan Medis Rumah Sakit Permata Blora https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7188 <p>Desain ruang rumah sakit memainkan peran penting dalam efektivitas tindakan medis dan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini berfokus pada analisis desain ruang di Rumah Sakit Permata Blora, yang mengalami tantangan signifikan terkait pemisahan area bersih dan kotor, serta alur kerja yang kurang efisien. Melalui pendekatan kualitatif yang mencakup observasi, studi pustaka, dan wawancara, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam desain ruang dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakoptimalan desain berdampak pada keterlambatan penanganan pasien dan peningkatan risiko infeksi. Selain itu, wawancara dengan tenaga medis mengungkapkan frustrasi terkait desain yang tidak mendukung interaksi yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi desain ruang yang responsif dan terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efisiensi pelayanan medis. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan standar desain ruang rumah sakit yang lebih baik, tidak hanya untuk Rumah Sakit Permata Blora, tetapi juga untuk institusi kesehatan lainnya.</p> Hana Wahyu Fadhila Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 97 105 Integrasi Ornamen dan Motif Kultural pada Masjid Hastana Keraton Kartasura https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7189 <p>Studi ini membahas bagaimana ornamen dan pola budaya dimasukkan ke dalam desain Masjid Hastana Keraton Kartasura, mencerminkan gabungan ajaran Islam dengan tradisi Jawa di bidang arsitektur. Pertimbangan utama muncul karena perlunya menyadari arti tersirat dari setiap elemen bangunan yang berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan rohani. Fokus penelitiannya ialah menjelaskan jenis hiasan dan corak lokal, menggali makna filosofi di baliknya, lalu mempertemukan temuan tersebut dengan ciri-ciri masjid khas Jawa lain, misalnya Masjid Al-Wustho Mangkunegaran. Analisis dilakukan secara kualitatif lewat cara deskriptif dan analitik, menggunakan pengamatan langsung di lokasi, catatan gambar, serta percakapan panjang bersama Bapak Surya Lismana, S.Pd. Di balik temboknya, sekitar 80 persen bagian masjid ternyata masih berasal dari zaman Mataram Islam, membentuk alunan rupa antara gaya Jawa - misalnya atap tumpang bertingkat tiga, tiang utama saka guru, hiasan tanaman - dan nilai estetika Islam soal ketunggalan, keseimbangan, serta pembersihan jiwa. Bukan cuma indah dipandang, ornamen di dalam bangunan ini justru menjadi cara menyampaikan ajaran agama lewat gambar, menguatkan ikatan rohani antara manusia dan Yang Maha Kuasa, sekalian menunjukkan paduan unik antara keislaman dan adat lokal Jawa.</p> Teja Khair Rio Irianto Widyastuti Nurjayanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 106 112 Strategi Penggunaan Material Bangunan di Wilayah Pesisir dan Dataran Tinggi Pekalongan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7190 <p>Kabupaten Pekalongan memiliki karakter wilayah pesisir dan dataran tinggi dengan kondisi iklim, topografi, dan tanah yang berbeda, sehingga memengaruhi kinerja material bangunan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan material bangunan sekolah di wilayah pesisir dan dataran tinggi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wilayah pesisir, kerusakan bangunan didominasi oleh penurunan kualitas material finishing seperti cat dinding, logam, dan kayu akibat kelembapan dan pengaruh udara laut. Sementara itu, pada wilayah dataran tinggi ditemukan permasalahan retak dinding pasangan bata, retak lantai beton akibat tanah geser, serta potensi gangguan pada pondasi akibat kondisi topografi dan risiko tanah longsor. Berdasarkan temuan tersebut, strategi penggunaan material bangunan sekolah perlu disesuaikan dengan karakter lingkungan masing-masing wilayah agar bangunan lebih tahan dan berkelanjutan.</p> Fauzan Luthfia Nafsah Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 113 121 Analisis Hubungan Konfigurasi Ruang terhadap Pola Sirkulasi dan Interaksi Sosial Hunian Kos: Studi Kasus KL Live Kleco https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7191 <p>Laju urbanisasi yang tinggi menyebabkan pertumbuhan hunian kos di Kota Surakarta sehingga mendorong berkembangnya desain yang lebih berorientasi pada efisiensi ruang, sementara itu aspek sosial dan perilaku penghuni seringkali kurang diperhatikan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pola sirkulasi serta kualitas interaksi sosial di dalam hunian kos. Penelitian ini membahas hubungan antara konfigurasi ruang dengan pola sirkulasi dan interaksi sosial penghuni pada hunian kos, dengan studi kasus Kos KL Live Kleco di Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis space syntax untuk mengidentifikasi nilai integrasi, konektivitas, dan intelligibility ruang. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi denah bangunan, observasi, wawancara dengan arsitek dan penghuni. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang dengan nilai integrasi tinggi, seperti koridor utama, tidak selalu berfungsi sebagai pusat interaksi sosial. Sebaliknya, kamar kos dengan nilai konektivitas rendah cenderung bersifat individual dan mendukung privasi penghuni. Temuan ini menunjukkan bahwa konfigurasi ruang berpengaruh terhadap pola sirkulasi dan interaksi sosial di dalam hunian kos, namun pengaruh tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti visibilitas ruang dan jenis aktivitas penghuni.</p> Diyah Aryani Nurhakim Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 122 133 Evaluasi Purna Huni Ruang Tunggu Klinik Polres Singkawang berbasis Kebutuhan Pengguna terhadap Kenyamanan dan Keamanan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7192 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan desain ruang tunggu Klinik Polres Singkawang untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna. Klinik yang beroperasi pada bangunan hasil alih fungsi belum memenuhi standar fasilitas kesehatan, sehingga menimbulkan masalah seperti kebocoran atap, lantai licin, ventilasi yang tidak memadai, dan penataan ruang tunggu yang menghambat alur pergerakan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Methods) dengan pendekatan Evaluasi purna huni yang berfokus pada kebutuhan pengguna melalui observasi, wawancara, pengukuran, dan studi literatur, mengacu pada standar serta literatur terkait fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan ruang tunggu belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Dari aspek fisik, sirkulasi udara dan ventilasi rendah, tata letak kursi tidak efektif, dan area disabilitas belum tersedia. Dari aspek psikologis, warna interior kurang menenangkan, serta fasilitas informasi dan antrean digital belum ada sehingga menimbulkan ketidakpastian waktu tunggu. Dari aspek keamanan, kondisi material bangunan berisiko, jalur sirkulasi terhambat, dan handrail belum tersedia. Rekomendasi meliputi peningkatan ventilasi, perbaikan material, penataan ulang ruang tunggu dengan jalur sirkulasi utama berhandrail, penyediaan kursi prioritas dan area ramah disabilitas, penerapan warna interior menenangkan, serta implementasi sistem antrean digital. Evaluasi Purna Huni ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan ruang tunggu secara keseluruhan.</p> Anisa Mufida Elva Wisnu Setiawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 134 149 Persepsi Mahasiswa terhadap Desain Interior Kamar Kos terhadap Kenyamanan dan Produktivitas Aktivitas berdasarkan Post-Occupancy Evaluation (POE) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7193 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap desain interior kamar kos dalam mendukung kenyamanan dan produktivitas penghuni. Kamar kos sebagai hunian sewa bersifat multifungsi digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti belajar, beristirahat, dan bersantai, sehingga kualitas desain interior menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Post-Occupancy Evaluation (POE) dengan teknik observasi, studi literatur, dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian dilakukan pada beberapa kamar kos mahasiswa di wilayah Surakarta dan Sukoharjo, yaitu Kos Cermai, Kos Griya Putri Krisdival, Roses Kost Putri Eksklusif, Kos Djoeng Melati, dan Kos Akata, dengan melibatkan sepuluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kenyamanan interior kamar kos dipengaruhi oleh elemen desain utama, meliputi pencahayaan alami, ventilasi, kondisi suhu ruang, penataan furnitur, serta pemilihan warna interior. Desain interior yang mampu memberikan kenyamanan visual, termal, dan fungsional terbukti mendukung kualitas aktivitas belajar, istirahat, dan bersantai secara lebih optimal. Sebaliknya, keterbatasan bukaan, ventilasi yang kurang memadai, serta gangguan kebisingan berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas penghuni. Penelitian ini menegaskan pentingnya persepsi penghuni dalam menilai keberhasilan desain interior kamar kos serta relevansi pendekatan POE sebagai alat evaluasi hunian mahasiswa.</p> Marchel Fatahillah Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 150 162 Optimalisasi Tata Letak Parkir Motor pada Gedung J dengan Pendekatan Ergonomic Parking https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7194 <p>Peningkatan aktivitas akademik di Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebabkan meningkatnya kebutuhan parkir sepeda motor di Gedung J. Kondisi eksisting menunjukkan keterbatasan kapasitas, ketidakteraturan pola parkir, serta sirkulasi kendaraan yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja tata letak parkir sepeda motor berdasarkan kapasitas, indeks parkir, dan sirkulasi, serta merumuskan optimalisasi tata letak dengan pendekatan ergonomic parking. Metode penelitian menggunakan research based design melalui observasi lapangan, analisis akumulasi parkir, volume kendaraan, tingkat turn over, dan indeks parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari Selasa dan Rabu nilai indeks parkir melebihi 100%, yang mengindikasikan terjadinya kelebihan kapasitas dan penggunaan jalur sirkulasi sebagai area parkir. Optimalisasi dilakukan melalui penataan ulang pola parkir dan penerapan lebar sirkulasi 2,5 meter dua arah. Desain rekomendasi mampu meningkatkan kapasitas parkir dari 894 menjadi 988 satuan ruang parkir atau sebesar 10,514% tanpa penambahan lahan. Optimalisasi ini menurunkan indeks parkir menjadi di bawah 100% serta meningkatkan kelancaran sirkulasi, keamanan, dan kenyamanan pengguna.</p> Dafa Abraham Santosa Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 163 170 Komparasi Model Tangga Spiral dan Tangga U Shape terhadap Kemudahan Transportasi Vertikal https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7195 <p>Tangga merupakan bagian penting dalam rumah tinggal bertingkat karena berfungsi sebagai jalur sirkulasi vertikal antar lantai. Tangga spiral sering digunakan karena efisien terhadap ruang dan memiliki nilai estetika tinggi, namun bentuknya yang melingkar menimbulkan masalah saat digunakan untuk membawa barang ke lantai atas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua model tangga, yaitu tangga spiral dan tangga U shape, dalam hal kemudahan transportasi vertikal terutama saat aktivitas pemindahan barang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-komparatif berbasis simulasi tiga dimensi 3D dengan pendekatan analisis visual terhadap pergerakan barang di masing-masing model tangga. Data penelitian diambil dari rumah tinggal dua lantai di Jl. Nusupan No.8A, Bedog, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangga spiral memiliki keterbatasan fungsional karena radius putar yang sempit dan pijakan yang kecil, sehingga hanya memungkinkan pemindahan barang kecil. Sebaliknya, tangga U shape dengan kemiringan 35° dan bordes tengah selebar 120 cm menunjukkan efisiensi dan kenyamanan yang lebih baik karena ruang rotasi barang lebih luas. Kedua model tangga masih memenuhi ketentuan SNI 03-1746-2000, namun tangga U shape dinilai lebih ergonomis dan aman untuk aktivitas pemindahan barang di rumah tinggal bertingkat.</p> Rizky Wahyu Utomo I Indrawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 171 182 Analisis Kinerja Pencahayaan Buatan Ruangan Kamar Kos Putra Shabaab menggunakan DIALux Evo https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7196 <p>Pencahayaan buatan memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan visual dan aktivitas penghuni pada bangunan hunian, termasuk kamar kos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pencahayaan buatan pada Kamar Kos Putra Shabaab dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux evo. Simulasi dilakukan pada ruang tidur dan kamar mandi pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 12.00 dan 18.00, dengan dua kondisi cuaca berbeda, yakni cerah dan berawan. Parameter yang dianalisis meliputi tingkat iluminansi dan distribusi pencahayaan di dalam ruang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai iluminansi pada seluruh ruang telah memenuhi dan melampaui standar minimum SNI, yaitu 50 lux untuk ruang tidur dan 100 lux untuk kamar mandi. Distribusi pencahayaan juga relatif merata tanpa menimbulkan silau berlebih atau area gelap yang signifikan. Perbedaan kondisi cuaca tidak memberikan pengaruh berarti terhadap kinerja pencahayaan ruang, karena sistem pencahayaan buatan mampu mengompensasi variasi pencahayaan alami. Dengan demikian, sistem pencahayaan yang diterapkan dinilai efektif, nyaman, serta berpotensi mendukung efisiensi energi.</p> Sonny Qurniawan Pratama S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 183 190 Evaluasi Penerapan Sistem Sanitasi dan Ventilasi dalam Desain Klinik di Mijen, Semarang untuk Menjamin Keamanan dan Kesehatan Pengguna https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7197 <p>Sebagai bagian penelitian kesehatan, setiap klinik wajib untuk menerapkan standar teknis sistem sanitasi dan ventilasi, demi menjamin keselamatan pasien, tenaga medis dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan sistem sanitasi dan ventilasi pada rancangan Klinik Rahma Medika di Mijen, Semarang, sebagai bagian dari layanan kesehatan primer untuk menjamin keselamatan pasien, melindungi tenaga medis, dan menjaga mutu lingkungan. Kajian dilakukan secara deskriptif-evaluatif dengan pendekatan kualitatif melalui telaah gambar kerja, wawancara perancang, dan studi pustaka. Acuan regulasi meliputi Permenkes No. 9/2014, Permenkes No. 7/2019, Pedoman PPI Fasyankes (2017), SNI 6572:2024, serta Peraturan LHK No. 11/2025. Hasil analisis menunjukkan seluruh ruang tindakan, pemeriksaan, dan sterilisasi 100% belum memiliki sistem exhaust fan, lebih dari 70% ruang pelayanan belum dilengkapi wastafel, dan sistem pengolahan limbah cair belum dirancang melalui IPAL mini sesuai standar teknis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko infeksi silang, menurunkan mutu udara, dan mencemari lingkungan. Penelitian merekomendasikan penerapan ventilasi mekanis sesuai standar Air Changes per Hour (ACH), penambahan wastafel di setiap ruang pelayanan, serta perencanaan IPAL mini terintegrasi guna mewujudkan rancangan klinik berprinsip sehat, aman, dan berkelanjutan.</p> Alief Cahyo Putra Amien S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 191 201 Analisis Fasad Sirip Vertikal dan Curtain Wall terhadap Radiasi Matahari Pagi (Studi Kasus: Showroom Medis Onemed Healthcare Office Tower Surabaya) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7198 <p>Penelitian ini mengevaluasi efektivitas fasad yang menggabungkan curtain wall dan sirip vertikal dalam mengatur radiasi matahari pagi serta pengaruhnya terhadap pencahayaan alami di Showroom Onemed Healthcare Office Tower, Surabaya. Metode yang diterapkan adalah simulasi kuantitatif menggunakan perangkat lunak DIALux evo 13.2 untuk memodelkan kondisi eksisting pada pukul 08.00, 09.00, dan 10.00 WIB. Hasil simulasi menunjukkan tingkat pencahayaan alami yang secara konsisten melampaui standar 100 lux sesuai SNI Permenkes No. 40 Tahun 2022, dengan nilai berturut-turut 1026 lux, 1087 lux, dan 858 lux. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan visual serta mempengaruhi produk medis yang sensitif terhadap cahaya berlebih. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan strategi penyesuaian orientasi sudut hadap sirip vertikal. Setelah disimulasikan ulang, intensitas cahaya menurun menjadi 890 lux, 961 lux, dan 803 lux. Hasil ini menunjukkan peningkatan efektivitas elemen pelindung dalam menahan sinar langsung, meskipun nilai akhir yang diperoleh masih berada di atas ambang batas standar yang berlaku. Disimpulkan bahwa optimasi geometri sirip vertikal dapat meningkatkan kinerja fasad, namun diperlukan strategi tambahan untuk sepenuhnya memenuhi persyaratan pencahayaan ruang showroom alat medis.</p> Yogie Setya Aditama Erwin Herlian Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 202 211 Integrasi Prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam Evaluasi Orientasi Ruang Renovasi Rumah Tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7199 <p>Penelitian ini membahas integrasi prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam evaluasi orientasi ruang pada renovasi rumah tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan. Integrasi dalam penelitian ini tidak dimaknai sebagai penyatuan konsep normatif, melainkan sebagai proses analisis spasial paralel yang menggunakan variabel yang sama untuk membaca kualitas orientasi ruang berdasarkan kedua pendekatan tersebut. Fokus penelitian meliputi orientasi ruang, pola sirkulasi, pembagian zonasi, keberadaan ruang transisi, serta orientasi elemen interior. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan secara terpisah berdasarkan prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami, kemudian hasilnya disintesiskan melalui tabel evaluasi integratif untuk mengidentifikasi aspek yang memenuhi kedua prinsip, memenuhi salah satu, atau tidak memenuhi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting rumah tinggal belum sepenuhnya memenuhi kedua pendekatan, terutama pada orientasi ruang dan pola sirkulasi, pembagian zonasi public, semi privat, dan privat, keberadaan ruang transisi, serta orientasi kloset. Namun demikian, terdapat elemen yang telah sesuai dengan kedua prinsip, seperti posisi kasur, sehingga tidak seluruh elemen ruang memerlukan perubahan desain. Berdasarkan sintesis hasil analisis, penelitian ini merumuskan tiga prinsip integratif sebagai temuan utama, yaitu keteraturan ruang, transisi spasial, dan kontrol orientasi. Ketiga prinsip tersebut merepresentasikan titik temu antara Fengshui dan Arsitektur Islami dalam konteks renovasi hunian dan digunakan sebagai dasar perumusan rekomendasi desain. Penelitian ini menunjukkan bahwa Fengshui dan Arsitektur Islami dapat diintegrasikan secara bersamaan sebagai kerangka evaluasi orientasi ruang untuk menghasilkan hunian yang lebih tertata, nyaman, dan selaras dengan nilai fungsional serta spiritual penghuni.</p> Siti Nurafnih Rahma Wilda Maulina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 212 211 Optimalisasi Pencahayaan melalui Otomatisasi Sistem Tirai pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7200 <p>Penelitian ini dilaksanakan pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang yang masih berada dalam tahap pembangunan. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan distribusi cahaya yang tidak merata, khususnya pada area dekat jendela dengan intensitas cahaya berlebihan (850-925 lux) serta penggunaan pencahayaan buatan yang berlangsung secara terus-menerus akibat sistem pengendalian tirai yang masih bersifat manual. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan visual dan efisiensi energi Kamar Deluxe. Penelitian ini bertujuan untuk mengotomatisasi sistem tirai manual menjadi sistem otomatis berbasis sensor cahaya menggunakan Arduino Uno R3 sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan simulasi DIALux Evo dimanfaatkan untuk menentukan batas iluminansi ideal (set-point) sesuai standar SNI 6197:2020. Nilai set-point ini digunakan sebagai parameter kendali dalam pemrograman Arduino, yang menentukan kondisi kapan tirai harus menutup atau terbuka secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang terdeteksi sensor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem otomatis tirai yang dirancang berpotensi mengurangi area yang memiliki cahaya berlebihan, menciptakan distribusi cahaya yang merata dengan iluminansi sesuai SNI 6197:2020. Respons sistem yang cepat (10 detik) dan implementasi dengan komponen ekonomis membuat teknologi ini praktis untuk diterapkan pada hotel modern. Sistem ini berpotensi meningkatkan kenyamanan visual pengguna serta mengoptimalkan pemanfaatan cahaya alami secara berkelanjutan.</p> Irbah Rakha Citra Tsani S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 212 221 Optimalisasi Pencahayaan Buatan pada Kamar Standar Hotel Artotel Magelang menggunakan DIALux https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7201 <p>Pencahayaan buatan berperan penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada kamar hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem pencahayaan buatan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang berdasarkan SNI 6197:2011 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi digital melalui perangkat lunak DIALux. Data diperoleh melalui observasi kondisi eksisting ruang yang meliputi dimensi ruang, spesifikasi lampu, material interior, dan tata letak furnitur. Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang melebihi standar SNI 6197:2011, khususnya pada area tidur dan kamar mandi yang mencapai sekitar 500 lux. Meskipun tingkat iluminasi tinggi, kualitas pencahayaan belum optimal akibat distribusi cahaya yang tidak merata, potensi silau, serta adanya area dengan pencahayaan berlebih sehingga kenyamanan visual ruang belum tercapai sesuai fungsi kamar hotel. Optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian jumlah dan tata letak lampu, pemilihan lampu LED yang lebih efisien, serta pengendalian cahaya alami sehingga menghasilkan tingkat iluminasi sesuai standar dan distribusi cahaya yang lebih merata.</p> Esti Septiana S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 222 232 Peran Biophilic Design pada Laluna Café dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja pada Lingkungan Perkotaan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7202 <p>Peningkatan angka stres dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam lingkungan urban yang semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Biophilic design pada café untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Penggunaan elemen alami dalam desain café diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan psikologis dan mengurangi stres. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi melalui survei yang disebar kepada remaja yang mengunjungi café dengan desain biophilic untuk mengukur dampaknya terhadap Kesehatan mental mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi elemen alam dengan kesejahteraan emosional remaja. Analisis data mengungkap bahwa kehadiran vegetasi dalam ruang dan pencahayaan alami memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang menjadi sarana pemulihan stres bagi remaja di perkotaan.</p> Berlian Putri Salsabila S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 233 241 Pemanfaatan Limbah Tailing sebagai Material Modul Atap pada Museum Freeport Tahap 2 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7203 <p>PT Freeport Indonesia menghasilkan limbah tailing dalam jumlah sangat besar yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan inovatif yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah tailing sebagai material arsitektur pada desain modul atap Museum Freeport Tahap 2 di kawasan MP-21, Mimika, Papua Tengah. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi, wawancara, serta testing desain material dan desain modular atap. Pengujian material dilakukan pada tiga jenis panel berbasis tailing untuk mengevaluasi karakteristik fisik, performa struktural, dan kemudahan konstruksi. Sementara itu, pengujian desain dilakukan pada susunan modul atap yang menerjemahkan indikator kontekstual lokal rumah adat Honai, desain pasif, dan modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel aluminium dengan concrete tailing coating memiliki performa paling optimal karena ringan, stabil, dan mudah diaplikasikan. Selain itu, susunan modul atap tidak rapat dengan pola acak terkontrol dinilai paling sesuai karena mampu menyeimbangkan nilai kontekstual rumah adat Honai, desain pasif, dan efisiensi sistem modular. Penelitian ini menegaskan bahwa limbah tailing dapat diolah menjadi material arsitektur yang bernilai guna serta berperan sebagai representasi simbolis komitmen keberlanjutan PT Freeport Indonesia.</p> Jihan Nabila Wisnu Setiawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 242 254 Adaptasi Tata Ruang dan Sirkulasi dalam Desain Pesantren Modern di Lahan Terbatas https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7204 <p>Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pengembangan pesantren modern yang membutuhkan ruang pendidikan, hunian, dan aktivitas keagamaan secara terpadu. Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa di Cikarang, Kabupaten Bekasi, direncanakan pada lahan terbatas sehingga pengembangan tata ruang secara horizontal tidak mampu mengakomodasi kebutuhan ruang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi tata ruang pesantren modern pada lahan terbatas melalui pendekatan desain, dengan meninjau karakter tata ruang pesantren, tipologi pesantren, serta standar perancangan bangunan pendidikan dan asrama. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, studi standar perancangan, dan analisis desain eksisting Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang pesantren merupakan sistem spasial terpadu dengan masjid sebagai pusat orientasi utama yang membentuk pola sirkulasi dan aktivitas santri, baik pada pesantren tradisional maupun modern. Pendekatan vertikal direkomendasikan sebagai strategi pengembangan pesantren modern di lahan terbatas dengan menciptakan ruang-ruang yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Pesantren vertikal menuntut pengaturan zonasi yang jelas dan hierarkis sebagai respons terhadap keterbatasan lahan. Masjid, sebagai pusat kegiatan pesantren, ditempatkan pada lantai bawah pada zona semi-publik untuk kemudahan akses internal dan eksternal. Masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan santri maupun kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, zona pendidikan ditempatkan pada lantai menengah, dan zona hunian santri pada lantai atas untuk menjaga privasi dan keteraturan aktivitas santri.</p> Rozak Akram Novandra Yayi Arsandrie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 255 263 Evaluasi Jalur Evakuasi Rumah Sakit Permata Bunda Mengacu NFPA 101 berbasis BIM https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7205 <p>Jalur evakuasi merupakan elemen keselamatan penting pada bangunan rumah sakit yang memiliki aktivitas tinggi serta pengguna dengan tingkat mobilitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalur evakuasi kebakaran pada Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi melalui pendekatan Building Information Modeling (BIM) menggunakan fitur Path of Travel. Analisis dilakukan terhadap 171 ruang dengan menghitung jarak tempuh lintasan evakuasi aktual menuju akses evakuasi terdekat berdasarkan konfigurasi spasial bangunan. Evaluasi kinerja jalur evakuasi mengacu pada batas jarak tempuh maksimum 200 ft (±61 m) untuk bangunan fasilitas kesehatan tanpa sprinkler sesuai International Building Code (IBC) dan prinsip jalur evakuasi sesuai ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 101. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jarak tempuh yang signifikan antar ruang serta ketergantungan jalur evakuasi lantai dua terhadap satu tangga darurat. Selain itu, distribusi titik kumpul yang belum merata turut memengaruhi keterjangkauan jalur evakuasi bagi beberapa ruang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja jalur evakuasi tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan jalur keluar, tetapi juga oleh konfigurasi ruang, ketersediaan alternatif lintasan, dan keterpaduan jalur menuju titik kumpul, yang tercermin dari sebanyak 43,86% ruang dengan jarak tempuh evakuasi melebihi 200 ft (±61 m). Penelitian ini menegaskan peran BIM sebagai alat evaluasi spasial yang efektif untuk mengidentifikasi potensi risiko evakuasi dan memberikan dasar perumusan rekomendasi peningkatan keselamatan pada bangunan rumah sakit.</p> Dimas Prima Galih Pamungkas Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 264 273 Evaluasi Aksesibilitas dan Kenyamanan Halte dan JPO di Kawasan Roxy, Jakarta https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7206 <p>Halte dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) merupakan fasilitas publik yang mendukung mobilitas perkotaan. Halte berfungsi sebagai tempat naik–turun dan menunggu transportasi umum agar penumpang lebih aman dan nyaman sedangkan JPO berfungsi sebagai jalur penyeberangan pejalan kaki di atas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menghubungkan jaringan trotoar dengan titik-titik penting seperti halte atau simpul transportasi lainnya. Begitu pula dengan halte dan JPO Roxy dimana kedua fasilitas tersebut merupakan salah satu fasilitas umum yang penting dalam system transportasi dan infrastruktur pejalan kaki. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi halte dan JPO Roxy berdasarkan standar nasional yang sudah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-deskriptif dan evaluatif meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan studi banding dengan halte dan JPO lain. Hasil penelitian mengungkapkan kendala sirkulasi pejalan kaki, aksesibilitas yang tidak memadai khususnya bagi penyandang disabilitas, serta kebutuhan peningkatan kapasitas halte. Kontribusi penelitian ini berupa arahan desain baru yang inklusif dan aman, mengedepankan prinsip arsitektur hijau dan adaptif terhadap tren kebutuhan pengguna transportasi perkotaan.</p> Rafif Surya Wijaya Q Qomarun Yayi Arsandrie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 274 281 Pola Ornamentasi Geometri: Identitas Visual Revitalisasi Gedung SMP Putri Ulil Albab Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7207 <p>Geometri dalam arsitektur Islam tidak hanya berperan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan identitas visual pada revitalisasi Gedung Asrama Putri SMP IT Tahfidzul Quran Ulil Albab Karanganyar sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu. Kajian ini menggunakan teori ornamentasi geometri Islam sebagai bahasa visual arsitektur yang merepresentasikan konsep Tauhid, keteraturan, dan keseimbangan, dengan merujuk pada literatur seni dan arsitektur Islam serta studi preseden penerapan pola geometri pada bangunan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penggalian data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi kondisi eksisting bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola ornamentasi geometri Islami pada elemen fasad, koridor, secondary skin, dan kaligrafi Kufi geometris mampu memperkuat karakter visual bangunan sekaligus menciptakan suasana ruang yang tenang dan kondusif bagi aktivitas belajar serta hafalan Al-Qur’an. Pemilihan material kayu dan beton mendukung keseimbangan antara nilai estetika, kekuatan struktural, dan makna simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ornamentasi geometri Islami secara kontekstual dan fungsional dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan pendidikan Islam untuk memperkuat identitas, fungsi, dan nilai spiritual ruang.</p> Indah Trianti Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 282 290 Evaluasi Connectivity, Integration, Intelligibility pada Desain Rumah Tinggal Pak Aji Pati berbasis Space Syntax https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7208 <p>Penelitian ini menganalisis aksesibilitas ruang melalui perbandingan denah lama dan denah baru pada Rumah Tinggal Pak Aji dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Tujuan penelitian adalah mengukur dan membandingkan performa spasial kedua konfigurasi ruang berdasarkan metrik Connectivity, Integration, dan Intelligibility guna menilai keterhubungan, keterjangkauan, dan keterbacaan ruang. Metode yang digunakan bersifat komparatif-kuantitatif dengan studi kasus, memanfaatkan perangkat lunak DepthmapX v.0.8.0 untuk menghasilkan peta visibilitas dan nilai sintaktik tiap ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa denah baru memiliki distribusi konektivitas dan integrasi yang lebih merata, khususnya pada ruang publik dan semi-publik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan, sehingga mendukung pola sirkulasi yang lebih fleksibel. Nilai Intelligibility pada kedua denah tergolong sangat tinggi, dengan nilai R = 0,930 pada denah lama dan R = 0,927 pada denah baru, yang menandakan bahwa revisi desain tidak menurunkan keterbacaan struktur ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Space Syntax efektif sebagai alat evaluasi objektif dalam pengambilan keputusan desain rumah tinggal, khususnya untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa mengorbankan kejelasan spasial.</p> Ahsan Hafizh Al Ghifari Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 291 298 Optimalisasi Pencahayaan terhadap Kondisi Kenyamanan Thermal pada Bangunan DPUPR Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7209 <p>Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang untuk menunjang kenyamanan pengguna dengan adanya strategi desain pada bangunan DPUPR Boyolali terdapat beberapa jendela kaca dan fasad pada sumber dari pencahayaan alami pada lantai 1 dan 2 yang dimana bangunan ini termasuk kantor dengan pencahayaan buatan sebesar 300 watt.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas Cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan DPUPR Boyolali dengan standar SNI yang sudah ditentukan.Metode penelitian ini menggunakan metode Simulasi Pencahayaan,yang Dimana simulasi pada optimalisasi pencahayaan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi software Dialux Evo 13.0 yang bisa menunjukan hasil penelitian pada saat melakukan survei untuk memasukan hasil simulasi data Lux ke aplikasi software Dialux Evo 13.0.Recomendasi optimalisasi pencahayaan pada Bangunan DPUPR Boyolali menerapkan penambahan secondary skin serta simulasi jendela kaca pada beberapa ruang sebagai upaya pengoptimalan pencahayaan alami yang dapat dilakukan untuk membandingkan hasil simulasi pencahayaan pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Selain itu, penyesuaian pada beberapa ruang bertujuan untuk mengendalikan intensitas cahaya yang masuk ke dalam bangunan, meningkatkan distribusi pencahayaan alami, serta menyesuaikan kondisi pencahayaan pada ruang-ruang yang belum memenuhi tingkat kenyamanan visual sesuai dengan standar yang berlaku.</p> Ahmad Faiq Nabil Yafi Bakri Fadhilla Tri Nugrahaini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 299 309 Optimalisasi Pencahayaan Alami GOR Kampus 2 UMS melalui Pendekatan Green Building https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7210 <p>Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip green building pada fasad Gedung Olahraga (GOR) Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Berdasarkan aspek Green Building, efesiensi energi dan kenyamanan termal di iklim tropis guna berkontribusi meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Latar belakang membahas bahwa pembangunan gedung memerlukan prinsip bangunan hijau, agar dapat mengurangi efek buruk terhadap penggunaan energi , kualitas udara, dan ekosistem, dan dapat memenuhi kriteria Greenship. Metode Design-Based Research (DBR) Diterapkan melalui analis Dialux Evo untuk mengetahui pencahayaan pada GOR apakah sesuai dengan standar SNI, Penelitian ini bertahap dari uji simulasi eksisting hingga perbandingan terhadap desain fasad baru, Temuan diambil dari data Permenpora Nomor 0445 Tahun 2014. bahwa pencahayaan pada bangunan GOR pada arena lapangan untuk aktivitas pertandingan memerlukan penerangan 300 – 600 lux. Hasil menunjukan bahwa penerapan fasad yang baru memberikan penerangan yang optimal sesuai standar Permenpora, desain yang diterapkan memberikan solusi dari aspek pencahayaan dan penghawaan, hal ini memberikan kontribusi untuk menciptakan bangunan berkelanjutan. Kesimpulan Desain prototipe yang disimulasikan di software Dialux berhasil menyelesaikan permasalahan yang diangkat, yaitu pencahayaan yang berlebih, yang dapat memberikan kenyamanan terhadap pengguna. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran fasad yang optimal terhadap bangunan GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p> Satria Sabilil Haq Balady Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 310 318 Analisis Ergonomi Bangunan dan Tata Ruang Glamping Yogyakarta berdasarkan Antropometri Pengguna https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7211 <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tata ruang untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung di Glamping. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh temuan bahwa adanya ketidaksesuaian antara dimensi ruang glamping dan tata ruang dengan data antropometri. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah masalah,seperti postur tubuh yang tidak nyaman saat melakukan aktivitas didalam glamping, dan resiko cedera. Selain itu, glampimg yang tidak dirancang dengan memperhatikan prinsip ergonomi dapat mengurangi efisiensi ruang gerak dan kenyamanan bagi penggunanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk menganalisis data antropometri pengunjung Glamping serta membandingkan dengan standar dimensi dan teori dalam perancangan Glamping yang diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain awal pada perancangan Glamping masih memiliki beberapa kekurangan seperti tinggi mati bangunan, dimensi furniture yang belum sesuai, dan tata ruang yang kurang maksimal.</p> Tegar Satria Dewantara Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 319 326 Desain Adaptif Gedung Olahraga untuk Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Buatan melalui Simulasi DIALux (Studi Kasus: Gedung Olahraga UMS) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7212 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pencahayaan di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan menggunakan perangkat lunak Dialux Evo. GOR UMS adalah fasilitas multifungsi yang digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan non-olahraga, sehingga memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa area, seperti Ruang Ganti, Supermarket, dan Area Pertandingan, telah memenuhi standar pencahayaan yang ditetapkan oleh SNI. Meskipun demikian, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa jumlah lampu existing di beberapa ruang masih kurang dibandingkan dengan rekomendasi simulasi, serta jarak antar lampu yang ada tidak seimbang. Data dari kuesioner pengguna juga menunjukkan adanya masalah glare dan ketidaknyamanan dalam pencahayaan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah lampu, penyesuaian jarak lampu, serta penggunaan lampu dengan watt dan lumen yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan visual. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan GOR UMS dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh pengguna.</p> Sabilul Arkan Susiilo Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 327 334 Studi Penyebaran Pengunjung dan Konfigurasi Ruang The Hallway Space, Bandung dengan Metode Space Syntax https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7213 <p>Re-branding pasar tradisional di kota-kota besar Indonesia, menjadi cara untuk tetap menarik minat generasi muda. Salah satu contoh transformasi tersebut adalah The Hallway Space di Bandung. Ruang ini berfungsi tidak hanya digunakan sebagai area komersial, tetapi juga sebagai ruang bersosialisasi. Namun, ditemukan permasalahan berupa penyebaran pengunjung yang tidak merata serta hasil konfigurasi ruang dalam analisis Space Syntax dan observasi langsung yang tidak sepenuhnya sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran pengunjung dan konfigurasi ruang di The Hallway Space serta merumuskan rekomendasi desain layout dan sirkulasi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode Space Syntax melalui Visual Graphic Analysis (VGA) dan Human Mapping untuk membandingkan hasil simulasi spasial dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan jalur sirkulasi yang tidak seimbang, dimana akses utama lebih dominan dibandingkan akses sekunder. Analisis Space Syntax juga menunjukkan area retail yang kurang terjangkau, menandakan konfigurasi ruang belum optimal. Rekomendasi desain difokuskan pada penataan ulang layout ruang, peningkatan keterbacaan zonasi melalui kode warna, serta penambahan elemen orientasi visual untuk mendukung sirkulasi pengunjung lebih optimal.</p> Naila Zahwa Nuwayyar Yayi Arsandrie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 335 344 Evaluasi Adaptasi Ruang Rumah Tinggal sebagai Fasilitas PAUD KB/TK Kartini Kids Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7214 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian adaptasi bangunan rumah tinggal satu lantai yang dimanfaatkan sebagai fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada KB/TK Kartini Kids di Kota Surakarta. Adaptasi rumah tinggal menjadi bangunan pendidikan terjadi sebagai respons terhadap keterbatasan waktu, biaya, dan ketersediaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara untuk mengkaji kondisi eksisting serta proses adaptasi ruang, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kesesuaian sarana dan prasarana secara objektif. Metode Evaluasi Pasca Huni (EPH) diterapkan sebagai kerangka analisis untuk menilai kinerja ruang berdasarkan kondisi fisik bangunan dan pengalaman pengguna. Evaluasi mengacu pada Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 melalui 12 kualifikasi standar sarana dan prasarana PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 dari 12 indikator dinyatakan sesuai, sementara 2 indikator belum memenuhi standar secara optimal. Secara kuantitatif, tingkat kesesuaian adaptasi ruang mencapai 83,33% dan termasuk dalam kategori berhasil mengadaptasikan fungsi PAUD. Namun, masih diperlukannya penyesuaian ruang yang lebih terencana agar lingkungan belajar dapat mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal dan sesuai standar yang berlaku.</p> Muhammad Zhafif Raissa Dean Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 345 353 Karakteristik Pencahayaan Alami pada Bangunan Bergaya Arsitektur Modern Minimalis menggunakan Simulasi DIALux di Sukoharjo https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7215 <p>Pencahayaan alami merupakan elemen vital dalam menunjang kenyamanan visual dan kesehatan penghuni rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja distribusi pencahayaan alami pada sebuah rumah tinggal di Perumahan Jati, Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil simulasi kemudian dikomparasi dengan standar SNI 6197:2020. Temuan penelitian menunjukkan adanya ketimpangan distribusi cahaya yang signifikan di dalam bangunan. Area publik yang dekat dengan bukaan, seperti ruang makan dan teras, mengalami kelebihan intensitas cahaya hingga mencapai 10.000 lux. Sebaliknya, ruang privat seperti kamar tidur dan kamar mandi mengalami defisit cahaya kritis dengan intensitas rata-rata konstan pada 2 sampai 3 lux, jauh di bawah standar minimal 50 lux, baik pada kondisi cerah maupun berawan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa desain bukaan dan orientasi bangunan kurang optimal dalam mendistribusikan cahaya ke area dalam. Penelitian ini berkontribusi dalam menunjukkan ketimpangan distribusi pencahayaan alami pada tipologi rumah modern minimalis tropis serta implikasinya terhadap strategi desain pasif.</p> Ricky Armawan Waruwu Suryaning Setyowati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 354 364 Greenery Teknologi: Miniatur Rumah T.22 Loteng Teknologi 3D Printing berbasis Mortar https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7180 <p>Berbasis Kepmen PUPR No.2947 Tahun 2024 dirancang prototipe Rumah T. 22 Loteng untuk diwujudkan menjadi maket 3D Printing Construction (3DPC) agregat mortar. Penelitian Design by Research ini sebagai kolaborasi dengan started-up Autoconz. Metode kerjanya, mengubah gambar virtual arsitektur menjadi komponen prototipe yang dicetak menyerupai material berlapis-lapis. Sekalipun teknologi 3DPC terbukti mereduksi beaya konstruksi untuk jumlah tertentu, mereduksi polutan karena kebutuhan bekisting dan limbah berkurang, serta mengurangi kecelakaan kerja, namun keterbatasan pengoperasian nozzle robot tidak mampu mewujudkan detail paras rumah. Untuk itu, dilakukan penyederhanaan desain. Hasil penelitian berupa maket ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan stakeholder program tiga juta rumah (Asta Cita).</p> Yuke Ardhiati Harry Mufrizon Salsaliya Albatani Hanum Fitria Safirah Tri Handayani Thamrin Riva Kusumawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 1757 1762 Implementasi Fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto Ngawi dengan Fokus Pencahayaan, Kebisingan, Suhu, dan Aksesibilitas untuk Meningkatkan Kenyamanan Pasien https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7216 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kriteria fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto sebagai respons terhadap perubahan regulasi terbaru terkait standar kelayakan ruang rawat inap. Penelitian difokuskan pada pencahayaan, kebisingan, suhu, tata ruang, dan aksesibilitas. Pengukuran lapangan menunjukkan variasi nilai pencahayaan antara 18-1328 lux, tingkat kebisingan 50,64-57,7 dB, serta suhu 29,6-30,7°C. Pada aspek pencahayaan, beberapa titik pengukuran masih berada di bawah standar, khususnya pada titik 3, 5, dan 7, sementara titik lainnya menunjukkan intensitas cahaya yang berlebih. Pada parameter kebisingan, sebagian besar titik masih berada dalam batas aman, namun pada titik 6 tercatat tingkat kebisingan melebihi ambang 55 dB sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pasien. Sementara itu, pada aspek suhu ruangan, kondisi panas ditemukan pada titik 4, 5, dan 6 yang melampaui batas kenyamanan termal ruang rawat inap. Dari aspek aksesibilitas, kondisi ruang rawat inap tergolong memadai, ditunjukkan oleh bukaan pintu yang lebar serta ketersediaan ramp yang mendukung mobilitas pengguna. Namun, dari aspek tata ruang masih ditemukan ketidaksesuaian, khususnya terkait pengaturan jarak minimal antar tempat tidur yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan KRIS. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian fasilitas Ruang Tulip telah mendekati standar KRIS, namun masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, terutama pada pencahayaan, kebisingan, suhu, dan tata ruang. Selain itu, keterbatasan anggaran, kondisi infrastruktur gedung lama, serta kurangnya optimalisasi sirkulasi udara menjadi kendala dalam penerapan KRIS secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa optimasi pencahayaan, peningkatan kualitas akustik, serta perbaikan sistem penghawaan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien.</p> Haniifah Muthi Rabbani S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 365 371 Pendekatan Arsitektur Kontemporer pada Desain Fasad Showroom "DesignHub" https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7217 <p>Fasad merupakan elemen penting dalam bangunan komersial karena perannya sebagai representasi visual yang membentuk identitas dan daya tarik bagi pengguna. Pada bangunan showroom komersial, fasad tidak hanya berfungsi sebagai pembatas dan pelindung bangunan, tetapi juga sebagai media komunikasi, pemasaran atau branding serta sarana untuk menampilkan karakter material yang dipamerkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur kontemporer pada desain fasad showroom DesignHub melalui proses perancangan berbasis eksplorasi desain. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan participatory. Observasi dilakukan untuk mengkaji kondisi eksisting, karakter tapak, serta kebutuhan fungsi bangunan sebagai showroom material kolaboratif. Sementara itu, metode participatory diterapkan dalam proses perancangan dengan melibatkan principal dan arsitek dalam eksplorasi ide, penyusunan beberapa alternatif desain fasad, hingga penentuan desain terpilih. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menilai kelebihan dan kekurangan setiap alternatif berdasarkan parameter arsitektur kontemporer, kualitas visual fasad, pertimbangan principal dan arsitek, serta kesesuaiannya dengan identitas showroom DesignHub. Hasil penelitian menunjukkan desain fasad dengan pendekatan arsitektur kontemporer dapat menghasilkan bentuk yang dinamis, komposisi dan ritme fasad yang ekspresif, serta kualitas visualnya yang mampu merepresentasikan identitas bangunan komersil yang dalam hal ini showroom material kolaboratif DesignHub. Dengan demikian, fasad tidak hanya difungsikan sebagai elemen pelindung saja tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan identitas dari suatu bangunan.</p> Bima Fatan Qinthara Fadhila Tri Nugrahaini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 372 381 Evaluasi Ruang Rawat Inap berdasarkan Prinsip Healing Environment RSI Fatimah Cilacap https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7218 <p>Ruang rawat inap merupakan area dengan aktivitas dan durasi penggunaan tinggi, sehingga kualitas lingkungan fisiknya penting dalam mendukung proses penyembuhan. Konsep healing environment dapat mempercepat pemulihan melalui dukungan psikologis dan fisiologis. Di Indonesia, penerapan konsep diatur dalam Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022, namun masih terdapat kesenjangan antara standar dan kondisi eksisting, terutama di ruang rawat inap kelas III rumah sakit tipe C. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kesesuaian desain berdasarkan integrasi prinsip healing environment dan standar teknis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-evaluatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap prinsip DuBose et al. (2018) dan Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya akses dan pemandangan alam yang memperoleh skor tertinggi (3). Aspek seperti pencahayaan, ventilasi, dan material berada pada skor sedang (2). Sementara tata letak, kebisingan, fasilitas tempat tidur, dan aksesibilitas kamar mandi termasuk skor rendah (1). sehingga diperlukan perbaikan desain untuk mengoptimalkan dukungan terhadap proses penyembuhan pasien.</p> Faishanida Atha Naila Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 382 391 Analisis Kesesuaian Tapak Gedung Kementerian ESDM terhadap Kriteria Appropriate Site Development Greenship New Building https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7219 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian tapak Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap kriteria Appropriate Site Development (ASD) dalam sistem penilaian Greenship New Building yang dikembangkan oleh Green building Council Indonesia (GBCI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kajian dokumen teknis, serta penilaian indikator ASD berdasarkan pembobotan dalam pedoman Greenship. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa kriteria telah memenuhi persyaratan, seperti pemilihan tapak, aksesibilitas komunitas, serta ketersediaan transportasi umum. Namun, masih terdapat kriteria yang belum terpenuhi secara optimal, terutama terkait prasyarat area dasar hijau, fasilitas bagi pengguna sepeda, pengelolaan lanskap tapak, dan manajemen limpasan air hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan luasan vegetasi, belum optimalnya fasilitas mobilitas berkelanjutan, rendahnya proporsi tanaman lokal, serta belum diterapkannya infrastruktur pengendalian air hujan. Secara keseluruhan, kategori ASD memperoleh 8 poin dari total 17 poin. Penelitian ini merekomendasikan penambahan vegetasi peneduh, peningkatan fasilitas sepeda, optimalisasi desain lanskap, serta penerapan infrastruktur hijau seperti sumur resapan, tangki penampung air hujan, dan bioswale untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan tapak Gedung ESDM.</p> Clara Desinta Putri Maharani Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 392 401 Kajian Jarak Nyaman antar Gender pada Akses Tangga berbasis Arsitektur Islam https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7220 <p>Akses tangga merupakan ruang sirkulasi vertikal yang memiliki intensitas pertemuan pengguna tinggi, terutama pada bangunan pendidikan. Dalam perancangannya, aspek ergonomi umumnya lebih diperhatikan dibandingkan aspek Kenyamanan sosial, khususnya yang berkaitan dengan jarak antar pengguna berbeda gender. Padahal, dalam konteks arsitektur Islam, ruang publik tidak hanya dituntut berfungsi secara fisik, tetapi juga menjaga etika, kesopanan, dan Kenyamanan interaksi antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jarak nyaman antar gender pada akses tangga bangunan dengan pendekatan arsitektur Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui kuesioner persepsi pengguna, yang didukung oleh analisis teori proxemics dan prinsip-prinsip arsitektur Islam. Penelitian dilakukan pada beberapa bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki intensitas penggunaan tangga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenyamanan pengguna tangga sangat dipengaruhi oleh lebar tangga dan sistem pergerakan, khususnya dalam kondisi pertemuan antar gender. Jarak yang terlalu dekat cenderung menimbulkan ketidaknyamanan psikologis, sedangkan lebar tangga yang lebih luas memungkinkan pengguna berada pada zona jarak personal hingga sosial yang lebih nyaman. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan tangga perlu mempertimbangkan tidak hanya dimensi fisik, tetapi juga aspek sosial dan etika ruang. Penelitian ini tidak menetapkan standar final, melainkan merumuskan dasar konseptual perancangan akses tangga yang mempertimbangkan jarak nyaman antar gender berbasis prinsip arsitektur Islam. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan awal bagi pengembangan desain tangga yang lebih nyaman, etis, dan kontekstual.</p> Alfian Aditiya Pratama Widyastuti Nurjayanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 402 408 Analisis Kualitas Pencahayaan Alami pada Perumahan Tamansari Cyber Tipe 75 menggunakan Simulasi DIALux https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7221 <p>Pencahayaan alami memiliki peran penting dalam hunian karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual penghuni dan efisiensi penggunaan energi. Rumah yang mampu memanfaatkan cahaya matahari secara optimal dapat mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan pada siang hari. Namun, pada kenyataannya, distribusi pencahayaan alami di dalam rumah sering kali tidak merata, yang dipengaruhi oleh orientasi bangunan, tata letak ruang, serta ukuran dan posisi bukaan. Penelitian ini dilakukan pada rumah tinggal Tipe 75 di Perumahan Tamansari Cyber, Kota Bogor, yang memiliki karakter hunian seragam dan berada di wilayah beriklim tropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pencahayaan alami pada setiap ruang serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan berdasarkan SNI 6179:2020. Analisis dilakukan melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan perangkat lunak DIALux, sehingga diperoleh data tingkat iluminansi cahaya (lux) secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami, sementara beberapa ruang lainnya masih berada di bawah standar atau mengalami kelebihan pencahayaan dengan nilai iluminansi tinggi. Perbedaan kualitas pencahayaan tersebut dipengaruhi oleh variasi orientasi bangunan, luas dan posisi bukaan, serta konfigurasi ruang terhadap arah datang cahaya matahari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe seragam serta menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan hunian yang lebih nyaman dan efisien secara energi.</p> Faris Alfatih Muhammad Siam Priyono Nugroho Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 409 418