Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
https://proceedings.ums.ac.id/siar
<p>Proceeding Title: <strong>Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur<br /></strong>Organizer: Program Studi Arsitektur, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1584067349" target="_blank" rel="noopener">2721-8686</a><br />INDEXED: <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27276" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></p> <p>SIAR atau yang lebih dikenal dengan <a href="https://siar.ums.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Seminar Ilmiah Arsitektur</a> adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p>Universitas Muhammadiyah Surakartaen-USProsiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur2721-8686Studi Akustik Ruang Kerja Rumah akibat Kebisingan Aktivitas Komersial
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7177
<p>Perkembangan sistem kerja fleksibel mendorong meningkatnya aktivitas bekerja dari rumah (Work From Home), sehingga kenyamanan akustik ruang kerja rumah menjadi faktor penting dalam mendukung konsentrasi dan produktivitas. Penelitian ini mengkaji kondisi kenyamanan akustik pada sebuah rumah tinggal di kawasan Tohudan, Colomadu, yang bersebelahan dengan kafe dan jalan lingkungan. Kedekatan tersebut menyebabkan ruang tidur yang dialihfungsikan menjadi ruang kerja mengalami gangguan kebisingan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan ruang kerja rumah dan mengevaluasi potensi pengendalian kebisingan berdasarkan data lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan simulatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi kondisi fisik bangunan, tata ruang, dan sumber kebisingan. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengukuran tingkat kebisingan menggunakan sound level meter pada kondisi akhir pekan dan hari kerja. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemodelan serta simulasi kebisingan. Simulasi pemetaan kebisingan dilakukan menggunakan NoiseTools.net untuk mengevaluasi perubahan tingkat kebisingan akibat penerapan elemen pengendalian kebisingan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ruang kerja dapat diturunkan hingga berada pada kisaran 22,5-26,5 dB(A), sehingga memenuhi standar kenyamanan akustik ruang kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis berbasis pengukuran lapangan dan simulasi dapat digunakan untuk mengevaluasi dan merumuskan upaya pengendalian kebisingan pada ruang kerja rumah tinggal tanpa memerlukan perubahan struktural yang signifikan.</p>Muhamad IhwaldiWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18112Optimalisasi Ruang Perpustakaan Desa Mangunsari, Sawangan, Magelang dengan Prinsip Ecodesign
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7178
<p>Kegiatan pengelolaan dan revitalisasi Perpustakaan Desa Mardining Sigit, Kelurahan Mangunsari, Keamatan Sawangan, Kabupaten Magelang merupakan bagian dari program KKN Tematik literasi yang dianisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada periode JuliaAgustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi ruang perpustakaan desa melalui strategi pendekatan ecodesign yaitu design for adaptability, design for life extension, dan material selection/substitution yang diwujudkan pada usaha optimalisasi ruang existing, perpanjangan usia pakai fasilitas dan koleksi, efisiensi sirkulasi ruang, serta peningkatan kualitas pengalaman pengguna. Strategi ecodesign diterapkan dalam rangkaian kegiatan revitalisasi yang meliputi penataan ulang layout perpustakaan desa, penyesuaian zonasi area baca dan belajar, pengecatan ulang ruang dan mural, pemilahan buku layak pakai, serta pengelompokan koleksi buku berdasarkan sistem katalogisasi Perpusnas. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif sederhana berupa hasil kuesioner persepsi pengguna dan pengelola Perpusdes Mardining Sigit sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan pengelolaan dan revitalisasi. Hasil pembahasan menunjukkan adanya perubahan positif pada persepsi kenyamanan, keteraturan ruang, dan kemudahan akses koleksi setelah revitalisasi. Artikel ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ecodesign dapat menjadi pendekatan efektif dalam revitalisasi perpustakaan desa berbasis pengelolaan ruang dan partisipasi Masyarakat.</p>Albynola Agis OktadioSilfia Mona Aryani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-181319Analisis Kenyamanan Termal Ruang Praktik Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMKN 2 Bogor
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7179
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada Ruang Praktik Konstruksi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Bogor dengan menganalisis kinerja termal yang terukur, kesesuaiannya dengan standar kenyamanan termal menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 03-6572-2001). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, meliputi pengukuran langsung terhadap suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin menggunakan environment multimeter di dalam ruang praktik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu udara di dalam ruang praktik berada pada rentang 27.2°C - 29.7°C, kelembaban relatif berkisar antara 72.6% - 85.7%, serta kecepatan angin rata-rata sangat rendah yaitu 0 m/s - 0.83 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa ruang praktik memiliki kondisi termal yang cenderung panas dengan kecepatan angin yang hampir tidak terasa, sehingga menimbulkan tingkat ketidaknyamanan bagi penggunanya. Perbandingan antara hasil pengukuran dan SNI mengonfirmasi bahwa ruang praktik belum memenuhi kriteria kenyamanan termal yang direkomendasikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurangnya pergerakan udara merupakan faktor utama penyebab ketidaknyamanan termal di ruang praktik. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan ventilasi alami melalui penambahan atau pembesaran bukaan, penataan ulang interior agar lebih mendukung aliran udara, serta penambahan sistem penghawaan mekanis untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar dalam konteks pendidikan vokasi.</p>Fadhila Khamistya WibawaSilfia Mona Aryani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-182028Evaluasi Efisiensi Ruang dan Pola Sirkulasi Kantor Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7181
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi ruang dan alur sirkulasi pada Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Boyolali sebagai fasilitas kerja publik yang berperan penting dalam kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat. Aspek kenyamanan yang dikaji meliputi pola sirkulasi pengguna, analisa tata ruang kantor, dan kesesuaian kebutuhan ruang berdasarkan acuan pedoman dari PUPR untuk pembangunan kantor pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis prinsip Space Syntax. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, bertanya dengan pegawai secara langsung, serta menganalisis menggunakan software DepthMapX untuk akurasi data mengenai kondisi kantor secara visual dan mendapat konfigurasi ruang. Hasil evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat kenyamanan serta kesesuaian luasan ruang bagi pegawai dan pengunjung dengan membandingkan pada standarisasi ukuran ruang dari pemerintah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa beberapa ruang kerja yang terdapat dalam kantor masih memiliki tata ruang yang kurang optimal serta kebutuhan ruang tiap pengguna yang masih belum sesuai pedoman aturan pembangunan kantor dinas, yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas pegawai kantor. Serta konfigurasi ruang dari prinsip Space Syntax yang ditemukan hasil angka yang tergolong pada kriteria cukup. Terkhusus pada pola sirkulasi gerak dan efisiensi ruang, penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan evaluasi purna huni bagi kantor pemerintah dan rekomendasi bagi pihak instansi untuk meningkatkan kualitas ruang kerja kantor sehingga memiliki lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan efisien pada Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali.</p>Fauzan Khusnazilan HarisNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-182939Evaluasi dan Strategi Peningkatan Kualitas Hunian di RTLH berbasis Fisika Bangunan dan Tata Ruang Berkelanjutan Desa Kemusu, Boyolali
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7182
<p>Kawasan sabuk hijau Dukuh Kedungsari, Desa Kemusu, Boyolali, yang menghadapi konflik tata ruang dan kebutuhan hunian layak. Hasil pengukuran fisika bangunan menunjukkan Predicted Mean Vote (PMV) rata-rata 2,30 dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) 87,4%, dengan pencahayaan 68-131 lux (<120 lux standar), ventilasi 0 m/s, serta suhu 30-33°C dan kelembapan 71% akibat udara stagnan. Strategi peningkatan hunian meliputi: (1) penambahan bukaan untuk pencahayaan 120-250 lux (SNI 03-6575-2001) dan ventilasi silang, (2) perbaikan material lokal (lantai tanah/plaster, atap genteng, dinding kayu rusak), (3) desain kearifan lokal guna capai PMV <1 dan PPD <10%, serta (4) relokasi sesuai Perda Boyolali 8/2019 sambil jaga sabuk hijau, didukung metode kualitatif-kuantitatif (wawancara, observasi, luxmeter, anemometer, thermohygrometer pada 5 sampel RTLH) selaras SDGs nomor 11 untuk kota dan pemukiman berkelanjutan serta aman.</p>Farkhah Azzahra RismawatiNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-184050Analisis Desain Modular dan Fleksibilitas Ruang Flat Jakarta Selatan: Uji Kesesuaian berdasarkan Parameter Jurnal
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7183
<p>Peningkatan kepadatan penduduk dan harga lahan di kawasan urban Menteng Atas, Jakarta Selatan, menuntut solusi hunian vertikal yang efisien. Unit flat dengan luasan terbatas seringkali gagal memenuhi kebutuhan fungsional bagi multi-keluarga dengan dinamika aktivitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis desain modular dan fleksibilitas ruang, guna memaksimalkan utilitas ruang pada hunian vertikal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-komparatif. dimana desain dikomparasi tingkat kesesuaiannya menggunakan parameter desain dari berbagai jurnal terkait modularitas dan ruang adaptif. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan sistem modular dan fleksibilitas ruang mampu mengubah fungsi ruang secara adaptif sesuai dengan parameter pengujian yang telah ditetapkan.</p>Wikrama Wardhana Eka Putra Jaya NagaraDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-185157Optimalisasi Pencahayaan Alami Rumah Sederhana Tipe 30 berbasis Arsitektur Bioklimatik
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7184
<p>Rumah adalah kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat beristirahat, serta tempat berlindung dari pengaruh lingkungan luar. Salah satu bentuk hunian penggunaan prototipe rumah sederhana tipe 30/72 yang disediakan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 2947/KPTS/M/2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Karanganyar (2023), persentase rumah tangga yang menempati rumah tinggal layak huni di wilayah Kabupaten Karanganyar tiap tahunya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah bertujuan untuk mengoptimalkan desain tipe rumah 30/72 yang mampu meningkatkan distribusi dan intensitas pencahayaan alami dapat mencapai tingkat kenyamanan pencahayaan sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan mixed methods dengan dominasi metode deskriptif kuantitatif melalui simulasi pencahayaan alami perangkat lunak Dialux Evo 13. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis tingkat pencahayaan alami pada rumah sederhana berdasarkan standar SNI serta mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip Natural Daylighting System dalam arsitektur bioklimatik. Selanjutnya desain rumah tipe 30/72 dengan pendekatan arsitektur bioklimatik prinsip Natural Daylighting System mampu meningkatkan kualitas pencahayaan alami secara signifikan. Penyesuaian ukuran dan posisi bukaan serta penerapan elemen pembayangan terbukti efektif dalam mengontrol intensitas dan distribusi cahaya alami, sehingga seluruh ruang hunian meliputi kamar tidur 1 dan 2, kamar mandi, serta ruang utama yang meliputi ruang tamu dan dapur memenuhi ketentuan tingkat pencahayaan minimum sesuai dengan SNI 03-6197-2000. Optimalisasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual penghuni, tetapi juga berpotensi mendukung efisiensi energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap pencahayaan buatan pada siang hari.</p>Qinthar Tangkas SamudraS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-185872Analisis Dampak Reduksi Spesifikasi Material Dinding terhadap Kualitas Fisik dan Kinerja Termal Rumah Subsidi di Karanganyar
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7185
<p>Tuntutan efisiensi biaya produksi (production cost) pada proyek perumahan subsidi seringkali mendorong pengembang melakukan reduksi spesifikasi material dan penyederhanaan metode konstruksi. Salah satu praktik dominan yang ditemukan adalah penghilangan lapisan plesteran pada dinding bata ringan (metode non-plester) dimana dinding langsung diaci. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari praktik tersebut terhadap kualitas fisik bangunan dan kenyamanan termal ruang. Penelitian menggunakan metode komparatif lapangan pada unit rumah subsidi tipe 30/60 di wilayah Kabupaten Karanganyar. Variabel yang diamati meliputi cacat fisik visual (kerataan dan keretakan) serta data iklim mikro ruang (suhu dan kelembapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi spesifikasi dinding berdampak negatif signifikan. Dinding tanpa plester menunjukkan kerentanan tinggi terhadap retak rambut (hairline cracks) akibat ketidakmampuan lapisan acian tipis menahan muai-susut, serta memiliki suhu permukaan dalam yang lebih tinggi hingga 3,3°C dibandingkan dinding standar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya menekan harga rumah subsidi berdampak pada penurunan durabilitas bangunan dan kenyamanan penghuni.</p>Ivan Mahsa Rasyid SantosaNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-187381Pengaruh Pendekatan Behavioral untuk Meningkatkan Kenyamanan Kerja pada Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7186
<p>Ruang kerja yang nyaman merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pegawai. Hal tersebut terkadang kurang diperhatikan. Salah satu kasus yang dirasakan pada Ruang Bidang Penataan Bangunan Kabupaten Banyumas kurang nyaman. Kondisi minim ruang gerak dan penataan barang kurang efisien, sehingga menimbulkan kesan sesak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi ruang Bidang Penataan Bangunan dengan melakukan perancangan ulang berdasarkan analisis kebutuhan serta aktivitas pengguna. Metode yang digunakan adalah metode behavioral, dengan pendekatan analisis aktivitas pengguna. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta beberapa pegawai untuk menggambarkan aktivitas keseharian mereka di dalam ruangan Bidang Penataan Bangunan dari awal masuk hingga pulang kerja, serta menjelaskan aktivitas yang dilakukan di setiap bagian ruangan. Selain itu, para reponden diminta menuliskan bagian ruangan yang menurut mereka nyaman dan tidak nyaman beserta alasannya. Responden dikelompokkan ke dalam tiga ketegori, yaitu rentang usia : 20-30 tahun, 30-40 tahun, dan 40-60 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kegiatan dan preferensi ruang dari seluruh kelompok usia relatif serupa, karena kesamaan jenis pekerjaan dan rutinitas harian. Mayoritas responden menyatakan ketidaknyamanan terhadap ruang pantry, ruang arsip, ruang admin, jalan masuk, dan ruang kantor, karena dianggap sempit, tidak tertata, dan kurang nyaman. Pernyataan ini menjadi dasar dalam merancang kembali ruang yang lebih ergonomis, efisien, dan mendukung kenyamanan kerja pegawai Bidang Penataan bangunan.</p>Salma Safira NurrohmahFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-188292Analisis Fungsi dan Efisiensi Ruang di Zona Kuning IGD RSUD Kanjuruhan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7187
<p>Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat aktivitas dan kompleksitas tinggi, sehingga membutuhkan penataan ruang yang efisien dan fungsional. Zona kuning berperan sebagai area observasi bagi pasien dengan tingkat kegawatan sedang yang memerlukan pemantauan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan efisiensi ruang pada zona kuning IGD RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, khususnya setelah dilakukan revisi tata ruang pada lantai 1. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis dokumen berupa gambar denah rencana serta observasi lapangan untuk mengkaji kesesuaian fungsi ruang, hubungan antar ruang, dan pola sirkulasi pasien serta tenaga medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penempatan zona kuning telah strategis karena berdekatan dengan ruang triase, ruang tindakan, dan nurse station. Namun demikian, masih ditemukan permasalahan berupa keterbatasan visibilitas perawat terhadap seluruh bed, sirkulasi yang berpotensi tumpang tindih, serta kondisi lingkungan fisik yang kurang optimal dari segi ventilasi dan kebisingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan tata letak, pengaturan sirkulasi satu arah, dan peningkatan kualitas lingkungan ruang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan kenyamanan pasien di zona kuning IGD.</p>Ajeng Aisyah Tyandira TamaraRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-189396Analisis Ruang Responsif Desain Spasial untuk Tindakan Medis Rumah Sakit Permata Blora
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7188
<p>Desain ruang rumah sakit memainkan peran penting dalam efektivitas tindakan medis dan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini berfokus pada analisis desain ruang di Rumah Sakit Permata Blora, yang mengalami tantangan signifikan terkait pemisahan area bersih dan kotor, serta alur kerja yang kurang efisien. Melalui pendekatan kualitatif yang mencakup observasi, studi pustaka, dan wawancara, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam desain ruang dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakoptimalan desain berdampak pada keterlambatan penanganan pasien dan peningkatan risiko infeksi. Selain itu, wawancara dengan tenaga medis mengungkapkan frustrasi terkait desain yang tidak mendukung interaksi yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi desain ruang yang responsif dan terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efisiensi pelayanan medis. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan standar desain ruang rumah sakit yang lebih baik, tidak hanya untuk Rumah Sakit Permata Blora, tetapi juga untuk institusi kesehatan lainnya.</p>Hana Wahyu FadhilaDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1897105Integrasi Ornamen dan Motif Kultural pada Masjid Hastana Keraton Kartasura
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7189
<p>Studi ini membahas bagaimana ornamen dan pola budaya dimasukkan ke dalam desain Masjid Hastana Keraton Kartasura, mencerminkan gabungan ajaran Islam dengan tradisi Jawa di bidang arsitektur. Pertimbangan utama muncul karena perlunya menyadari arti tersirat dari setiap elemen bangunan yang berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan rohani. Fokus penelitiannya ialah menjelaskan jenis hiasan dan corak lokal, menggali makna filosofi di baliknya, lalu mempertemukan temuan tersebut dengan ciri-ciri masjid khas Jawa lain, misalnya Masjid Al-Wustho Mangkunegaran. Analisis dilakukan secara kualitatif lewat cara deskriptif dan analitik, menggunakan pengamatan langsung di lokasi, catatan gambar, serta percakapan panjang bersama Bapak Surya Lismana, S.Pd. Di balik temboknya, sekitar 80 persen bagian masjid ternyata masih berasal dari zaman Mataram Islam, membentuk alunan rupa antara gaya Jawa - misalnya atap tumpang bertingkat tiga, tiang utama saka guru, hiasan tanaman - dan nilai estetika Islam soal ketunggalan, keseimbangan, serta pembersihan jiwa. Bukan cuma indah dipandang, ornamen di dalam bangunan ini justru menjadi cara menyampaikan ajaran agama lewat gambar, menguatkan ikatan rohani antara manusia dan Yang Maha Kuasa, sekalian menunjukkan paduan unik antara keislaman dan adat lokal Jawa.</p>Teja Khair Rio IriantoWidyastuti Nurjayanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18106112Strategi Penggunaan Material Bangunan di Wilayah Pesisir dan Dataran Tinggi Pekalongan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7190
<p>Kabupaten Pekalongan memiliki karakter wilayah pesisir dan dataran tinggi dengan kondisi iklim, topografi, dan tanah yang berbeda, sehingga memengaruhi kinerja material bangunan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan material bangunan sekolah di wilayah pesisir dan dataran tinggi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wilayah pesisir, kerusakan bangunan didominasi oleh penurunan kualitas material finishing seperti cat dinding, logam, dan kayu akibat kelembapan dan pengaruh udara laut. Sementara itu, pada wilayah dataran tinggi ditemukan permasalahan retak dinding pasangan bata, retak lantai beton akibat tanah geser, serta potensi gangguan pada pondasi akibat kondisi topografi dan risiko tanah longsor. Berdasarkan temuan tersebut, strategi penggunaan material bangunan sekolah perlu disesuaikan dengan karakter lingkungan masing-masing wilayah agar bangunan lebih tahan dan berkelanjutan.</p>Fauzan Luthfia NafsahRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18113121Analisis Hubungan Konfigurasi Ruang terhadap Pola Sirkulasi dan Interaksi Sosial Hunian Kos: Studi Kasus KL Live Kleco
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7191
<p>Laju urbanisasi yang tinggi menyebabkan pertumbuhan hunian kos di Kota Surakarta sehingga mendorong berkembangnya desain yang lebih berorientasi pada efisiensi ruang, sementara itu aspek sosial dan perilaku penghuni seringkali kurang diperhatikan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pola sirkulasi serta kualitas interaksi sosial di dalam hunian kos. Penelitian ini membahas hubungan antara konfigurasi ruang dengan pola sirkulasi dan interaksi sosial penghuni pada hunian kos, dengan studi kasus Kos KL Live Kleco di Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis space syntax untuk mengidentifikasi nilai integrasi, konektivitas, dan intelligibility ruang. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi denah bangunan, observasi, wawancara dengan arsitek dan penghuni. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang dengan nilai integrasi tinggi, seperti koridor utama, tidak selalu berfungsi sebagai pusat interaksi sosial. Sebaliknya, kamar kos dengan nilai konektivitas rendah cenderung bersifat individual dan mendukung privasi penghuni. Temuan ini menunjukkan bahwa konfigurasi ruang berpengaruh terhadap pola sirkulasi dan interaksi sosial di dalam hunian kos, namun pengaruh tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti visibilitas ruang dan jenis aktivitas penghuni.</p>Diyah Aryani NurhakimDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18122133Evaluasi Purna Huni Ruang Tunggu Klinik Polres Singkawang berbasis Kebutuhan Pengguna terhadap Kenyamanan dan Keamanan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7192
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan desain ruang tunggu Klinik Polres Singkawang untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna. Klinik yang beroperasi pada bangunan hasil alih fungsi belum memenuhi standar fasilitas kesehatan, sehingga menimbulkan masalah seperti kebocoran atap, lantai licin, ventilasi yang tidak memadai, dan penataan ruang tunggu yang menghambat alur pergerakan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Methods) dengan pendekatan Evaluasi purna huni yang berfokus pada kebutuhan pengguna melalui observasi, wawancara, pengukuran, dan studi literatur, mengacu pada standar serta literatur terkait fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan ruang tunggu belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Dari aspek fisik, sirkulasi udara dan ventilasi rendah, tata letak kursi tidak efektif, dan area disabilitas belum tersedia. Dari aspek psikologis, warna interior kurang menenangkan, serta fasilitas informasi dan antrean digital belum ada sehingga menimbulkan ketidakpastian waktu tunggu. Dari aspek keamanan, kondisi material bangunan berisiko, jalur sirkulasi terhambat, dan handrail belum tersedia. Rekomendasi meliputi peningkatan ventilasi, perbaikan material, penataan ulang ruang tunggu dengan jalur sirkulasi utama berhandrail, penyediaan kursi prioritas dan area ramah disabilitas, penerapan warna interior menenangkan, serta implementasi sistem antrean digital. Evaluasi Purna Huni ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan ruang tunggu secara keseluruhan.</p>Anisa Mufida ElvaWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18134149Persepsi Mahasiswa terhadap Desain Interior Kamar Kos terhadap Kenyamanan dan Produktivitas Aktivitas berdasarkan Post-Occupancy Evaluation (POE)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7193
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap desain interior kamar kos dalam mendukung kenyamanan dan produktivitas penghuni. Kamar kos sebagai hunian sewa bersifat multifungsi digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti belajar, beristirahat, dan bersantai, sehingga kualitas desain interior menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Post-Occupancy Evaluation (POE) dengan teknik observasi, studi literatur, dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian dilakukan pada beberapa kamar kos mahasiswa di wilayah Surakarta dan Sukoharjo, yaitu Kos Cermai, Kos Griya Putri Krisdival, Roses Kost Putri Eksklusif, Kos Djoeng Melati, dan Kos Akata, dengan melibatkan sepuluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kenyamanan interior kamar kos dipengaruhi oleh elemen desain utama, meliputi pencahayaan alami, ventilasi, kondisi suhu ruang, penataan furnitur, serta pemilihan warna interior. Desain interior yang mampu memberikan kenyamanan visual, termal, dan fungsional terbukti mendukung kualitas aktivitas belajar, istirahat, dan bersantai secara lebih optimal. Sebaliknya, keterbatasan bukaan, ventilasi yang kurang memadai, serta gangguan kebisingan berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas penghuni. Penelitian ini menegaskan pentingnya persepsi penghuni dalam menilai keberhasilan desain interior kamar kos serta relevansi pendekatan POE sebagai alat evaluasi hunian mahasiswa.</p>Marchel FatahillahQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18150162Optimalisasi Tata Letak Parkir Motor pada Gedung J dengan Pendekatan Ergonomic Parking
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7194
<p>Peningkatan aktivitas akademik di Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebabkan meningkatnya kebutuhan parkir sepeda motor di Gedung J. Kondisi eksisting menunjukkan keterbatasan kapasitas, ketidakteraturan pola parkir, serta sirkulasi kendaraan yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja tata letak parkir sepeda motor berdasarkan kapasitas, indeks parkir, dan sirkulasi, serta merumuskan optimalisasi tata letak dengan pendekatan ergonomic parking. Metode penelitian menggunakan research based design melalui observasi lapangan, analisis akumulasi parkir, volume kendaraan, tingkat turn over, dan indeks parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari Selasa dan Rabu nilai indeks parkir melebihi 100%, yang mengindikasikan terjadinya kelebihan kapasitas dan penggunaan jalur sirkulasi sebagai area parkir. Optimalisasi dilakukan melalui penataan ulang pola parkir dan penerapan lebar sirkulasi 2,5 meter dua arah. Desain rekomendasi mampu meningkatkan kapasitas parkir dari 894 menjadi 988 satuan ruang parkir atau sebesar 10,514% tanpa penambahan lahan. Optimalisasi ini menurunkan indeks parkir menjadi di bawah 100% serta meningkatkan kelancaran sirkulasi, keamanan, dan kenyamanan pengguna.</p>Dafa Abraham SantosaFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18163170Komparasi Model Tangga Spiral dan Tangga U Shape terhadap Kemudahan Transportasi Vertikal
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7195
<p>Tangga merupakan bagian penting dalam rumah tinggal bertingkat karena berfungsi sebagai jalur sirkulasi vertikal antar lantai. Tangga spiral sering digunakan karena efisien terhadap ruang dan memiliki nilai estetika tinggi, namun bentuknya yang melingkar menimbulkan masalah saat digunakan untuk membawa barang ke lantai atas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua model tangga, yaitu tangga spiral dan tangga U shape, dalam hal kemudahan transportasi vertikal terutama saat aktivitas pemindahan barang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-komparatif berbasis simulasi tiga dimensi 3D dengan pendekatan analisis visual terhadap pergerakan barang di masing-masing model tangga. Data penelitian diambil dari rumah tinggal dua lantai di Jl. Nusupan No.8A, Bedog, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangga spiral memiliki keterbatasan fungsional karena radius putar yang sempit dan pijakan yang kecil, sehingga hanya memungkinkan pemindahan barang kecil. Sebaliknya, tangga U shape dengan kemiringan 35° dan bordes tengah selebar 120 cm menunjukkan efisiensi dan kenyamanan yang lebih baik karena ruang rotasi barang lebih luas. Kedua model tangga masih memenuhi ketentuan SNI 03-1746-2000, namun tangga U shape dinilai lebih ergonomis dan aman untuk aktivitas pemindahan barang di rumah tinggal bertingkat.</p>Rizky Wahyu UtomoI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18171182Analisis Kinerja Pencahayaan Buatan Ruangan Kamar Kos Putra Shabaab menggunakan DIALux Evo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7196
<p>Pencahayaan buatan memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan visual dan aktivitas penghuni pada bangunan hunian, termasuk kamar kos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pencahayaan buatan pada Kamar Kos Putra Shabaab dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux evo. Simulasi dilakukan pada ruang tidur dan kamar mandi pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 12.00 dan 18.00, dengan dua kondisi cuaca berbeda, yakni cerah dan berawan. Parameter yang dianalisis meliputi tingkat iluminansi dan distribusi pencahayaan di dalam ruang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai iluminansi pada seluruh ruang telah memenuhi dan melampaui standar minimum SNI, yaitu 50 lux untuk ruang tidur dan 100 lux untuk kamar mandi. Distribusi pencahayaan juga relatif merata tanpa menimbulkan silau berlebih atau area gelap yang signifikan. Perbedaan kondisi cuaca tidak memberikan pengaruh berarti terhadap kinerja pencahayaan ruang, karena sistem pencahayaan buatan mampu mengompensasi variasi pencahayaan alami. Dengan demikian, sistem pencahayaan yang diterapkan dinilai efektif, nyaman, serta berpotensi mendukung efisiensi energi.</p>Sonny Qurniawan PratamaS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18183190Evaluasi Penerapan Sistem Sanitasi dan Ventilasi dalam Desain Klinik di Mijen, Semarang untuk Menjamin Keamanan dan Kesehatan Pengguna
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7197
<p>Sebagai bagian penelitian kesehatan, setiap klinik wajib untuk menerapkan standar teknis sistem sanitasi dan ventilasi, demi menjamin keselamatan pasien, tenaga medis dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan sistem sanitasi dan ventilasi pada rancangan Klinik Rahma Medika di Mijen, Semarang, sebagai bagian dari layanan kesehatan primer untuk menjamin keselamatan pasien, melindungi tenaga medis, dan menjaga mutu lingkungan. Kajian dilakukan secara deskriptif-evaluatif dengan pendekatan kualitatif melalui telaah gambar kerja, wawancara perancang, dan studi pustaka. Acuan regulasi meliputi Permenkes No. 9/2014, Permenkes No. 7/2019, Pedoman PPI Fasyankes (2017), SNI 6572:2024, serta Peraturan LHK No. 11/2025. Hasil analisis menunjukkan seluruh ruang tindakan, pemeriksaan, dan sterilisasi 100% belum memiliki sistem exhaust fan, lebih dari 70% ruang pelayanan belum dilengkapi wastafel, dan sistem pengolahan limbah cair belum dirancang melalui IPAL mini sesuai standar teknis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko infeksi silang, menurunkan mutu udara, dan mencemari lingkungan. Penelitian merekomendasikan penerapan ventilasi mekanis sesuai standar Air Changes per Hour (ACH), penambahan wastafel di setiap ruang pelayanan, serta perencanaan IPAL mini terintegrasi guna mewujudkan rancangan klinik berprinsip sehat, aman, dan berkelanjutan.</p>Alief Cahyo Putra AmienS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18191201Analisis Fasad Sirip Vertikal dan Curtain Wall terhadap Radiasi Matahari Pagi (Studi Kasus: Showroom Medis Onemed Healthcare Office Tower Surabaya)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7198
<p>Penelitian ini mengevaluasi efektivitas fasad yang menggabungkan curtain wall dan sirip vertikal dalam mengatur radiasi matahari pagi serta pengaruhnya terhadap pencahayaan alami di Showroom Onemed Healthcare Office Tower, Surabaya. Metode yang diterapkan adalah simulasi kuantitatif menggunakan perangkat lunak DIALux evo 13.2 untuk memodelkan kondisi eksisting pada pukul 08.00, 09.00, dan 10.00 WIB. Hasil simulasi menunjukkan tingkat pencahayaan alami yang secara konsisten melampaui standar 100 lux sesuai SNI Permenkes No. 40 Tahun 2022, dengan nilai berturut-turut 1026 lux, 1087 lux, dan 858 lux. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan visual serta mempengaruhi produk medis yang sensitif terhadap cahaya berlebih. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan strategi penyesuaian orientasi sudut hadap sirip vertikal. Setelah disimulasikan ulang, intensitas cahaya menurun menjadi 890 lux, 961 lux, dan 803 lux. Hasil ini menunjukkan peningkatan efektivitas elemen pelindung dalam menahan sinar langsung, meskipun nilai akhir yang diperoleh masih berada di atas ambang batas standar yang berlaku. Disimpulkan bahwa optimasi geometri sirip vertikal dapat meningkatkan kinerja fasad, namun diperlukan strategi tambahan untuk sepenuhnya memenuhi persyaratan pencahayaan ruang showroom alat medis.</p>Yogie Setya AditamaErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18202211Integrasi Prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam Evaluasi Orientasi Ruang Renovasi Rumah Tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7199
<p>Penelitian ini membahas integrasi prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam evaluasi orientasi ruang pada renovasi rumah tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan. Integrasi dalam penelitian ini tidak dimaknai sebagai penyatuan konsep normatif, melainkan sebagai proses analisis spasial paralel yang menggunakan variabel yang sama untuk membaca kualitas orientasi ruang berdasarkan kedua pendekatan tersebut. Fokus penelitian meliputi orientasi ruang, pola sirkulasi, pembagian zonasi, keberadaan ruang transisi, serta orientasi elemen interior. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan secara terpisah berdasarkan prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami, kemudian hasilnya disintesiskan melalui tabel evaluasi integratif untuk mengidentifikasi aspek yang memenuhi kedua prinsip, memenuhi salah satu, atau tidak memenuhi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting rumah tinggal belum sepenuhnya memenuhi kedua pendekatan, terutama pada orientasi ruang dan pola sirkulasi, pembagian zonasi public, semi privat, dan privat, keberadaan ruang transisi, serta orientasi kloset. Namun demikian, terdapat elemen yang telah sesuai dengan kedua prinsip, seperti posisi kasur, sehingga tidak seluruh elemen ruang memerlukan perubahan desain. Berdasarkan sintesis hasil analisis, penelitian ini merumuskan tiga prinsip integratif sebagai temuan utama, yaitu keteraturan ruang, transisi spasial, dan kontrol orientasi. Ketiga prinsip tersebut merepresentasikan titik temu antara Fengshui dan Arsitektur Islami dalam konteks renovasi hunian dan digunakan sebagai dasar perumusan rekomendasi desain. Penelitian ini menunjukkan bahwa Fengshui dan Arsitektur Islami dapat diintegrasikan secara bersamaan sebagai kerangka evaluasi orientasi ruang untuk menghasilkan hunian yang lebih tertata, nyaman, dan selaras dengan nilai fungsional serta spiritual penghuni.</p>Siti Nurafnih RahmaWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18212211Optimalisasi Pencahayaan melalui Otomatisasi Sistem Tirai pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7200
<p>Penelitian ini dilaksanakan pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang yang masih berada dalam tahap pembangunan. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan distribusi cahaya yang tidak merata, khususnya pada area dekat jendela dengan intensitas cahaya berlebihan (850-925 lux) serta penggunaan pencahayaan buatan yang berlangsung secara terus-menerus akibat sistem pengendalian tirai yang masih bersifat manual. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan visual dan efisiensi energi Kamar Deluxe. Penelitian ini bertujuan untuk mengotomatisasi sistem tirai manual menjadi sistem otomatis berbasis sensor cahaya menggunakan Arduino Uno R3 sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan simulasi DIALux Evo dimanfaatkan untuk menentukan batas iluminansi ideal (set-point) sesuai standar SNI 6197:2020. Nilai set-point ini digunakan sebagai parameter kendali dalam pemrograman Arduino, yang menentukan kondisi kapan tirai harus menutup atau terbuka secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang terdeteksi sensor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem otomatis tirai yang dirancang berpotensi mengurangi area yang memiliki cahaya berlebihan, menciptakan distribusi cahaya yang merata dengan iluminansi sesuai SNI 6197:2020. Respons sistem yang cepat (10 detik) dan implementasi dengan komponen ekonomis membuat teknologi ini praktis untuk diterapkan pada hotel modern. Sistem ini berpotensi meningkatkan kenyamanan visual pengguna serta mengoptimalkan pemanfaatan cahaya alami secara berkelanjutan.</p>Irbah Rakha Citra TsaniS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18212221Optimalisasi Pencahayaan Buatan pada Kamar Standar Hotel Artotel Magelang menggunakan DIALux
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7201
<p>Pencahayaan buatan berperan penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada kamar hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem pencahayaan buatan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang berdasarkan SNI 6197:2011 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi digital melalui perangkat lunak DIALux. Data diperoleh melalui observasi kondisi eksisting ruang yang meliputi dimensi ruang, spesifikasi lampu, material interior, dan tata letak furnitur. Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang melebihi standar SNI 6197:2011, khususnya pada area tidur dan kamar mandi yang mencapai sekitar 500 lux. Meskipun tingkat iluminasi tinggi, kualitas pencahayaan belum optimal akibat distribusi cahaya yang tidak merata, potensi silau, serta adanya area dengan pencahayaan berlebih sehingga kenyamanan visual ruang belum tercapai sesuai fungsi kamar hotel. Optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian jumlah dan tata letak lampu, pemilihan lampu LED yang lebih efisien, serta pengendalian cahaya alami sehingga menghasilkan tingkat iluminasi sesuai standar dan distribusi cahaya yang lebih merata.</p>Esti SeptianaS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18222232Peran Biophilic Design pada Laluna Café dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja pada Lingkungan Perkotaan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7202
<p>Peningkatan angka stres dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam lingkungan urban yang semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Biophilic design pada café untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Penggunaan elemen alami dalam desain café diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan psikologis dan mengurangi stres. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi melalui survei yang disebar kepada remaja yang mengunjungi café dengan desain biophilic untuk mengukur dampaknya terhadap Kesehatan mental mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi elemen alam dengan kesejahteraan emosional remaja. Analisis data mengungkap bahwa kehadiran vegetasi dalam ruang dan pencahayaan alami memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang menjadi sarana pemulihan stres bagi remaja di perkotaan.</p>Berlian Putri SalsabilaS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18233241Pemanfaatan Limbah Tailing sebagai Material Modul Atap pada Museum Freeport Tahap 2
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7203
<p>PT Freeport Indonesia menghasilkan limbah tailing dalam jumlah sangat besar yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan inovatif yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah tailing sebagai material arsitektur pada desain modul atap Museum Freeport Tahap 2 di kawasan MP-21, Mimika, Papua Tengah. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi, wawancara, serta testing desain material dan desain modular atap. Pengujian material dilakukan pada tiga jenis panel berbasis tailing untuk mengevaluasi karakteristik fisik, performa struktural, dan kemudahan konstruksi. Sementara itu, pengujian desain dilakukan pada susunan modul atap yang menerjemahkan indikator kontekstual lokal rumah adat Honai, desain pasif, dan modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel aluminium dengan concrete tailing coating memiliki performa paling optimal karena ringan, stabil, dan mudah diaplikasikan. Selain itu, susunan modul atap tidak rapat dengan pola acak terkontrol dinilai paling sesuai karena mampu menyeimbangkan nilai kontekstual rumah adat Honai, desain pasif, dan efisiensi sistem modular. Penelitian ini menegaskan bahwa limbah tailing dapat diolah menjadi material arsitektur yang bernilai guna serta berperan sebagai representasi simbolis komitmen keberlanjutan PT Freeport Indonesia.</p>Jihan NabilaWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18242254Adaptasi Tata Ruang dan Sirkulasi dalam Desain Pesantren Modern di Lahan Terbatas
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7204
<p>Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pengembangan pesantren modern yang membutuhkan ruang pendidikan, hunian, dan aktivitas keagamaan secara terpadu. Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa di Cikarang, Kabupaten Bekasi, direncanakan pada lahan terbatas sehingga pengembangan tata ruang secara horizontal tidak mampu mengakomodasi kebutuhan ruang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi tata ruang pesantren modern pada lahan terbatas melalui pendekatan desain, dengan meninjau karakter tata ruang pesantren, tipologi pesantren, serta standar perancangan bangunan pendidikan dan asrama. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, studi standar perancangan, dan analisis desain eksisting Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang pesantren merupakan sistem spasial terpadu dengan masjid sebagai pusat orientasi utama yang membentuk pola sirkulasi dan aktivitas santri, baik pada pesantren tradisional maupun modern. Pendekatan vertikal direkomendasikan sebagai strategi pengembangan pesantren modern di lahan terbatas dengan menciptakan ruang-ruang yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Pesantren vertikal menuntut pengaturan zonasi yang jelas dan hierarkis sebagai respons terhadap keterbatasan lahan. Masjid, sebagai pusat kegiatan pesantren, ditempatkan pada lantai bawah pada zona semi-publik untuk kemudahan akses internal dan eksternal. Masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan santri maupun kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, zona pendidikan ditempatkan pada lantai menengah, dan zona hunian santri pada lantai atas untuk menjaga privasi dan keteraturan aktivitas santri.</p>Rozak Akram NovandraYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18255263Evaluasi Jalur Evakuasi Rumah Sakit Permata Bunda Mengacu NFPA 101 berbasis BIM
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7205
<p>Jalur evakuasi merupakan elemen keselamatan penting pada bangunan rumah sakit yang memiliki aktivitas tinggi serta pengguna dengan tingkat mobilitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalur evakuasi kebakaran pada Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi melalui pendekatan Building Information Modeling (BIM) menggunakan fitur Path of Travel. Analisis dilakukan terhadap 171 ruang dengan menghitung jarak tempuh lintasan evakuasi aktual menuju akses evakuasi terdekat berdasarkan konfigurasi spasial bangunan. Evaluasi kinerja jalur evakuasi mengacu pada batas jarak tempuh maksimum 200 ft (±61 m) untuk bangunan fasilitas kesehatan tanpa sprinkler sesuai International Building Code (IBC) dan prinsip jalur evakuasi sesuai ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 101. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jarak tempuh yang signifikan antar ruang serta ketergantungan jalur evakuasi lantai dua terhadap satu tangga darurat. Selain itu, distribusi titik kumpul yang belum merata turut memengaruhi keterjangkauan jalur evakuasi bagi beberapa ruang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja jalur evakuasi tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan jalur keluar, tetapi juga oleh konfigurasi ruang, ketersediaan alternatif lintasan, dan keterpaduan jalur menuju titik kumpul, yang tercermin dari sebanyak 43,86% ruang dengan jarak tempuh evakuasi melebihi 200 ft (±61 m). Penelitian ini menegaskan peran BIM sebagai alat evaluasi spasial yang efektif untuk mengidentifikasi potensi risiko evakuasi dan memberikan dasar perumusan rekomendasi peningkatan keselamatan pada bangunan rumah sakit.</p>Dimas Prima Galih PamungkasQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18264273Evaluasi Aksesibilitas dan Kenyamanan Halte dan JPO di Kawasan Roxy, Jakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7206
<p>Halte dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) merupakan fasilitas publik yang mendukung mobilitas perkotaan. Halte berfungsi sebagai tempat naik–turun dan menunggu transportasi umum agar penumpang lebih aman dan nyaman sedangkan JPO berfungsi sebagai jalur penyeberangan pejalan kaki di atas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menghubungkan jaringan trotoar dengan titik-titik penting seperti halte atau simpul transportasi lainnya. Begitu pula dengan halte dan JPO Roxy dimana kedua fasilitas tersebut merupakan salah satu fasilitas umum yang penting dalam system transportasi dan infrastruktur pejalan kaki. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi halte dan JPO Roxy berdasarkan standar nasional yang sudah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-deskriptif dan evaluatif meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan studi banding dengan halte dan JPO lain. Hasil penelitian mengungkapkan kendala sirkulasi pejalan kaki, aksesibilitas yang tidak memadai khususnya bagi penyandang disabilitas, serta kebutuhan peningkatan kapasitas halte. Kontribusi penelitian ini berupa arahan desain baru yang inklusif dan aman, mengedepankan prinsip arsitektur hijau dan adaptif terhadap tren kebutuhan pengguna transportasi perkotaan.</p>Rafif Surya WijayaQ QomarunYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18274281Pola Ornamentasi Geometri: Identitas Visual Revitalisasi Gedung SMP Putri Ulil Albab Karanganyar
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7207
<p>Geometri dalam arsitektur Islam tidak hanya berperan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan identitas visual pada revitalisasi Gedung Asrama Putri SMP IT Tahfidzul Quran Ulil Albab Karanganyar sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu. Kajian ini menggunakan teori ornamentasi geometri Islam sebagai bahasa visual arsitektur yang merepresentasikan konsep Tauhid, keteraturan, dan keseimbangan, dengan merujuk pada literatur seni dan arsitektur Islam serta studi preseden penerapan pola geometri pada bangunan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penggalian data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi kondisi eksisting bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola ornamentasi geometri Islami pada elemen fasad, koridor, secondary skin, dan kaligrafi Kufi geometris mampu memperkuat karakter visual bangunan sekaligus menciptakan suasana ruang yang tenang dan kondusif bagi aktivitas belajar serta hafalan Al-Qur’an. Pemilihan material kayu dan beton mendukung keseimbangan antara nilai estetika, kekuatan struktural, dan makna simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ornamentasi geometri Islami secara kontekstual dan fungsional dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan pendidikan Islam untuk memperkuat identitas, fungsi, dan nilai spiritual ruang.</p>Indah TriantiFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18282290Evaluasi Connectivity, Integration, Intelligibility pada Desain Rumah Tinggal Pak Aji Pati berbasis Space Syntax
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7208
<p>Penelitian ini menganalisis aksesibilitas ruang melalui perbandingan denah lama dan denah baru pada Rumah Tinggal Pak Aji dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Tujuan penelitian adalah mengukur dan membandingkan performa spasial kedua konfigurasi ruang berdasarkan metrik Connectivity, Integration, dan Intelligibility guna menilai keterhubungan, keterjangkauan, dan keterbacaan ruang. Metode yang digunakan bersifat komparatif-kuantitatif dengan studi kasus, memanfaatkan perangkat lunak DepthmapX v.0.8.0 untuk menghasilkan peta visibilitas dan nilai sintaktik tiap ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa denah baru memiliki distribusi konektivitas dan integrasi yang lebih merata, khususnya pada ruang publik dan semi-publik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan, sehingga mendukung pola sirkulasi yang lebih fleksibel. Nilai Intelligibility pada kedua denah tergolong sangat tinggi, dengan nilai R = 0,930 pada denah lama dan R = 0,927 pada denah baru, yang menandakan bahwa revisi desain tidak menurunkan keterbacaan struktur ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Space Syntax efektif sebagai alat evaluasi objektif dalam pengambilan keputusan desain rumah tinggal, khususnya untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa mengorbankan kejelasan spasial.</p>Ahsan Hafizh Al GhifariQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18291298Optimalisasi Pencahayaan terhadap Kondisi Kenyamanan Thermal pada Bangunan DPUPR Boyolali
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7209
<p>Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang untuk menunjang kenyamanan pengguna dengan adanya strategi desain pada bangunan DPUPR Boyolali terdapat beberapa jendela kaca dan fasad pada sumber dari pencahayaan alami pada lantai 1 dan 2 yang dimana bangunan ini termasuk kantor dengan pencahayaan buatan sebesar 300 watt.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas Cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan DPUPR Boyolali dengan standar SNI yang sudah ditentukan.Metode penelitian ini menggunakan metode Simulasi Pencahayaan,yang Dimana simulasi pada optimalisasi pencahayaan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi software Dialux Evo 13.0 yang bisa menunjukan hasil penelitian pada saat melakukan survei untuk memasukan hasil simulasi data Lux ke aplikasi software Dialux Evo 13.0.Recomendasi optimalisasi pencahayaan pada Bangunan DPUPR Boyolali menerapkan penambahan secondary skin serta simulasi jendela kaca pada beberapa ruang sebagai upaya pengoptimalan pencahayaan alami yang dapat dilakukan untuk membandingkan hasil simulasi pencahayaan pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Selain itu, penyesuaian pada beberapa ruang bertujuan untuk mengendalikan intensitas cahaya yang masuk ke dalam bangunan, meningkatkan distribusi pencahayaan alami, serta menyesuaikan kondisi pencahayaan pada ruang-ruang yang belum memenuhi tingkat kenyamanan visual sesuai dengan standar yang berlaku.</p>Ahmad Faiq Nabil Yafi BakriFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18299309Optimalisasi Pencahayaan Alami GOR Kampus 2 UMS melalui Pendekatan Green Building
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7210
<p>Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip green building pada fasad Gedung Olahraga (GOR) Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Berdasarkan aspek Green Building, efesiensi energi dan kenyamanan termal di iklim tropis guna berkontribusi meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Latar belakang membahas bahwa pembangunan gedung memerlukan prinsip bangunan hijau, agar dapat mengurangi efek buruk terhadap penggunaan energi , kualitas udara, dan ekosistem, dan dapat memenuhi kriteria Greenship. Metode Design-Based Research (DBR) Diterapkan melalui analis Dialux Evo untuk mengetahui pencahayaan pada GOR apakah sesuai dengan standar SNI, Penelitian ini bertahap dari uji simulasi eksisting hingga perbandingan terhadap desain fasad baru, Temuan diambil dari data Permenpora Nomor 0445 Tahun 2014. bahwa pencahayaan pada bangunan GOR pada arena lapangan untuk aktivitas pertandingan memerlukan penerangan 300 – 600 lux. Hasil menunjukan bahwa penerapan fasad yang baru memberikan penerangan yang optimal sesuai standar Permenpora, desain yang diterapkan memberikan solusi dari aspek pencahayaan dan penghawaan, hal ini memberikan kontribusi untuk menciptakan bangunan berkelanjutan. Kesimpulan Desain prototipe yang disimulasikan di software Dialux berhasil menyelesaikan permasalahan yang diangkat, yaitu pencahayaan yang berlebih, yang dapat memberikan kenyamanan terhadap pengguna. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran fasad yang optimal terhadap bangunan GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p>Satria Sabilil Haq BaladyFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18310318Analisis Ergonomi Bangunan dan Tata Ruang Glamping Yogyakarta berdasarkan Antropometri Pengguna
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7211
<p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tata ruang untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung di Glamping. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh temuan bahwa adanya ketidaksesuaian antara dimensi ruang glamping dan tata ruang dengan data antropometri. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah masalah,seperti postur tubuh yang tidak nyaman saat melakukan aktivitas didalam glamping, dan resiko cedera. Selain itu, glampimg yang tidak dirancang dengan memperhatikan prinsip ergonomi dapat mengurangi efisiensi ruang gerak dan kenyamanan bagi penggunanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk menganalisis data antropometri pengunjung Glamping serta membandingkan dengan standar dimensi dan teori dalam perancangan Glamping yang diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain awal pada perancangan Glamping masih memiliki beberapa kekurangan seperti tinggi mati bangunan, dimensi furniture yang belum sesuai, dan tata ruang yang kurang maksimal.</p>Tegar Satria DewantaraFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18319326Desain Adaptif Gedung Olahraga untuk Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Buatan melalui Simulasi DIALux (Studi Kasus: Gedung Olahraga UMS)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7212
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pencahayaan di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan menggunakan perangkat lunak Dialux Evo. GOR UMS adalah fasilitas multifungsi yang digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan non-olahraga, sehingga memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa area, seperti Ruang Ganti, Supermarket, dan Area Pertandingan, telah memenuhi standar pencahayaan yang ditetapkan oleh SNI. Meskipun demikian, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa jumlah lampu existing di beberapa ruang masih kurang dibandingkan dengan rekomendasi simulasi, serta jarak antar lampu yang ada tidak seimbang. Data dari kuesioner pengguna juga menunjukkan adanya masalah glare dan ketidaknyamanan dalam pencahayaan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah lampu, penyesuaian jarak lampu, serta penggunaan lampu dengan watt dan lumen yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan visual. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan GOR UMS dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh pengguna.</p>Sabilul Arkan SusiiloFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18327334Studi Penyebaran Pengunjung dan Konfigurasi Ruang The Hallway Space, Bandung dengan Metode Space Syntax
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7213
<p>Re-branding pasar tradisional di kota-kota besar Indonesia, menjadi cara untuk tetap menarik minat generasi muda. Salah satu contoh transformasi tersebut adalah The Hallway Space di Bandung. Ruang ini berfungsi tidak hanya digunakan sebagai area komersial, tetapi juga sebagai ruang bersosialisasi. Namun, ditemukan permasalahan berupa penyebaran pengunjung yang tidak merata serta hasil konfigurasi ruang dalam analisis Space Syntax dan observasi langsung yang tidak sepenuhnya sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran pengunjung dan konfigurasi ruang di The Hallway Space serta merumuskan rekomendasi desain layout dan sirkulasi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode Space Syntax melalui Visual Graphic Analysis (VGA) dan Human Mapping untuk membandingkan hasil simulasi spasial dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan jalur sirkulasi yang tidak seimbang, dimana akses utama lebih dominan dibandingkan akses sekunder. Analisis Space Syntax juga menunjukkan area retail yang kurang terjangkau, menandakan konfigurasi ruang belum optimal. Rekomendasi desain difokuskan pada penataan ulang layout ruang, peningkatan keterbacaan zonasi melalui kode warna, serta penambahan elemen orientasi visual untuk mendukung sirkulasi pengunjung lebih optimal.</p>Naila Zahwa NuwayyarYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18335344Evaluasi Adaptasi Ruang Rumah Tinggal sebagai Fasilitas PAUD KB/TK Kartini Kids Surakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7214
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian adaptasi bangunan rumah tinggal satu lantai yang dimanfaatkan sebagai fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada KB/TK Kartini Kids di Kota Surakarta. Adaptasi rumah tinggal menjadi bangunan pendidikan terjadi sebagai respons terhadap keterbatasan waktu, biaya, dan ketersediaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara untuk mengkaji kondisi eksisting serta proses adaptasi ruang, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kesesuaian sarana dan prasarana secara objektif. Metode Evaluasi Pasca Huni (EPH) diterapkan sebagai kerangka analisis untuk menilai kinerja ruang berdasarkan kondisi fisik bangunan dan pengalaman pengguna. Evaluasi mengacu pada Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 melalui 12 kualifikasi standar sarana dan prasarana PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 dari 12 indikator dinyatakan sesuai, sementara 2 indikator belum memenuhi standar secara optimal. Secara kuantitatif, tingkat kesesuaian adaptasi ruang mencapai 83,33% dan termasuk dalam kategori berhasil mengadaptasikan fungsi PAUD. Namun, masih diperlukannya penyesuaian ruang yang lebih terencana agar lingkungan belajar dapat mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal dan sesuai standar yang berlaku.</p>Muhammad Zhafif Raissa DeanQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18345353Karakteristik Pencahayaan Alami pada Bangunan Bergaya Arsitektur Modern Minimalis menggunakan Simulasi DIALux di Sukoharjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7215
<p>Pencahayaan alami merupakan elemen vital dalam menunjang kenyamanan visual dan kesehatan penghuni rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja distribusi pencahayaan alami pada sebuah rumah tinggal di Perumahan Jati, Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil simulasi kemudian dikomparasi dengan standar SNI 6197:2020. Temuan penelitian menunjukkan adanya ketimpangan distribusi cahaya yang signifikan di dalam bangunan. Area publik yang dekat dengan bukaan, seperti ruang makan dan teras, mengalami kelebihan intensitas cahaya hingga mencapai 10.000 lux. Sebaliknya, ruang privat seperti kamar tidur dan kamar mandi mengalami defisit cahaya kritis dengan intensitas rata-rata konstan pada 2 sampai 3 lux, jauh di bawah standar minimal 50 lux, baik pada kondisi cerah maupun berawan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa desain bukaan dan orientasi bangunan kurang optimal dalam mendistribusikan cahaya ke area dalam. Penelitian ini berkontribusi dalam menunjukkan ketimpangan distribusi pencahayaan alami pada tipologi rumah modern minimalis tropis serta implikasinya terhadap strategi desain pasif.</p>Ricky Armawan WaruwuSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18354364Implementasi Fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto Ngawi dengan Fokus Pencahayaan, Kebisingan, Suhu, dan Aksesibilitas untuk Meningkatkan Kenyamanan Pasien
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7216
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kriteria fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto sebagai respons terhadap perubahan regulasi terbaru terkait standar kelayakan ruang rawat inap. Penelitian difokuskan pada pencahayaan, kebisingan, suhu, tata ruang, dan aksesibilitas. Pengukuran lapangan menunjukkan variasi nilai pencahayaan antara 18-1328 lux, tingkat kebisingan 50,64-57,7 dB, serta suhu 29,6-30,7°C. Pada aspek pencahayaan, beberapa titik pengukuran masih berada di bawah standar, khususnya pada titik 3, 5, dan 7, sementara titik lainnya menunjukkan intensitas cahaya yang berlebih. Pada parameter kebisingan, sebagian besar titik masih berada dalam batas aman, namun pada titik 6 tercatat tingkat kebisingan melebihi ambang 55 dB sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pasien. Sementara itu, pada aspek suhu ruangan, kondisi panas ditemukan pada titik 4, 5, dan 6 yang melampaui batas kenyamanan termal ruang rawat inap. Dari aspek aksesibilitas, kondisi ruang rawat inap tergolong memadai, ditunjukkan oleh bukaan pintu yang lebar serta ketersediaan ramp yang mendukung mobilitas pengguna. Namun, dari aspek tata ruang masih ditemukan ketidaksesuaian, khususnya terkait pengaturan jarak minimal antar tempat tidur yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan KRIS. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian fasilitas Ruang Tulip telah mendekati standar KRIS, namun masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, terutama pada pencahayaan, kebisingan, suhu, dan tata ruang. Selain itu, keterbatasan anggaran, kondisi infrastruktur gedung lama, serta kurangnya optimalisasi sirkulasi udara menjadi kendala dalam penerapan KRIS secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa optimasi pencahayaan, peningkatan kualitas akustik, serta perbaikan sistem penghawaan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien.</p>Haniifah Muthi RabbaniS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18365371Pendekatan Arsitektur Kontemporer pada Desain Fasad Showroom "DesignHub"
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7217
<p>Fasad merupakan elemen penting dalam bangunan komersial karena perannya sebagai representasi visual yang membentuk identitas dan daya tarik bagi pengguna. Pada bangunan showroom komersial, fasad tidak hanya berfungsi sebagai pembatas dan pelindung bangunan, tetapi juga sebagai media komunikasi, pemasaran atau branding serta sarana untuk menampilkan karakter material yang dipamerkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur kontemporer pada desain fasad showroom DesignHub melalui proses perancangan berbasis eksplorasi desain. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan participatory. Observasi dilakukan untuk mengkaji kondisi eksisting, karakter tapak, serta kebutuhan fungsi bangunan sebagai showroom material kolaboratif. Sementara itu, metode participatory diterapkan dalam proses perancangan dengan melibatkan principal dan arsitek dalam eksplorasi ide, penyusunan beberapa alternatif desain fasad, hingga penentuan desain terpilih. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menilai kelebihan dan kekurangan setiap alternatif berdasarkan parameter arsitektur kontemporer, kualitas visual fasad, pertimbangan principal dan arsitek, serta kesesuaiannya dengan identitas showroom DesignHub. Hasil penelitian menunjukkan desain fasad dengan pendekatan arsitektur kontemporer dapat menghasilkan bentuk yang dinamis, komposisi dan ritme fasad yang ekspresif, serta kualitas visualnya yang mampu merepresentasikan identitas bangunan komersil yang dalam hal ini showroom material kolaboratif DesignHub. Dengan demikian, fasad tidak hanya difungsikan sebagai elemen pelindung saja tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan identitas dari suatu bangunan.</p>Bima Fatan QintharaFadhila Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18372381Evaluasi Ruang Rawat Inap berdasarkan Prinsip Healing Environment RSI Fatimah Cilacap
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7218
<p>Ruang rawat inap merupakan area dengan aktivitas dan durasi penggunaan tinggi, sehingga kualitas lingkungan fisiknya penting dalam mendukung proses penyembuhan. Konsep healing environment dapat mempercepat pemulihan melalui dukungan psikologis dan fisiologis. Di Indonesia, penerapan konsep diatur dalam Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022, namun masih terdapat kesenjangan antara standar dan kondisi eksisting, terutama di ruang rawat inap kelas III rumah sakit tipe C. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kesesuaian desain berdasarkan integrasi prinsip healing environment dan standar teknis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-evaluatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap prinsip DuBose et al. (2018) dan Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya akses dan pemandangan alam yang memperoleh skor tertinggi (3). Aspek seperti pencahayaan, ventilasi, dan material berada pada skor sedang (2). Sementara tata letak, kebisingan, fasilitas tempat tidur, dan aksesibilitas kamar mandi termasuk skor rendah (1). sehingga diperlukan perbaikan desain untuk mengoptimalkan dukungan terhadap proses penyembuhan pasien.</p>Faishanida Atha NailaQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18382391Analisis Kesesuaian Tapak Gedung Kementerian ESDM terhadap Kriteria Appropriate Site Development Greenship New Building
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7219
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian tapak Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap kriteria Appropriate Site Development (ASD) dalam sistem penilaian Greenship New Building yang dikembangkan oleh Green building Council Indonesia (GBCI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kajian dokumen teknis, serta penilaian indikator ASD berdasarkan pembobotan dalam pedoman Greenship. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa kriteria telah memenuhi persyaratan, seperti pemilihan tapak, aksesibilitas komunitas, serta ketersediaan transportasi umum. Namun, masih terdapat kriteria yang belum terpenuhi secara optimal, terutama terkait prasyarat area dasar hijau, fasilitas bagi pengguna sepeda, pengelolaan lanskap tapak, dan manajemen limpasan air hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan luasan vegetasi, belum optimalnya fasilitas mobilitas berkelanjutan, rendahnya proporsi tanaman lokal, serta belum diterapkannya infrastruktur pengendalian air hujan. Secara keseluruhan, kategori ASD memperoleh 8 poin dari total 17 poin. Penelitian ini merekomendasikan penambahan vegetasi peneduh, peningkatan fasilitas sepeda, optimalisasi desain lanskap, serta penerapan infrastruktur hijau seperti sumur resapan, tangki penampung air hujan, dan bioswale untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan tapak Gedung ESDM.</p>Clara Desinta Putri MaharaniNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18392401Kajian Jarak Nyaman antar Gender pada Akses Tangga berbasis Arsitektur Islam
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7220
<p>Akses tangga merupakan ruang sirkulasi vertikal yang memiliki intensitas pertemuan pengguna tinggi, terutama pada bangunan pendidikan. Dalam perancangannya, aspek ergonomi umumnya lebih diperhatikan dibandingkan aspek Kenyamanan sosial, khususnya yang berkaitan dengan jarak antar pengguna berbeda gender. Padahal, dalam konteks arsitektur Islam, ruang publik tidak hanya dituntut berfungsi secara fisik, tetapi juga menjaga etika, kesopanan, dan Kenyamanan interaksi antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jarak nyaman antar gender pada akses tangga bangunan dengan pendekatan arsitektur Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui kuesioner persepsi pengguna, yang didukung oleh analisis teori proxemics dan prinsip-prinsip arsitektur Islam. Penelitian dilakukan pada beberapa bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki intensitas penggunaan tangga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenyamanan pengguna tangga sangat dipengaruhi oleh lebar tangga dan sistem pergerakan, khususnya dalam kondisi pertemuan antar gender. Jarak yang terlalu dekat cenderung menimbulkan ketidaknyamanan psikologis, sedangkan lebar tangga yang lebih luas memungkinkan pengguna berada pada zona jarak personal hingga sosial yang lebih nyaman. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan tangga perlu mempertimbangkan tidak hanya dimensi fisik, tetapi juga aspek sosial dan etika ruang. Penelitian ini tidak menetapkan standar final, melainkan merumuskan dasar konseptual perancangan akses tangga yang mempertimbangkan jarak nyaman antar gender berbasis prinsip arsitektur Islam. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan awal bagi pengembangan desain tangga yang lebih nyaman, etis, dan kontekstual.</p>Alfian Aditiya PratamaWidyastuti Nurjayanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18402408Analisis Kualitas Pencahayaan Alami pada Perumahan Tamansari Cyber Tipe 75 menggunakan Simulasi DIALux
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7221
<p>Pencahayaan alami memiliki peran penting dalam hunian karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual penghuni dan efisiensi penggunaan energi. Rumah yang mampu memanfaatkan cahaya matahari secara optimal dapat mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan pada siang hari. Namun, pada kenyataannya, distribusi pencahayaan alami di dalam rumah sering kali tidak merata, yang dipengaruhi oleh orientasi bangunan, tata letak ruang, serta ukuran dan posisi bukaan. Penelitian ini dilakukan pada rumah tinggal Tipe 75 di Perumahan Tamansari Cyber, Kota Bogor, yang memiliki karakter hunian seragam dan berada di wilayah beriklim tropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pencahayaan alami pada setiap ruang serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan berdasarkan SNI 6179:2020. Analisis dilakukan melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan perangkat lunak DIALux, sehingga diperoleh data tingkat iluminansi cahaya (lux) secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami, sementara beberapa ruang lainnya masih berada di bawah standar atau mengalami kelebihan pencahayaan dengan nilai iluminansi tinggi. Perbedaan kualitas pencahayaan tersebut dipengaruhi oleh variasi orientasi bangunan, luas dan posisi bukaan, serta konfigurasi ruang terhadap arah datang cahaya matahari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe seragam serta menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan hunian yang lebih nyaman dan efisien secara energi.</p>Faris AlfatihMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18409418Optimalisasi Desain Fasad Rumah Tinggal dengan Biophilic Design dan Solusi Parkir di Kawasan Padat
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7273
<p>Pertumbuhan penduduk di kawasan perkampungan padat Surabaya, khususnya Petemon Sawahan, menciptakan tantangan urgent akibat kepadatan lahan yang menandakan stres kronis masyarakat urban. Penelitian ini mengembangkan model rumah tinggal adaptif berbasis Biophilic Design untuk meningkatkan kualitas hidup melalui koneksi alam, sirkulasi udara optimal, pencahayaan pasif, serta material lokal ekonomis seperti kayu jati dan grass block. Analisis kualitaitif dikombinasikan simulasi daylighting (Dialux evo) dan CFD angin tropis, dengan prototyping menggunakan dinding semen expose dan warna beige. Perbandingan biaya dibedah terhadap rumah konvensional. Model mengurangi kebutuhan lampu 35%, hemat biaya 22% kapasitas parkir vertikal efisien di gang sempit. Penerapan Rumah Biophilic meningkatkan kenyamanan psikis 41% dan mempertahankan karakter kampung sambil memenuhi SNI ruang terbuka 30%. Juga Efisiensi penggunaan ketersediaan lahan sisa sebagai lahan parkir yang terintegrasi oleh RTH.</p>Azriel Amani ZenithS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18419430Efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Alam Sutera Tangerang Selatan berdasarkan Pengalaman dan Persepsi Pejalan Kaki
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7274
<p>Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas penunjang mobilitas pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya agar merasa aman dan nyaman ketika menyeberangi jalan raya. Namun, pada kondisi di lapangan masih banyak pejalan kaki yang enggan memanfaatkan JPO sebagai fasilitas untuk menyeberangi jalan raya dengan volume kendaraan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera yang berada di Tangerang Selatan berdasarkan standar yang ada dan persepsi pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi untuk memperoleh data fisik, wawancara dengan pengguna, serta dokumentasi berupa foto. Hasil penelitian menunjukkan jika lokasi JPO cukup strategis karena dekat dengan fasilitas umum lainnya. Namun, kondisi fisik JPO didapatkan nilai 25% dari standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Fasilitas pendukung lainnya yang menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna juga belum tersedia dengan optimal. Kondisi tersebut menyebabkan pejalan kaki memiliki persepsi negatif dan cenderung memilih menyeberang langsung di jalan raya dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera belum tercapai secara maksimal. Diperlukan perbaikan kondisi fisik dan penambahan fasilitas pendukung lainnya untuk mendukung efektivitas JPO.</p>Dwi Agus Ferlina MaharaniQ QomarunYayi Arsandie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18431438Strategi Revitalisasi Kepatihan Ngawi sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya dan Penguatan Identitas Kota
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7275
<p>Bangunan Kepatihan Ngawi merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi, namun mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik seiring perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi dengan mempertimbangkan prinsip konservasi, nilai arsitektural, serta potensi sosial dan ekonomi kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi revitalisasi yang tepat dilakukan melalui pendekatan konservasi dengan penerapan konsep adaptive reuse, yang memungkinkan bangunan mempertahankan keaslian arsitektural sekaligus mengakomodasi fungsi baru sebagai Taman Budaya. Strategi ini diterjemahkan secara konkret melalui perbaikan struktural terbatas dan penggunaan material yang kompatibel dengan material asli bangunan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Implementasi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial dan budaya bangunan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata budaya dan perekonomian lokal di Kota Ngawi.</p>Widhi Saifullah NugrohoS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18439448Wall and Plafond Layering untuk Identitas Interior Rumah Tinggal Generasi Z
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7276
<p>Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki ekspektasi tinggi terhadap ruang hunian yang bukan hanya fungsional, tapi juga estetis dan mencerminkan identitas personal mereka. Perubahan pola hidup urban dan eksposur konstan terhadap media social membuat generasi ini punya awareness tinggi terhadap desain interior, khususnya teknik-teknik visual yang dapat menciptakan ruang unik dan bermakna. Wall and Plafond Layering (WPL) sebagai teknik pelapisan elemen dinding dan plafond muncul sebagaipendekatan desain yang potensial dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana WPL memengaruhi persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap identitas interior masih terbatas, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen layering yang membentuk identitas ruang, memahami persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap WPL, serta merumuskan prinsip desain WPL yang efektif. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif melalui kuesioner Skala Likert yang melibatkan 100 responden Generasi Z (usia 17-30 tahun) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, studi komparasi, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan 97% responden mengetahui WPL dengan persepsi tinggi pada empat dimensi utama: estetika visual (Mean 4.05), preferensi dan intensi (4.03), identitas dan karakter (3.94), serta kenyamanan psikologis (3.84). Material kayu mendominasi preferensi dengan 50%, gaya minimalis modern disukai 73%, dan ruang tamu menjadi area prioritas penerapan dengan 41%. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa WPL efektif menciptakan identitas interior yang bermakna bagi Generasi Z melalui stratifikasi elemen arsitektural yang membentuk sense of place yang unik dan personal.</p>Callula Putri AbiyuI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18449459Komparasi Efektivitas Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal dengan Sistem Bukaan Skylight dan Jendela: Studi Kasus JW House Solo Baru
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7277
<p>Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam kenyamanan visual dan efisiensi energi pada rumah tinggal, namun bangunan dengan ruang dalam atau ruang bersekat sering mengalami keterbatasan cahaya alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pencahayaan alami pada JW House di Solo Baru dengan membandingkan dua sistem bukaan, yaitu skylight (bukaan atap) dan jendela (bukaan dinding). Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui simulasi berbasis DIALux Evo dengan parameter intensitas cahaya (lux), daylight factor (DF), dan uniformity ratio (UR), serta mengacu pada standar SNI 6197-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dari jendela tidak merata, di mana ruang dekat bukaan cenderung terlalu terang sedangkan ruang tengah dan ruang bersekat tetap gelap. Sementara itu, skylight mampu meningkatkan iluminasi pada ruang yang berada di bawah dan sekitar void, terutama di lantai 1 dan 2, meskipun efektivitasnya menurun pada ruang yang jauh dari bukaan atap. Nilai DF dan UR pada kedua sistem bukaan juga menunjukkan distribusi cahaya yang belum merata. Secara keseluruhan, skylight lebih efektif dibandingkan jendela dalam menerangi ruang dalam bangunan, namun optimalisasi desain bukaan masih diperlukan agar seluruh ruang dapat memenuhi standar pencahayaan alami.</p>Nazal Syahrazat TamimiI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18460469Transformasi Layout Hunian berbasis Aging in Place terhadap Kebutuhan Klien Lansia: Studi Komparatif Denah Rumah Tinggal Tahun 2013 dan 2025
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7278
<p>Peningkatan populasi lansia di Indonesia yang mencapai 9,92% (2020) dan diproyeksikan mencapai hampir seperlima penduduk pada 2045 menuntut adaptasi hunian yang mendukung konsep Aging in place (AIP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi layout pada rumah tinggal dua lantai di Pangkal Pinang dalam mengimplementasikan konsep AIP. Studi kasus berupa denah rumah yang dirancang tahun 2013 yang pada tahun 2025 tidak lagi sesuai dengan kebutuhan klien yang telah memasuki usia lanjut. Data primer diperoleh dari surat permintaan revisi klien tahun 2025 yang menyatakan tiga urgensi: (1) penyesuaian denah terhadap aktivitas harian lansia, (2) alih fungsi ruang akibat penutupan akses timur selebar ±3 meter yang berisiko terhadap keamanan, dan (3) optimalisasi aliran udara menghadapi suhu 33-34°C untuk meminimalkan penggunaan AC. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif kualitatif antara denah lama (2013) dan denah baru (2025) untuk menilai perubahan performa ruang, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna lanjut usia berdasarkan standar Permen PUPR No.14/2017 dan prinsip Aging in place. Hasil penelitian menunjukkan transformasi layout berhasil menerapkan prinsip AIP melalui: integrasi zona inti tanpa perbedaan level, pemindahan kamar utama lebih dekat ke zona aktivitas harian, penambahan bukaan untuk ventilasi natural, dan penyediaan ruang fitness. Kontribusi penelitian ini memberikan model transformasi hunian eksisting menjadi Aging in place yang dapat diadaptasi pada konteks serupa di Indonesia.</p>Rizki Aditia PratamaErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18470480Relasi antara Tata Ruang Rumah Berkonsep Feng Shui dengan Kualitas Sirkulasi Udara Pada Desain Rumah CHR
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7279
<p>Setiap Desain Rumah Tinggal memiliki prinsip dan pendekatan dalam konsep bangunan yang terwujud dari kebudayaan yang ada. Dalam budaya Tiong Hoa, Feng Shui merupakan bentuk kepercayaan yang diaplikasikan dalam penerapan arsitektur. Feng Shui dipercaya dapat memberikan energi positif kepada penghuninya, sehingga berkembang menjadi konsep penataan tata ruang dalam suatu rumah. Sirkulasi udara menjadi salah satu elemen yang penting dalam rumah tinggal yang berada di iklim tropis. Di Indonesia yang memiliki suhu udara yang tinggi, serta kecepatan angin yang rendah mengakibatkan pentingnya bukaan pada setiap ruang untuk memperbesar aliran udara yang masuk kedalam bangunan. Metode yang digunakan adalah menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan literatur sebagai komparasi antara Prinsip Feng Shui dan Desain Rumah Tinggal CHR. Simulasi Autodesk CFD untuk mengetahui pengaruh bentuk tata ruang terhadap sirkulasi udara yang terjadi pada Desain Rumah Tinggal CHR. Tujuan penelitian kajian ini adalah untuk mengetahui penerapan Prinsip Feng Shui di desain rumah CHR, mengetahui bagaimana kualitas sirkulasi udara yang terjadi di desain rumah tinggal CHR, serta untuk mengetahui apakah prinsip Feng Shui di desain Rumah Tinggal CHR mempengaruhi dan memberikan dampak pada kualitas sirkulasi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Tinggal CHR menerapkan prinsip Feng Shui dengan baik, persebaran sirkulasi udara yang baik sesuai dengan prinsip Feng Shui mengenai ruang terbuka untuk mendapatkan energi positif dan sirkulasi udara pada ruang-ruang dengan cross ventilation yang baik.</p>Muhammad Abdan SyakuroI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18481490Pengukuran Tingkat Ketercapaian Pencahayaan Alami pada Desain Villa Amarta dengan Pendekatan Software Modelling DIALux Evo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7280
<p>Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam desain arsitektur karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual, kesehatan pengguna, serta efisiensi energi bangunan. Pada bangunan hunian dan villa di iklim tropis, pemanfaatan pencahayaan alami memiliki potensi besar, namun memerlukan pengendalian yang tepat agar tidak menimbulkan silau dan panas berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian pencahayaan alami pada desain Villa Amarta Dua Jogja melalui pemanfaatan bukaan kaca dengan pendekatan simulasi menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan simulasi pencahayaan alami pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB. Parameter penilaian mengacu pada standar SNI 6197:2020 terkait tingkat iluminansi ruang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruang di Villa Amarta Dua Jogja memiliki tingkat pencahayaan alami yang sangat tinggi dan melebihi standar, terutama pada ruang dengan bukaan kaca berukuran besar dan orientasi menghadap barat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan silau dan ketidaknyamanan visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bukaan kaca efektif dalam memasukkan cahaya alami, diperlukan strategi pengendalian pencahayaan melalui pengaturan orientasi, ukuran bukaan, elemen peneduh, serta pemilihan jenis kaca agar tercapai pencahayaan alami yang nyaman dan sesuai standar.</p>Muhammad Alfian Rhois FebrianRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18491499Analisis Sistem Dinding Partisi untuk Kantor yang Efisien dan Berkelanjutan di Jakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7281
<p>This research develops a partition wall system for the renovation of a structural consultant office in Jakarta that faces land limitations and high renovation costs. The system optimizes space efficiency, spatial flexibility, and sustainability by recycling existing coconut coir-reinforced gypsum panels as an economical acoustic performance enhancing material. The results show that partition systems integrated with organic local acoustic materials can improve spatial efficiency to be more flexible, reduce construction waste and reduce the carbon footprint of buildings, support the circular economy and can be applied to respond to business dynamics and challenges of dense urban environments such as Jakarta.</p>Fendy Eka FebriyatnaMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-292026-06-29500509Formulasi Strategi Mitigasi Tapak Arkeologis pada Desain Museum Majapahit Trowulan berbasis Ekskavasi
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7282
<p>Museum Trowulan berada di kawasan bersejarah Majapahit dengan potensi arkeologis tinggi, sehingga pembangunan bangunan baru berisiko mengganggu lapisan tanah bersejarah. Penelitian ini bertujuan menentukan strategi desain museum yang paling optimal dalam melindungi tanah arkeologis Trowulan, sekaligus tetap memenuhi fungsi pameran, edukasi, dan pelestarian budaya. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif terhadap tiga pendekatan desain yang dipilih berdasarkan karakteristik tapak dan urgensi pelestarian arkeologis, yaitu sistem elevasi atau bangunan panggung, desain modular dan temporer, serta tata letak bangunan berbasis hasil penelitian tapak awal. Ketiga pendekatan dianalisis menggunakan matriks penilaian berbasis skala Likert dengan indikator perlindungan tapak, fleksibilitas desain, integrasi fungsi museum, dan kualitas edukasi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu pendekatan desain yang unggul secara absolut pada seluruh indikator penilaian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan hibrida berpotensi menjadi solusi paling sesuai bagi pengembangan desain Museum Trowulan yang sensitif terhadap konteks arkeologis.</p>Muhammad Yafis AenurofiqWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18510519Pendekatan Restorative Environment pada Desain Interior Klinik sebagai Upaya Pemulihan Psikologis Pasien (Studi Kasus: Klinik WD House)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7283
<p>Lingkungan fisik fasilitas kesehatan berperan penting dalam membentuk pengalaman psikologis pasien, khususnya pada klinik skala kecil yang memiliki keterbatasan ruang dan bukaan. Suasana interior yang terlalu klinis, tertutup, dan minim elemen visual penenang berpotensi meningkatkan tingkat stres dan kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Restorative Environment pada desain interior Klinik WD House sebagai upaya mendukung kenyamanan dan pemulihan psikologis pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur, yang mengintegrasikan analisis kondisi aktual desain interior klinik dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui evaluasi visual dan spasial ruang tunggu dan ruang periksa dengan membandingkan kondisi eksisting interior terhadap parameter desain restoratif yang disusun berdasarkan konsep affective response dan environmental comfort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior Klinik WD House belum sepenuhnya mendukung pengalaman restoratif akibat dominasi warna putih, pencahayaan buatan yang kuat, minimnya elemen alami, serta keterbatasan visual. Namun demikian, klinik ini memiliki potensi untuk ditingkatkan kualitas restoratifnya melalui intervensi desain interior yang sederhana dan terarah.</p>Chlarisya Nur Aqila FatonyDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18520529Pemilihan Material Bangunan Perumahan Developer Ditinjau dari Aspek Biaya dan Keberlanjutan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7306
<p>Pembangunan perumahan oleh developer umumnya menekankan efisiensi biaya melalui standarisasi desain dan spesifikasi material, khususnya pada perumahan subsidi. Di sisi lain, tuntutan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan hunian semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material bangunan perumahan developer ditinjau dari aspek biaya dan keberlanjutan melalui studi kasus Perumahan Griya Rivera Hills Boyolali yang dikembangkan oleh WIN Property. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan membandingkan dua tipe hunian, yaitu KPR FLPP Tipe 30/60 sebagai hunian subsidi dan TWP TNI AU Tipe 36/72 sebagai hunian non-subsidi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak pengembang, serta analisis dokumen teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tipe hunian menggunakan material utama yang relatif seragam pada elemen struktur dan konstruksi dasar, namun berbeda pada kualitas, dimensi, dan penyelesaian akhir material arsitektural dan finishing. KPR FLPP Tipe 30/60 lebih menekankan efisiensi biaya dengan penggunaan material sederhana dan mudah diperoleh secara lokal, sementara TWP TNI AU Tipe 36/72 menggunakan material dengan kualitas dan harga satuan yang lebih tinggi untuk meningkatkan kenyamanan, estetika, dan umur layanan bangunan. Secara umum, pemilihan material pada hunian subsidi telah memenuhi standar minimum teknis sesuai regulasi, sedangkan hunian non-subsidi menunjukkan pendekatan keberlanjutan yang lebih optimal melalui peningkatan kualitas material.</p>Hafidz MahardikaFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-172026-06-17530536Analisis Tingkat Ilumunasi Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal Tipe 45 berbasis DIALux Evo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7307
<p>Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual dan efisiensi energi bangunan. Rumah tinggal tipe 45 sebagai hunian dengan keterbatasan luas sering kali memiliki permasalahan dalam pemenuhan tingkat iluminasi alami pada ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat iluminasi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe 45 dengan menggunakan perangkat lunak simulasi DIALux evo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian berupa rumah tinggal tipe 45 yang berlokasi di Perumahan Griya Mutiara Slanggen. Simulasi dilakukan pada kondisi siang hari untuk mengetahui distribusi cahaya alami dan nilai iluminasi (lux) pada setiap ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami rumah tinggal, dengan nilai iluminasi rata-rata yang berada di atas kebutuhan minimum, meskipun beberapa ruang masih memerlukan optimalisasi bukaan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan. Dengan demikian, simulasi DIALux evo dapat menjadi alat evaluasi yang efektif dalam perancangan pencahayaan alami rumah tinggal.</p>Putri Nur SholikhaFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18537544Pemilihan Material Batu Alam pada Pembangunan Villa Amari Ubud berdasarkan Pertimbangan Karakteristik, Distribusi Material antar Pulau dan Efisiensi Waktu
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7308
<p>Pembangunan Villa Amari di Singakerta, Ubud, Bali menggunakan batu alam sebagai salah satu material untuk menunjang nilai estetika dan karakter arsitektur bangunan. Keterbatasan ketersediaan batu alam di setiap daerah menyebabkan perlunya distribusi material antar pulau, khususnya dari Pulau Jawa ke Bali, yang berpotensi mempengaruhi efisiensi waktu pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material batu alam pada pembangunan Villa Amari berdasarkan pertimbangan karakteristik, distribusi material antar pulau dan efisiensi waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kasus yang didukung oleh observasi lapangan serta wawancara dengan pihak terkait. Analisis data dilakukan dengan membandingkan proses produksi, waktu pemasangan di lapangan, serta durasi dan biaya distribusi batu alam yang berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi material batu alam antar pulau berpengaruh terhadap efisiensi waktu pembangunan. Batu alam dari Bali lebih efisien dari segi waktu dan biaya distribusi, sedangkan batu alam dari Pulau Jawa memiliki kualitas visual dan hasil finishing yang lebih baik meskipun memerlukan waktu dan biaya pengiriman yang lebih besar. Dengan perencanaan pengadaan yang matang dan manajemen distribusi yang baik, dampak keterlambatan pengiriman material dapat diminimalkan sehingga tidak mengganggu jadwal pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan.</p>Maharani Rizky ArdiasI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18545553Analisis Preferensi Anak Muda terhadap Konsep Arsitektur Industrial Tropis pada Desain Kafe
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7309
<p>Kafe telah berkembang menjadi ruang sosial bagi generasi muda. Tren meningkatnya café hopping mendorong kafe untuk menggali ide desain yang menyajikan karakter visual sekaligus kenyamanan tempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi anak muda mengenai konsep arsitektur industrial tropis dalam desain kafe, dengan fokus pada faktor material dan warna, pencahayaan, pengaturan ruang, serta fasilitas dan kenyamanan. Metode yang diterapkan adalah mixed methods dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi preseden dan observasi, serta pendekatan deskriptif kuantitatif lewat distribusi kuesioner kepada 42 responden. Temuan riset menunjukkan bahwa konsep arsitektur industrial tropis memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,7 (dalam kategori setuju). Aspek fasilitas dan kenyamanan mendapatkan nilai tertinggi (3,9), diikuti oleh material dan warna (3,8), pencahayaan (3,8), serta pengaturan ruang (3,4). Hasil ini menunjukkan bahwa preferensi anak muda terhadap kafe industrial tropis tidak hanya ditentukan oleh elemen visual, tetapi juga oleh kualitas kenyamanan tempat dan fleksibilitas tata ruang. Penelitian ini menyoroti pentingnya bahwa desain kafe dengan konsep industri tropis perlu mengintegrasikan keempat aspek desain secara seimbang, dengan fokus utama pada kenyamanan pengunjung sebagai strategi desain yang utama.</p>Sabrina Aisa PutriSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18554568Analisis Kelayakan Tapak Rencana Pembangunan Creative Hub pada Lahan Eks Taman Kuliner
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7310
<p>Pertumbuhan ekonomi kreatif merupakan salah satu faktor pendorong perkembangan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan tersedianya ruang kreatif yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan ekonomi kreatif. Lahan eks Taman Kuliner yang tidak lagi berfungsi optimal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi creative hub yang mampu mewadahi aktivitas komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tapak rencana creative hub pada lahan eks Taman Kuliner ditinjau dari aspek fisik, aksesibilitas, karaketer sosial, serta kesesuaian tata ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi literatur dan studi perseden, serta analisis kesesuaian tapak berdasarkan kriteria perencanaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak memiliki tingkat kelayakan yang cukup baik, terutama dari aspek lokasi dan aksesibilitas, namun memerlukan penyesuaian pada aspek lingkungan dan penyediaan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, lahan eks Taman Kuliner dinilai layak untuk dikembangkan sebagai creative hub dengan beberapa rekomendasi perbaikan desain dan pengelolaan tapak.</p>Nizar Adiyatyasena MasykuriDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18569576Optimasi Desain Revitalisasi Sekolah Menengah Pertama Al-Islam Gondangrejo berdasarkan Pendekatan Arsitektur Islam
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7311
<p>Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekolah melalui pembangunan serta perbaikan Gedung dan penambahan fasilitas penunjang Sekolah. Namun penerapan standar melalui buku acuan sebagai teknis pekerjaan cenderung bersifat umum sehingga belum sepenuhnya dapat mengakomodasi kebutuhan spesifik Sekolah berbasis Islam dalam penerapan nilai-nilai keIslaman pada desain bangunan. Melalui observasi, wawancara dilakukan dalam optimalisasi desain sekolah dengan pendekatan Arsitektur Islam sebagai bentuk acuan dalam mengetahui kebutuhan pengguna ruang penerima program revitalisasi dengan menekankan kesejarahan, nilai, filosof, identitas, perilaku dan keberlanjutan dalam pola tata ruang, elemen geometri beserta sirkulasi. Sehingga mampu memperkuat fungsi, identitas dan kenyamanan pengguna ruang.</p>Firda Wilda InamaFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18577582Kualitas Pencahayaan Alami pada Rumah Komersil Tipe 45: Perum Citra Jaya 4 di Sukoharjo berbasis DIALux Evo 13
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7312
<p>Penerangan dari sinar matahari berperan krusial dalam menciptakan suasana visual yang nyaman, menjaga kesehatan para penghuni, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada bangunan tempat tinggal. Kajian ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kualitas pencahayaan alami di rumah tipe 45/60 yang dijual secara komersial, terletak di Perumahan Citra Jaya 4, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Kami mengukur intensitas cahaya secara langsung menggunakan alat Lux Light Meter, dan juga mensimulasikan bagaimana pencahayaan alami menyebar melalui software DIALux Evo 13. Data dikumpulkan pada tiga waktu berbeda, yakni pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB, untuk menangkap perubahan posisi matahari sepanjang hari. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa ruangan, seperti kamar mandi, dapur, dan kamar tidur kedua, masih belum memenuhi standar pencahayaan alami sesuai SNI 03-6197-2000. Rendahnya tingkat cahaya pada ruangan-ruangan tersebut disebabkan oleh tidak adanya bukaan yang langsung menghadap ke luar bangunan. Di sisi lain, ruang tamu serta kamar tidur pertama sudah memenuhi standar tersebut berkat adanya jendela yang memungkinkan masuknya cahaya matahari dengan optimal. Hasil ini menyatakan bahwa tata letak ruangan dan desain sistem pencahayaan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pencahayaan alami di rumah komersial.</p>Sefty FadhillaNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18583590Efisiensi Ruang Gerak Kantor melalui Desain Ergonomi Furnitur dan Layout Clustered Open Plan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7313
<p>Efisiensi ruang kerja menjadi aspek penting dalam perancangan kantor open plan karena memengaruhi kelancaran aktivitas dan produktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi gerak pekerja melalui penerapan prinsip ergonomi pada furnitur dan layout clustered open plan di Frank Home & Office, Bantul, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar ergonomi serta mensimulasikan tiga alternatif layout. Efisiensi diukur berdasarkan total jarak tempuh aktivitas harian pekerja. Hasil simulasi menunjukkan bahwa alternatif layout clustered open plan menghasilkan jarak tempuh terpendek sebesar 63,5 meter per hari, sehingga dinilai paling efisien dibandingkan dua alternatif lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ergonomi furnitur dan layout clustered open plan mampu meningkatkan efisiensi gerak dan efektivitas ruang kerja pada kantor kreatif berskala kecil.</p>Dimas Alfi SetyadiWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18591602Optimalisasi Bukaan Jendela Fasad Rumah Tipe 36/60 untuk Mencapai Rasio Pencahayaan Alami yang Ideal
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7314
<p>Rumah tipe 36/60 memiliki keterbatasan luasan yang berdampak pada minimnya bukaan, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pencahayaan alami dan menurunkan kenyamanan visual ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengoptimalkan bukaan jendela fasad rumah tipe 36/60 agar mencapai rasio pencahayaan alami yang ideal berdasarkan nilai Daylight Factor (DF). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan VELUX Daylight Visualizer 3.0 dengan pemodelan tiga dimensi pada SketchUp. Analisis dilakukan terhadap desain awal milik pengembang dan beberapa alternatif desain melalui penambahan bukaan, pengaturan void, penggunaan kanopi, serta penerapan jendela atap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain awal mengalami kelebihan cahaya pada area dekat bukaan dan kekurangan pencahayaan pada ruang tertutup. Optimalisasi pada desain akhir mampu mengendalikan intensitas cahaya berlebih sekaligus meningkatkan pemerataan pencahayaan alami, sehingga seluruh ruang utama memenuhi standar Daylight Factor dan meningkatkan kenyamanan visual hunian.</p>Salma Hayya FadhilahWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18603614Analisis Konsep Desain American Classic terhadap Efisiensi Struktur Perumahan Gedanganak
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7315
<p>Penerapan gaya arsitektur American Classic pada perumahan sering digunakan untuk menghadirkan kesan mewah dan bernilai tinggi, namun berpotensi menimbulkan pemborosan struktur yang dapat mengakibatkan pembengkakan biaya apabila tidak dirancang secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan desain American Classic terhadap efisiensi struktur dan biaya pada studi kasus Perumahan Gedanganak Unit B dan Unit D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif melalui analisis desain dan observasi visual. Fokus analisis meliputi elemen kolom, balok, balok latei, dan sistem atap mansard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi struktur dapat dicapai melalui pengolahan elemen non-struktural sebagai representasi visual, penyeragaman tinggi bukaan pintu dan jendela, serta optimalisasi sistem atap melalui penyelarasan balok dan pemilihan material yang tepat. Penelitian ini menegaskan bahwa keseimbangan antara estetika dan efisiensi dapat dicapai melalui strategi desain yang tepat.</p>David Wisnu PradanaRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18615624Evaluasi Pencahayaan Alami pada Desain Kos di Perumahan Padat Yogyakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7316
<p>Kepadatan permukiman di Condong Catur menyebabkan keterbatasan akses cahaya matahari pada hunian, terutama bangunan kos di lahan sempit dengan jarak rapat. Kurangnya bukaan samping dan belakang mengakibatkan rendahnya kualitas pencahayaan alami yang tidak memenuhi standar kenyamanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pencahayaan alami desain kos dua lantai di Condong Catur terhadap standar SNI 03-2396-2001 dan SNI 6197:2020. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan simulasi perangkat lunak DIALux evo 13.2. Simulasi mengukur intensitas cahaya (Lux) pada 24 Desember 2025 dalam tiga periode waktu (08.00, 12.00, dan 16.00 WIB) menggunakan kondisi overcast sky dan bidang kerja setinggi 0,75 meter. Hasil penelitian menunjukkan ketimpangan distribusi cahaya yang signifikan. Lantai 1 gagal memenuhi standar dengan intensitas cahaya kamar tidur sangat minim (0,11-14,6 Lux). Kondisi serupa terjadi di Lantai 2, di mana mayoritas kamar tidur berada di bawah 20 Lux. Sebaliknya, area publik dan rooftop konsisten memenuhi standar karena bukaan luas dan penggunaan roster. Rendahnya pencahayaan pada fungsi utama disebabkan oleh 2 faktor, faktor pertama tipologi bangunan perumahan yang berdempetan, faktor kedua ketiadaan bukaan samping. Sehingga disimpulkan bahwa desain ini belum memenuhi standar SNI, sehingga diperlukan redesain melalui optimalisasi bentuk, denah, serta ukuran dan posisi bukaan.</p>Muhammad Faisal AssodiqQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18625639Evaluasi Sirkulasi pada Instalasi Bedah Rumah Sakit Umum Permata Blora
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7317
<p>Instalasi Bedah Sentral (IBS) merupakan fasilitas utama rumah sakit yang memerlukan pengaturan sirkulasi pasien, petugas, dan barang secara terpisah untuk menjamin keselamatan dan mencegah infeksi silang. Permasalahan yang sering ditemukan adalah ketidaksesuaian pola sirkulasi dengan standar teknis serta potensi tumpang tindih antar zona. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sirkulasi IBS berdasarkan prinsip zoning dan pengendalian infeksi. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur terhadap regulasi dan standar rumah sakit, serta studi preseden pada fasilitas sejenis. Hasil yang diharapkan berupa identifikasi tingkat kesesuaian sirkulasi IBS dengan standar serta rekomendasi perbaikan tata ruang. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai acuan perencanaan dan evaluasi desain IBS yang lebih efektif, aman, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit.</p>Alya Niarisa AmoraDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18640649Evaluasi Aspek Kenyamanan dan Aksesibilitas Jalur Pedestrian Pasar Kartasura terhadap Aktivitas Pengunjung
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7318
<p>Jalur pedestrian merupakan elemen penting dalam mendukung aktivitas pengunjung di kawasan pasar tradisional. Namun, pada banyak kasus, kualitas jalur pedestrian belum dievaluasi secara komprehensif berdasarkan aspek kenyamanan, aksesibilitas, dan keterkaitannya dengan aktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jalur pedestrian di kawasan Pasar Kartasura dengan meninjau aspek kenyamanan dan aksesibilitas serta menganalisis dampaknya terhadap aktivitas pengunjung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Evaluasi kenyamanan dilakukan berdasarkan indikator lebar jalur, kondisi permukaan, keberadaan peneduh, fasilitas pendukung, serta rasa aman, sedangkan aksesibilitas dianalisis melalui indikator kontinuitas jalur, keberadaan hambatan, kemudahan bagi kelompok rentan, dan keterhubungan jalur dengan area aktivitas pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan lebar efektif jalur, kerusakan permukaan, dan rendahnya kontinuitas jalur pedestrian secara langsung memengaruhi pola pergerakan, durasi berjalan kaki, serta intensitas interaksi pengunjung di kawasan pasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas jalur pedestrian tidak hanya berperan sebagai sarana sirkulasi, tetapi juga membentuk karakter aktivitas pengunjung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan evaluatif yang mengaitkan kondisi fisik jalur pedestrian dengan aktivitas pengunjung pasar tradisional, sehingga diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi penataan jalur pedestrian yang lebih nyaman, inklusif, dan kontekstual.</p>Thoriq Hasan NurrahmanWidyastuti Nurjayanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18650658Analisis Konfigurasi Spasial Koridor Jalan Mayor Kusmanto terhadap Taman Kuliner MPP Klaten
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7319
<p>Koridor Jalan Mayor Kusmanto merupakan jalan provinsi dengan intensitas pergerakan tinggi yang melayani berbagai pengguna, namun kondisi tersebut belum tercermin pada tingkat kunjungan Taman Kuliner MPP Klaten yang berada di tepinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi spasial koridor jalan terhadap pemanfaatan Taman Kuliner MPP Klaten oleh pengguna kawasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix-method melalui analisis Space Syntax dengan perangkat lunak DepthmapX, meliputi analisis axial connectivity dan Visibility Graph Analysis (VGA), serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koridor Jalan Mayor Kusmanto telah berfungsi efektif sebagai sistem pergerakan utama, sementara konfigurasi ruang internal Taman Kuliner MPP Klaten belum mampu mengoptimalkan potensi pergerakan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa performa ruang publik sangat dipengaruhi oleh kualitas konfigurasi ruang internal dalam merespons dinamika pergerakan di sekitarnya.</p>Azhim FadholaDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18659670Strategi Kebutuhan Pencahayaan Ruang Inap RSUD Kraton untuk Mendukung Kualitas Kenyamanan Pasien dan Healing Environment
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7320
<p>Pencahayaan memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kenyamanan visual serta proses penyembuhan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Konsep lingkungan yang mendukung penyembuhan menekankan pentingnya kualitas pencahayaan baik alami maupun buatan dalam menciptakan suasana yang nyaman dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pencahayaan di ruang rawat inap RSUD Kraton dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi DIALux evo sesuai dengan standar SNI 6197:2020. Simulasi dilakukan pada tiga waktu berbeda, yaitu pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Light Scene 2 paling sesuai dengan standar pencahayaan ruang rawat inap, meskipun semua skenario masih menunjukkan kurangnya pemerataan cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian iluminasi harus disertai dengan distribusi cahaya yang merata serta pengendalian silau demi meningkatkan kenyamanan pasien dan healing environment.</p>Ardya Zarqa SafiqRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18671676Studi Humanizing Space: Desain Corner Driver Ojek Online di Kawasan Perkantoran ASTC Tangerang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7321
<p>Pertumbuhan layanan transportasi daring mendorong munculnya kebutuhan ruang tunggu informal bagi driver ojek online, khususnya di kawasan perkantoran dengan intensitas mobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas ruang mikro corner driver ojek online di kawasan Alam Sutera Town Center (ASTC) Tangerang berdasarkan prinsip Humanizing Space. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis spasial dan perilaku pengguna, didukung observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi visual. Evaluasi ruang dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu kenyamanan termal, visual, dan sosial, yang diukur menggunakan skala penilaian bertingkat untuk mengurangi subjektivitas analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang mikro telah berfungsi secara operasional sebagai titik menunggu, namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip Humanizing Space. Kenyamanan visual memiliki tingkat pemenuhan tertinggi (82,5%), sementara kenyamanan termal menunjukkan tingkat pemenuhan terendah (42,5%) akibat keterbatasan elemen peneduh dan perlindungan cuaca. Kenyamanan sosial berada pada tingkat sedang (50%) karena aktivitas interaksi belum didukung fasilitas yang memadai. Temuan ini menegaskan perlunya perancangan ruang mikro berbasis perilaku pengguna untuk meningkatkan kualitas kenyamanan dan pengalaman ruang bagi driver ojek online.</p>Syafira Aura Harfi PutriQ QomarunYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18677685Evaluasi Pencahayaan GOR Tapak Suci Yogyakarta dengan Simulasi DIALux untuk Optimalisasi Kenyamanan Visual
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7322
<p>Untuk mendukung kegiatan olahraga modern yang didasari infrastruktur berkualitas dengan sistem pencahayaan yang nyaman sehingga dapat mendukung kegiatan aktivitas fisik maupun kinerja atlet. Analisis sistem pencahayaan dilakukan untuk mengetahui sistem pencahayaan yang tepat dan mendukung kenyamanan visual bagi pengguna Gedung Olahraga tersebut. Penelitian ini menerapkan metode Design Based-Research (DBR) dengan data awal berupa desain perencanaan menggunakan analisis berulang dan simulasi perangkat lunak DIALux yang berfokus untuk pembuatan tata letak pencahayaan prototype untuk menyempurnakan desain perencanaan sebelum bangunan tersebut dibangun. Hasil dari simulasi kuat arus pencahayaan di bangunan ini menghasilkan beberapa kondisi ruang seperti arena pertandingan yang mendapatkan hasil sebesar 792 lux yang memiliki kuat pencahayaan yang tinggi. Berdasarkan standar Permenpora No.0445 th 2014 dan SNI 6197:2020, ruang tribun juga masih memiliki tingkat kesilauan yang relatif tinggi (25), hal ini menyebabkan gangguan bagi pengunjung dan atlet pada saat melakukan kegiatan olahraga. Rekomendasi desain yang dapat diberikan untuk Gedung Olahraga ini adalah dengan menggunakan lampu LED High bay dan LED Flood light yang memiliki lumen tinggi, serta material lantai seperti vinyl, parket dan epoxy dengan finishing glosy, dinding seperti cat berwarma putih. Untuk meningkatkan kenyamanan visual bagi atlet dan penonton.</p>Ardian WinilihYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18677695Analisis "Axis Flow" sebagai Pemandu Sirkulasi dan Narasi Spasial Le Jardin Secrets
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7323
<p>Arsitektur kontemporer menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan peran pemandu sirkulasi dengan kualitas narasi spasial, di mana potensi narasi spasial sering kali terabaikan demi keteraturan gerak semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konsep axis flow sebagai strategi desain yang menjembatani peran ganda tersebut pada proyek Le Jardin Secrets di Semarang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis arsitektural, penelitian mengevaluasi parameter sirkulasi dan narasi spasial melalui pembacaan dokumen rancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa axis flow berhasil berfungsi sebagai sistem ganda yang efektif. Sebagai pemandu sirkulasi, axis flow membentuk konfigurasi jalur linear yang tegas guna memudahkan orientasi dan keterbacaan ruang bagi pengguna. Sebagai narasi spasial, konsep ini mengintegrasikan penempatan bukaan, pemilihan material, dan arah pandang (view) menjadi rangkaian peristiwa visual yang bertahap. Sintesis akhir membuktikan bahwa keterpaduan elemen-elemen tersebut menghasilkan pengalaman ruang yang terarah, berlapis, dan koheren. Dengan demikian, axis flow merupakan instrumen desain yang mampu mengintegrasikan fungsi pemandu sirkulasi dengan kedalaman narasi spasial secara selaras.</p>Eka Aditya KusumajatiRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18696706Integrasi Prinsip Healing Environment dalam Perancangan Bangunan Tropis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Penghuni
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7324
<p>Peningkatan gangguan kesehatan mental menunjukkan bahwa kualitas lingkungan binaan berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis manusia. Di wilayah tropis seperti Indonesia, perancangan bangunan umumnya berfokus pada adaptasi iklim panas-lembap melalui prinsip arsitektur tropis, namun masih menitikberatkan aspek kenyamanan termal dan efisiensi energi, sementara dimensi psikologis pengguna belum terintegrasi secara komprehensif. Di sisi lain, konsep healing environment terbukti mampu menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental, tetapi penerapannya masih dominan pada fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka integratif antara prinsip healing environment dan arsitektur tropis dalam mendukung kesejahteraan psikologis penghuni. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan analisis tematik dan sintesis konseptual terhadap jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pencahayaan alami terdiffusi, ventilasi silang, vegetasi, ruang transisi, material alami, serta pengaturan zonasi ruang menenangkan berkontribusi terhadap penurunan stres, peningkatan rasa aman, dan stabilitas emosional penghuni bangunan tropis.</p>Berlian Putra PamungkasDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18707718Analisis Kinerja Pencahayaan Alami Desain Bangunan Kost menggunakan Simulasi Software DIALux Evo (Studi Kasus: Kost di Kartasura)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7325
<p>Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam bangunan hunian kost karena berpengaruh terhadap kualitas ruang dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pencahayaan alami pada bangunan kost dua lantai di kawasan Kartasura berdasarkan tingkat iluminansi dan kesesuaiannya terhadap standar SNI 6197:2020.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode simulasi pencahayaan alami menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Simulasi dilakukan pada tiga waktu pengamatan, yaitu pukul 08.00, 12.00, dan 15.00 WIB, untuk mengetahui variasi tingkat iluminansi cahaya alami pada setiap ruang. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil simulasi terhadap standar pencahayaan yang berlaku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami paling optimal terjadi pada pukul 12.00 WIB, di mana sebagian besar ruang kamar tidur telah memenuhi standar iluminansi minimum. Namun, pada pagi dan sore hari masih ditemukan beberapa ruang yang berada pada kategori hampir memenuhi hingga tidak memenuhi standar, terutama ruang yang memiliki keterbatasan bukaan seperti KM/WC dan ruang di bagian tengah bangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja pencahayaan alami pada bangunan kost belum merata sepanjang waktu penggunaan ruang.</p>Yano Brama YudaWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18719725Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Pemanfaatan Alun-Alun Lor Boyolali Ditinjau dari Aspek Kenyamanan Lingkungan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7326
<p>Alun-Alun Lor Boyolali merupakan salah satu ruang terbuka publik yang memiliki posisi strategis, terletak di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Meskipun telah memiliki fasilitas seperti area panggung, tempat duduk tribun, dan kamar mandi umum, pemanfaatan ruang ini masih tergolong rendah. Aktivitas masyarakat terbatas pada kegiatan olahraga ringan oleh warga sekitar, sedangkan potensi ruang publik sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi belum tergali optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya pemanfaatan Alun-Alun Lor Boyolali ditinjau dari aspek kenyamanan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran, yaitu kualitatif deskriptif yang didukung oleh pendekatan kuantitatif sederhana. Kualitatif deskriptif dilakukan melalui observasi aktivitas berdasarkan rentang waktu tertentu, pencatatan jumlah dan jenis pengguna, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemanfaatan alun-alun dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain yaitu lokasi yang bersebelahan dengan jalur cepat sehingga menimbulkan kebisingan dan rasa kurang aman, kenyamanan lingkungan yang rendah akibat minimnya vegetasi peneduh, keterbatasan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan penerangan, serta tidak adanya kegiatan rutin yang mampu menarik pengunjung.</p>Dewi AnggrainiNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18726735Perancangan Bangunan Multifungsi dengan Pendekatan Analisis Fungsi Ruang dan Konektivitas antar Zona Privat dan Publik
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7327
<p>Perancangan bangunan multifungsi yang menggabungkan rumah tinggal dan restoran memerlukan pengaturan ruang untuk kebutuhan aktivitas privat dan publik. Penelitian ini bertujuan merancang bangunan rumah dan restoran melalui pendekatan analisis fungsi ruang dan konektivitas antar zona privat dan publik. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan ruang, pola aktivitas pengguna, hubungan antar ruang, serta analisis sirkulasi dan konektivitas. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pembagian zonasi yang jelas, pemisahan akses berdasarkan jenis pengguna, dan penerapan ruang transisi yang tepat mampu meminimalkan konflik aktivitas antara penghuni dan pengunjung, sekaligus menjaga kenyamanan dan privasi hunian. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan perkotaan dengan tetap mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan kualitas ruang pada bangunan multifungsi.</p>Aditya Taufiq Al HakimWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18736746Evaluasi Amenities Ruang Publik pada Taman Hutan Kota GBK Jakarta sebagai Dasar Pengembangan Ruang Publik yang Inklusif
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7328
<p>Taman Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, merupakan ruang publik perkotaan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kebutuhan yang beragam. Dalam konteks tersebut, kualitas amenities ruang publik seperti toilet umum, toilet difabel, dan musholla memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan, aksesibilitas, dan keberlanjutan penggunaan ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi amenities ruang publik di Taman Hutan Kota GBK dengan menggunakan prinsip Universal Design sebagai dasar analisis serta standar perancangan fasilitas publik sebagai acuan penilaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting fasilitas toilet umum, toilet difabel, dan musholla terhadap prinsip Universal Design dan ketentuan perancangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenities ruang publik di Taman Hutan Kota GBK belum sepenuhnya memenuhi prinsip inklusivitas. Temuan utama meliputi keterbatasan kapasitas toilet umum, ketiadaan fasilitas toilet difabel, serta musholla dengan luasan dan fasilitas pendukung yang terbatas, sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna secara setara. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan rekomendasi desain berupa penataan ulang layout fasilitas, penyediaan toilet difabel, serta peningkatan aksesibilitas dan keterbacaan ruang sebagai upaya peningkatan kualitas amenities ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p>Gladys Puspa RamastaMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18747758Kenyamanan Termal pada Ruang Studio Khakimatta Bantul, Yogyakarta dengan Model Design Outdoor
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7329
<p>Khakimatta di Bantul, Yogyakarta, yang menerapkan konsep design outdoor. Evaluasi dilakukan melalui kombinasi pengukuran parameter lingkungan fisik dan penilaian persepsi subjektif pengguna. Metode penelitian meliputi observasi lapangan selama dua hari dengan variasi kondisi kipas angin dinyalakan dan dimatikan, serta penyebaran kuesioner kepada delapan responden pengguna studio. Hasil pengukuran fisik menunjukkan bahwa rata-rata suhu ruangan mencapai 29,9°C dan kelembaban udara rata-rata sebesar 74,5%, di mana keduanya melebihi standar SNI. Kecepatan udara berada pada kategori sangat rendah dengan nilai rata-rata 0,06-0,09 m/s. Meskipun secara umum pengguna memberikan skor kepuasan rata-rata sebesar 3,8 dengan kategori setuju, sebanyak 65% responden menyatakan bahwa suhu ruang terasa panas pada siang hari. Penggunaan kipas angin belum memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan suhu ruang maupun peningkatan kenyamanan termal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kenyamanan termal di Studio Khakimatta masih kurang optimal, yang terutama dipengaruhi oleh tingginya suhu dan kelembaban udara, sehingga diperlukan strategi pengendalian panas dan kelembaban ruang yang lebih efektif.</p>Ratih Ayu TyastiI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18759772Pemanfaatan Bata dan Bambu melalui Strategi Tektonika dalam Pendekatan Estetika Fungsional Restoran
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7330
<p>Restoran merupakan sebuah bangunan yang mempunyai tuntutan kuat dengan kenyamanan visual, dan pengalaman ruang yang memiliki estetika dan fungsional. Pemanfaatan material lokal bata dan bambu dipilih karena memiliki ketersediaan lokal yang tinggi, adaptif terhadap iklim tropis dan potensi strategi tektonika yang kuat. Material lokal diposisikan sebagai aspek penting dalam desain tektonika arsitektur, dengan menunjukkan potensi bata dan bambu sebagai elemen visual dan fungsional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan material lokal bata dan bambu melalui strategi desain tektonika dalam perancangan bangunan restoran. Fokus uji penelitian diarahkan pada strategi penerapan tektonika pada bata dan bambu sebagai elemen arsitektural melalui eksplorasi susunan dan modul tektonika yang mampu berfungsi secara optimal dan fungsional sekaligus menampilkan kualitas estetika visual. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi eksploratif berbasis desain dengan proses simulasi tiga dimensi. Eksplorasi dan simulasi difokuskan pada pola susunan, modul tektonika, serta pemanfaatan cahaya alami dan bayangan sebagai ekspresi arsitektural serta fungsionalitas terhapap ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tektonika bata dan bambu pada pola susunan dan modul tektonika menjadi indikator keberhasilan desain eksplorasi material yang estetika, fungsional, serta mendukung prinsip keberlanjutan dan kenyamanan ruang. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi wawasan dan literatur dalam pemanfaatan material bata dan bambu menggunakan strategi tektonika dalam perancangan arsitektur.</p>Gilang Maulana ArdyawanErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18773787Analisis Komparatif Pola Parkir untuk Optimalisasi Sirkulasi Kendaraan di Pabrik Manly Sukoharjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7331
<p>Keterbatasan lahan parkir pada kawasan industri yang berada di tengah permukiman padat sering memicu konflik sirkulasi dan gangguan sosial akibat praktik parkir liar. Pabrik Manly Sukoharjo menghadapi permasalahan serupa, dengan kebutuhan parkir sepeda motor karyawan mencapai 300 unit pada lahan terbatas seluas ±807 m². Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas beberapa pola parkir untuk memperoleh konfigurasi paling optimal dalam meningkatkan kapasitas dan kelancaran sirkulasi kendaraan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-komparatif melalui studi kasus, dengan simulasi tata letak berdasarkan parameter kapasitas, efisiensi ruang, dan kelancaran manuver. Dua alternatif utama dianalisis, yaitu sistem parkir vertikal dan pola parkir pulau sudut 90° konfigurasi tiga baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem parkir vertikal unggul dari sisi kapasitas maksimal, pola parkir pulau 90° terbukti lebih efisien, ekonomis, dan realistis diterapkan. Pola ini mampu memenuhi kebutuhan 300 unit sepeda motor, meningkatkan keteraturan parkir, serta mengurangi konflik sirkulasi tanpa memerlukan intervensi struktural kompleks. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi parkir pada lahan terbatas dapat dicapai melalui penataan ruang dan sistem sirkulasi yang tepat.</p>Amelia Risqi YanuarisaWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18788797Analisis Kesesuaian Dimensi Furnitur Interior Rumah Tinggal terhadap Antropometri Pengguna Indonesia
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7332
<p>Dalam praktik perancangan interior rumah tinggal, penentuan dimensi furnitur sering dilakukan dengan mengacu pada referensi desain yang diperoleh dari internet. Referensi tersebut umumnya menampilkan ukuran furnitur secara umum tanpa disertai penjelasan mengenai konteks antropometri pengguna yang menjadi dasar perancangannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara dimensi furnitur dan karakter fisik pengguna apabila diterapkan tanpa proses verifikasi ergonomi sejak tahap perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dimensi furnitur interior rumah tinggal terhadap antropometri pengguna Indonesia. Penelitian dilakukan pada desain interior rumah tinggal yang belum terbangun dengan pendekatan design-based research pada tahap evaluasi desain. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif melalui simulasi penggunaan furnitur. Elemen yang dianalisis meliputi kursi duduk, meja, countertop dapur, jangkauan rak, dan lebar sirkulasi ruang. Simulasi dilakukan oleh empat responden dewasa Indonesia yang dipilih berdasarkan variasi tinggi badan dan berada pada rentang antropometri pengguna dewasa Indonesia, sehingga tidak berada pada kondisi ekstrem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dimensi furnitur berada pada kategori mendekati sesuai, yang berarti masih dapat digunakan secara fungsional namun belum sepenuhnya optimal dari sisi ergonomi. Elemen countertop dapur dan jangkauan rak menunjukkan tingkat ketidaksesuaian paling tinggi dibandingkan elemen lainnya. Penelitian ini bersifat eksploratif dan tidak ditujukan untuk generalisasi luas, namun memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi kesesuaian dimensi furnitur berbasis antropometri pengguna Indonesia sebagai bagian dari proses perancangan interior rumah tinggal.</p>Alvin Sakti WirayudaDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18798806Optimalisasi Sirkulasi Ruang Kerja pada Kantor Open-Plan DPUPR Sukoharjo Bidang Cipta Karya
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7333
<p>Konsep ruang kerja terbuka (open-plan office) banyak diterapkan pada perkantoran pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi ruang dan interaksi antarpegawai. Namun, penerapannya sering menimbulkan permasalahan pada aspek kenyamanan dan privasi, khususnya akibat pola sirkulasi yang kurang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pola sirkulasi ruang kerja terhadap tingkat kenyamanan dan privasi pengguna pada kantor open-plan DPUPR Sukoharjo Bidang Cipta Karya. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert dan observasi langsung terhadap pergerakan pengguna ruang. Responden penelitian terdiri atas pegawai dan tamu kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sirkulasi ruang kerja eksisting belum berjalan optimal, ditandai dengan adanya sirkulasi silang dan konflik sirkulasi pada beberapa area penting, seperti akses masuk, area pelayanan, dan area kerja pegawai. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya tingkat kenyamanan, privasi, dan efisiensi aktivitas pengguna. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi sirkulasi melalui pemisahan jalur publik dan jalur internal pegawai serta pengaturan hierarki ruang yang lebih jelas guna meningkatkan kualitas ruang kerja open-plan.</p>Windi PuspitasariDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18807813Peran Potensi Alam terhadap Konsep Desain Villa di Batu Malang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7334
<p>Kota Batu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang sering dijuluki sebagai “Swiss Kecil” karena memiliki pemandangan alam yang indah, udara sejuk, serta kontur perbukitan yang khas. Kondisi tersebut menjadikan Kota Batu memiliki daya tarik wisata alam yang kuat, sehingga mendorong perkembangan sektor pariwisata. Seiring dengan meningkatnya aktivitas wisata, kebutuhan akan fasilitas akomodasi, khususnya villa sebagai tempat menginap yang nyaman turut mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi alam Kota Batu yang dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dalam perancangan villa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode research-based design, yang diawali melalui kajian literatur, serta analisis data terhadap kondisi fisik dan nonfisik kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki berbagai aspek alam yang berpotensi kuat untuk diterapkan dalam konsep perancangan villa, seperti bentuk apel sebagai ikon khas Kota Batu, penggunaan material batu alam lokal yang mendukung kesan alami dan kontekstual, inspirasi bentuk paralayang yang merepresentasikan aktivitas wisata unggulan, serta pemanfaatan panorama pegunungan sebagai elemen visual utama dalam perancangan ruang. Integrasi potensi tersebut diharapkan mampu menghasilkan desain villa yang tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga memperkuat identitas lokal serta menciptakan pengalaman menginap yang harmonis dengan alam Kota Batu.</p>Bintang Rahmadhayanti PutriDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18814821Kesesuaian Aksesibilitas & Prasarana Parkir pada Kawasan Wisata Pantai Krakal
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7335
<p>Pantai Krakal di Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan wisata dengan tingkat kunjungan yang tinggi sehingga membutuhkan aksesibilitas dan prasarana parkir yang sesuai standar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesesuaian aksesibilitas dan prasarana parkir di kawasan wisata Pantai Krakal terhadap ketentuan teknis dan regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan gap analysis, melalui studi literatur, observasi lapangan, serta analisis deskriptif-komparatif berdasarkan PP RI No. 50 Tahun 2011, SNI, dan pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses jalan dan penyediaan Satuan Ruang Parkir (SRP) secara umum telah memenuhi standar. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada fasilitas pendukung, seperti marka dan pola parkir yang tidak jelas, keterbatasan penerangan, ketiadaan sistem pengendali parkir, serta kurangnya fasilitas umum pendukung. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengelolaan prasarana guna mendukung kenyamanan dan keberlanjutan kawasan wisata.</p>Ghifreifi Amaran Naufal AkbarDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18822833Evaluasi Kualitas Ruang Jalan pada Koridor Pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7336
<p>Ruang jalan pada kawasan pendidikan memiliki kompleksitas aktivitas yang tinggi, namun sering kali belum memenuhi standar aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh kelompok pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas ruang pedestrian pada koridor pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia di kawasan Alam Sutera berdasarkan prinsip Universal Design (UD) dan Human-Centered Design (HCD). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui observasi lapangan, pengukuran teknis, dan dokumentasi pada tiga segmen koridor. Evaluasi dilakukan dengan merujuk pada standar Permen PUPR No. 03/2014 dan SNI 8153:2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dimensi lebar trotoar pada sebagian besar segmen telah memenuhi standar minimal (250 cm), aspek kontinuitas jalur masih sering terganggu oleh aktivitas drop-off kendaraan, parkir liar, dan keberadaan elemen utilitas. Implementasi prinsip Universal Design ditemukan masih sangat rendah, ditandai dengan ketiadaan fasilitas guiding block yang berkelanjutan dan kemiringan ramp yang tidak standar. Dari perspektif Human-Centered Design, ditemukan tingkat konflik ruang yang tinggi antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor serta rendahnya kualitas pencahayaan pada malam hari yang menurunkan rasa aman dan nyaman pengguna. Secara keseluruhan, koridor pendidikan ini belum sepenuhnya inklusif dan masih berorientasi pada pergerakan kendaraan. Rekomendasi penelitian mencakup penataan ulang area drop-off, penyediaan fasilitas aksesibilitas yang terintegrasi bagi penyandang disabilitas, serta penguatan pengawasan terhadap penyalahgunaan fungsi trotoar dan jalur sepeda.</p>Igo Rangga SaputraQ QomarunYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18834845Analisis Kenyamanan Termal Desain Rumah Lantai Satu Karanganyar melalui Simulasi Distribusi Suhu
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7337
<p>Pencapaian kenyamanan termal merupakan parameter krusial dalam perancangan rumah tinggal di wilayah beriklim tropis lembap seperti Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi tingkat kenyamanan termal pada desain rumah tinggal seluas 80,8 m2 melalui metode simulasi distribusi suhu ruang sebelum tahap konstruksi dilakukan. Permasalahan utama yang dikaji adalah potensi beban panas berlebih (heat gain) pada desain modern yang menggunakan banyak material kaca namun memiliki keterbatasan vegetasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode simulasi komputasi untuk mengukur temperatur udara interior berdasarkan standar SNI 03-6572-2001. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada jam puncak matahari (13.00 WIB), suhu di area ruang tamu mencapai 28,2°C, yang secara signifikan melebihi rentang nyaman optimal 22,8°C hingga 25,8°C. Ketidakmerataan distribusi panas ditemukan akibat orientasi bukaan yang terpapar radiasi matahari langsung secara masif. Optimalisasi melalui strategi desain pasif seperti penambahan shading device dan perbaikan ventilasi silang diperlukan untuk menekan distribusi suhu ruang. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi perancangan hunian yang responsif terhadap iklim lokal demi mewujudkan kenyamanan fisik bagi penghuni di Karanganyar.</p>Mohamad Izzatul FaaiqSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18846850Analisis Performa Pencahayaan Alami pada Ruang Kerja melalui Simulasi DIALux berdasarkan Standar SNI (Studi Kasus: Lantai 3 Kantor BAPPEDA Kabupaten Grobogan)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7338
<p>Penelitian ini mengeksplorasi kinerja penerangan alami di area kerja lantai 3 Gedung BAPPEDA Kabupaten Grobogan, yang memiliki fasad kaca tanpa pelindung dari sinar matahari. Situasi ini diduga menjadi penyebab dari ketidakseimbangan dalam distribusi cahaya serta masalah silau bagi para pengguna ruangan tersebut. Dengan memanfaatkan metode simulasi DIALux evo serta validasi di lapangan melalui alat pengukur lux, penelitian ini menganalisis dampak dari elemen arsitektural terhadap standar SNI 03-6575-2001. Analisis awal menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan di area kerja melebihi 500 lux, yang lebih tinggi dari ambang batas kenyamanan visual. Sebagai upaya pemecahan, penelitian ini melaksanakan pengujian setelah intervensi dengan menambahkan unsur Venetian blind dan melakukan penyesuaian pada transmisi kaca. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa penerapan elemen peneduh dapat menyeimbagkan distribusi intensitas cahaya di seluruh ruang. Penemuan ini menegaskan betapa pentingnya pengontrolan elemen kualitas pencahayaan arsitektural dalam perancangan fasad guna mencapai kualitas pencahayaan alami yang optimal di lingkungan kantor.</p>Ahmad Bayu SaputraWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18851859Evaluasi Desain Ruang Tunggu Pediatric ICU terhadap Kenyamanan Pengguna RS Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7339
<p>Ruang Tunggu pada Pediatric Intensive Care Unit (PICU)memiliki peran strategis dalam menunjang kenyamanan fisik maupun psikologis keluarga pasien selama menunggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi desain ruang tunggu PICU di Rumah Sakit Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten berdasarkan aspek tata ruang, kapasitas, sistem ventilasi dan bukaan, pencahayaan, serta tingkat kebisingan terhadap kenyamanan pengguna. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung, pengukuran teknis, dan wawancara dengan keluarga pasien. Pengukuran secara teknis dilakukan untuk mengetahui besarnya cahaya dan tingkat suara, kemudian dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ruang tunggu PICU belum sepenuhnya mendukung kenyamanan pengguna. Masalah utama yang ditemukan antara lain ventilasi alami dan ventilasi silang yang tidak memadai sehingga menyebabkan ruangan terasa pengap, pencahayaan yang tidak mencapai standar minimum, serta kebisingan yang pada beberapa waktu melebihi batas yang direkomendasikan. Temuan tersebut menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi desain ruang tunggu PICU yang berorientasi pada peningkatan kenyamanan pengguna. Penelitian ini diharapkan menghasilkan arahan perbaikan desain yang aplikatif dan berbasis kondisi eksisting, khususnya terkait optimalisasi ventilasi dan pencahayaan, pengendalian kebisingan, serta penataan ruang yang lebih efektif, sehingga dapat menjadi referensi bagi pihak rumah sakit dan perancang dalam mewujudkan ruang tunggu PICU yang mendukung kenyamanan fisik dan psikologis keluarga pasien sesuai prinsip healing environment.</p>Muhammad Wijdan AnargyaErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18860872Strategi Adaptive Reuse Bangunan Industri Bersejarah Non-Cagar Budaya: Studi Kasus Pabrik N.V Braat, Surabaya
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7340
<p>Kompleks pabrik mesin N.V Braat yang berada di daerah Ngagel, Surabaya merupakan saksi penting perkembangan industri di Surabaua pada awal abad 20. Kompleks tersebut merupakan eks pabrik mesin. Bangunan di kompleks tersebut kini hanya tersisa satu bangunan kantor administrasi yang sekarang berfungsi sebagai lapangan futsal. Penelitian ini mengkaji penerapan adaptive reuse pada bangunan bersejarah guna mempertahankan nilai histori melalui pendekatan adaptive reuse . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Diharapkan penelitian ini dapat menyadarkan kita bahwa masih banyak bangunan bersejarah yang belum terdaftar sebagai cagar budaya agar bangunan yang memiliki nilai histori masih bisa bertahan dan di selamatkan. Serta menjadi upaya untuk mendorong keberlanjutan (sustainable) dengan pemanfaatan bangunan lama atau terbengkalai yang dapat memberikan dampak secara ekonomi, sosial atau pun nilai budaya dan sejarah pada lingkungan sekitar. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptive reuse saat ini sangat sesuai untuk diterapkan pada bangunan bersejarah non-cagar budaya sebagai upaya untuk mempertahankan nilai sejarah. Strategi ini tidak hanya mempertahankan bentuk fisik tapi juga fungsi baru, memperpanjang masa pakai dan umur bangunan dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Kawasan sekitar. Keberadaan sisa bangunan NV Braat di Ngagel menjadi bukti sejarah perkembangan industri di Surabaya yang pernah Berjaya di masanya. Dengan memfungsikan kembali bangunan tersebut merupakan langkah untuk kembali menghidupkan ruang-ruang yang mati. Usulan fungsi sebagai perpustakaan, toko buku serta coffe shop menerapkan prinsip kelayakan ekonomi diaman bangunan yang dialihfunsgikan dapat membiayai perawatannya sendiri melalui fungsi komersil, penerapan prinsip keberlanjutan (sustainable) dengan pemanfaatan struktur lama sebagai upaya memperpanjang umur dan memperpanjang masa pakai bangunan dengan tingkat intervensi sedang dengan perbaikan ringan dan penyesuaian interior.</p>Ahmad Ibrahim AsmoroSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18873880Kajian Pola Tata Ruang dan Bentuk Rumah Tapak di Permukiman Gang Venoes, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7341
<p>Permukiman padat perkotaan di Jakarta, khususnya di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berkembang secara organik akibat keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk. Salah satu contohnya adalah kawasan Gang Venoes di Tambora. Kepadatan hunian yang ekstrem berdampak pada terbentuknya pola tata ruang dan bentuk rumah tapak adaptif, yang seringkali menghadapi permasalahan pencahayaan alami, ventilasi, serta kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola tata ruang dan bentuk rumah tapak di permukiman padat Gang Venoes, Tambora, Jakarta Barat, serta kondisi pencahayaan, ventilasi, dan kenyamanan ruang sebagai representasi adaptasi arsitektur pada lahan sempit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, pengukuran, dokumentasi visual, dan wawancara penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman rumah tapak di Gang Venoes memiliki karakter kepadatan tinggi, gang sempit, dan jarak antar rumah yang hanya sebesar 60-100 cm, sehingga pola tata ruang hunian terbentuk secara organik dan adaptif terhadap keterbatasan lahan. Keterbatasan fisik kawasan menyebabkan pencahayaan alami dan ventilasi udara tidak optimal akibat bukaan terbatas dan ruang multifungsi, meskipun gang berperan sebagai ruang sosial pendukung kenyamanan. Rekomendasi untuk optimalisasi hunian memerlukan strategi desain kontekstual melalui penyediaan bukaan vertikal, void, dan skylight, serta penataan lingkungan berbasis perbaikan in-situ secara partisipatif.</p>Wahyu Rafif FadilYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18881890Evaluasi Kesesuaian Desain Bukaan Dinding Area Tangga UPITRA terhadap Kondisi Iklim Tropis
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7342
<p>Bukaan dinding area tangga umumnya dirancang untuk menunjang sirkulasi udara dan pencahayaan alami pada siang hari, namun desain tersebut seringkali tidak mempertimbangkan aliran air hujan, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna. Penelitian ini membahas permasalahan desain bukaan dinding pada area tangga di Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) terhadap iklim tropis Indonesia dan curah hujan tinggi, yang dapat menyebabkan masalah masuknya air dan genangan di bordes tangga. Tujuan penelitian ini adalah tidak hanya menggambarkan kondisi fisik bukaan dinding, tetapi juga mengevaluasi kinerja desain dalam konteks iklim tropis. Evaluasi ini menjadi dasar untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian desain serta menentukan aspek-aspek yang memerlukan penyesuaian guna meningkatkan respon desain terhadap kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui pengamatan langsung kondisi fisik area tangga UPITRA serta pengolahan informasi dari gambar DED.</p>Yolanda Sapna PramesjatiRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18891898Redesain Transportasi Vertikal Klinik dalam Jiwa berbasis Regulasi Nasional sebagai Upaya Peningkatan Keandalan Bangunan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7343
<p>Transportasi vertikal merupakan elemen kunci dalam perancangan fasilitas kesehatan karena menentukan tingkat keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K) bagi seluruh pengguna bangunan. Klinik Dalam Jiwa di Ngawi sebagai bangunan tiga lantai saat ini hanya bergantung pada satu ramp sebagai jalur vertikal tanpa didukung tangga utama, tangga darurat, lift pasien, maupun lift servis, sehingga belum memenuhi standar keandalan bangunan kesehatan dan aksesibilitas yang diatur dalam Permenkes No. 40 Tahun 2022 serta Permen PUPR No. 14 Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluasi desain, berbasis dokumentasi lapangan, studi gambar denah dan model 3D, serta kajian regulasi untuk menilai sistem transportasi vertikal eksisting melalui kerangka 4K. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ramp tunggal menimbulkan keterbatasan kapasitas evakuasi, konflik sirkulasi antara pasien, pengunjung, dan logistik, beban fisik berlebih bagi pengguna berketerbatasan mobilitas, serta rendahnya aksesibilitas mandiri bagi penyandang disabilitas. Rekomendasi desain yang disusun meliputi penambahan dua lift pasien di inti bangunan, dua lift servis dengan salah satunya berfungsi sebagai lift kebakaran, satu tangga darurat terproteksi, serta peningkatan elemen keselamatan ramp melalui handrail dan tepi pengaman, sehingga terbentuk sistem transportasi vertikal berlapis yang lebih aman, inklusif, dan selaras dengan prinsip 4K.</p>Rizqi Rozan FahreziSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18899908Studi Bio-Sintesis Fasad (BSF) Hotel Asia: Analisis Kinerja Termal dan Koeksistensi Biodiversitas di Simpang Panggung, Solo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7344
<p>Arsitektur urban tropis menghadapi krisis keterasingan ekologis, di mana selubung bangunan cenderung steril dan tereduksi menjadi sistem mati. Fenomena ini terlihat nyata di Simpang Panggung, Solo, di mana friksi antara infrastruktur kabel listrik dan burung migran menyebabkan polusi limbah. Penelitian ini mengusulkan konsep Ecosynapse melalui sistem Bio-Sintesis Fasad (BSF) pada Hotel Asia sebagai upaya rekonsiliasi arsitektur dengan biodiversitas. Metode penelitian menggunakan simulasi komputasional parametrik melalui Ladybug Tools untuk memvalidasi performa termal desain secara real-time. Analisis dilakukan secara komparatif dengan mengukur gradien suhu dan indeks UTCI (Universal Thermal Climate Index) antara dinding beton masif eksisting dengan modul BSF yang mengintegrasikan AIBS (Avian-Integrated Bio-System). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem BSF mampu mereduksi beban panas secara signifikan dengan penurunan suhu permukaan hingga 8,3 K pada jam puncak radiasi. Selain itu, sistem AIBS berhasil menciptakan siklus nutrisi tertutup yang mengubah limbah avian menjadi pupuk vegetatif, sekaligus memitigasi polusi bau dan mendukung koeksistensi biodiversitas urban yang regeneratif.</p>Nafis Roziq BagaskaraMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18909917Evaluasi Sirkulasi dan Penataan Area Parkir di Kawasan Mixed-Use Wisata Pantai Kuta dan Beachwalk Shopping Center Bali
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7345
<p>Kawasan Pantai Kuta merupakan destinasi wisata utama di Bali dengan intensitas aktivitas wisata dan komersial yang tinggi, ditandai dengan keberadaan Beachwalk Shopping Center sebagai pusat perbelanjaan modern di tepi pantai. Namun, perkembangan kawasan tersebut belum diimbangi dengan sistem sirkulasi dan penataan parkir yang baik sehingga menimbulkan permasalahan tata ruang dan kenyamanan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, pemetaan kondisi eksisting, serta analisis kapasitas parkir dan pola sirkulasi kawasan. Metode kuantitatif ditambahkan untuk memperkuat hasil observasi melalui data numerik terukur yang dianalisis menggunakan DepthmapX dan kuesioner. Pendekatan deskriptif analitis digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi penataan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas parkir di luar badan jalan di area depan Beachwalk Shopping Center Bali belum mampu mendukung sistem sirkulasi yang tertib dan nyaman akibat tingginya intensitas aktivitas wisata dan perdagangan yang tidak diimbangi kapasitas parkir memadai. Keterbatasan elemen pendukung, seperti marka, rambu, jalur pedestrian dan fasilitas aksesibilitas, turut menurunkan tingkat kenyamanan dan keselamatan, sehingga area ini menjadi titik dengan kepadatan lalu lintas tertinggi di kawasan studi. Oleh karena itu, diperlukan penataan ulang sistem parkir dan sirkulasi yang mengacu pada standar teknis, meliputi pola dan dimensi parkir, jalur sirkulasi kendaraan, serta penyediaan elemen pendukung dan peningkatan fasilitas pedestrian yang terintegrasi, aksesibel, dan berkelanjutan, khususnya pada periode kunjungan tinggi.</p>Mohamad Afif DzakwanYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18918929Analisis Pengaruh Ketinggian Plafon (High Ceiling) terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Kost di Surakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7346
<p>Penelitian kenyamanan termal pada bangunan hunian tropis umumnya menekankan persepsi penghuni, sementara kajian empiris yang secara spesifik mengevaluasi pengaruh ketinggian plafon terhadap paremeter fisik kenyamanan termal pada bangunan kost masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan high ceiling terhadap kondisi termal ruang kamar kost berdasarkan parameter fisik lingkungan, tanpa melibatkan penilaian subjektif penghuni. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui pengukuran suhu udara dan kelembapan relatif pada dua bangunan kost di Kota Surakarta dengan perbedaan ketinggian plafon, yaitu plafon standar (±2,8 meter) dan high ceiling (±3,5 meter). Pengukuran dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari, kemudian dibandingkan dengan standar kenyamanan termal SNI 03-6572-2001 dan ASHRAE Standard 55. Hasil menunjukkan bahwa bangunan kost dengan high ceiling memiliki suhu udara rata-rata lebih rendah ±0,5°C-0,8°C dibandingkan plafon standar, terutama pada siang dan sore hari, dengan kelembapan relatif yang lebih stabil. Meskipun kondisi termal belum sepenuhnya memenuhi rentang nyaman menurut standar SNI dan ASHRAE, penerapan high ceiling terbukti memperbaiki kinerja termal fisik ruangan melalui peningkatan volume udara dan stratifikasi panas. Temuan ini menegaskan peran high ceiling sebagai strategi desain pasif pada bangunan kost di iklim tropis dengan lingkup analisis terbatas pada aspek fisik.</p>Vicky Irza ValandhikaWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18930938Analisis Kritis Zonasi Ruang Asrama Panti Teman Surga Indonesia Ditinjau dari Aspek Privasi Visual dan Keamanan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7351
<p>Privasi dan keamanan merupakan aspek fundamental dalam perancangan asrama panti asuhan berbasis Islam, terutama terkait interaksi antar-gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas zonasi ruang dan tingkat keterpaparan visual pada rancangan Asrama Panti Teman Surga Indonesia di Bekasi yang saat ini dalam tahap konstruksi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis dokumen rancangan melalui simulasi garis pandang (line of sight) pada model 3D dengan landasan teori privasi Altman, Defensible Space Newman, serta prinsip Hijab Spatial. Hasil penelitian menunjukkan adanya kerentanan privasi yang signifikan pada kamar penghuni perempuan di Lantai 1 akibat penempatan yang berdekatan dengan akses pintu masuk utama dan ruang pengasuh laki-laki tanpa adanya ruang transisi yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa zonasi pemisahan gender tetap relevan, namun memerlukan penguatan melalui intervensi arsitektural berupa buffer zone dan visual barrier untuk menjamin perlindungan privasi yang maksimal.</p>Kahfina AuliaMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18939944Pengukuran Intensitas Kebisingan dan Simulasi Material Peredam (Studi Kasus Ruang Rapat PU Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1A)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7352
<p>Kebisingan di lingkungan kerja yang berdekatan dengan aktivitas konstruksi infrastruktur berskala besar berpotensi menurunkan kenyamanan dan efektivitas komunikasi di ruang rapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan dan waktu dengung (RT60) pada Ruang Rapat PU Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1A, serta mensimulasikan penggunaan alternatif material peredam sebagai solusi teknis. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengukuran langsung menggunakan Sound Level Meter di 15 titik sampling melalui metode grid. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan tertinggi mencapai 73,5 dB, yang melampaui ambang batas ideal (50-60 dB), serta nilai (RT60) eksisting sebesar 0,97 detik yang memicu gema (echo). Simulasi perbaikan dilakukan dengan membatasi intervensi pada elemen interior melalui penggantian plafon menggunakan Polyester Fiber Acoustic Board (NRC 0,75) dan pelapisan dinding dengan Fiberglass Acoustic Panel. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan luas serap dari 43,33 sabin menjadi 118,65 sabin, yang berhasil menurunkan nilai RT60 secara signifikan menjadi 0,35 detik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaplikasian alternatif material peredam secara spesifik pada elemen plafon dan dinding yang terpapar bising mampu menciptakan kualitas akustik ruang rapat yang jernih, kedap, dan sesuai dengan standar kenyamanan kerja.</p>Salsa Indriyani SumadiErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18945954Kesesuaian Rancangan Ruang VIP Dan VVIP terhadap Standar Teknis Rumah Sakit (Studi Kasus: RSUD Pandan Arang Boyolali)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7353
<p>Kesesuaian fasilitas ruang rawat inap merupakan indikator vital dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada kelas VIP dan VVIP yang menuntut standar privasi dan keselamatan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian rancangan ruang rawat inap di Gedung Merbabu Lantai 4 RSUD Pandan Arang Boyolali terhadap standar teknis yang berlaku. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan membandingkan data sekunder berupa gambar kerja (Detail Engineering Design) terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022 dan standar keselamatan bangunan kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek dimensi ruang (±25 m² dan ±50 m²) serta aksesibilitas pintu kamar mandi yang membuka ke luar (swing-out) telah memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Namun, evaluasi masih menemukan ketidaksesuaian pada aspek keselamatan fisik di area basah, meliputi ketiadaan pegangan rambat (grab bar) dan tombol darurat (nurse call), jumlah stop kontak medis yang kurang dari standar, serta penggunaan plint lantai bersudut siku yang belum higienis. Penelitian merekomendasikan penambahan instalasi keselamatan (grab bar) dan utilitas pendukung guna menjamin keamanan pasien (patient safety) secara menyeluruh.</p>Wignyo Bayu SetiawanRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18966976Analisis Kenyamanan Fisik Ergonomi Pengunjung pada Ruang Terbuka Publik Sister City Park Bandung
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7354
<p>Sister City Park Bandung sebagai ruang terbuka publik tematik di pusat kota memiliki tingkat aktivitas rekreasi tinggi dengan karakteristik mixed-use recreational space melalui fasilitas utama tribun multifungsi, ramp, railing, jalur pedestrian, dan area duduk informal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengukuran dimensi langsung di lapangan, observasi perilaku pengguna, dan analisis komparatif terhadap standar ergonomi teknis serta antropometri Indonesia.<br>Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan fisik fasilitas utama masih dalam kategori kurang dengan permasalahan utama pada ketidaksesuaian dimensi tribun multifungsi sebagai tempat duduk, kemiringan ramp yang berlebihan, tinggi railing yang tidak memadai untuk keamanan, serta material pedestrian yang licin saat basah. Kesimpulan penelitian menyatakan perlunya redesign tribun hybrid dengan zona terpisah untuk akses dan duduk, penyesuaian ramp, serta peningkatan railing guna meningkatkan kenyamanan fisik pengunjung secara menyeluruh.</p>Utsaimin Ibnu MuhammadMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18977987Pencahayaan Ruang Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Boyolali melalui Kajian Evaluasi Purna Huni
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7355
<p>Pencahayaan ruang kerja berperan penting dalam mendukung kenyamanan visual dan produktivitas kerja, dan efisiensi energi bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan pada ruang aula dan ruang kerja bidang kawasan permukiman di Gedung Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali berdasarkan standar pencahayaan nasional. Evaluasi dilakukan pada bangunan yang telah beroperasi dengan pendekatan evaluasi pasca purna huni (post-occupancy evaluation/POE) guna menilai kondisi pencahayaan aktual ruang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Permanent Supplementary Artificial Lighting Installation (PSALI). Analisis dilakukan melalui pengukuran langsung tingkat iluminasi menggunakan lux meter pada di beberapa titik ukur representatif serta simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak Surfer. Evaluasi pencahayaan dilakukan pada waktu pagi dan siang hari, kemudian dibandingkan dengan standar pencahayaan berdasarkan SNI 03-6575-2001 dan SNI 6197:2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pencahayaan alami pada ruang aula sebesar 50 lux dan pencahayaan buatan sebesar 65 lux, masih berada di bawah standar minimum ruang aula sebesar 200 lux. Pada ruang kerja Bidang Kawasan Permukiman, rata-rata pencahayaan alami sebesar 133 lux dan pencahayaan buatan sebesar 228 lux, juga belum memenuhi standar minimum ruang kerja perkantoran sebesar 350 lux. Distribusi pencahayaan pada kedua ruang belum merata, terutama pada area yang jauh dari bukaan, sehingga pencahayaan buatan berperan dominan dalam mendukung aktivitas kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja pencahayaan eksisting belum memenuhi standar kenyamanan visual dan memerlukan optimalisasi desain pencahayaan untuk meningkatkan kenyamanan visual dan efisiensi energi bangunan perkantoran.</p>Aditya Rizki ShaputraNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-18988997Respon Tapak Segitiga terhadap Efisiensi Tata Ruang Perancangan NZ House Kontemporer
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7356
<p>NZ House merupakan nama samaran dari proyek rumah tinggal yang dirancang pada lahan sempit berbentuk segitiga di kawasan permukiman padat. Permasalahan utama proyek ini adalah bagaimana menciptakan hunian yang terasa luas, efisien dalam pemanfaatan ruang, serta mampu menghadirkan kenyamanan visual dan ekologis pada tapak yang tidak beraturan. Area lancip yang berpotensi menjadi ruang sisa justru diolah menjadi taman kecil sebagai elemen relaksasi dan ruang hijau mikro yang mendukung prinsip arsitektur hijau.<br>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis desain, yang berfokus pada strategi pengaturan zonasi dan pemanfaatan ruang multifungsi sebagai upaya mewujudkan efisiensi tata ruang berbasis arsitektur hijau. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan arsitek pembimbing, serta studi literatur mengenai desain hunian efisien dan prinsip bangunan berkelanjutan.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan zonasi yang tepat antara area publik, semi privat, privat, dan servis, serta penerapan ruang multifungsi, mampu menciptakan rancangan hunian yang kompak, hemat ruang, dan tetap nyaman secara termal maupun visual. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara efisiensi tata ruang dan arsitektur hijau sebagai strategi desain kontekstual yang dapat diterapkan pada hunian di lahan terbatas kawasan perkotaan.</p>Shalsabila NailatusshufilaNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-189981006Analisis Ergonomi pada Ruang Kerja Bidang Cipta Karya Kantor DPUPR Kabupaten Sukoharjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7357
<p>Penataan ruang kerja yang tidak memperhatikan prinsip ergonomi berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko gangguan muskuloskeletal bagi pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ergonomi pada ruang kerja Bidang Cipta Karya Kantor DPUPR Kabupaten Sukoharjo, dengan fokus pada aspek tata letak dan penataan ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi berupa denah hasil redrawing dan foto kondisi eksisting, serta studi literatur yang mengacu pada teori ergonomi dan standar perancangan ruang kerja. Analisis dilakukan terhadap empat aspek utama ergonomi, yaitu sirkulasi, furnitur, aksesibilitas, serta kerapian dan keamanan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting ruang kerja masih memiliki beberapa permasalahan ergonomi, terutama pada penataan furnitur, alur sirkulasi, dan pengelolaan ruang penyimpanan, yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini menghasilkan arahan penerapan ergonomi sebagai dasar rekomendasi penataan ruang kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna ruang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan prinsip ergonomi pada ruang kerja kantor pemerintahan.</p>Exwin Putra Aji WerdanaDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810071017Evaluasi Tingkat Kenyamanan Auditif Ruang Komunal melalui Fenomena Akustik di Malang Creative Center
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7358
<p>Malang Creative Center (MCC) merupakan bangunan publik multifungsi yang mewadahi berbagai aktivitas kreatif masyarakat Kota Malang. Karakter bentuk bangunannya yang semi-terbuka menyebabkan ruang komunal di area sentral saling terhubung antar lantai sehingga menimbulkan tantangan dalam aspek kenyamanan auditif akibat persebaran suara dengan intensitas tinggi (bising) dari luar bangunan maupun aktivitas internal yang berlangsung secara bersamaan. Fenomena akustik utama dipengaruhi oleh bukaan lebar, keberadaan void, material reflektif, serta kedekatan terhadap sumber suara (pengeras suara dan lalu lintas). Penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat kenyamanan auditif ruang komunal MCC menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi kondisi eksisting ruang, pengukuran tingkat kebisingan (dBA), serta penyebaran kuesioner persepsi pengguna. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingan hasil pengukuran terhadap Kepmen LH No. 48 tahun 1996 (ambang batas kebisingan 60-70 dBA peruntukan fasilitas umum), yang menunjukkan ketidaksesuaian signifikan. Persepsi pengguna juga mengonfirmasi bahwa kebisingan berpotensi mengganggu konsentrasi dan komunikasi. Oleh karena itu, strategi pengendalian akustik adaptif direkomendasikan untuk meningkatkan kenyamanan auditif ruang komunal di MCC.</p>Karina Putri UtamiFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810181030Efektivitas Pemilihan Material Alumunium Composite Panel (ACP) dalam Perancangan Fasad Bioskop CGV di Ngaliyan, Semarang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7359
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan material Aluminium Composite Panel (ACP) pada perancangan fasad Bioskop CGV di Ngaliyan, Semarang. Penelitian dilatarbelakangi oleh kebutuhan material fasad yang tidak hanya memenuhi estetika modern minimalis, tetapi juga efisien secara ekonomi dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui studi literatur, analisis penerapan ACP pada fasad, perbandingan dua model desain fasad, serta perbandingan dua merek ACP, yaitu Seven dan Alcopan. Analisis dilakukan berdasarkan tiga parameter utama, yaitu estetika, ekonomi, dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ACP sangat efektif dalam membentuk karakter visual yang rapi dan modern. Pola pemasangan vertikal terbukti paling optimal karena mampu meminimalkan sisa material hingga ±5-8% serta meningkatkan efisiensi biaya dan kinerja termal bangunan.</p>Ria Susiana HerawatiWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810311040Evaluasi Zoning dan Sirkulasi Ruang Baby Spa Skala Kecil di Sukoharjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7360
<p>Baby spa sebagai fasilitas perawatan bayi memerlukan penataan ruang yang aman, higienis, dan terarah guna mendukung aktivitas massage serta hidroterapi secara optimal, namun pada praktiknya masih ditemukan permasalahan terkait zoning dan sirkulasi yang belum sesuai standar, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta menurunkan tingkat kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian zoning dan sirkulasi pada bangunan baby spa di Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif-komparatif melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi ruang, dokumentasi denah, serta komparasi dengan standar WHO, AAP, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan zona kering-basah belum efektif karena kedekatan toilet dengan area hidroterapi, sementara lebar jalur sirkulasi internal hanya 0,9 meter (di bawah standar 1,2 meter) dan penggunaan satu pintu akses memicu pertemuan potensi konflik arus sirkulasi antara pendamping dan terapis. Penelitian ini menegaskan perlunya penataan ulang hubungan zona, jalur sirkulasi, dan area sanitasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada fasilitas baby spa berbasis bangunan adaptif.</p>Ira Amalia Kesha Lukluk Ul AzkaSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810411051Pendekatan Holistik dan Adaptif dalam Perancangan Rumah Tinggal untuk Penghuni Introvert
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7361
<p>Penelitian ini mengeksplorasi strategi perancangan arsitektural untuk rumah tinggal yang dikhususkan bagi penghuni dengan kepribadian introvert, melalui studi kasus proyek renovasi "E-House" di Perumahan Bumi Banten Indah (BBI), Serang. Di tengah homogenitas desain perumahan subsidi di Indonesia yang sering mengabaikan variabilitas kebutuhan psikologis penghuni, penelitian ini menyoroti urgensi pendekatan holistik yang mengintegrasikan psikologi lingkungan dengan rekayasa spasial. Fokus utama adalah bagaimana adaptasi struktural pada dua kavling subsidi yang digabungkan secara memanjang (back-to-back) dapat menciptakan restorative niche atau ceruk pemulihan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, artikel ini menganalisis penerapan zonasi ketat antara area servis, kantor, dan privat; penggunaan dinding mandiri (independent wall) untuk isolasi akustik; serta perancangan foyer sebagai ruang transisi psikologis. Temuan menunjukkan bahwa intervensi desain yang responsif terhadap kebutuhan privasi, kontrol sensorik, dan mitigasi konflik sosialseperti penempatan gerbang belakang di sisi kanan untuk menghindari friksi dengan tetangga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan mental penghuni. Transformasi ini menawarkan wawasan baru mengenai fleksibilitas arsitektur "rumah tumbuh" dalam mengakomodasi spektrum kepribadian yang beragam.</p>Muchammad Kiemas IchwananNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810521058Komparasi Kaca Profilit dan Kaca Konvensional Frosted pada Fasad Bangunan terhadap Performa Difusi Cahaya: Studi Kasus D House Surakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7362
<p>Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan bangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja difusi pencahayaan alami pada fasad bangunan melalui penggunaan kaca profilit dibandingkan dengan kaca konvensional frosted sebagai dasar pertimbangan desain fasad hunian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi DIALux Evo dengan mempertimbangkan variasi tipe kaca profilit (single, double, dan triple), orientasi bukaan, serta waktu pengamatan pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara umum distribusi cahaya alami berada dalam kategori nyaman berdasarkan klasifikasi UDI serta memenuhi standar minimum SNI 03-6197-2000. Namun, pada pukul 15.00 masih ditemukan area dengan iluminasi berlebih yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan visual. Perbandingan material menunjukkan bahwa kaca profilit tipe single memiliki performa yang relatif sebanding dengan kaca frosted, sedangkan tipe double dan terutama tipe triple memberikan hasil difusi cahaya yang lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan tipe kaca berpengaruh terhadap kualitas pencahayaan alami, serta perlu dikombinasikan dengan strategi pengendalian bukaan yang tepat untuk mencapai kenyamanan ruang dalam secara optimal.</p>Putra Catur PangestuI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810591067Kajian Analisis Sirkulasi dan Kapasitas Pengunjung Terminal Palur berdasarkan Konteks Arsitektural
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7363
<p>Terminal Palur merupakan simpul transportasi penting yang saat ini mengalami degradasi kualitas fisik dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelaikan fungsi arsitektural dan aksesibilitas Terminal Palur pasca-hunian, guna mengidentifikasi hambatan ruang (spatial barrier) yang mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Post-Occupancy Evaluation (POE). Data dikumpulkan melalui audit visual kerusakan bangunan, pengukuran teknis dimensi fasilitas aksesibilitas, serta wawancara mendalam dengan pedagang sebagai pengguna tetap terminal.Hasil penelitian menunjukkan adanya kerusakan masif pada komponen plafon yang telah mencapai tahap runtuh, serta kerusakan lantai yang menciptakan risiko keselamatan jiwa (life safety hazard). Dari aspek aksesibilitas, fasilitas ramp ditemukan tidak memenuhi standar inklusivitas dengan kemiringan ekstrem yang melampaui batas maksimal 7° (Permen PUPR No. 14/2017). Temuan subjektif dari hasil wawancara mengonfirmasi bahwa akumulasi kerusakan tersebut menyebabkan penurunan vitalitas terminal dan memaksa pengguna melakukan perilaku menghindar, yang secara sistematis mereduksi kapasitas efektif ruang. Penelitian ini merekomendasikan adanya rehabilitasi material plafon tahan air, redesain kemiringan ramp sesuai standar inklusivitas, serta penataan ulang jalur sirkulasi untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai ruang publik yang aman dan aksesibel.</p>Achmad Fadlil PamungkasFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810681077Arsitektur Reduksi sebagai Manifestasi Responsible Design dalam Desain Hunian Rumah Tinggal
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7364
<p>Praktik arsitektur saat ini menunjukkan kecenderungan penggunaan sumber daya yang kurang efisien akibat pendekatan desain yang terlalu menumpuk elemen visual dan teknis tanpa kebutuhan yang jelas, sehingga meningkatkan beban lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji Arsitektur Reduksi sebagai sikap perancangan yang menempatkan proses pengurangan sebagai dasar pengambilan keputusan desain, bukan sekadar sebagai gaya minimalis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen perancangan bangunan hunian yang menerapkan prinsip reduksi secara konsisten. Analisis difokuskan pada pembentukan massa, penggunaan struktur grid modular, dan penerapan material dalam konstruksi untuk melihat pengaruh keputusan desain yang bersifat pengurangan terhadap kinerja ekologis bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip reduksi berperan dalam menekan penggunaan material, mendukung efisiensi energi, serta membentuk hunian yang lebih sederhana, adaptif, dan berkelanjutan.</p>M. Amirudin LutfiDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810781084Evaluasi Ruang Gerak Pelayanan Medis IRNA RSU Permata Blora
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7365
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecukupan ruang gerak pada Instalasi Rawat Inap (IRNA) dalam mendukung efektivitas pelayanan medis, khususnya pada kondisi darurat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dimensi ruang IRNA Lantai 1 RSU Permata Blora yang menerapkan konfigurasi empat tempat tidur per kamar terhadap standar ergonomi dan antropometri (Neufert) serta ketentuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui analisis dokumen perencanaan proyek, yang dilengkapi dengan analisis spasial berupa overlay zona aktivitas dan simulasi manuver peralatan medis darurat.Disimpulkan bahwa desain ruang rawat inap dengan 4 tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian desain spasial dengan rekomendasi jarak lateral ±150 cm guna menjamin keselamatan pasien dan efektivitas tindakan medis, serta evaluasi ulang total tata letak ruangan untuk mengurangi kepadatan atau meningkatkan kelapangan ruang gerak.<br>Secara garis besar, dimensi ruang rawat inap berada pada kondisi paling minimal yang diizinkan untuk mendukung aktivitas dan pergerakan di dalamnya. Dimensi kritis ditemukan pada jarak lateral samping tempat tidur ke dinding dan partisi yang berada di bawah standar acuan, sehingga berpotensi menimbulkan hambatan sirkulasi (bottleneck) terhadap pergerakan simultan tenaga medis dan peralatan darurat. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang kerja dan berpotensi mempengaruhi kecepatan respons serta keselamatan pasien.<br>Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa konfigurasi ruang rawat inap dengan empat tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional pelayanan medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian penataan ruang melalui rekomendasi peningkatan jarak lateral tempat tidur guna meningkatkan kelancaran ruang gerak, keselamatan pasien, dan efektivitas tindakan medis darurat.</p>Ayuningtyas Wibowo PutriDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810851095Studi Kelayakan Kawasan Kumuh Desa Bawu di Kabupaten Boyolali dalam Mewujudkan Permukiman Layak Huni
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7366
<p>Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang masih menghadapi tantangan permukiman, dengan adanya penelitian ini bertujuan menilai tingkat kelayakan Kawasan permukiman di Desa Bawu dari aspek tujuh indikator kawasan kumuh menurut Permen PUPR No. 14 Tahun 2018. Adapun penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, yaitu dengan melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta sistem skoring dan pembobotan. Hasil dari penelitian ini menunjukan kawasan permukiman Desa Bawu tergolong dalam kategori kumuh ringan, dengan total nilai 31 dengan rata rata kekumuhannya 42,18%. Meskipun demikian beberapa aspek dalam tujuh indikator Kawasan kumuh menunjukan kondisi yang serius dan harus segera ditangani, seperti persediaan air minum yang belum aman, sistem drainase yang tidak terpenuhi, sistem pengolahan sampah belum memadai, serta tidak adanya sarana proteksi kebakaran. Temuan ini menekankan perlunya penanganan yang terkoordinir melalui beberapa aspek, seperti penyediaan air bersih, pembuatan drainase lingkungan, penyediaan sistem pengelolaan sampah, peningkatan sanitasi permukiman dan menyediakan sarana proteksi kebakaran. Penataan kawasan permukiman yang terintegrasi, dengan kebijakan daerah yang diterbitkan, diharapkan dapat menjadikan Desa Bawu kawasan permukiman yang layak huni, sehat serta berkelanjutan.</p>Indah Kusuma PutriNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1810961107Redesain Layout Kantor PT. Bhatara Cipta Nawasena berbasis Green Building untuk Peningkatan Kualitas Udara
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7367
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tata ruang Kantor PT. Bhatara Cipta Nawasena yang tertutup, minim ventilasi alami, bergantung pada sistem pendingin mekanis, serta diperburuk oleh aktivitas merokok di dalam ruangan, sehingga menurunkan kualitas udara dan kenyamanan kerja. Penelitian ini bertujuan merumuskan alternatif redesain layout kantor berbasis prinsip green building untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruang secara konseptual. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif dengan analisis kualitatif melalui observasi lapangan, pengukuran kualitas udara, analisis denah, dan wawancara pengguna ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout eksisting yang tertutup, tanpa zoning aktivitas, dan memiliki sirkulasi udara terbatas berkontribusi terhadap rendahnya kualitas udara dan tingginya keluhan ketidaknyamanan pengguna. Sebagai respons, dirumuskan redesain layout secara konseptual melalui penerapan konsep semi-outdoor, optimalisasi ventilasi alami, integrasi vegetasi, serta penataan fungsi ruang sebagai strategi pasif untuk memperbaiki aliran udara, meningkatkan kenyamanan, dan mengurangi ketergantungan pada sistem mekanis.</p>Nazwa Aditya BagaswaraSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811081120Desain Adaptif Ruang Direksi Keet untuk Meningkatkan Kenyamanan Termal melalui Inovasi Material Berkelanjutan (Studi Kasus: Direksi Keet Proyek OneMed Health Care Office Tower)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7368
<p>Penelitian ini berfokus pada desain adaptif ruang direksi keet di proyek Onemed Health Care Office Tower, bertujuan meningkatkan kenyamanan termal melalui inovasi material berkelanjutan. Kenyamanan termal merupakan faktor krusial dalam produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Lingkungan kerja temporer sering menghadapi tantangan seperti sirkulasi udara buruk dan penggunaan material yang tidak efisien, yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini mengeksplorasi penggunaan kardus sebagai alternatif material bangunan yang ramah lingkungan dan efisien. Pengukuran suhu, kelembapan, dan kecepatan udara dilakukan di beberapa ruang dalam direksi keet, menunjukkan hasil yang tidak memenuhi standar kenyamanan (BSN, 2001). Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu rata-rata mencapai 34,74°C, kelembapan 60,82%, dan kecepatan udara 0,56 m/s, masing-masing di atas batas ideal. Inovasi penggunaan kardus sebagai pelapis atap dan dinding terbukti efektif dalam mengurangi akumulasi panas dari sinar matahari, menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Responden melaporkan peningkatan kenyamanan, terutama saat musim panas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kardus memiliki potensi untuk digunakan sebagai material konstruksi yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada material berbasis energi tinggi, serta menurunkan emisi karbon. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aspek daya tahan dan aplikasinya di berbagai konteks bangunan.</p>Ferdiansah HeriantoErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811211131Analisis Potensi Konservasi Air pada Desain Pabrik PT JJD Outdoor Products Indonesia di Kawasan Industri Batang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7369
<p>Bangunan industri memiliki kebutuhan air yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi konservasi air yang terintegrasi sejak tahap perencanaan desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi konservasi air pada desain pabrik PT JJD Outdoor Products Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang. Penelitian menggunakan pendekatan Design-Based Research dengan metode analisis deskriptif-kualitatif terhadap sistem pengelolaan air berdasarkan dokumen perencanaan arsitektur dan mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP). Analisis dilakukan dengan mengacu pada kategori Water Conservation (WAC) dalam Greenship New Building, dengan fokus pada kriteria WAC 3 (Daur Ulang Air) dan WAC 5 (Penampungan Air Hujan) yang relevan untuk tahap perencanaan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air eksisting masih berorientasi pada pemenuhan utilitas dasar dan belum memanfaatkan air hujan maupun air limbah terolah sebagai sumber air non-potabel. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan alternatif strategi konservasi air secara konseptual yang meliputi pemisahan sistem air potabel dan air non-potabel, pemanfaatan kembali air limbah domestik terolah, pemanfaatan air hujan melalui rainwater harvesting, serta penerapan drainase berkelanjutan. Strategi ini menunjukkan bahwa konservasi air dapat dioptimalkan melalui integrasi sistem pengelolaan air sejak tahap perencanaan desain bangunan industri.</p>Harfairuz Muhammad ArkanYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811321144Peningkatan Efesiensi Energi pada Gedung Rektorat Universitas Tidar melalui Optimalisasi Desain Fasad dengan EDGE
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7370
<p>Tingginya konsumsi energi pada bangunan pendidikan di wilayah beriklim tropis lembap menuntut penerapan pendekatan desain yang berorientasi pada peningkatan efisiensi energi, khususnya melalui pengelolaan selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh optimalisasi desain fasad terhadap kinerja energi Gedung Rektorat Universitas Tidar dengan memanfaatkan perangkat lunak Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif dengan membandingkan kinerja energi pada kondisi eksisting dan desain fasad hasil optimalisasi berdasarkan parameter orientasi bangunan, kondisi iklim mikro, rasio bukaan terhadap dinding (Window-to-Wall Ratio/WWR), serta karakteristik material fasad. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain eksisting telah mencapai tingkat efisiensi energi sebesar 34,43% Setelah dilakukan optimalisasi desain fasad, efisiensi energi meningkat menjadi 49,76%, sehingga melampaui ambang batas EDGE Advanced. Peningkatan kinerja energi tersebut terutama dipengaruhi oleh penggunaan kaca Low-E, penerapan sistem shading eksternal dan Light shelf, serta pemilihan material fasad dengan sifat reflektif. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi desain fasad berbasis strategi desain pasif merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kinerja energi bangunan pendidikan di iklim tropis.</p>Muh Annas Zidan MubarrokS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811451155Studi Komparasi Desain Secondary Skin terhadap Shading Area Parkir Tower UNDIP Tembalang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7371
<p>Area parkir Tower Universitas Diponegoro (UNDIP) Tembalang merupakan ruang semi terbuka yang rentan terhadap paparan sinar matahari langsung, yang berpotensi meningkatkan suhu kendaraan dan menurunkan kenyamanan termal akibat radiasi panas berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja shading dari dua alternatif desain Secondary Skin guna mereduksi paparan matahari pada area tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif melalui simulasi shadow study pada perangkat lunak SketchUp. Simulasi dilakukan pada tanggal 21 Juni untuk menangkap kondisi ekstrem pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting memiliki rata-rata area terbayangi sebesar 93,7%, dengan kinerja terendah terjadi pada pukul 15.00 WIB (90,6%) akibat paparan matahari Barat. Penerapan Secondary Skin terbukti meningkatkan efektivitas naungan secara signifikan. Desain 1 teridentifikasi sebagai varian paling optimal dengan efektivitas total 97,1%, mengungguli Desain 2 yang mencapai 96,6%. Pada waktu kritis sore hari, Desain 1 mampu memberikan perlindungan hingga 95,7%, sedangkan Desain 2 hanya 94,4%.</p>Achda Ichdal UmamRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811561164Padel Court sebagai Ruang Sosial Baru: Strategi Desain dalam Merespons Gaya Hidup Masyarakat
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7372
<p>Penelitian ini menganalisis relasi antara desain padel court dan intensitas interaksi sosial pengguna pada satu studi kasus fasilitas padel court di Kabupaten Sukoharjo. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi spasial, dokumentasi visual, dan kuesioner terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan visual antar zona, integrasi ruang bermain dengan ruang komunal, konfigurasi sirkulasi yang mendorong pertemuan, serta keberadaan elemen visual representatif menjadi faktor kunci dalam membentuk fungsi padel court sebagai ruang sosial (third place). Temuan ini kemudian diterjemahkan ke dalam ilustrasi konseptual zonasi dan strategi desain yang menyeimbangkan kebutuhan performatif olahraga dan aktivitas sosial. Keterbatasan penelitian terletak pada penggunaan satu studi kasus dan jumlah responden yang terbatas sehingga temuan bersifat eksploratif. Meski demikian, hasil penelitian memberikan kerangka awal perancangan fasilitas padel berbasis pendekatan sosial dan gaya hidup.</p>Hanif HidayatullohWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811651174Evaluasi Ergonomi dan Kenyamanan Tata Ruang Kerja Site Office Tower UNDIP Tembalang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7373
<p>Site office merupakan ruang kerja sementara yang berperan penting dalam mendukung aktivitas administrasi dan koordinasi proyek konstruksi. Meskipun bersifat temporer, kualitas kenyamanan ruang site tetap memengaruhi kinerja dan produktivitas penggunanya, khususnya mahasiswa magang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kenyamanan ergonomi tata ruang kerja pada site office Proyek Tower Undip Tembalang. Metode yang digunakan adalah Research Based Design dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan studi literatur. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting ruang kerja terhadap standar ergonomi dan kenyamanan ruang yang meliputi aspek luas per pengguna, sirkulasi ruang, distribusi udara, dan furnitur. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan utama tidak terletak pada dimensi meja dan kursi, melainkan pada kepadatan pengguna, keterbatasan sirkulasi, serta distribusi udara yang tidak merata. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kenyamanan kerja meskipun furnitur telah memenuhi standar ukuran ergonomi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi penataan ruang site office yang lebih ergonomis dan nyaman.</p>Azarine Ayu MarellaRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811751183Analisis Komparasi Kaca Low-E dan Kaca Laminated terhadap Kinerja Termal Auditorium Imam Barjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7374
<p>Kota Semarang memiliki iklim tropis lembap dengan suhu berkisar antara 220C-300C dan kelembapan relatif 70%-95%, untuk menghadapi tantangan khusus dalam menjaga kenyamanan termal bangunan, serta efisiensi penggunaan energi. Dengan adanya kondisi tersebut menjadi tantangan bagi desain auditorium imam barjo, yang memiliki beban pendingin yang tinggi dan volume yang besar. Namun demikian penggunaan kaca pada auditorium bertujuan untuk meningkatkan estetika kontemporer dan memaksimalkan cahaya alami. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis dan mengkomparasi kinerja termal antara kaca Low-E dengan kaca laminasi dalam iklim tropis Kota Semarang, untuk mendukung penerapan prinsip desain auditorium hemat energi dan mendukung upaya perwujudan bangunan yang adaptif terhadap iklim serta keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan metode kuantatif komparatif dengan analisis deskriptif naratif, untuk melakukan perbandingan performa kedua jenis material kaca. Hasil penelitian menunjukan bahwa kaca Low-E memiliki kemampuan yang lebih efektif dalam mereduksi beban panas dibandingkan kaca laminasi. Hal ini disebabkan nilai rasio yang lebih rendah pada kaca Low-E, sehingga lebih sedikit radiasi paparan matahari yang diteruskan ke dalam bangunan. Dengan berkurangnya panas matahari dapat meningkatkan kenyamanan termal di dalam ruangan dan mengurangi konsumsi energi sistem pendingin ruangan. Dengan demikian pemilihan jenis material kaca pada bangunan auditorium yang berada di iklim tropis merupakan aspek yang sangat penting, karena ditandai dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi.</p>Diva Aula Sabila SalmaFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811841192Evaluasi Kenyamanan Pengguna melalui Optimalisasi Sirkulasi Perpustakaan RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7385
<p>Perpustakaan RSUP. Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten merupakan fasilitas pendukung kegiatan di lingkungan rumah sakit dan berperan sebagai pusat informasi medis yang mendukung kegiatan belajar dan penelitian bagi mahasiswa koas serta staf rumah sakit. Perpustakaan ini merupakan bagian dari banguan bersejarah, sehingga memiliki desain arsitektur yang khas, tetapi juga memberi tantangan dalam mengatur ruang dan alur pengguna. Sirkulasi di dalam perpustakaan yang belum cukup baik dapat menurunkan kenyamanan, dan menghambat pergerakan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kenyamanan pengguna dengan menganalisis alur ruang dan merancang konsep pengembangan desain yang sesuai dengan standar dan prinsip tata ruang perpustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sirkulasi dan penataan furnitur di perpustakaan belum memenuhi standar kenyamanan, evaluasi dan optimalisasi pada ruang perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan sirkulasi pengguna, sehingga perpustakaan dapat berfungsi dengan baik sebagai ruang belajar dan pusat informasi medis.</p>Vallida Kylavarian AzaliaErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1811931204Strategi Perancangan Fasad Kontemporer melalui Penerapan Material ACP dan Batu Alam (Studi Kasus: Gedung Onkologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7386
<p>Tampilan fasad memiliki peran penting dalam membentuk citra dan karakter visual sebuah bangunan, khususnya pada bangunan fasilitas kesehatan yang menuntut kesan profesional dan representatif. Gedung Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dirancang sebagai fasilitas pelayanan kanker yang modern, namun berada pada lingkungan rumah sakit yang berkarakter visual heritage. Kondisi ini menuntut perancangan fasad yang mampu menghadirkan tampilan kontemporer tanpa menghilangkan karakter bangunan eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi perancangan fasad kontemporer melalui penerapan material ACP dan batu alam pada fasad. ACP dipilih untuk menegaskan ekspresi arsitektur kontemporer karena sifatnya yang ringan, presisi, modern, fleksibel, dan bersih. Sementara itu, batu alam digunakan sebagai elemen untuk mengadaptasi karakter visual bangunan dan memperkuat nilai heritage. Metode penelitian bersifat kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis desain fasad, serta komparasi material GRC, ACP, dan batu alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ACP dan batu alam mampu menghasilkan fasad yang mendefinisikan arsitektur kontemporer yang tetap selaras dengan bangunan eksisting dan kesan heritage.</p>Muhammad BahaauddinErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812051215Integrasi Konsep Healing Architecture dan Material Lokal pada Lembah Metro Resort Batu
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7387
<p>Kota Batu merupakan daerah wisata pegunungan dengan iklim sejuk dan lingkungan alam yang berpotensi mendukung hunian rekreasi. Salah satu akomodasi di Kota Batu adalah resort tipe cottage, yang bercirikan unit hunian terpisah dan terhubung langsung dengan alam. Namun, dalam pengembangannya, masih terdapat beberapa tantangan dalam menjaga kenyamanan fisik dan psikologis yang optimal bagi pengguna. Studi ini bertujuan untuk merumuskan integrasi konsep healing architecture dan material lokal sebagai pendekatan konseptual terhadap tipologi resort tipe cottage di Kota Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, analisis lingkungan, dan studi kasus Lembah Metro Resort Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip healing architecture melalui penataan ruang, ventilasi, pencahayaan alami, dan penggunaan material lokal seperti kayu dan batu alam dapat menciptakan kenyamanan termal, visual, dan psikologis.</p>Esa Iasyabillah RosyadaDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812161226Evaluasi Ketertiban Pedagang Kaki Lima sebagai Dasar Penataan Kawasan Wisata Religi
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7388
<p>Kawasan religi Makam Kiai Ageng Besari Ponorogo berfungsi sebagai ruang ibadah dan ziarah yang menuntut ketertiban pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketertiban pedagang kaki lima (PKL) sebagai dasar penataan kawasan religi. Evaluasi ketertiban dilakukan berdasarkan indikator kesesuaian lokasi berdagang dengan zonasi, keteraturan tata letak lapak, kelancaran sirkulasi pengunjung, pemanfaatan fasilitas kawasan, dan kepatuhan terhadap aturan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat ketertiban PKL di kawasan penelitian tergolong kurang tertib, ditandai oleh pemanfaatan area non-perdagangan dan jalur sirkulasi pengunjung. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan serta mengurangi kesakralan kawasan religi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penataan melalui penguatan zonasi, pengaturan sarana berdagang, dan peningkatan pengawasan agar aktivitas PKL dapat berjalan tertib dan selaras dengan fungsi kawasan religi.</p>Talitha Arifin ZuhrohWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812271336Pengaruh Desain Koridor Jalan terhadap Peningkatan Risiko Genangan Air di Kawasan Nologaten, Kabupaten Sleman
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7389
<p>Permasalahan genangan air di kawasan perkotaan sering kali berkaitan erat dengan desain koridor jalan yang kurang adaptif terhadap kondisi hidrologi. Koridor Jalan Nologaten, Kabupaten Sleman, merupakan salah satu kawasan yang mengalami peningkatan frekuensi genangan air, terutama saat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain koridor jalan terhadap peningkatan risiko genangan air serta mengidentifikasi elemen desain yang paling berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis hidrologi dan hidrolika, melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi material permukaan kedap air, keterbatasan ruang resapan, kondisi kemiringan jalan yang kurang optimal, serta kapasitas drainase yang tidak memadai menjadi faktor utama penyebab genangan, khususnya pada segmen dengan kontur relatif datar. Selain itu, keterbatasan lebar bahu jalan dan trotoar turut memperparah akumulasi limpasan air permukaan. Penelitian ini merekomendasikan penataan ulang desain koridor jalan melalui penerapan material permeabel, optimalisasi drainase, penambahan ruang terbuka hijau, serta pelebaran dan peningkatan kualitas trotoar yang terintegrasi dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD) dan Water Sensitive Urban Design (WSUD) guna mengurangi risiko genangan dan meningkatkan kualitas lingkungan kawasan.</p>Mala Himmatul UlyaYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812371246Identifikasi Material Fasad terhadap Karakteristik Arsitektur Kontemporer pada Desain Fasad Gedung Onkologi (Studi Kasus: Gedung Onkologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten)
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7390
<p>Penelitian ini membahas tentang identifikasi material pada desain fasad Gedung Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebagai bagian dari arsitektur kontemporer. Fasad tidak hanya sebagai pelindung bangunan tetapi juga sebagai media ekspresi visual yang mencerminkan karakter dan identitas arsitektur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan data lapangan, studi literatur, serta analisis visual terhadap material fasad. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan material fasad seperti Glassfiber Reinforced concrete (GRC), bata tempel, kaca, dan alumunium pada fasad gedung onkologi mampu menciptakan tampilan yang modern, efisien, dan dinamis. Penerapan material tersebut mencerminkan Kesan sederhana, inovatif, dan adaptif yang selaras dengan karakteristik arsitektur kontemporer. Dengan demikian, material fasad memilik peran dalam membentuk karakter visual bangunan serta menjadi material yang menghubungkan nilai moderenitas dengan citra lingkungan.</p>Gilang Wildan MukholadunErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812471255Penerapan Prinsip Green Building pada Desain Rumah Minimalis Bapak Sarjono
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7391
<p>Rumah minimalis menjadi refrensi utama bagi Masyarakat di zaman sekarang, khususnya di Kawasan perkotaan, akibat keterbatasan lahan dan kebutuhan hunian yang terjangkau. Namun dalam Pembangunan rumah tinggal yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan dan efisiensi energi sangat berpontensi meningkatkan konsumsi energi serta menurunkan kualitas lingkungna hidup. Oleh karena itu pada penerapan konsep green building pada desain rumah minimalis menjadi pilihan penting untuk mewujudkan hunian yang berkelanjutan.Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria rumah minimalis serta menganalisis penerapan konsep green building.Untuk metode penelitian tersebut menggunakan ddeskriptif kualitatif yang melalui studi literatur, terkait kajian bangunan hijau, serta observasi lapangan, konsep rumah minimalis dapat di terapkan melalui ventilasi alami, optimalisasi pencahayaan serta pemanfaatan lahan hijau yang tersisa.strategi tersebut juga mampu meningkatkan kenyamanan penghuni serta menurunkan biaya operasional rumah. Dengan demikian konsep rumah minimalis dan green building dapat menjadikan Solusi yang sangat efektif dalam Pembangunan rumah yang sehat serta hemat energi.</p>Drajat Maruf MasumS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812561264Perubahan Ruang Hunian Pribadi menjadi Kos di Baki Sukoharjo berbasis Cross Programming
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7392
<p>Perubahan kebutuhan akan ruang di daerah pinggiran kota membuat banyak bangunan, termasuk rumah, diubah menjadi kos. Karena masyarakat semakin mudah berpindah, mereka membutuhkan tempat tinggal yang praktis, hemat, dan murah. Namun, mengubah rumah pribadi menjadi kos tidak bisa sembarangan, karena ada perbedaan dalam penggunaan ruang, tingkat privasi, dan aktivitas penghuni. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antar ruang dan tata ruang yang lebih efisien dengan pendekatan cross programming. Metode yang digunakan adalah research-based design, yang mencakup pengukuran ruang sekarang, pembuatan daftar kebutuhan ruang, membandingkan ruang lama dan baru, serta tata letak berdasarkan analisis fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengubah rumah dua lantai di Gentan, Baki, Sukoharjo menjadi kos memerlukan penyesuaian pada aspek sirkulasi, penghawaan alami, pencahayaan, serta zonasi antara ruang pribadi dan umum. Ruang pribadi seperti ruang keluarga diubah menjadi ruang umum, sedangkan dapur, ruang makan, dan laundry dirancang sebagai fasilitas umum untuk meningkatkan interaksi sosial penghuni. Proses desain mempertimbangkan prinsip form follows function dan efisiensi ruang, sehingga menghasilkan tata ruang yang lebih fungsional, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan penghuni kos. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan cross programming efektif dalam mengubah fungsi bangunan, terutama dalam konteks perubahan rumah pribadi menjadi hunian komersial.</p>Alvian Nouval TrisyanandaDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812651271Kesesuaian Desain Bangunan Masjid Baiturrahmah Sumberlawang terhadap Kebutuhan Jamaah Musafir
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7393
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian bangunan masjid terhadap kebutuhan jamaah musafir berdasarkan parameter safar. Masjid sebagai fasilitas ibadah sekaligus tempat singgah seharusnya mampu menyediakan kenyamanan, kemudahan akses, serta fasilitas pendukung bagi pengguna yang sedang dalam perjalanan. Penelitian dilakukan pada masjid baiturrahmah yang berada di jalur mobilitas tinggi dengan metode observasi lapangan, penilaian fasilitas, serta wawancara singkat dengan musafir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masjid baiturrahmah telah memenuhi fungsi dasar ibadah seperti ruang salat, tempat wudhu, dan toilet; namun fasilitas yang secara khusus diperlukan musafir seperti ruang istirahat, penyimpanan barang, penunjuk arah, area teduh kendaraan, dan aksesibilitas yang jelas masih terbatas. Selain itu, kenyamanan ruang wudhu, kebersihan toilet, serta ketersediaan air bersih menjadi faktor yang sering dikeluhkan musafir. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan desain dan fasilitas masjid agar lebih responsif terhadap kebutuhan musafir serta mampu berfungsi optimal sebagai tempat singgah yang aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah.</p>Asyam Zuhro Aufa MuafaI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812721277Evaluasi Desain Bantaran Sungai Cisadane Tangerang Berdasarkan Teori Placemaking: Project for Public Spaces
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7394
<p>Bantaran Sungai Cisadane Jalan Benteng Jaya Kota Tangerang, memiliki potensi sebagai ruang publik tepi sungai yang dapat mendukung aktivitas sosial, rekreasi dan budaya masyarakat. Akan tetapi, pemanfaatan kawasan tersebut belum optimal karena keterbatasan fasilitas dan kualitas kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas placemaking kawasan tersebut yang mengacu pada teori Project for Public Spaces (PPS) yang fokus pada dua indikator yaitu Comfort and Image dan Uses and Activities. Penggunaan metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara pengguna, dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan bahwa kawasan memiliki potensi visual dan aktivitas yang cukup beragam, namun masih terkendala oleh minimnya fasilitas pendukung, pencahayaan, kebersihan dan keamanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan placemaking telah terbentuk secara parsial, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kriteria great place menurut Project for Public Spaces (PPS), sehingga diperlukan peningkatan kenyamanan dan pengelolaan aktivitas yang berkelanjutan.</p>Meta Aulia SofianiQ QomarunYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812781284Potensi Adaptasi Desain menggunakan Arsitektur Nusantara pada Transformasi Bangunan Eksisting Museum Majapahit
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7395
<p>Penelitian ini membahas transformasi bangunan eksisting Museum Majapahit di kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, melalui penerapan konsep arsitektur Nusantara. Seiring dengan rencana pemindahan fungsi museum ke lokasi baru, bangunan eksisting berpotensi kehilangan peran dan pemanfaatannya. Bangunan eksisting ini memiliki nilai sejarah serta karakter arsitektur Majapahit yang kuat, seperti penggunaan bata merah, komposisi ruang yang simetris, dan bentuk atap tradisional. Pendekatan arsitektur Nusantara diterapkan melalui pelestarian elemen fisik utama bangunan serta penyesuaian fungsi ruang untuk mendukung aktivitas kreatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen arsitektur Nusantara pada bangunan eksisting dan merumuskan konsep adaptasi desain agar bangunan tetap berfungsi secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, studi literatur, dan analisis visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi fungsi bangunan sebagai pusat kreatif lokal mampu menjaga nilai budaya serta sebagai area penunjang kawasan Trowulan.</p>Arrahma Bayu AdisaputaErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812851294Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Politeknik Paser: Efisiensi Energi berbasis Software EDGE
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7396
<p>Penerapan arsitektur bioklimatik merupakan pendekatan penting dalam menjawab isu efisiensi energi dan keberlanjutan di wilayah iklim tropis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja desain eksisting Politeknik Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdasarkan prinsip arsitektur bioklimatik serta merumuskan rekomendasi desain yang lebih responsif terhadap kondisi iklim lokal. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting bangunan dan analisis memanfaatkan software EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) guna mengukur efisiensi energi. Hasil menunjukkan bahwa desain saat ini belum sepenuhnya mendukung efisiensi energi secara optimal, ditandai dengan orientasi bangunan belum akurat, minimnya ventilasi silang, serta keterbatasan integrasi ruang hijau. Namun, alternatif desain baru mampu meningkatkan efisiensi energi pada bangunan hingga 50,98% dan mendapat sertifikasi EDGE Advanced. Selain itu, pemanfaatan material lokal beremisi karbon rendah seperti bambu dan kayu ulin, berpotensi memperkuat strategi keberlanjutan bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan desain bioklimatik berbasis simulasi kinerja energi dan potensi lokal mampu meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan, serta efisiensi bangunan pendidikan.</p>Afifah Sri AstutiSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1812951306Adaptasi Material Bangunan terhadap Kondisi Lingkungan Pesisir di Kota Pacitan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7397
<p>Kawasan pesisir memiliki karakter lingkungan yang memberikan tantangan signifikan terhadap kinerja bangunan, terutama akibat tingginya kelembapan udara, paparan angin laut, serta kandungan garam yang berpotensi mempercepat degradasi material bangunan. Kondisi tersebut menuntut adanya respons arsitektur yang adaptif, khususnya pada aspek material, agar bangunan mampu bertahan dan berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk adaptasi material bangunan terhadap kondisi iklim laut tropis di kawasan pesisir Kota Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada bangunan hunian di kawasan pesisir Pantai Pancer dan Pantai Watu Karung. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, serta wawancara dengan tukang bangunan lokal dan pemilik bangunan yang memahami kondisi lingkungan setempat. Analisis dilakukan dengan mengaitkan karakter lingkungan pesisir dengan bentuk adaptasi material yang diterapkan pada bangunan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi material bangunan diwujudkan melalui cara pemilihan, penggunaan, dan perlakuan material yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pesisir, seperti kelembapan tinggi dan paparan angin laut. Adaptasi tersebut tercermin pada detail konstruksi dan praktik pembangunan masyarakat setempat, serta berperan dalam meningkatkan ketahanan bangunan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi material bangunan merupakan aspek penting dalam merespons karakter iklim laut tropis di kawasan pesisir Kota Pacitan dan dapat menjadi dasar pemahaman kontekstual bagi pengembangan bangunan pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.</p>Kawnan Aynurrob HarviaryFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813071318Studi Kasus: Pengaruh Vertical Garden terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor DPUPR Kabupaten Karanganyar
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7398
<p>Kualitas lingkungan kerja berperan sangat penting dalam menentukan tingkat produktivitas dan kenyamanan seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan memanfaatkan ruang kosong dengan lahan yang terbatas, melalui observasi kondisi lingkungan, analisis data serta pengembangan desain vertical garden dengan pendekatan research based design yang terfokus mengenai kenyamanan dan kemudahan. Melalui pendekatan research based design, penelitian ini mampu menghasilkan keluaran desain yang sudah melalui tahap evaluasi.Desain yang dihasilkan pada penelitian ini adalah rancangan vertical garden sebagai solusi efektif mengatasi permasalahan yang ditemukan.Setelah mendapatkan hasil penelitian kemudian dilakukan pengembangan desain. Pengembangan desain pada penelitian ini menghasilkan tiga pilihan desain untuk lokasi depan dan dua pilihan desain untuk lokasi belakang. Pilihan desain tersebut kemudian di evaluasi dengan cara melakukan pemaparan desain dan umpan balik dari pengguna gedung. Desain final yang dibuat tidak mengubah bangunan gedung yang lama tetapi menciptakan wajah baru pada kedua lokasi. Dengan perancangan vertical garden diharapkan kenyamanan pegawai meningkat dan kinerja menjadi lebih baik serta terciptanya wajah baru pada kedua lokasi penelitian.</p>Zevino Alvito IsmawanS Suharyani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813191332Tingkat Pencahayaan dan Glare Index pada Ruang Perpustaakan Laboratorium Terpadu UIN Salatiga
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7399
<p>Pencahayaan alami bisa menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada sebuah bangunan pendidikan. Penelitian ini bertujuan difokuskan untuk menganalisis tingkat kenyamanan pencahayaan alami di ruangan perpustakaan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggunakan software DIALux evo 13.2 sebagai alat bantu analisis. Metode penelitian mengunakan deskriptif kuantitatif dengan tahapan meliputi pengukuran dimensi ruang, posisi bukaan, orientasi bangunan, serta input data cahaya matahari berdasarkan kondisi geografis Kota Salatiga. Simulasi dilakukan untuk mengetahui nilai intensitas pencahayaan alami di beberapa titik ruang baca, kemudian dibandingkan dengan standar SNI 03-6575-2001 merekomendasikan tingkat pencahayaan 300 - 500 lux. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya alami pada beberapa area perpustakaan belum merata seperti area dekat jendela memiliki nilai pencahayaan yang tinggi, sedangkan area tengah ruang cenderung redup. Diperlukan optimalisasi tata letak bukaan dan penambahan elemen peneduh untuk mencapai distribusi pencahayaan alami yang lebih seimbang dan mendukung kenyamanan visual bagi pengguna ruangan.</p>Novita RatnaningrumI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813331343Implementasi Prinsip Desain Humanis dalam Revitalisasi Kawasan Rumah Susun Kumuh di Kota Palembang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7400
<p>Rusun 26 ilir di Kota Palembang adalah hunian vertikal yang sudah berdiri dari tahun 1980 an, kondisi fisik dan lingkungan yang terus menurun sangat berdampak pada kenyamanan penggunanya, Permasalahan ventilasi dan pencahayaan alami, sanitasi yang kurang memadai, serta tidak adanya ruang komunal. Penelitian ini mempunyai tujuan utama yaitu revitalisasi rusun 26 ilir Kota Palembang yang berbasis hunian humanis sesuai dengan standar dan kebutuhan penggunanya, dan memenuhi standar bangunan di Indonesia, Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dari kajian literatur, wawancara semi terstruktur dengan penghuni rumah susun, dan observasi lapangan. Data diambil dan di analisis secara tematik untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan ruang. Hasil penelitian menyatakan bahwa peningkatan kenyamanan, perbaikan sanitasi, penyediaan ruang komunal, adanya bank sampah, dan penggunaan panel surya menjadi prioritas utama. Konsep desain yang dihasilkan mengintegrasikan antara perbaikan tata ruang hunian, penggunaan ventilasi silang, serta bank sampah yang terhubung dalam satu shaft. Penelitian ini berguna sebagai acuan revitalisasi rusun agar lebih layak, sehat dan berkelanjutan.</p>Wahyu Yoga PrasetyoWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813441355Desain Responsif Iklim dan Interior Adaptif Rumah Tipe 48 Griya Mutiara Slanggen
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7401
<p>Perancangan rumah perumahan tipe 48 pada lahan terbatas menuntut pendekatan desain yang mampu menjawab aspek kenyamanan iklim sekaligus efisiensi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan rumah perumahan tipe 48/96 di Griya Mutiara Slanggen, Boyolali, melalui pendekatan desain responsif iklim dan interior adaptif terhadap keterbatasan luasan lahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis perancangan dengan dukungan analisis iklim digital, kajian literatur, dan studi preseden. Analisis iklim berupa arah angin dan temperatur dilakukan menggunakan Autodesk Forma sebagai dasar pengambilan keputusan desain terkait pengolahan orientasi bangunan, sistem bukaan, dan ventilasi alami. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan ventilasi silang, pemanfaatan bukaan atas berupa clerestory, serta pengolahan massa atap dan plafon tinggi mampu meningkatkan kinerja penghawaan alami dan kenyamanan termal ruang dalam. Di sisi interior, desain adaptif dievaluasi menggunakan parameter dan indikator interior adaptif dengan sistem skoring, yang menghasilkan nilai 30 dari 32 atau 93,75%, menunjukkan kategori sangat adaptif. Integrasi desain bangunan dan interior menghasilkan hunian yang nyaman secara termal, visual, dan fungsional, serta relevan untuk pengembangan rumah perumahan berluas terbatas di wilayah beriklim tropis.</p>Nur Ayuning HapsariFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813561366Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari dengan Pendekatan Arsitektur Lanskap berbasis Kenyamanan Peziarah di Ponorogo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7402
<p>Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam kajian arsitektur lanskap dipahami sebagai ruang luar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan aktivitas luar ruang, serta nilai visual suatu kawasan. Kawasan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari di Kabupaten Ponorogo, yang memiliki nilai sejarah dan religius, menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai RTH yang tertata dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perencanaan RTH pada kawasan makam berdasarkan prinsip-prinsip arsitektur lanskap, dengan fokus pada perancangan tata ruang lanskap, pengaturan zonasi dan sistem sirkulasi peziarah, penataan elemen vegetasi dan elemen keras, serta penyediaan fasilitas pendukung yang bersifat inklusif bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan analisis deskriptif kualitatif terhadap kondisi tapak eksisting melalui penilaian keterhubungan antar ruang, susunan dan komposisi vegetasi, kualitas jalur pedestrian, tingkat aksesibilitas kawasan, serta hubungan visual dan spasial dalam kawasan makam. Evaluasi perencanaan RTH dilakukan berdasarkan aspek fungsional, estetis, dan kenyamanan, yang mencakup kemudahan pencapaian dan keterbacaan sirkulasi, kesesuaian desain lanskap dengan karakter sakral kawasan, penerapan prinsip aksesibilitas universal, serta kualitas mikroklimat, keberadaan ruang teduh, dan suasana lanskap yang mendukung ketenangan pengunjung. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan konsep dan rekomendasi perencanaan RTH kawasan makam yang fungsional, estetis, nyaman, dan inklusif, sekaligus memperkuat pengalaman ruang religius bagi peziarah maupun pengunjung dengan beragam kemampuan.</p>Miladiya Noor LatifahWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813671380Potensi Material Rotan sebagai Elemen Secondary Skin Fasad Rumah Tinggal berbasis Desain Berkelanjutan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7403
<p>Penelitian ini membahas pengunaan rotan sebagai elemen secondary skin Fasad pada bangunan rumah tinggal dengan menyatukan aspek estetika dan fungsionalitas. Rotan, sebagai material alami yang fleksibel, ringan, dan ramah lingkungan, diaplikasikan pada fasad sebagai elemen penghalang masuknya Cahaya matahari secara langsung. Dengan menggunakan metode studi desain dan visualisasi 3D, penelitian ini mengeksplorasi potensi rotan dalam menciptakan permainan bayangan yang dinamis, menjaga kenyamanan, serta meningkatkan efisiensi tata ruang. Hasilnya menunjukkan bahwa rotan mampu memberikan nilai pada desain arsitektur modern, baik melalui efisiensi energi maupun penggunaan material lokal. Pola anyaman rotan juga memperkaya nilai estetika dan mendukung gaya desain modern maupun tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rotan tidak hanya menghadirkan keindahan visual tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman, fungsional, dan ramah lingkungan.</p>Eki SetiawanQ Qomarun
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813811387Evaluasi Kenyamanan Termal Restoran Semi Terbuka berdasarkan Pendekatan Adaptif Ashrae 55 di Kawasan Persawahan Sukoharjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7404
<p>Kenyamanan termal merupakan faktor penting dalam kualitas ruang restoran semi terbuka di iklim tropis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kenyamanan termal pada restoran semi terbuka di kawasan persawahan Sukoharjo menggunakan pendekatan adaptif ASHRAE Standard 55-2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan campuran, kuantitatif melalui pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin yang dianalisis menggunakan CBE Thermal Comfort Tool, serta kualitatif melalui observasi dan wawancara pengguna. Hasil menunjukkan suhu ruang berkisar 28-32 °C dengan kecepatan angin lebih tinggi pada area makan dan parkir akibat keterbukaan ruang, sementara dapur dan toilet memiliki aliran udara rendah. Analisis adaptif menunjukkan area makan masih dapat diterima secara termal, sedangkan dapur dan toilet berada di luar zona kenyamanan. Hasil wawancara menunjukkan adanya adaptasi termal pengguna, terutama pada ruang semi terbuka. Hal ini menegaskan bahwa keterbukaan ruang dan ventilasi alami berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan termal pada restoran semi terbuka di iklim tropis.</p>Vira MeilaniSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1813881402Penerapan Prinsip Arsitektur Bioklimatik dalam Perancangan Rumah Tinggal di Karanganyar
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7405
<p>Kabupaten Karanganyar memiliki kondisi iklim tropis yang memengaruhi tingkat kenyamanan hunian secara signifikan. Oleh sebab itu, diperlukan strategi perancangan yang mampu menyesuaikan bangunan dengan karakteristik iklim setempat, salah satunya melalui pendekatan arsitektur bioklimatik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik dalam perancangan rumah tinggal di wilayah Karanganyar guna mewujudkan kenyaman termal serta efisiensi penggunaan energi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan simulasi melalui kajian pustaka dan analisis kondisi iklim lokal. Pembahasan difokuskan pada orientasi bangunan, sistem ventilasi alami, pemanfaatan pencahayaan alami, serta pemilihan material bangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur bioklimatik berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan ruang, pengurangan konsumsi energi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pendekatan arsitektur bioklimatik dinilai relevan dan efektif dalam perancangan rumah tinggal di Karanganyar.</p>Muhammad Ilham WaliyudinWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814031411Kajian Sirkulasi Efisiensi pada Desain Warehouse Farmasi Pratama Yogyakarta dengan Analisis Space Syntax
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7406
<p>Warehouse farmasi memiliki peran strategis dalam menjamin kelancaran distribusi obat, sehingga membutuhkan sistem sirkulasi dan keterhubungan ruang yang efisien serta sesuai dengan ketentuan regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem sirkulasi pada desain eksisting Warehouse Farmasi Pratama Yogyakarta yang belum beroperasi menggunakan pendekatan Space Syntax melalui aplikasi DepthmapX. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial, yang meliputi kajian denah perancangan, identifikasi alur sirkulasi distribusi obat dan pergerakan staf, serta analisis keterhubungan ruang menggunakan pendekatan Space Syntax dengan bantuan aplikasi DepthmapX Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) BPOM telah tercermin melalui pembagian zona utama, namun efisiensi sirkulasi belum terbentuk secara optimal. Pada lantai satu, sistem sirkulasi relatif efisien karena didukung oleh tingkat keterhubungan ruang yang tinggi dan alur pergerakan yang jelas, sehingga mendukung proses distribusi obat. Sebaliknya, pada lantai dua dan lantai tiga, pola sirkulasi menunjukkan ketidakseimbangan akibat keterputusan hubungan antar ruang, yang berpotensi menimbulkan pergerakan tidak efektif, ruang terisolasi, serta keterbatasan akses antara area gudang dan ruang kerja staf. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi sirkulasi dalam desain warehouse farmasi sangat bergantung pada konfigurasi ruang serta hubungan antar fungsi. Selain itu, analisis Space Syntax berperan sebagai alat bantu yang efektif dalam mengidentifikasi masalah dan potensi perbaikan sistem sirkulasi agar desain warehouse farmasi lebih efisien dan sesuai dengan standar distribusi obat.</p>Zaki Ari MuhammadYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814121423Evaluasi Fungsi dan Durabilitas pada Area Parkir Kos Gamersi 06 Gonilan, Sukoharjo
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7407
<p>Kos Gamersi 06 terletak di Gonilan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah merupakan salah satu hunian mahasiswa di kawasan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hunian ini memiliki intensitas penggunaan area parkir yang tinggi karena mayoritas penghuninya menggunakan sepeda motor. Kondisi tersebut membuat pemilihan material dan tata letak area parkir harus mendukung fungsi, keamanan, dan kenyamanan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan material keramik pada area parkir Kos Gamersi 06 berdasarkan aspek fungsi dan durabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, kuesioner serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun lantai parkir dengan material keramik tidak mengalami keretakan setelah 3 tahun karena berada dalam bangunan tertutup, material ini memiliki tingkat kelicinan yang tinggi dan kurang sesuai untuk menahan beban kendaraan secara berulang. Selain itu, tata letak area parkir turut memengaruhi tingkat kenyamanan dan keselamatan penghuni. Berdasarkan analisis dan kajian pustaka, material seperti paving block, beton, dan aspal dinilai lebih sesuai dan aman digunakan. Penelitian ini menunjukkan keterkaitan antara pemilihan material lantai dan tata letak area parkir dalam perancangan fasilitas parkir pada hunian kos. Oleh karena itu, pemilik kos disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan material alternatif guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni.</p>Aura Aulia NazhirahSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814241433Analisis Keberhasilan Strategi Adaptive Reuse pada Bangunan Restoran di Bandung
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7408
<p>Perkembangan kawasan perkotaan mendorong perlunya strategi pemanfaatan bangunan eksisting yang adaptif tanpa menghilangkan nilai historis dan identitas arsitekturalnya. Adaptive reuse menjadi salah satu pendekatan relevan, khususnya pada bangunan kolonial di pusat kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan strategi adaptive reuse pada bangunan kolonial yang dialihfungsikan dari hunian menjadi restoran di kawasan Jalan Riau, Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis berdasarkan indikator keberhasilan adaptive reuse yang meliputi aspek fungsional, pelestarian arsitektur, ekonomi, dan keberlanjutan pemanfaatan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptive reuse yang diterapkan berhasil mempertahankan karakter arsitektur kolonial melalui restorasi selektif elemen signifikan serta mampu mengakomodasi fungsi baru dan meningkatkan nilai guna bangunan. Namun, strategi tersebut masih menunjukkan keterbatasan dalam fleksibilitas ruang dan adaptabilitas jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan pendekatan Integrated Adaptive Reuse untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan bangunan bersejarah di kawasan perkotaan.</p>Aryan Rafif AngganaWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814341446Optimalisasi Ventilasi Alami dalam Perencanaan Rumah Tinggal untuk Meningkatkan Kenyamanan Termal
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7409
<p>Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam perencanaan rumah tinggal, khususnya di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Peningkatan kebutuhan energi akibat penggunaan pendingin buatan mendorong perlunya penerapan strategis desain pasif, salah satunya melalui optimalisasi ventilasi alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan ventilasi alami dalam perencanaan rumah tinggal dapat meningkatkan kenyamanan termal penghuni. Medode penelitian yang digunakan adalah metode simulasi dengan pendekatan kualitatif, melalui studi literatur, wawancara, modeling, serta simulasi, guna mendapatkan hasil berupa orientasi bangunan, letak bukaan, tata ruang, dan arah angin. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan ventilasi alami yang optimal, melalui pengaturan orientasi bangunan, penempatan bukaan, mampu mendukung adanya ventilasi alami. Dengan demikian, optimalisasi ventilasi alami dapat berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan termal serta mendukung adanya efisiensi energi pada bangunan.</p>Bagus Muhammad IqbalFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814471454Strategi Penempatan Material Akustik pada Gedung Serbaguna Pondok Modern Darul Falah Kabupaten Subang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7410
<p>Gedung Serbaguna Pondok Modern Darul Falah Kabupaten Subang dirancang sebagai ruang multifungsi untuk kegiatan ceramah, pembelajaran, rapat, serta pertunjukan seni dan musik, sehingga memerlukan kualitas akustik yang adaptif. Perbedaan karakter kegiatan menuntut pengendalian waktu dengung dan arah pantulan suara agar kejernihan ucapan dan kenyamanan pendengaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penempatan material akustik yang fleksibel pada ruang serbaguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan studi komparatif, dengan analisis karakteristik material berdasarkan nilai koefisien serapan bunyi Noise Reduction Coefficient (NRC), prinsip pantulan suara, serta standar akustik ISO 3382-2 dan SNI 03-6386-2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar waktu dengung yang direkomendasikan untuk kegiatan ceramah dan pembelajaran adalah 0,8-1,2 detik, sedangkan untuk kegiatan seni dan pertunjukan musik adalah 1,3-1,8 detik. Rekomendasi strategi penempatan material akustik berdasarkan zona sumber bunyi, yaitu: Zona 0 (jarak 0-1,5 m) menggunakan material semi-reflektif dengan sudut kemiringan 0°-5°; Zona 1 (jarak 1,5-4 m) menggunakan material penyerap dengan sudut 5°-10°; Zona 2 (jarak 4-8 m) mengombinasikan absorber dan diffuser dengan sudut 5°-12°; dan Zona 3 (jarak >8 m) menggunakan material penyerap tinggi dengan sudut 0°-5°. Fleksibilitas penyesuaian akustik dicapai melalui penerapan panel modular dan tirai akustik yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai jenis kegiatannya, yaitu untuk kegiatan ceramah dan pembelajaran atau untuk kegiatan seni dan pertunjukan music.</p>Muhammad Rizal Rasyid PrabowoYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814551464Analisis Efisiensi Tata Ruang "Kl House" Ditinjau dari Tiga Aspek Ruang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7411
<p>Efisiensi tata ruang merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal, terutama pada hunian di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana efisien penggunaan ruang dalam rumah tinggal "KL House" dengan melihat dari tiga aspek utama, yaitu hierarki ruang, sirkulasi, dan luas efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumen, yaitu dengan menganalisis gambar denah dan data perencanaan tanpa melakukan pengamatan langsung terhadap objek tersebut. Data pendukung diperoleh dari kajian literatur yang relevan dengan konsep efisiensi tata ruang rumah tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KL House memiliki pembagian hierarki ruang yang jelas antara zona publik, semi-publik, privat, dan servis, sehingga aktivitas penghuni dapat berlangsung teratur dan privasi tetap terjaga. Sistem sirkulasi dirancang dengan pemisahan yang tegas antara sirkulasi utama dan sirkulasi sekunder, yang meningkatkan efisiensi pergerakan serta kenyamanan pengguna. Selain itu, analisis luas efektif menunjukkan bahwa bangunan memiliki tingkat efisiensi ruang yang baik dengan pemanfaatan ruang fungsional yang dominan dan minim ruang sisa. Dengan demikian, perancangan KL House dapat dikatakan telah menerapkan prinsip efisiensi tata ruang secara optimal dan dapat menjadi referensi dalam perancangan rumah tinggal dua lantai.</p>Azzah Anora RisnadewiFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814651473Penelitian Nilai dalam Kesesuaian Desain Tempat Wudhu Masjid Baiturahman Sumberlawang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7412
<p>Tempat wudhu adalah bagian penting dalam bangunan masjid yang berfungsi sebagai fasilitas pensucian diri sebelum beribadah. Kualitas perancangan tempat wudhu sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan penggunaan masjid. Namun, dalam praktiknya, perancangan tempat wudhu sering kali belum memenuhi standar fungsional dan ergonomis, seperti masalah sirkulasi pengguna, kebersihan lantai, efisiensi penggunaan air, serta keterpisahan antara pengguna laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tempat wudhu pada masjid melalui pendekatan parameter sebagai metode evaluasi dan perancangan. Pendekatan parameter yang digunakan meliputi parameter arsitektural, fungsional, sanitasi, dan sirkulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, observasi lapangan, serta analisis komparatif terhadap beberapa contoh tempat wudhu masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan parameter dapat membantu mengidentifikasi permasalahan desain secara sistematis serta menghasilkan rekomendasi perancangan tempat wudhu yang lebih nyaman, higienis, aman, dan sesuai dengan prinsip arsitektur masjid. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perancang, pengelola masjid, dan akademisi dalam meningkatkan kualitas perancangan tempat wudhu.</p>Alif Alindra NusantaraI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814741480Evaluasi Aksesibilitas dan Prinsip Desain Inklusif pada Desain Lapangan Padel di Bintaro
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7413
<p>Perkembangan fasilitas olahraga modern di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan rancangan yang tidak hanya fungsional dan komersial, tetapi juga mampu memenuhi keberagaman pengguna. Salah satu fasilitas yang berkembang pesat adalah lapangan padel, termasuk di kawasan Bintaro, Kota Tangerang Selatan. Namun, penerapan aksesibilitas dan prinsip desain inklusif pada fasilitas ini masih jarang dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian rancangan lapangan padel di Bintaro terhadap standar aksesibilitas dan prinsip desain inklusif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif berbasis desain melalui studi literatur, studi tapak, dan analisis dokumen rancangan. Parameter evaluasi mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2017 dan prinsip Universal Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan lapangan padel belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas dan prinsip desain inklusif, terutama pada aspek perbedaan elevasi, ketiadaan ramp, keterbatasan ruang manuver, serta fasilitas pendukung yang belum aksesibel. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi desain inklusif sejak tahap perancangan agar fasilitas olahraga dapat digunakan secara setara dan ramah oleh seluruh pengguna.</p>Lasalina Zerlindah MufarihanaYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814811489Analisis Tingkat Perncahayaan Alami dan Potensi Silau pada Ruang Kerja Tamansari Hive Office
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7414
<p>Penggunaan bidang dinding kaca yang dominan pada bangunan perkantoran modern memberikan keuntungan berupa pencahayaan alami dan citra arsitektur yang modern, namun berpotensi menimbulkan permasalahan kenyamanan visual berupa silau (glare). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi dan luas bidang dinding kaca terhadap tingkat silau serta kenyamanan visual pengguna ruang kerja pada Tamansari Hive Office di Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan pengukuran intensitas pencahayaan alami menggunakan alat lux meter pada beberapa titik ruang dan rentang waktu yang berbeda. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar pencahayaan ruang kerja berdasarkan SNI 6197:2020 serta perhitungan Daylight Factor (DF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami pada ruang kerja Tamansari Hive Office sebagian besar melebihi standar yang direkomendasikan, terutama pada ruang yang berdekatan dengan fasad kaca dan pada waktu pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh orientasi bangunan ke arah timur dan barat, luas bidang kaca yang besar, serta minimnya elemen pengendali cahaya pada fasad. Pencahayaan alami yang berlebihan menyebabkan potensi silau langsung dan silau pantulan yang mengganggu kenyamanan visual pengguna ruang kerja. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian fasad seperti penambahan shading device, penggunaan kaca berperforma tinggi, dan pe ngaturan bukaan untuk meningkatkan kenyamanan visual tanpa mengurangi manfaat pencahayaan alami.</p>Aisyah Nurul Fitri Putri ApriyantoMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1814901499Identifikasi Arsitektur Islam pada Desain Eksterior Interior Masjid Agung Madaniyah Karanganyar
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7415
<p>Seiring dengan berkembangnya globalisasi, tren desain masjid di Indonesia mengalami pergeseran dari bentuk tradisional Jawa menuju gaya Timur Tengah yang monumental untuk mencitrakan Islam universal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik arsitektur Islam Timur Tengah pada Masjid Agung Madaniyah Karanganyar serta dampaknya terhadap identitas visual kota. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Madaniyah secara eksplisit mengadopsi elemen khas Masjid Nabawi, seperti menara oktagonal, kubah geometris, dan payung peneduh statis. Analisis interior mengungkap penggunaan teknik Ablaq pada pilar dan lengkung tapal kuda pada mihrab yang memperkuat kesan sakral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun mengadopsi gaya asing, masjid ini mampu beradaptasi dengan iklim tropis melalui strategi pendinginan pasif marmer dan efek cerobong pada kubah. Secara teologis, desain ini berhasil mewujudkan prinsip Tauhid dan Anikonisme melalui pengorganisasian ruang terpusat dan dominasi ornamentgeometris.</p>Enjelita Latifah FebrianiWidyastuti Nurjayanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815001506Analisis Warna pada Ruang Kelas PAUD EGIS Surakarta terhadap Konsentrasi Anak
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7416
<p>Warna adalah salah satu komponen kunci dalam perancangan ruang kelas yang mempengaruhi fokus konsentrasi anak-anak di usia dini. Warna juga merupakan elemen visual utama dalam ruang kelas PAUD yang berperan penting dalam membentuk suasana belajar dan memengaruhi konsentrasi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan warna pada ruang kelas PAUD EGIS Surakarta serta pengaruhnya terhadap konsentrasi anak selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan acuan Munsell Color System sebagai alat klarifikasi warna objektif, didukung teori psikologi warna. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual ruang kelas PAUD EGIS Surakarta, studi literatur, serta kuisioner kepada empat orang guru TK IT MTA Sukoharjo terhadap 4 kelas dengan warna berbeda.<br>Hasil analisis menunjukan bahwa proporsi visual pada warna desain ruang kelas PAUD EGIS didominasi oleh spektrum warna dingin sebesar 77,7%, dengan warna hijau sebagai warna dominan (44,4%) dan biru sebagai warna pendukung fokus (33,3%). Dominasi warna dingin ini berperan dalam menciptakan suasana tenang, menurunkan rangsangan berelbih, serta mendukung fase konsentrasi anak. Sementara itu, warna hangat seperti merah dan oranye sibatasi penggunaan dibawah 22,2% sebagai aksen visual untuk menghindari distraksi dan kelelahan visual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan warna ruang kelas PAUD yang mendukung konsentrasi dan kenyamanan belajar anak usia dini.</p>Wiwitaneo Nurmisspa Aguabila PehadeMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815071516Evaluasi Desain Sirkulasi Vertikal Horizontal pada Stasiun KRL Sudirman terhadap Aksesibilitas Penumpang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7417
<p>Stasiun KRL Sudirman memiliki tingkat kepadatan penumpang tinggi pada jam sibuk, sehingga sistem sirkulasi berpengaruh besar terhadap kelancaran dan aksesibilitas pengguna. Kondisi eksisting menunjukkan terjadinya konflik arus pada koridor, peron, serta elemen sirkulasi vertikal akibat keterbatasan ruang dan belum optimalnya pengaturan jalur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi desain sirkulasi vertikal dan horizontal Stasiun KRL Sudirman berdasarkan prinsip Universal Design. Metode yang digunakan adalah evaluatif-kualitatif melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebar koridor dua arah belum memadai, terjadi penumpukan pada tangga dan eskalator, serta akses lift belum terintegrasi dengan alur utama pergerakan. Rekomendasi difokuskan pada pelebaran koridor kritis, pemisahan arus penumpang datang dan berangkat, penataan ulang sirkulasi vertikal, serta penguatan peran lift sebagai jalur akses utama bagi pengguna difabel.</p>Muhamad Rizqi MustaqimMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815171524Implementasi Desain Coffee Shop dengan Konsep Klasik Modern di Klaten
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7418
<p>Perancangan coffee shop ini mengusung pendekatan arsitektur klasik modern yang dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Klaten sebagai identitas kawasan. Pendekatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelestarian karakter arsitektur lokal yang mulai tergerus serta tuntutan akan ruang komunitas yang estetik dan fungsional bagi generasi muda, sekaligus sebagai upaya menciptakan nilai tambah pada sektor ekonomi kreatif. Tujuan penelitian ini adalah merancang coffee shop yang mampu menjawab permasalahan tersebut melalui penguatan identitas lokal dalam desain arsitektur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan studi literatur. Studi lapangan dilakukan untuk memahami kondisi tapak, lingkungan sekitar, serta karakter lokal, sedangkan studi literatur digunakan untuk memperkuat landasan teori terkait arsitektur klasik modern, kearifan lokal, dan perancangan coffee shop. Hasil perancangan menghasilkan sebuah coffee shop yang memiliki identitas visual kuat, autentik, dan relevan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat saat ini, serta dapat menjadi model bisnis yang berkelanjutan dan berkontribusi dalam mempromosikan Kabupaten Klaten sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner yang modern.</p>Brillian Trialdhi SulistyantoDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815251535Strategi Penerapan Desain Adaptif Rumah Dua Lantai dalam Merespon Pertumbuhan Keluarga: Studi Kasus Rumah Ibu Saras di Magelang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7419
<p>Rumah tinggal merupakan tempat untuk manusia tinggal jangka panjang yang mewadahi seluruh aktivitas dan kebutuhan penggunanya. Perubahan kebutuhan ruang yang muncul seiring berjalannya waktu dalam tahap menghuni menyebabkan rumah tinggal memerlukan desain yang mampu untuk terus beradaptasi terhadap perubahan. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif digunakan dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, studi literatur, dokumentasi, dan analisis desain. Hasil dari penelitian strategi penerapan desain adaptif pada rumah dua lantai ini menunjukkan bahwa konsep desain adaptif pada rumah tinggal memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan ruang keluarga yang dinamis dari waktu ke waktu. Modifikasi yang dilakukan demi memenuhi perubahan kebutuhan ruang berupa penambahan partisi, perubahan tata letak furniture, dan perubahan fungsi ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep adaptif desain pada rumah tinggal dapat menjadi solusi yang relevan bagi perubahan kebutuhan ruang atas berkembangnya keluarga.</p>Fitria Hanan AbidahErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815361544Optimalisasi Kenyamanan Termal Studio Nyiku Design melalui Modifikasi Material Insulasi Panas dalam Ruang
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7420
<p>Kenyamanan termal ruang kerja sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang kerja. Studio Nyiku Design sebagai ruang kerja arsitektur menggunakan material spandek pada lapisan dinding luar, yang memiliki konduktivitas panas tinggi dan berpotensi menyebabkan peningkatan suhu ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi termal ruang Studio Nyiku Design, persepsi pengguna tentang kenyamanan termal, dan menentukan material insulasi dinding yang paling cocok untuk meningkatkan kenyamanan termal di ruang studio arsitektur Nyiku Design. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari studi literatur terkait kenyamanan termal, standar SNI dan ASHRAE, serta karakteristik material insulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi termal eksisting Studio Nyiku Design belum memenuhi standar kenyamanan termal, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari, dan berdampak pada penurunan kenyamanan serta produktivitas pengguna. Dari hasil analisis material, polyurethane foam memiliki kinerja termal terbaik secara teoritis, namun kurang aplikatif untuk bangunan kerja skala kecil. Glasswool dinilai sebagai material insulasi yang paling efektif dan aplikatif, dengan ketebalan sekitar ±7 cm, karena mampu mereduksi panas secara signifikan serta mudah diterapkan pada sistem dinding eksisting. Penerapan glasswool diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan termal ruang dan mendukung produktivitas pengguna secara berkelanjutan.</p>Dwi Salsabila SyafiyahYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815451555Analisis Prinsip Arsitektur Tropis Modern terhadap Kualitas Pencahayaan Alami pada Rumah Bias
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7421
<p>Seiring perkembangan zaman, kebutuhan desain rumah menuntut bangunan yang mampu merespons kondisi iklim tropis di Indonesia. Kondisi tersebut dapat mendorong perkembangan desain rumah yang mampu menerapkan prinsip arsitektur tropis modern dengan mengoptimalkan pencahayaan alami sebagai strategi desain pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan arsitektur tropis modern serta menilai kualitas pencahayaan alami pada Rumah Bias berdasarkan standar SNI 03-6575-2001. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan metode kualitatif untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur tropis modern dan metode kuantitatif melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan DIALux Evo 13. Simulasi dilakukan pada tiga waktu, yaitu pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB, untuk memperoleh nilai iluminasi (lux) pada setiap ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang-ruang yang mempunyai bukaan besar dan orientasi yang sesuai memiliki nilai iluminasi yang memenuhi standar SNI. Sebaliknya, ruang yang memiliki bukaan terbatas dan orientasi yang kurang sesuai menunjukkan nilai iluminasi yang belum memenuhi standar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur tropis modern memiliki keterkaitan terhadap kualitas pencahayaan alami pada Rumah Bias sebagai bangunan rumah tinggal.</p>Frederik YulistiyoDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815561566Studi Kebutuhan Ruang, Sirkulasi, dan Privasi pada Konsep Rumah Tinggal Two-Unit House
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7422
<p>Pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan berdampak pada semakin terbatasnya ketersediaan lahan, sehingga hunian vertikal menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan ruang, termasuk konsep rumah tinggal two-unit house. Hunian yang dihuni oleh lebih dari satu keluarga ini menghadirkan tantangan perancangan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan ruang tiap unit, pengaturan sirkulasi, serta penetapan batas privasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek kebutuhan ruang, sirkulasi, dan privasi sebagai faktor utama kenyamanan rumah tinggal dengan menggunakan metode design-based research yang dilakukan melalui tahapan evaluasi desain awal, permasalahan desain, dan perumusan rekomendasi desain untuk tahap selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada studi kasus rumah tinggal di Palur, kebutuhan ruang kedua keluarga diupayakan memenuhi standar, namun karena keterbatasan lahan, persinggungan sirkulasi masih terjadi terutama pada ruang privat dan semi-privat, seperti ruang tidur anak, dapur, dan koridor tangga yang berdampak pada menurunnya tingkat privasi penghuni. Rekomendasi desain untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal dengan konsep two-unit house dapat dilakukan dengan penerapan ruang yang lebih efisien atau penambahan lantai untuk kegiatan bersama. Perencanaan sirkulasi yang terpisah menjadi strategi utama untuk meningkatkan kenyamanan dan privasi hunian two-unit house.</p>Naufal Hilman D.E. Purwadi PutraYayi Arsandrie
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815671575Optimalisasi Courtyard untuk Pencahayaan: Studi Kasus Rumah Lahan Terbatas di Gumpang, Kartasura
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7423
<p>Pencahayaan alami merupakan elemen krusial dalam menciptakan kenyamanan termal dan efisiensi energi pada hunian, terutama di kawasan pemukiman padat dengan lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan courtyard sebagai solusi peningkatan intensitas cahaya alami pada sebuah rumah tinggal di Kelurahan Gumpang, Kartasura. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi lapangan dan simulasi menggunakan software Dialux Evo. Hasil observasi menunjukkan bahwa tanpa adanya bukaan tengah, sebagian besar area interior memiliki intensitas cahaya yang sangat rendah (mendekati 0 lux), sehingga sangat bergantung pada pencahayaan buatan di siang hari. Melalui integrasi courtyard pada titik strategis yang sebelumnya memiliki nilai lux terendah, distribusi cahaya menjadi lebih merata dan mampu mencapai standar SNI 03-6575-2001 (250-350 lux). Penelitian ini menyimpulkan bahwa courtyard berfungsi secara efektif sebagai "sumbu cahaya" yang memutus kegelapan di area terdalam bangunan sekaligus meningkatkan kualitas ruang secara visual dan fungsional.</p>Maulida Cahya KamilaRini Hidayati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815761583Iterasi Redesain Rumah Tropis: Cahaya Pagi Timur dan Kamar Utama Depan
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7424
<p>Riset ini mengkaji iterasi redesain rumah tinggal tropis pada lahan seluas 311, 53 m² dengan luas bangunan lantai 1 sebesar 244, 15 m² serta lantai 2 sebesar 147, 64 m². Fokus utama merupakan pemindahan ruang keluarga serta ruang makan dari area barat ke area timur untuk mengoptimalkan sinar pagi natural, dan pemindahan kamar utama dari belakang ke area depan guna tingkatkan efisiensi sirkulasi.Metode yang digunakan merupakan redesain iteratif berbasis AutoCAD untuk modifikasi denah serta SketchUp untuk modeling 3D dan simulasi shadow sinar pagi. Hasil menampilkan kalau orientasi timur pada ruang keluarga serta makan tingkatkan iluminasi pagi jadi 350-450 lux dan kurangi temperatur sore sampai 3-5°C lewat bukaan lebar, void vertikal, dan greenery. Memposisikan kamar utama di depan memperpendek jarak sirkulasi sampai 70% sembari mempertahankan sinar pagi maksimal( 300-400 lux), dengan privasi serta mitigasi kebisingan terjaga lewat elemen Bioklimatik pendukung.Redesain menciptakan konsep "Tropical Serenity House" yang lebih adaptif terhadap hawa tropis, tingkatkan kenyamanan termal, efisiensi tenaga, serta fungsionalitas ruang tanpa peningkatan luas bangunan. Riset ini memberikan saran instan untuk desain rumah tinggal/hunian berkelanjutan di Indonesia.</p>Wahyu OktavianFauzi Mizan Prabowo Aji
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815841590Peran Elemen Arsitektural dalam Pembentukan Restorative Space pada Kamar Mandi Rumah Modern berdasarkan Attention Restoration Theory
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7425
<p>Peningkatan isu kesehatan mental dan fenomena burnout di kawasan urban menuntut hadirnya ruang pemulihan (restorative space) di dalam hunian. Dalam konteks tersebut, kamar mandi memiliki potensi sebagai escape space privat karena tingkat privasi dan intensitas penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan elemen arsitektural terhadap pembentukan suasana restoratif pada kamar mandi rumah modern berdasarkan kerangka Attention Restoration Theory (ART). Penelitian menggunakan pendekatan Evidence-Based Design melalui simulasi visual desain kamar mandi dengan variasi elemen arsitektural. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner skoring dan wawancara mendalam terhadap responden dengan karakteristik ekstrem (outliers) untuk mengungkap perbedaan persepsi antara kelompok ahli dan pengguna awam. Pendekatan ini digunakan untuk menelusuri titik kritis kenyamanan, privasi, dan persepsi restoratif yang tidak selalu tercermin pada nilai rata-rata responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi persepsi, khususnya pada elemen transparansi visual. Transparansi dimaknai sebagai perluasan ruang oleh kelompok ahli, namun dipersepsikan sebagai visual vulnerability yang memicu kecemasan oleh sebagian pengguna awam. Tahap intervensi desain membuktikan bahwa penerapan bukaan vertikal (skylight) dengan filter kisi-kisi, kontrol elemen biofilik melalui taman kering (dry garden), serta koherensi material monokromatik mampu meningkatkan persepsi keamanan psikologis tanpa menghilangkan koneksi dengan alam. Temuan ini merumuskan prinsip Layered Privacy sebagai pendekatan desain kamar mandi restoratif pada hunian modern.</p>Mohammad Fakhri RabbaniWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1815911603Evaluasi Pencahayaan pada Desain Dapur SPPG di Salatiga dengan Simulasi DIALux
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7426
<p>Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan penting dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan, sehingga membutuhkan fasilitas dapur dengan standar pencahayaan yang memadai. Pencahayaan yang baik berpengaruh langsung terhadap keselamatan, kenyamanan kerja, dan kualitas proses pengolahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat iluminansi pada area kerja dapur SPPG di Kota Salatiga serta menganalisis kontribusi pencahayaan alami (daylight) dalam memenuhi standar pencahayaan dan mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan. Metode yang digunakan adalah Design Based Research dengan pendekatan simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux. Objek kajian merupakan bangunan dapur SPPG yang masih dalam tahap perencanaan di Kota Salatiga, dengan mempertimbangkan kondisi iklim setempat dan standar pencahayaan SNI 6197:2020. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan pada kondisi malam hari mencapai 290 lux dan pada kondisi siang hari mencapai 480 lux, nilai tersebut telah melampaui standar minimum pencahayaan dapur sebesar 250 lux. Namun, pada siang hari tanpa pencahayaan buatan, tingkat iluminansi hanya mencapai 190 lux dan belum memenuhi standar. Dengan demikian, rancangan sistem pencahayaan yang mengombinasikan pencahayaan buatan dan alami dinilai layak secara teknis serta mampu mendukung aktivitas kerja dapur secara optimal, aman, dan nyaman.</p>Bagas Adi KurniawanI Indrawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816041611Analisis Penerapan Prinsip Feng Shui terhadap Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Rumah Samanvaya Guptasthana
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7427
<p>Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual, kesehatan penghuni, dan efisiensi energi. Optimalisasi pencahayaan alami tidak terlepas dari strategi penataan ruang, yang salah satunya dapat dikaji melalui prinsip feng shui sebagai pendekatan perancangan yang menekankan keseimbangan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran prinsip feng shui dalam mendukung optimalisasi pencahayaan alami pada rumah Samanvaya Guptasthana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-simulatif dengan pemodelan bangunan dan pengukuran tingkat pencahayaan alami dengan DIAlux Evo yang dilakukan dalam tiga waktu untuk memperoleh nilai iluminasi tiap ruang, yang kemudian dilakukan perbandingan dengan standar SNI 03-6575-2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar ±79,31% ruang telah memenuhi, bahkan melebihi standar minimum nilai iluminasi, sementara beberapa ruang servis masih belum memenuhi standar. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip feng shui pada rumah Samanvaya Guptasthana berpengaruh terhadap optimalisasi pencahayaan alami, yang ditunjukkan oleh terpenuhinya standar pencahayaan melalui pengaturan orientasi bangunan, bukaan, sirkulasi, zonasi ruang, dan penerapan elemen alam.</p>Ferlin Asti NathanielaFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816121622Evaluasi dan Optimalisasi Redesain Pencahayaan Alami Kantor Kelurahan Barusari
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7428
<p>Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting pada perancangan bangunan perkantoran karena berpengaruh terhadap kenyamanan ruang dan efisiensi energi. Sebagai fasilitas pelayanan publik, Kantor Kelurahan Barusari memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal untuk mendukung aktivitas pelayanan. Sehingga, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pencahayaan alami pada perancangan bangunan melalui pendekatan simulasi menggunakan software DIALux dengan metode penelitian kuantitatif. Simulasi dilakukan berdasarkan pada model bangunan hasil perancangan, meliputi dimensi ruang, bukaan, dan orientasi bangunan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai iluminansi hasil simulasi terhadap standar pencahayaan yang berlaku. Terdiri dari dua tahapan simulasi, yaitu pada model bangunan eksisting dan redesain bangunan sebagai bentuk respon sesuai dengan standar SNI 6197:2011. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi bangunan eksisting, menunjukkan bahwa hampir seluruh ruangan belum memenuhi nilai iluminansi sesuai standar SNI. Oleh karenanya, redesain bangunan dilakukan dengan mengoptimalisasi posisi bukaan, penyesuaian orientasi ruang serta perbaikan layout ruang. Model redesain kemudian disimulasikan kembali sebagai data pembanding. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kinerja pencahayaan alami yang signifikan, di mana sebagian besar ruangan telah memenuhi standar pencahayaan sesuai SNI 6197:2011, meskipun masih terdapat beberapa ruang yang memerlukan optimalisasi lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan bukaan, orientasi ruang, serta pengaturan layout ruang memiliki peran yang dapat meningkatkan kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada bangunan agar dapat digunakan lebih optimal.</p>Fariskha Diva Cellya OktavianaFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816231634Penerapan Arsitektur Mediterania Modern dalam Desain Rumah Tinggal sebagai Respons terhadap Iklim Tropis
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7429
<p>Arsitektur Mediterania Modern merupakan pengembangan dari gaya Mediterania klasik yang menekankan kesan hangat, sederhana, dan elegan. Penerapan gaya ini di Indonesia, khususnya pada wilayah beriklim tropis lembap seperti Ponorogo, memerlukan penyesuaian agar tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur Mediterania Modern pada desain rumah tinggal serta bentuk adaptasinya terhadap iklim tropis dan kondisi tapak di lingkungan permukiman padat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen Mediterania Modern dilakukan melalui penyederhanaan bentuk massa, penggunaan warna cerah, bukaan besar, ventilasi alami, serta pemilihan material yang sesuai dengan iklim tropis. Penggunaan atap rumah tinggal pada umumnya dengan kemiringan dan tritisan yang memadai menjadi salah satu bentuk adaptasi utama terhadap curah hujan tinggi. Desain rumah tinggal telah sesuai secara visual dengan prinsip Arsitektur Mediterania Modern melalui penggunaan warna cerah, massa sederhana, bukaan besar, serta ruang transisi berupa teras dan taman. Namun, dari aspek kenyamanan iklim tropis, desain masih memerlukan penyesuaian berupa penerapan ventilasi silang untuk menghasilkan aliran udara alami, pengaturan orientasi bukaan terhadap arah angin dominan, serta optimalisasi tritisan atap guna mengurangi radiasi matahari dan hujan. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Arsitektur Mediterania Modern pada rumah tinggal tropis harus disertai adaptasi desain pasif berbasis iklim agar tidak hanya sesuai secara estetika, tetapi juga nyaman secara termal dan berkelanjutan.</p>Azzahra Prilla NurhalizaSuryaning Setyowati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816351644Strategi Desain Arsitektur Responsif Pengembangan Ruang Komunal Terbuka Pesisir Pantai Pancer
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7430
<p>Kawasan pesisir Pantai Pancer, Pacitan memiliki karakter iklim dan sosial yang khas, dengan aktivitas masyarakat yang dominan berlangsung di ruang luar. Namun, keterbatasan ruang komunal terbuka yang nyaman dan inklusif menyebabkan interaksi sosial masyarakat belum terwadahi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter interaksi sosial masyarakat pesisir serta merumuskan strategi desain arsitektur responsif dalam pengembangan ruang komunal terbuka di Pantai Pancer. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik observasi lapangan dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang komunal di kawasan pesisir perlu dirancang secara adaptif terhadap iklim melalui pengolahan ruang terbuka, semi-terbuka, dan tertutup yang saling terintegrasi. Strategi desain arsitektur responsif dirumuskan sebagai dasar konseptual pengembangan ruang komunal terbuka yang adaptif terhadap lingkungan pesisir di Pantai Pancer, Pacitan.</p>Haszan NugrohoFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816451657Pengaruh Arsitektur Mediterranean terhadap Perspektif Pengguna pada Klinik berbasis Simulasi Visual
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7431
<p>Perkembangan klinik kecantikan menuntut pendekatan desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan arsitektur Mediterranean terhadap persepsi pengguna pada klinik kecantikan, khususnya dalam aspek persepsi kenyamanan, tingkat kecemasan, dan persepsi klinik sebagai ruang wellness. Metode yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi-experimental) dengan desain posttest-only control group. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 partisipan. Stimulus visual fotorealistik dan Augmented Reality (AR) digunakan sebagai intervensi, teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert, dengan teknik analisis data menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan arsitektur Mediterranean pada klinik kecantikan meningkatkan secara persepsi signifikan kenyamanan pengguna, mengurangi tingkat kecemasan, dan memperkuat citra klinik sebagai ruang wellness yang holistik dibandingkan dengan desain klinik konvensional.</p>Kallvin Allan LeonardoWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816581665Perancangan Interior Lobby Bioskop CGV Citadel Square berbasis Greenship Interior Space V1.0 dengan Penekanan Kenyamanan Termal dan Visual
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7432
<p>Lobi bioskop merupakan ruang publik dengan intensitas aktivitas dan konsumsi energi yang tinggi sehingga membutuhkan keseimbangan antara efisiensi energi dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta merumuskan strategi perancangan interior yang mampu mengoptimalkan kenyamanan termal dan visual pada lobi Bioskop CGV Citadel Square, Ngaliyan, Semarang. Menggunakan kriteria Greenship Interior Space V1.0, penelitian ini membandingkan Model A (Strategi Pasif) dan Model B (Strategi Aktif) dengan luas bukaan jendela sebagai variabel kontrol. Hasil simulasi menunjukkan kedua model mencapai efisiensi energi maksimal pada kriteria EEC 3 dengan nilai LPD 1,42 W/m² (>60% lebih hemat dari standar SNI). Secara termal, kedua model mampu menjaga suhu operasional 25°C sesuai kriteria IHC 8 melalui pengelolaan beban sensibel puncak. Namun, Model B unggul dengan skor total lebih tinggi berkat integrasi tirai otomatis dan sensor cahaya pada kriteria IHC 6 yang menjamin presisi kenyamanan visual. Pembatasan cahaya alami pada kriteria IHC 7 merupakan strategi sadar untuk memitigasi beban panas matahari di iklim tropis. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi adaptif secara signifikan meningkatkan kualitas ruang tanpa mengorbankan efisiensi energi.</p>Khonsa Al HasnaWisnu Setiawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816661675Kajian Implementasi Efisiensi Energi Konsep Bangunan Gedung Hijau pada Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur mengunakan EDGE
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7433
<p>Meningkatnya konsumsi energi pada sektor bangunan mendorong perlunya penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip BGH dengan fokus pada efisiensi energi pada bangunan perkantoran pemerintah melalui pendekatan evaluasi kuantitatif. Studi kasus dilakukan pada Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dengan metode studi literatur, observasi lapangan, serta analisis karakteristik iklim dan fisik bangunan. Evaluasi kinerja efisiensi energi dilakukan menggunakan perangkat lunak EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) sebagai alat utama untuk menilai potensi penghematan energi secara kuantitatif berdasarkan kondisi eksisting dan alternatif desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain pasif dan optimalisasi elemen bangunan yang responsif terhadap iklim tropis berpotensi meningkatkan kenyamanan ruang sekaligus menurunkan konsumsi energi bangunan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam evaluasi dan pengembangan perancangan bangunan perkantoran pemerintah yang adaptif terhadap iklim tropis serta selaras dengan ketentuan Bangunan Gedung Hijau di Indonesia.</p>Hukama Almer KhansaWilda Maulina
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816761690Evaluasi Purna Huni Ruang Kerja Kantor Proyek sebagai Dasar Pengembangan Desain Modular
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7434
<p>Kantor proyek merupakan ruang kerja utama yang memengaruhi kenyamanan produktivitas, dan kinerja pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruang pengguna kantor proyek PT. Hutama Karya menggunakan pendekatan Evaluasi Purna Huni serta mengkaji hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan desain modular dalam interior yang adaptif, nyaman, dan efisiensi. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar aspek EPH yaitu aspek teknikal, aspek fungsional, dan aspek perilaku. Hasil peneliti menunjukkan bahwa sebagai ruang kantor memiliki keterbatasan fleksibelitas dan kenyamanan, seperti penataan ruang yang kurang efisien dan sirkulasi yang terbatas. Hasil EPH ini menjadi dasar rekomendasi pengembangan dasar modular, seperti pengaturan ulang modul furniture, perubahan layout denah, dan area bersama agar lebih adaptif terhadap kebutuhan tim proyek. Dengan demikian, penggabuangan EPH dan desain modular dapat meningkatkan kenyamanan efisien, dan fleksibilitas ruang kerja kantor proyek.</p>Gloria Alfiana JackieErwin Herlian
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816911698Evaluasi Suhu Udara di Griya Swasana Jagalan Sukoharjo dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7435
<p>Perencanaan bangunan hunian di wilayah beriklim tropis lembap seperti Sukoharjo memerlukan perhatian khusus terhadap pengendalian suhu udara ruang, karena suhu lingkungan berpengaruh langsung terhadap kualitas iklim mikro bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi suhu udara pada ruang keluarga dan ruang makan di Griya Swasana, Jagalan, Sukoharjo, serta menilai penerapan prinsip Arsitektur Ekologis dalam pengendalian suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui simulasi komputasional menggunakan Autodesk Revit dengan memasukkan data orientasi bangunan, karakteristik material, radiasi matahari, dan data iklim setempat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa suhu udara ruang berada pada kisaran 25°C-40°C, dengan suhu tertinggi terjadi pada siang hari, sehingga pada waktu tertentu belum memenuhi batas suhu operasional yang direkomendasikan dalam SNI 03-6572-2001. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh paparan radiasi matahari langsung serta pemilihan material bangunan yang belum optimal dalam mereduksi panas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip Arsitektur Ekologis pada Griya Swasana masih perlu dioptimalkan melalui penguatan strategi desain pasif agar bangunan lebih adaptif terhadap iklim tropis dan mampu mengendalikan suhu udara ruang secara berkelanjutan.</p>Darry Naufal AdipradanaNur Rahmawati Syamsiyah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1816991706Potensi Adaptive Reuse Bangunan Terbengkalai sebagai Bangunan Komersial di Lengkong Bandung
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7436
<p>Beberapa bangunan tua di Kawasan Lengkong, Bandung saat ini tidak termanfaatkan. Pada kasus ini bangunan di Jl. Krawitan no, 77 dibiarkan hingga terkesan terbengkalai. Kawasan yang sangat strategis ini tidak boleh disia-siakan begitu saja, keberadaan bangunan terlantar ini menimbulkan masalah, seperti penurunan estetika lingkungan dan pemborosan potensi lahan strategis di tengah tingginya kebutuhan ruang komersial kreatif di Bandung. Penelitian ini mengusulkan pendekatan adaptive reuse untuk mengubahnya menjadi aset ekonomi kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan serta menyusun strategi untuk mengalihfungsikan fungsi bangunan menjadi ruang komersial. Metode kualitatif dengan mengkaji kasus spesifik secara mendalam, didukung analisis deskriptif mencakup empat aspek utama: kondisi bangunan, aspek bisnis, nilai sosial, dan peraturan yang berlaku. Konservasi bangunan memiliki fungsi sekaligus manfaat yang banyak. Parameter analisis mencakup aspek kondisi fisik, struktur, utilitaas, material, lokasi, sirkulasi, lingkungan, dan regulasi. Evaluasi pada bangunan ini memenuhi kelayakan bangunan untuk dialihfungsikan sebagai bangunan komersial. Lokasi strategis dan nilai arsitektural menjadi faktor utama. Fungsi yang direkomendasikan adalah heritage café dan concept store. Studi ini menyimpulkan adaptive reuse layak diimplementasikan untuk menyinergikan pelestarian budaya dengan pemgembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.</p>Nggufron Ihsan Al TsaqofiDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817071715Evaluasi Kualitas Udara dan Kenyamanan Termal pada Area Selasar SD IT Nur Hidayah Surakarta, akibat Buangan Panas AC
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7437
<p>Selasar sekolah merupakan ruang sirkulasi sekaligus area aktivitas pengguna, sehingga tingkat kenyamanan termal menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pada bangunan sekolah di daerah iklim tropis, kondisi kenyamanan termal selasar sangat dipengaruhi oleh lingkungan mikro di sekitarnya. Salah satu faktor yang dapat menurunkan kenyamanan tersebut adalah paparan buangan panas dari unit pendingin udara (AC) yang di arahkan langsung ke area selasar. Keberadaan buangan panas ini berpotensi meningkatkan suhu udara, menurunkan kualitas udara, serta mengurangi kenyamanan pengguna. Kondisi serupa dijumpai pada selasar SD IT Nur Hidayah Surakarta, dimana unit kondensor AC terpasang menghadap area sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara dan tingkat kenyamanan termal pada selasar SD IT Nur Hidayah Surakarta yang terdampak buangan panas AC. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pengukuran langsung parameter lingkungan termal, meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin. Pengambilan data dilakukan selama tiga hari pada waktu pagi, siang, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata selasar mencapai sekitar 29°C, kelembaban relatif berada pada kisaran 70%, dan kecepatan angin mendekati 0 m/s. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 serta standar kenyamanan termal Badan Standardisasi Nasional, kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria kenyamanan termal.</p>Muhammad Irfan KhasaniDhani Mutiari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817161724Evaluasi Fasad Rumah Sakit Permata Blora terhadap Kenyamanan Thermal berdasarkan Konsep Bioklimatik
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7438
<p>Perubahan iklim menuntut fasad bangunan untuk lebih adaptif dan berkelanjutan. Intensitas hujan yang meningkat, suhu ekstrim serta radiasi matahari yang kuat memerlukan strategi fasad yang mampu melindungi bangunan. Tanpa pendekatan desain yang peka terhadap iklim, fasad bangunan tidak hanya gagal dalam menjalankan fungsinya secara optimal tetapi juga berkontribusi pada permasalahan lingkungan yang lebih luas. <br>Fasad bangunan adalah elemen pertama yang berinteraksi langsung dengan lingkungan luar dan memiliki peran penting dalam merespons iklim.<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan termal pada bangunan RSU Permata Blora dengan melakukan pengukuran indikator kenyamanan termal dan nilai standar yang di syaratkan.<br>Penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. <br>Dari penelitian ini dapat diketahui apakah desain fasad yang ada dapat mewujudkan kenyamanan termal suatu bangunan dengan membandingkan indikator yang terukur dan standar yang disyaratkan. Dari penelitian ini semoga akan lebih banyak desain-desain fasad yang mempertimbangkan kenyamanan termal dan ramah terhadap lingkungan.</p>Laras Dwi Hajar UmuDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817251733Penerapan Prinsip Arsitektur Biofilik pada Bangunan Tanatap Coffee Meruya Jakarta
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7439
<p>Perkembangan kawasan perkotaan seperti Jakarta menyebabkan semakin berkurangnya interaksi manusia dengan alam, yang berdampak pada menurunnya kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat urban. Arsitektur biofilik hadir sebagai pendekatan desain yang mengintegrasikan elemen-elemen alam ke dalam bangunan, seperti pencahayaan alami, ventilasi udara, vegetasi, material alami, serta pengolahan ruang yang mendukung kesehatan fisik dan mental pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip arsitektur biofilik pada bangunan Tanatap Coffee Meruya Jakarta serta pengaruhnya terhadap pengalaman ruang pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data sekunder berupa studi literatur dan data primer melalui observasi langsung di lapangan. Analisis dilakukan dengan mengaitkan kondisi eksisting bangunan dengan prinsip desain biofilik yang meliputi Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen biofilik pada Tanatap Coffee Meruya berperan dalam menciptakan suasana ruang yang nyaman, relaks, dan mendukung aktivitas sosial pengunjung, sehingga dapat menjadi referensi bagi perancangan bangunan kafe dan bangunan komersial di kawasan perkotaan.</p>Daffa Yusfi Aziz SaebaniDyah Widi Astuti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817341746Evaluasi Tata Ruang IGD RSUD Budhi Asih Jakarta terhadap Efisiensi Sirkulasi dan Visibilitas berbasis Space Syntax
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7440
<p>Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit rumah sakit dengan tingkat aktivitas tinggi yang menuntut respons cepat, efisiensi sirkulasi, dan efektivitas pengawasan visual. IGD RSUD Budhi Asih Jakarta memiliki kompleksitas sirkulasi dan kebutuhan pengawasan yang tinggi, sehingga konfigurasi ruang berperan penting dalam mendukung kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi sirkulasi dan visibilitas dari perspektif nurse station menggunakan pendekatan space syntax. Metode kuantitatif evaluatif-komparatif diterapkan melalui analisis denah IGD sebelum dan sesudah revisi. Hasil penelitian menunjukkan revisi tata ruang meningkatkan efisiensi sirkulasi dengan konsentrasi nilai integrasi tertinggi pada koridor non-medis yang mengurangi potensi persilangan pada jalur pelayanan medis, dan pada aspek visibilitas perubahan tata ruang mampu meningkatkan jangkauan pandang dan keterhubungan visual terhadap ruang-ruang zona kuning, sementara ruang-ruang zona merah masih menunjukkan keterbatasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas jalur sirkulasi dan efisiensi visibilitas, yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perancangan tata ruang IGD yang lebih responsif terhadap tuntutan pelayanan medis serta keselamatan pasien.</p>Queena Damayanti Edza SaputriMuhammad Siam Priyono Nugroho
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817471756Greenery Teknologi: Miniatur Rumah T.22 Loteng Teknologi 3D Printing berbasis Mortar
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7180
<p>Berbasis Kepmen PUPR No.2947 Tahun 2024 dirancang prototipe Rumah T. 22 Loteng untuk diwujudkan menjadi maket 3D Printing Construction (3DPC) agregat mortar. Penelitian Design by Research ini sebagai kolaborasi dengan started-up Autoconz. Metode kerjanya, mengubah gambar virtual arsitektur menjadi komponen prototipe yang dicetak menyerupai material berlapis-lapis. Sekalipun teknologi 3DPC terbukti mereduksi beaya konstruksi untuk jumlah tertentu, mereduksi polutan karena kebutuhan bekisting dan limbah berkurang, serta mengurangi kecelakaan kerja, namun keterbatasan pengoperasian nozzle robot tidak mampu mewujudkan detail paras rumah. Untuk itu, dilakukan penyederhanaan desain. Hasil penelitian berupa maket ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan stakeholder program tiga juta rumah (Asta Cita).</p>Yuke ArdhiatiHarry MufrizonSalsaliya AlbataniHanum FitriaSafirah Tri Handayani ThamrinRiva Kusumawati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817571762Pengembangan Tipologi Hunian Kolaboratif Skandinavian dan Arsitektur Jawa di Desa Karangduren Boyolali
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7441
<p>Perubahan selera masyarakat terhadap hunian masa kini memunculkan tuntutan akan rancangan yang tidak hanya menonjolkan fungsi dan estetika, tetapi juga tetap mengedepankan nilai budaya lokal. Potensi pengembangan tipologi hunian baru melalui perpaduan antara estetika Arsitektur Skandinavian yang dikenal dengan prinsip kesederhanaan, efektifitas ruang, dan kenyamanan,dengan filosofi arsitektur jawa yang mengutamakan keseimbangan, makna ruang, serta keterhubungan manusia dengan alam sekitarnya.Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis tipologi, dan perbandingan karakter design dari kedua gaya tersebut. Penelitian memfokuskan pada aspek penggunaan material alami, susunan ruang, pemanfaatan pencahayaan dan ventilasi alami, tata ruang yang sarat akan simbolik, serta penyusuaian terhadap kondisi iklim tropis. Temuan menunjukan bahwa perpaduan kedua pendekatan arsitektural tersebut mampu menghasilkan tipologi hunian yang hemat energi, nyaman, dan sesuai dengan tuntutan gaya hidup modern tanpa menghilangkan identitas budaya setempat.</p>Farid RamadhanFadhilla Tri Nugrahaini
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817631772Kajian Eksterior dan Interior Masjid Sheikh Zayed Solo Bergaya Timur Tengah
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7442
<p>Masjid Sheikh Zayed Solo merupakan salah satu bangunan keagamaan kontemporer di Indonesia yang mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah secara kuat, baik pada aspek eksterior maupun interior. Penerapan gaya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai religius, simbolik, serta identitas budaya Islam yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik desain eksterior dan interior Masjid Sheikh Zayed Solo yang merepresentasikan gaya arsitektur Timur Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi langsung, dokumentasi visual, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen eksterior masjid, seperti kubah, menara, fasad, dan pola geometris, memiliki kesesuaian dengan prinsip arsitektur Islam Timur Tengah. Sementara itu, pada aspek interior, penggunaan ornamen kaligrafi, pola dekoratif, tata ruang, serta pemilihan material dan warna turut memperkuat suasana sakral dan monumental. Dengan demikian, Masjid Sheikh Zayed Solo dapat dinilai sebagai representasi arsitektur masjid bergaya Timur Tengah yang berhasil diadaptasi dalam konteks lokal Indonesia tanpa menghilangkan nilai fungsi dan makna religiusnya.</p>Nabila Ulfa NovitaWidyastuti Nurjayanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817731781Analisis Perilaku Pengunjung dan Persepsi Kenyamanan terhadap Sitting Facility di Taman Tengah Danau UMS
https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7443
<p>Taman Tengah Danau Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan taman yang berada di lingkungan kampus dan dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Area ini tidak hanya berperan dalam memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menjadi tempat bagi pengunjung untuk bersantai, berinteraksi, dan melakukan berbagai aktivitas luar ruang. Keberadaan danau sebagai ruang publik memberikan suasana yang nyaman dan terbuka, sehingga mendorong masyarakat untuk berkumpul, beristirahat, serta menikmati lingkungan sekitar. Salah satu elemen penting dari area ini adalah sitting facility sebagai wadah utama untuk mendukung aktivitas duduk, bersantai, serta interaksi antar pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi pengunjung dengan desain fasilitas duduk serta bagaimana faktor desain mempengaruhi perilaku dan kenyamanan pengguna. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksplorasi deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi visual. Penelitian menjelaskan bahwa orientasi fasilitas duduk, pandangan menuju danau, keberadaan teduhan, material, dan keergonomisan fasilitas duduk mempengaruhi kenyamanan dan jenis aktivitas yang dilakukan pengunjung.</p>Fatika RahmawatiWidyastuti Nurjayanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-182026-06-1817821790