Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur https://proceedings.ums.ac.id/siar <p>Proceeding Title: <strong>Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur<br /></strong>Organizer: Program Studi Arsitektur, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1584067349" target="_blank" rel="noopener">2721-8686</a><br />INDEXED: <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27276" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></p> <p>SIAR atau yang lebih dikenal dengan <a href="https://siar.ums.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Seminar Ilmiah Arsitektur</a> adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p> en-US [email protected] (Yasir Sidiq, Ph.D.) [email protected] (Yasir Sidiq, Ph.D.) Thu, 18 Jun 2026 12:54:00 +0700 OJS 3.3.0.20 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Studi Akustik Ruang Kerja Rumah akibat Kebisingan Aktivitas Komersial https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7177 <p>Perkembangan sistem kerja fleksibel mendorong meningkatnya aktivitas bekerja dari rumah (Work From Home), sehingga kenyamanan akustik ruang kerja rumah menjadi faktor penting dalam mendukung konsentrasi dan produktivitas. Penelitian ini mengkaji kondisi kenyamanan akustik pada sebuah rumah tinggal di kawasan Tohudan, Colomadu, yang bersebelahan dengan kafe dan jalan lingkungan. Kedekatan tersebut menyebabkan ruang tidur yang dialihfungsikan menjadi ruang kerja mengalami gangguan kebisingan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan ruang kerja rumah dan mengevaluasi potensi pengendalian kebisingan berdasarkan data lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan simulatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi kondisi fisik bangunan, tata ruang, dan sumber kebisingan. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengukuran tingkat kebisingan menggunakan sound level meter pada kondisi akhir pekan dan hari kerja. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemodelan serta simulasi kebisingan. Simulasi pemetaan kebisingan dilakukan menggunakan NoiseTools.net untuk mengevaluasi perubahan tingkat kebisingan akibat penerapan elemen pengendalian kebisingan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ruang kerja dapat diturunkan hingga berada pada kisaran 22,5-26,5 dB(A), sehingga memenuhi standar kenyamanan akustik ruang kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis berbasis pengukuran lapangan dan simulasi dapat digunakan untuk mengevaluasi dan merumuskan upaya pengendalian kebisingan pada ruang kerja rumah tinggal tanpa memerlukan perubahan struktural yang signifikan.</p> Muhamad Ihwaldi, Wilda Maulina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7177 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Ruang Perpustakaan Desa Mangunsari, Sawangan, Magelang dengan Prinsip Ecodesign https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7178 <p>Kegiatan pengelolaan dan revitalisasi Perpustakaan Desa Mardining Sigit, Kelurahan Mangunsari, Keamatan Sawangan, Kabupaten Magelang merupakan bagian dari program KKN Tematik literasi yang dianisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada periode JuliaAgustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi ruang perpustakaan desa melalui strategi pendekatan ecodesign yaitu design for adaptability, design for life extension, dan material selection/substitution yang diwujudkan pada usaha optimalisasi ruang existing, perpanjangan usia pakai fasilitas dan koleksi, efisiensi sirkulasi ruang, serta peningkatan kualitas pengalaman pengguna. Strategi ecodesign diterapkan dalam rangkaian kegiatan revitalisasi yang meliputi penataan ulang layout perpustakaan desa, penyesuaian zonasi area baca dan belajar, pengecatan ulang ruang dan mural, pemilahan buku layak pakai, serta pengelompokan koleksi buku berdasarkan sistem katalogisasi Perpusnas. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif sederhana berupa hasil kuesioner persepsi pengguna dan pengelola Perpusdes Mardining Sigit sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan pengelolaan dan revitalisasi. Hasil pembahasan menunjukkan adanya perubahan positif pada persepsi kenyamanan, keteraturan ruang, dan kemudahan akses koleksi setelah revitalisasi. Artikel ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ecodesign dapat menjadi pendekatan efektif dalam revitalisasi perpustakaan desa berbasis pengelolaan ruang dan partisipasi Masyarakat.</p> Albynola Agis Oktadio, Silfia Mona Aryani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7178 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kenyamanan Termal Ruang Praktik Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMKN 2 Bogor https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7179 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada Ruang Praktik Konstruksi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Bogor dengan menganalisis kinerja termal yang terukur, kesesuaiannya dengan standar kenyamanan termal menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 03-6572-2001). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, meliputi pengukuran langsung terhadap suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin menggunakan environment multimeter di dalam ruang praktik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu udara di dalam ruang praktik berada pada rentang 27.2°C - 29.7°C, kelembaban relatif berkisar antara 72.6% - 85.7%, serta kecepatan angin rata-rata sangat rendah yaitu 0 m/s - 0.83 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa ruang praktik memiliki kondisi termal yang cenderung panas dengan kecepatan angin yang hampir tidak terasa, sehingga menimbulkan tingkat ketidaknyamanan bagi penggunanya. Perbandingan antara hasil pengukuran dan SNI mengonfirmasi bahwa ruang praktik belum memenuhi kriteria kenyamanan termal yang direkomendasikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurangnya pergerakan udara merupakan faktor utama penyebab ketidaknyamanan termal di ruang praktik. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan ventilasi alami melalui penambahan atau pembesaran bukaan, penataan ulang interior agar lebih mendukung aliran udara, serta penambahan sistem penghawaan mekanis untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar dalam konteks pendidikan vokasi.</p> Fadhila Khamistya Wibawa, Silfia Mona Aryani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7179 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Efisiensi Ruang dan Pola Sirkulasi Kantor Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7181 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi ruang dan alur sirkulasi pada Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Boyolali sebagai fasilitas kerja publik yang berperan penting dalam kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat. Aspek kenyamanan yang dikaji meliputi pola sirkulasi pengguna, analisa tata ruang kantor, dan kesesuaian kebutuhan ruang berdasarkan acuan pedoman dari PUPR untuk pembangunan kantor pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis prinsip Space Syntax. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, bertanya dengan pegawai secara langsung, serta menganalisis menggunakan software DepthMapX untuk akurasi data mengenai kondisi kantor secara visual dan mendapat konfigurasi ruang. Hasil evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat kenyamanan serta kesesuaian luasan ruang bagi pegawai dan pengunjung dengan membandingkan pada standarisasi ukuran ruang dari pemerintah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa beberapa ruang kerja yang terdapat dalam kantor masih memiliki tata ruang yang kurang optimal serta kebutuhan ruang tiap pengguna yang masih belum sesuai pedoman aturan pembangunan kantor dinas, yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas pegawai kantor. Serta konfigurasi ruang dari prinsip Space Syntax yang ditemukan hasil angka yang tergolong pada kriteria cukup. Terkhusus pada pola sirkulasi gerak dan efisiensi ruang, penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan evaluasi purna huni bagi kantor pemerintah dan rekomendasi bagi pihak instansi untuk meningkatkan kualitas ruang kerja kantor sehingga memiliki lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan efisien pada Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali.</p> Fauzan Khusnazilan Haris, Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7181 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi dan Strategi Peningkatan Kualitas Hunian di RTLH berbasis Fisika Bangunan dan Tata Ruang Berkelanjutan Desa Kemusu, Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7182 <p>Kawasan sabuk hijau Dukuh Kedungsari, Desa Kemusu, Boyolali, yang menghadapi konflik tata ruang dan kebutuhan hunian layak. Hasil pengukuran fisika bangunan menunjukkan Predicted Mean Vote (PMV) rata-rata 2,30 dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) 87,4%, dengan pencahayaan 68-131 lux (&lt;120 lux standar), ventilasi 0 m/s, serta suhu 30-33°C dan kelembapan 71% akibat udara stagnan. Strategi peningkatan hunian meliputi: (1) penambahan bukaan untuk pencahayaan 120-250 lux (SNI 03-6575-2001) dan ventilasi silang, (2) perbaikan material lokal (lantai tanah/plaster, atap genteng, dinding kayu rusak), (3) desain kearifan lokal guna capai PMV &lt;1 dan PPD &lt;10%, serta (4) relokasi sesuai Perda Boyolali 8/2019 sambil jaga sabuk hijau, didukung metode kualitatif-kuantitatif (wawancara, observasi, luxmeter, anemometer, thermohygrometer pada 5 sampel RTLH) selaras SDGs nomor 11 untuk kota dan pemukiman berkelanjutan serta aman.</p> Farkhah Azzahra Rismawati, Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7182 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Desain Modular dan Fleksibilitas Ruang Flat Jakarta Selatan: Uji Kesesuaian berdasarkan Parameter Jurnal https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7183 <p>Peningkatan kepadatan penduduk dan harga lahan di kawasan urban Menteng Atas, Jakarta Selatan, menuntut solusi hunian vertikal yang efisien. Unit flat dengan luasan terbatas seringkali gagal memenuhi kebutuhan fungsional bagi multi-keluarga dengan dinamika aktivitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis desain modular dan fleksibilitas ruang, guna memaksimalkan utilitas ruang pada hunian vertikal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-komparatif. dimana desain dikomparasi tingkat kesesuaiannya menggunakan parameter desain dari berbagai jurnal terkait modularitas dan ruang adaptif. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan sistem modular dan fleksibilitas ruang mampu mengubah fungsi ruang secara adaptif sesuai dengan parameter pengujian yang telah ditetapkan.</p> Wikrama Wardhana Eka Putra Jaya Nagara, Dhani Mutiari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7183 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Pencahayaan Alami Rumah Sederhana Tipe 30 berbasis Arsitektur Bioklimatik https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7184 <p>Rumah adalah kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat beristirahat, serta tempat berlindung dari pengaruh lingkungan luar. Salah satu bentuk hunian penggunaan prototipe rumah sederhana tipe 30/72 yang disediakan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 2947/KPTS/M/2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Karanganyar (2023), persentase rumah tangga yang menempati rumah tinggal layak huni di wilayah Kabupaten Karanganyar tiap tahunya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah bertujuan untuk mengoptimalkan desain tipe rumah 30/72 yang mampu meningkatkan distribusi dan intensitas pencahayaan alami dapat mencapai tingkat kenyamanan pencahayaan sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan mixed methods dengan dominasi metode deskriptif kuantitatif melalui simulasi pencahayaan alami perangkat lunak Dialux Evo 13. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis tingkat pencahayaan alami pada rumah sederhana berdasarkan standar SNI serta mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip Natural Daylighting System dalam arsitektur bioklimatik. Selanjutnya desain rumah tipe 30/72 dengan pendekatan arsitektur bioklimatik prinsip Natural Daylighting System mampu meningkatkan kualitas pencahayaan alami secara signifikan. Penyesuaian ukuran dan posisi bukaan serta penerapan elemen pembayangan terbukti efektif dalam mengontrol intensitas dan distribusi cahaya alami, sehingga seluruh ruang hunian meliputi kamar tidur 1 dan 2, kamar mandi, serta ruang utama yang meliputi ruang tamu dan dapur memenuhi ketentuan tingkat pencahayaan minimum sesuai dengan SNI 03-6197-2000. Optimalisasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual penghuni, tetapi juga berpotensi mendukung efisiensi energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap pencahayaan buatan pada siang hari.</p> Qinthar Tangkas Samudra, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7184 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Dampak Reduksi Spesifikasi Material Dinding terhadap Kualitas Fisik dan Kinerja Termal Rumah Subsidi di Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7185 <p>Tuntutan efisiensi biaya produksi (production cost) pada proyek perumahan subsidi seringkali mendorong pengembang melakukan reduksi spesifikasi material dan penyederhanaan metode konstruksi. Salah satu praktik dominan yang ditemukan adalah penghilangan lapisan plesteran pada dinding bata ringan (metode non-plester) dimana dinding langsung diaci. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari praktik tersebut terhadap kualitas fisik bangunan dan kenyamanan termal ruang. Penelitian menggunakan metode komparatif lapangan pada unit rumah subsidi tipe 30/60 di wilayah Kabupaten Karanganyar. Variabel yang diamati meliputi cacat fisik visual (kerataan dan keretakan) serta data iklim mikro ruang (suhu dan kelembapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi spesifikasi dinding berdampak negatif signifikan. Dinding tanpa plester menunjukkan kerentanan tinggi terhadap retak rambut (hairline cracks) akibat ketidakmampuan lapisan acian tipis menahan muai-susut, serta memiliki suhu permukaan dalam yang lebih tinggi hingga 3,3°C dibandingkan dinding standar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya menekan harga rumah subsidi berdampak pada penurunan durabilitas bangunan dan kenyamanan penghuni.</p> Ivan Mahsa Rasyid Santosa, Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7185 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pendekatan Behavioral untuk Meningkatkan Kenyamanan Kerja pada Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7186 <p>Ruang kerja yang nyaman merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pegawai. Hal tersebut terkadang kurang diperhatikan. Salah satu kasus yang dirasakan pada Ruang Bidang Penataan Bangunan Kabupaten Banyumas kurang nyaman. Kondisi minim ruang gerak dan penataan barang kurang efisien, sehingga menimbulkan kesan sesak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi ruang Bidang Penataan Bangunan dengan melakukan perancangan ulang berdasarkan analisis kebutuhan serta aktivitas pengguna. Metode yang digunakan adalah metode behavioral, dengan pendekatan analisis aktivitas pengguna. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta beberapa pegawai untuk menggambarkan aktivitas keseharian mereka di dalam ruangan Bidang Penataan Bangunan dari awal masuk hingga pulang kerja, serta menjelaskan aktivitas yang dilakukan di setiap bagian ruangan. Selain itu, para reponden diminta menuliskan bagian ruangan yang menurut mereka nyaman dan tidak nyaman beserta alasannya. Responden dikelompokkan ke dalam tiga ketegori, yaitu rentang usia : 20-30 tahun, 30-40 tahun, dan 40-60 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kegiatan dan preferensi ruang dari seluruh kelompok usia relatif serupa, karena kesamaan jenis pekerjaan dan rutinitas harian. Mayoritas responden menyatakan ketidaknyamanan terhadap ruang pantry, ruang arsip, ruang admin, jalan masuk, dan ruang kantor, karena dianggap sempit, tidak tertata, dan kurang nyaman. Pernyataan ini menjadi dasar dalam merancang kembali ruang yang lebih ergonomis, efisien, dan mendukung kenyamanan kerja pegawai Bidang Penataan bangunan.</p> Salma Safira Nurrohmah, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7186 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Fungsi dan Efisiensi Ruang di Zona Kuning IGD RSUD Kanjuruhan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7187 <p>Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat aktivitas dan kompleksitas tinggi, sehingga membutuhkan penataan ruang yang efisien dan fungsional. Zona kuning berperan sebagai area observasi bagi pasien dengan tingkat kegawatan sedang yang memerlukan pemantauan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan efisiensi ruang pada zona kuning IGD RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, khususnya setelah dilakukan revisi tata ruang pada lantai 1. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis dokumen berupa gambar denah rencana serta observasi lapangan untuk mengkaji kesesuaian fungsi ruang, hubungan antar ruang, dan pola sirkulasi pasien serta tenaga medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penempatan zona kuning telah strategis karena berdekatan dengan ruang triase, ruang tindakan, dan nurse station. Namun demikian, masih ditemukan permasalahan berupa keterbatasan visibilitas perawat terhadap seluruh bed, sirkulasi yang berpotensi tumpang tindih, serta kondisi lingkungan fisik yang kurang optimal dari segi ventilasi dan kebisingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan tata letak, pengaturan sirkulasi satu arah, dan peningkatan kualitas lingkungan ruang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan kenyamanan pasien di zona kuning IGD.</p> Ajeng Aisyah Tyandira Tamara, Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7187 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Ruang Responsif Desain Spasial untuk Tindakan Medis Rumah Sakit Permata Blora https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7188 <p>Desain ruang rumah sakit memainkan peran penting dalam efektivitas tindakan medis dan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini berfokus pada analisis desain ruang di Rumah Sakit Permata Blora, yang mengalami tantangan signifikan terkait pemisahan area bersih dan kotor, serta alur kerja yang kurang efisien. Melalui pendekatan kualitatif yang mencakup observasi, studi pustaka, dan wawancara, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam desain ruang dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakoptimalan desain berdampak pada keterlambatan penanganan pasien dan peningkatan risiko infeksi. Selain itu, wawancara dengan tenaga medis mengungkapkan frustrasi terkait desain yang tidak mendukung interaksi yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi desain ruang yang responsif dan terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efisiensi pelayanan medis. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan standar desain ruang rumah sakit yang lebih baik, tidak hanya untuk Rumah Sakit Permata Blora, tetapi juga untuk institusi kesehatan lainnya.</p> Hana Wahyu Fadhila, Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7188 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Integrasi Ornamen dan Motif Kultural pada Masjid Hastana Keraton Kartasura https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7189 <p>Studi ini membahas bagaimana ornamen dan pola budaya dimasukkan ke dalam desain Masjid Hastana Keraton Kartasura, mencerminkan gabungan ajaran Islam dengan tradisi Jawa di bidang arsitektur. Pertimbangan utama muncul karena perlunya menyadari arti tersirat dari setiap elemen bangunan yang berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan rohani. Fokus penelitiannya ialah menjelaskan jenis hiasan dan corak lokal, menggali makna filosofi di baliknya, lalu mempertemukan temuan tersebut dengan ciri-ciri masjid khas Jawa lain, misalnya Masjid Al-Wustho Mangkunegaran. Analisis dilakukan secara kualitatif lewat cara deskriptif dan analitik, menggunakan pengamatan langsung di lokasi, catatan gambar, serta percakapan panjang bersama Bapak Surya Lismana, S.Pd. Di balik temboknya, sekitar 80 persen bagian masjid ternyata masih berasal dari zaman Mataram Islam, membentuk alunan rupa antara gaya Jawa - misalnya atap tumpang bertingkat tiga, tiang utama saka guru, hiasan tanaman - dan nilai estetika Islam soal ketunggalan, keseimbangan, serta pembersihan jiwa. Bukan cuma indah dipandang, ornamen di dalam bangunan ini justru menjadi cara menyampaikan ajaran agama lewat gambar, menguatkan ikatan rohani antara manusia dan Yang Maha Kuasa, sekalian menunjukkan paduan unik antara keislaman dan adat lokal Jawa.</p> Teja Khair Rio Irianto, Widyastuti Nurjayanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7189 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Strategi Penggunaan Material Bangunan di Wilayah Pesisir dan Dataran Tinggi Pekalongan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7190 <p>Kabupaten Pekalongan memiliki karakter wilayah pesisir dan dataran tinggi dengan kondisi iklim, topografi, dan tanah yang berbeda, sehingga memengaruhi kinerja material bangunan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan material bangunan sekolah di wilayah pesisir dan dataran tinggi Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wilayah pesisir, kerusakan bangunan didominasi oleh penurunan kualitas material finishing seperti cat dinding, logam, dan kayu akibat kelembapan dan pengaruh udara laut. Sementara itu, pada wilayah dataran tinggi ditemukan permasalahan retak dinding pasangan bata, retak lantai beton akibat tanah geser, serta potensi gangguan pada pondasi akibat kondisi topografi dan risiko tanah longsor. Berdasarkan temuan tersebut, strategi penggunaan material bangunan sekolah perlu disesuaikan dengan karakter lingkungan masing-masing wilayah agar bangunan lebih tahan dan berkelanjutan.</p> Fauzan Luthfia Nafsah, Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7190 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Hubungan Konfigurasi Ruang terhadap Pola Sirkulasi dan Interaksi Sosial Hunian Kos: Studi Kasus KL Live Kleco https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7191 <p>Laju urbanisasi yang tinggi menyebabkan pertumbuhan hunian kos di Kota Surakarta sehingga mendorong berkembangnya desain yang lebih berorientasi pada efisiensi ruang, sementara itu aspek sosial dan perilaku penghuni seringkali kurang diperhatikan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pola sirkulasi serta kualitas interaksi sosial di dalam hunian kos. Penelitian ini membahas hubungan antara konfigurasi ruang dengan pola sirkulasi dan interaksi sosial penghuni pada hunian kos, dengan studi kasus Kos KL Live Kleco di Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis space syntax untuk mengidentifikasi nilai integrasi, konektivitas, dan intelligibility ruang. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi denah bangunan, observasi, wawancara dengan arsitek dan penghuni. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang dengan nilai integrasi tinggi, seperti koridor utama, tidak selalu berfungsi sebagai pusat interaksi sosial. Sebaliknya, kamar kos dengan nilai konektivitas rendah cenderung bersifat individual dan mendukung privasi penghuni. Temuan ini menunjukkan bahwa konfigurasi ruang berpengaruh terhadap pola sirkulasi dan interaksi sosial di dalam hunian kos, namun pengaruh tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti visibilitas ruang dan jenis aktivitas penghuni.</p> Diyah Aryani Nurhakim, Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7191 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Purna Huni Ruang Tunggu Klinik Polres Singkawang berbasis Kebutuhan Pengguna terhadap Kenyamanan dan Keamanan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7192 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan desain ruang tunggu Klinik Polres Singkawang untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna. Klinik yang beroperasi pada bangunan hasil alih fungsi belum memenuhi standar fasilitas kesehatan, sehingga menimbulkan masalah seperti kebocoran atap, lantai licin, ventilasi yang tidak memadai, dan penataan ruang tunggu yang menghambat alur pergerakan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Methods) dengan pendekatan Evaluasi purna huni yang berfokus pada kebutuhan pengguna melalui observasi, wawancara, pengukuran, dan studi literatur, mengacu pada standar serta literatur terkait fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan ruang tunggu belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Dari aspek fisik, sirkulasi udara dan ventilasi rendah, tata letak kursi tidak efektif, dan area disabilitas belum tersedia. Dari aspek psikologis, warna interior kurang menenangkan, serta fasilitas informasi dan antrean digital belum ada sehingga menimbulkan ketidakpastian waktu tunggu. Dari aspek keamanan, kondisi material bangunan berisiko, jalur sirkulasi terhambat, dan handrail belum tersedia. Rekomendasi meliputi peningkatan ventilasi, perbaikan material, penataan ulang ruang tunggu dengan jalur sirkulasi utama berhandrail, penyediaan kursi prioritas dan area ramah disabilitas, penerapan warna interior menenangkan, serta implementasi sistem antrean digital. Evaluasi Purna Huni ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan ruang tunggu secara keseluruhan.</p> Anisa Mufida Elva, Wisnu Setiawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7192 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Persepsi Mahasiswa terhadap Desain Interior Kamar Kos terhadap Kenyamanan dan Produktivitas Aktivitas berdasarkan Post-Occupancy Evaluation (POE) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7193 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap desain interior kamar kos dalam mendukung kenyamanan dan produktivitas penghuni. Kamar kos sebagai hunian sewa bersifat multifungsi digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti belajar, beristirahat, dan bersantai, sehingga kualitas desain interior menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Post-Occupancy Evaluation (POE) dengan teknik observasi, studi literatur, dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian dilakukan pada beberapa kamar kos mahasiswa di wilayah Surakarta dan Sukoharjo, yaitu Kos Cermai, Kos Griya Putri Krisdival, Roses Kost Putri Eksklusif, Kos Djoeng Melati, dan Kos Akata, dengan melibatkan sepuluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kenyamanan interior kamar kos dipengaruhi oleh elemen desain utama, meliputi pencahayaan alami, ventilasi, kondisi suhu ruang, penataan furnitur, serta pemilihan warna interior. Desain interior yang mampu memberikan kenyamanan visual, termal, dan fungsional terbukti mendukung kualitas aktivitas belajar, istirahat, dan bersantai secara lebih optimal. Sebaliknya, keterbatasan bukaan, ventilasi yang kurang memadai, serta gangguan kebisingan berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas penghuni. Penelitian ini menegaskan pentingnya persepsi penghuni dalam menilai keberhasilan desain interior kamar kos serta relevansi pendekatan POE sebagai alat evaluasi hunian mahasiswa.</p> Marchel Fatahillah, Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7193 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Tata Letak Parkir Motor pada Gedung J dengan Pendekatan Ergonomic Parking https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7194 <p>Peningkatan aktivitas akademik di Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebabkan meningkatnya kebutuhan parkir sepeda motor di Gedung J. Kondisi eksisting menunjukkan keterbatasan kapasitas, ketidakteraturan pola parkir, serta sirkulasi kendaraan yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja tata letak parkir sepeda motor berdasarkan kapasitas, indeks parkir, dan sirkulasi, serta merumuskan optimalisasi tata letak dengan pendekatan ergonomic parking. Metode penelitian menggunakan research based design melalui observasi lapangan, analisis akumulasi parkir, volume kendaraan, tingkat turn over, dan indeks parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari Selasa dan Rabu nilai indeks parkir melebihi 100%, yang mengindikasikan terjadinya kelebihan kapasitas dan penggunaan jalur sirkulasi sebagai area parkir. Optimalisasi dilakukan melalui penataan ulang pola parkir dan penerapan lebar sirkulasi 2,5 meter dua arah. Desain rekomendasi mampu meningkatkan kapasitas parkir dari 894 menjadi 988 satuan ruang parkir atau sebesar 10,514% tanpa penambahan lahan. Optimalisasi ini menurunkan indeks parkir menjadi di bawah 100% serta meningkatkan kelancaran sirkulasi, keamanan, dan kenyamanan pengguna.</p> Dafa Abraham Santosa, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7194 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Komparasi Model Tangga Spiral dan Tangga U Shape terhadap Kemudahan Transportasi Vertikal https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7195 <p>Tangga merupakan bagian penting dalam rumah tinggal bertingkat karena berfungsi sebagai jalur sirkulasi vertikal antar lantai. Tangga spiral sering digunakan karena efisien terhadap ruang dan memiliki nilai estetika tinggi, namun bentuknya yang melingkar menimbulkan masalah saat digunakan untuk membawa barang ke lantai atas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua model tangga, yaitu tangga spiral dan tangga U shape, dalam hal kemudahan transportasi vertikal terutama saat aktivitas pemindahan barang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-komparatif berbasis simulasi tiga dimensi 3D dengan pendekatan analisis visual terhadap pergerakan barang di masing-masing model tangga. Data penelitian diambil dari rumah tinggal dua lantai di Jl. Nusupan No.8A, Bedog, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangga spiral memiliki keterbatasan fungsional karena radius putar yang sempit dan pijakan yang kecil, sehingga hanya memungkinkan pemindahan barang kecil. Sebaliknya, tangga U shape dengan kemiringan 35° dan bordes tengah selebar 120 cm menunjukkan efisiensi dan kenyamanan yang lebih baik karena ruang rotasi barang lebih luas. Kedua model tangga masih memenuhi ketentuan SNI 03-1746-2000, namun tangga U shape dinilai lebih ergonomis dan aman untuk aktivitas pemindahan barang di rumah tinggal bertingkat.</p> Rizky Wahyu Utomo, I Indrawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7195 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kinerja Pencahayaan Buatan Ruangan Kamar Kos Putra Shabaab menggunakan DIALux Evo https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7196 <p>Pencahayaan buatan memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan visual dan aktivitas penghuni pada bangunan hunian, termasuk kamar kos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pencahayaan buatan pada Kamar Kos Putra Shabaab dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux evo. Simulasi dilakukan pada ruang tidur dan kamar mandi pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 12.00 dan 18.00, dengan dua kondisi cuaca berbeda, yakni cerah dan berawan. Parameter yang dianalisis meliputi tingkat iluminansi dan distribusi pencahayaan di dalam ruang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai iluminansi pada seluruh ruang telah memenuhi dan melampaui standar minimum SNI, yaitu 50 lux untuk ruang tidur dan 100 lux untuk kamar mandi. Distribusi pencahayaan juga relatif merata tanpa menimbulkan silau berlebih atau area gelap yang signifikan. Perbedaan kondisi cuaca tidak memberikan pengaruh berarti terhadap kinerja pencahayaan ruang, karena sistem pencahayaan buatan mampu mengompensasi variasi pencahayaan alami. Dengan demikian, sistem pencahayaan yang diterapkan dinilai efektif, nyaman, serta berpotensi mendukung efisiensi energi.</p> Sonny Qurniawan Pratama, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7196 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Penerapan Sistem Sanitasi dan Ventilasi dalam Desain Klinik di Mijen, Semarang untuk Menjamin Keamanan dan Kesehatan Pengguna https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7197 <p>Sebagai bagian penelitian kesehatan, setiap klinik wajib untuk menerapkan standar teknis sistem sanitasi dan ventilasi, demi menjamin keselamatan pasien, tenaga medis dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan sistem sanitasi dan ventilasi pada rancangan Klinik Rahma Medika di Mijen, Semarang, sebagai bagian dari layanan kesehatan primer untuk menjamin keselamatan pasien, melindungi tenaga medis, dan menjaga mutu lingkungan. Kajian dilakukan secara deskriptif-evaluatif dengan pendekatan kualitatif melalui telaah gambar kerja, wawancara perancang, dan studi pustaka. Acuan regulasi meliputi Permenkes No. 9/2014, Permenkes No. 7/2019, Pedoman PPI Fasyankes (2017), SNI 6572:2024, serta Peraturan LHK No. 11/2025. Hasil analisis menunjukkan seluruh ruang tindakan, pemeriksaan, dan sterilisasi 100% belum memiliki sistem exhaust fan, lebih dari 70% ruang pelayanan belum dilengkapi wastafel, dan sistem pengolahan limbah cair belum dirancang melalui IPAL mini sesuai standar teknis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko infeksi silang, menurunkan mutu udara, dan mencemari lingkungan. Penelitian merekomendasikan penerapan ventilasi mekanis sesuai standar Air Changes per Hour (ACH), penambahan wastafel di setiap ruang pelayanan, serta perencanaan IPAL mini terintegrasi guna mewujudkan rancangan klinik berprinsip sehat, aman, dan berkelanjutan.</p> Alief Cahyo Putra Amien, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7197 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Fasad Sirip Vertikal dan Curtain Wall terhadap Radiasi Matahari Pagi (Studi Kasus: Showroom Medis Onemed Healthcare Office Tower Surabaya) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7198 <p>Penelitian ini mengevaluasi efektivitas fasad yang menggabungkan curtain wall dan sirip vertikal dalam mengatur radiasi matahari pagi serta pengaruhnya terhadap pencahayaan alami di Showroom Onemed Healthcare Office Tower, Surabaya. Metode yang diterapkan adalah simulasi kuantitatif menggunakan perangkat lunak DIALux evo 13.2 untuk memodelkan kondisi eksisting pada pukul 08.00, 09.00, dan 10.00 WIB. Hasil simulasi menunjukkan tingkat pencahayaan alami yang secara konsisten melampaui standar 100 lux sesuai SNI Permenkes No. 40 Tahun 2022, dengan nilai berturut-turut 1026 lux, 1087 lux, dan 858 lux. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan visual serta mempengaruhi produk medis yang sensitif terhadap cahaya berlebih. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan strategi penyesuaian orientasi sudut hadap sirip vertikal. Setelah disimulasikan ulang, intensitas cahaya menurun menjadi 890 lux, 961 lux, dan 803 lux. Hasil ini menunjukkan peningkatan efektivitas elemen pelindung dalam menahan sinar langsung, meskipun nilai akhir yang diperoleh masih berada di atas ambang batas standar yang berlaku. Disimpulkan bahwa optimasi geometri sirip vertikal dapat meningkatkan kinerja fasad, namun diperlukan strategi tambahan untuk sepenuhnya memenuhi persyaratan pencahayaan ruang showroom alat medis.</p> Yogie Setya Aditama, Erwin Herlian Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7198 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Integrasi Prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam Evaluasi Orientasi Ruang Renovasi Rumah Tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7199 <p>Penelitian ini membahas integrasi prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam evaluasi orientasi ruang pada renovasi rumah tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan. Integrasi dalam penelitian ini tidak dimaknai sebagai penyatuan konsep normatif, melainkan sebagai proses analisis spasial paralel yang menggunakan variabel yang sama untuk membaca kualitas orientasi ruang berdasarkan kedua pendekatan tersebut. Fokus penelitian meliputi orientasi ruang, pola sirkulasi, pembagian zonasi, keberadaan ruang transisi, serta orientasi elemen interior. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan secara terpisah berdasarkan prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami, kemudian hasilnya disintesiskan melalui tabel evaluasi integratif untuk mengidentifikasi aspek yang memenuhi kedua prinsip, memenuhi salah satu, atau tidak memenuhi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting rumah tinggal belum sepenuhnya memenuhi kedua pendekatan, terutama pada orientasi ruang dan pola sirkulasi, pembagian zonasi public, semi privat, dan privat, keberadaan ruang transisi, serta orientasi kloset. Namun demikian, terdapat elemen yang telah sesuai dengan kedua prinsip, seperti posisi kasur, sehingga tidak seluruh elemen ruang memerlukan perubahan desain. Berdasarkan sintesis hasil analisis, penelitian ini merumuskan tiga prinsip integratif sebagai temuan utama, yaitu keteraturan ruang, transisi spasial, dan kontrol orientasi. Ketiga prinsip tersebut merepresentasikan titik temu antara Fengshui dan Arsitektur Islami dalam konteks renovasi hunian dan digunakan sebagai dasar perumusan rekomendasi desain. Penelitian ini menunjukkan bahwa Fengshui dan Arsitektur Islami dapat diintegrasikan secara bersamaan sebagai kerangka evaluasi orientasi ruang untuk menghasilkan hunian yang lebih tertata, nyaman, dan selaras dengan nilai fungsional serta spiritual penghuni.</p> Siti Nurafnih Rahma, Wilda Maulina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7199 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Pencahayaan melalui Otomatisasi Sistem Tirai pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7200 <p>Penelitian ini dilaksanakan pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang yang masih berada dalam tahap pembangunan. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan distribusi cahaya yang tidak merata, khususnya pada area dekat jendela dengan intensitas cahaya berlebihan (850-925 lux) serta penggunaan pencahayaan buatan yang berlangsung secara terus-menerus akibat sistem pengendalian tirai yang masih bersifat manual. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan visual dan efisiensi energi Kamar Deluxe. Penelitian ini bertujuan untuk mengotomatisasi sistem tirai manual menjadi sistem otomatis berbasis sensor cahaya menggunakan Arduino Uno R3 sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan simulasi DIALux Evo dimanfaatkan untuk menentukan batas iluminansi ideal (set-point) sesuai standar SNI 6197:2020. Nilai set-point ini digunakan sebagai parameter kendali dalam pemrograman Arduino, yang menentukan kondisi kapan tirai harus menutup atau terbuka secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang terdeteksi sensor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem otomatis tirai yang dirancang berpotensi mengurangi area yang memiliki cahaya berlebihan, menciptakan distribusi cahaya yang merata dengan iluminansi sesuai SNI 6197:2020. Respons sistem yang cepat (10 detik) dan implementasi dengan komponen ekonomis membuat teknologi ini praktis untuk diterapkan pada hotel modern. Sistem ini berpotensi meningkatkan kenyamanan visual pengguna serta mengoptimalkan pemanfaatan cahaya alami secara berkelanjutan.</p> Irbah Rakha Citra Tsani, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7200 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Pencahayaan Buatan pada Kamar Standar Hotel Artotel Magelang menggunakan DIALux https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7201 <p>Pencahayaan buatan berperan penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada kamar hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem pencahayaan buatan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang berdasarkan SNI 6197:2011 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi digital melalui perangkat lunak DIALux. Data diperoleh melalui observasi kondisi eksisting ruang yang meliputi dimensi ruang, spesifikasi lampu, material interior, dan tata letak furnitur. Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang melebihi standar SNI 6197:2011, khususnya pada area tidur dan kamar mandi yang mencapai sekitar 500 lux. Meskipun tingkat iluminasi tinggi, kualitas pencahayaan belum optimal akibat distribusi cahaya yang tidak merata, potensi silau, serta adanya area dengan pencahayaan berlebih sehingga kenyamanan visual ruang belum tercapai sesuai fungsi kamar hotel. Optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian jumlah dan tata letak lampu, pemilihan lampu LED yang lebih efisien, serta pengendalian cahaya alami sehingga menghasilkan tingkat iluminasi sesuai standar dan distribusi cahaya yang lebih merata.</p> Esti Septiana, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7201 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Peran Biophilic Design pada Laluna Café dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja pada Lingkungan Perkotaan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7202 <p>Peningkatan angka stres dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam lingkungan urban yang semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Biophilic design pada café untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Penggunaan elemen alami dalam desain café diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan psikologis dan mengurangi stres. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi melalui survei yang disebar kepada remaja yang mengunjungi café dengan desain biophilic untuk mengukur dampaknya terhadap Kesehatan mental mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi elemen alam dengan kesejahteraan emosional remaja. Analisis data mengungkap bahwa kehadiran vegetasi dalam ruang dan pencahayaan alami memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang menjadi sarana pemulihan stres bagi remaja di perkotaan.</p> Berlian Putri Salsabila, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7202 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pemanfaatan Limbah Tailing sebagai Material Modul Atap pada Museum Freeport Tahap 2 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7203 <p>PT Freeport Indonesia menghasilkan limbah tailing dalam jumlah sangat besar yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan inovatif yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah tailing sebagai material arsitektur pada desain modul atap Museum Freeport Tahap 2 di kawasan MP-21, Mimika, Papua Tengah. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi, wawancara, serta testing desain material dan desain modular atap. Pengujian material dilakukan pada tiga jenis panel berbasis tailing untuk mengevaluasi karakteristik fisik, performa struktural, dan kemudahan konstruksi. Sementara itu, pengujian desain dilakukan pada susunan modul atap yang menerjemahkan indikator kontekstual lokal rumah adat Honai, desain pasif, dan modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel aluminium dengan concrete tailing coating memiliki performa paling optimal karena ringan, stabil, dan mudah diaplikasikan. Selain itu, susunan modul atap tidak rapat dengan pola acak terkontrol dinilai paling sesuai karena mampu menyeimbangkan nilai kontekstual rumah adat Honai, desain pasif, dan efisiensi sistem modular. Penelitian ini menegaskan bahwa limbah tailing dapat diolah menjadi material arsitektur yang bernilai guna serta berperan sebagai representasi simbolis komitmen keberlanjutan PT Freeport Indonesia.</p> Jihan Nabila, Wisnu Setiawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7203 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Adaptasi Tata Ruang dan Sirkulasi dalam Desain Pesantren Modern di Lahan Terbatas https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7204 <p>Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pengembangan pesantren modern yang membutuhkan ruang pendidikan, hunian, dan aktivitas keagamaan secara terpadu. Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa di Cikarang, Kabupaten Bekasi, direncanakan pada lahan terbatas sehingga pengembangan tata ruang secara horizontal tidak mampu mengakomodasi kebutuhan ruang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi tata ruang pesantren modern pada lahan terbatas melalui pendekatan desain, dengan meninjau karakter tata ruang pesantren, tipologi pesantren, serta standar perancangan bangunan pendidikan dan asrama. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, studi standar perancangan, dan analisis desain eksisting Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang pesantren merupakan sistem spasial terpadu dengan masjid sebagai pusat orientasi utama yang membentuk pola sirkulasi dan aktivitas santri, baik pada pesantren tradisional maupun modern. Pendekatan vertikal direkomendasikan sebagai strategi pengembangan pesantren modern di lahan terbatas dengan menciptakan ruang-ruang yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Pesantren vertikal menuntut pengaturan zonasi yang jelas dan hierarkis sebagai respons terhadap keterbatasan lahan. Masjid, sebagai pusat kegiatan pesantren, ditempatkan pada lantai bawah pada zona semi-publik untuk kemudahan akses internal dan eksternal. Masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan santri maupun kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, zona pendidikan ditempatkan pada lantai menengah, dan zona hunian santri pada lantai atas untuk menjaga privasi dan keteraturan aktivitas santri.</p> Rozak Akram Novandra, Yayi Arsandrie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7204 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Jalur Evakuasi Rumah Sakit Permata Bunda Mengacu NFPA 101 berbasis BIM https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7205 <p>Jalur evakuasi merupakan elemen keselamatan penting pada bangunan rumah sakit yang memiliki aktivitas tinggi serta pengguna dengan tingkat mobilitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalur evakuasi kebakaran pada Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi melalui pendekatan Building Information Modeling (BIM) menggunakan fitur Path of Travel. Analisis dilakukan terhadap 171 ruang dengan menghitung jarak tempuh lintasan evakuasi aktual menuju akses evakuasi terdekat berdasarkan konfigurasi spasial bangunan. Evaluasi kinerja jalur evakuasi mengacu pada batas jarak tempuh maksimum 200 ft (±61 m) untuk bangunan fasilitas kesehatan tanpa sprinkler sesuai International Building Code (IBC) dan prinsip jalur evakuasi sesuai ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 101. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jarak tempuh yang signifikan antar ruang serta ketergantungan jalur evakuasi lantai dua terhadap satu tangga darurat. Selain itu, distribusi titik kumpul yang belum merata turut memengaruhi keterjangkauan jalur evakuasi bagi beberapa ruang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja jalur evakuasi tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan jalur keluar, tetapi juga oleh konfigurasi ruang, ketersediaan alternatif lintasan, dan keterpaduan jalur menuju titik kumpul, yang tercermin dari sebanyak 43,86% ruang dengan jarak tempuh evakuasi melebihi 200 ft (±61 m). Penelitian ini menegaskan peran BIM sebagai alat evaluasi spasial yang efektif untuk mengidentifikasi potensi risiko evakuasi dan memberikan dasar perumusan rekomendasi peningkatan keselamatan pada bangunan rumah sakit.</p> Dimas Prima Galih Pamungkas, Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7205 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Aksesibilitas dan Kenyamanan Halte dan JPO di Kawasan Roxy, Jakarta https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7206 <p>Halte dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) merupakan fasilitas publik yang mendukung mobilitas perkotaan. Halte berfungsi sebagai tempat naik–turun dan menunggu transportasi umum agar penumpang lebih aman dan nyaman sedangkan JPO berfungsi sebagai jalur penyeberangan pejalan kaki di atas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menghubungkan jaringan trotoar dengan titik-titik penting seperti halte atau simpul transportasi lainnya. Begitu pula dengan halte dan JPO Roxy dimana kedua fasilitas tersebut merupakan salah satu fasilitas umum yang penting dalam system transportasi dan infrastruktur pejalan kaki. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi halte dan JPO Roxy berdasarkan standar nasional yang sudah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-deskriptif dan evaluatif meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan studi banding dengan halte dan JPO lain. Hasil penelitian mengungkapkan kendala sirkulasi pejalan kaki, aksesibilitas yang tidak memadai khususnya bagi penyandang disabilitas, serta kebutuhan peningkatan kapasitas halte. Kontribusi penelitian ini berupa arahan desain baru yang inklusif dan aman, mengedepankan prinsip arsitektur hijau dan adaptif terhadap tren kebutuhan pengguna transportasi perkotaan.</p> Rafif Surya Wijaya, Q Qomarun, Yayi Arsandrie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7206 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pola Ornamentasi Geometri: Identitas Visual Revitalisasi Gedung SMP Putri Ulil Albab Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7207 <p>Geometri dalam arsitektur Islam tidak hanya berperan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan identitas visual pada revitalisasi Gedung Asrama Putri SMP IT Tahfidzul Quran Ulil Albab Karanganyar sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu. Kajian ini menggunakan teori ornamentasi geometri Islam sebagai bahasa visual arsitektur yang merepresentasikan konsep Tauhid, keteraturan, dan keseimbangan, dengan merujuk pada literatur seni dan arsitektur Islam serta studi preseden penerapan pola geometri pada bangunan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penggalian data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi kondisi eksisting bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola ornamentasi geometri Islami pada elemen fasad, koridor, secondary skin, dan kaligrafi Kufi geometris mampu memperkuat karakter visual bangunan sekaligus menciptakan suasana ruang yang tenang dan kondusif bagi aktivitas belajar serta hafalan Al-Qur’an. Pemilihan material kayu dan beton mendukung keseimbangan antara nilai estetika, kekuatan struktural, dan makna simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ornamentasi geometri Islami secara kontekstual dan fungsional dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan pendidikan Islam untuk memperkuat identitas, fungsi, dan nilai spiritual ruang.</p> Indah Trianti, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7207 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Connectivity, Integration, Intelligibility pada Desain Rumah Tinggal Pak Aji Pati berbasis Space Syntax https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7208 <p>Penelitian ini menganalisis aksesibilitas ruang melalui perbandingan denah lama dan denah baru pada Rumah Tinggal Pak Aji dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Tujuan penelitian adalah mengukur dan membandingkan performa spasial kedua konfigurasi ruang berdasarkan metrik Connectivity, Integration, dan Intelligibility guna menilai keterhubungan, keterjangkauan, dan keterbacaan ruang. Metode yang digunakan bersifat komparatif-kuantitatif dengan studi kasus, memanfaatkan perangkat lunak DepthmapX v.0.8.0 untuk menghasilkan peta visibilitas dan nilai sintaktik tiap ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa denah baru memiliki distribusi konektivitas dan integrasi yang lebih merata, khususnya pada ruang publik dan semi-publik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan, sehingga mendukung pola sirkulasi yang lebih fleksibel. Nilai Intelligibility pada kedua denah tergolong sangat tinggi, dengan nilai R = 0,930 pada denah lama dan R = 0,927 pada denah baru, yang menandakan bahwa revisi desain tidak menurunkan keterbacaan struktur ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Space Syntax efektif sebagai alat evaluasi objektif dalam pengambilan keputusan desain rumah tinggal, khususnya untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa mengorbankan kejelasan spasial.</p> Ahsan Hafizh Al Ghifari, Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7208 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Pencahayaan terhadap Kondisi Kenyamanan Thermal pada Bangunan DPUPR Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7209 <p>Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang untuk menunjang kenyamanan pengguna dengan adanya strategi desain pada bangunan DPUPR Boyolali terdapat beberapa jendela kaca dan fasad pada sumber dari pencahayaan alami pada lantai 1 dan 2 yang dimana bangunan ini termasuk kantor dengan pencahayaan buatan sebesar 300 watt.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas Cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan DPUPR Boyolali dengan standar SNI yang sudah ditentukan.Metode penelitian ini menggunakan metode Simulasi Pencahayaan,yang Dimana simulasi pada optimalisasi pencahayaan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi software Dialux Evo 13.0 yang bisa menunjukan hasil penelitian pada saat melakukan survei untuk memasukan hasil simulasi data Lux ke aplikasi software Dialux Evo 13.0.Recomendasi optimalisasi pencahayaan pada Bangunan DPUPR Boyolali menerapkan penambahan secondary skin serta simulasi jendela kaca pada beberapa ruang sebagai upaya pengoptimalan pencahayaan alami yang dapat dilakukan untuk membandingkan hasil simulasi pencahayaan pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Selain itu, penyesuaian pada beberapa ruang bertujuan untuk mengendalikan intensitas cahaya yang masuk ke dalam bangunan, meningkatkan distribusi pencahayaan alami, serta menyesuaikan kondisi pencahayaan pada ruang-ruang yang belum memenuhi tingkat kenyamanan visual sesuai dengan standar yang berlaku.</p> Ahmad Faiq Nabil Yafi Bakri, Fadhilla Tri Nugrahaini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7209 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Pencahayaan Alami GOR Kampus 2 UMS melalui Pendekatan Green Building https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7210 <p>Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip green building pada fasad Gedung Olahraga (GOR) Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Berdasarkan aspek Green Building, efesiensi energi dan kenyamanan termal di iklim tropis guna berkontribusi meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Latar belakang membahas bahwa pembangunan gedung memerlukan prinsip bangunan hijau, agar dapat mengurangi efek buruk terhadap penggunaan energi , kualitas udara, dan ekosistem, dan dapat memenuhi kriteria Greenship. Metode Design-Based Research (DBR) Diterapkan melalui analis Dialux Evo untuk mengetahui pencahayaan pada GOR apakah sesuai dengan standar SNI, Penelitian ini bertahap dari uji simulasi eksisting hingga perbandingan terhadap desain fasad baru, Temuan diambil dari data Permenpora Nomor 0445 Tahun 2014. bahwa pencahayaan pada bangunan GOR pada arena lapangan untuk aktivitas pertandingan memerlukan penerangan 300 – 600 lux. Hasil menunjukan bahwa penerapan fasad yang baru memberikan penerangan yang optimal sesuai standar Permenpora, desain yang diterapkan memberikan solusi dari aspek pencahayaan dan penghawaan, hal ini memberikan kontribusi untuk menciptakan bangunan berkelanjutan. Kesimpulan Desain prototipe yang disimulasikan di software Dialux berhasil menyelesaikan permasalahan yang diangkat, yaitu pencahayaan yang berlebih, yang dapat memberikan kenyamanan terhadap pengguna. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran fasad yang optimal terhadap bangunan GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p> Satria Sabilil Haq Balady, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7210 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Ergonomi Bangunan dan Tata Ruang Glamping Yogyakarta berdasarkan Antropometri Pengguna https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7211 <p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tata ruang untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung di Glamping. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh temuan bahwa adanya ketidaksesuaian antara dimensi ruang glamping dan tata ruang dengan data antropometri. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah masalah,seperti postur tubuh yang tidak nyaman saat melakukan aktivitas didalam glamping, dan resiko cedera. Selain itu, glampimg yang tidak dirancang dengan memperhatikan prinsip ergonomi dapat mengurangi efisiensi ruang gerak dan kenyamanan bagi penggunanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk menganalisis data antropometri pengunjung Glamping serta membandingkan dengan standar dimensi dan teori dalam perancangan Glamping yang diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain awal pada perancangan Glamping masih memiliki beberapa kekurangan seperti tinggi mati bangunan, dimensi furniture yang belum sesuai, dan tata ruang yang kurang maksimal.</p> Tegar Satria Dewantara, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7211 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Desain Adaptif Gedung Olahraga untuk Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Buatan melalui Simulasi DIALux (Studi Kasus: Gedung Olahraga UMS) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7212 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pencahayaan di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan menggunakan perangkat lunak Dialux Evo. GOR UMS adalah fasilitas multifungsi yang digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan non-olahraga, sehingga memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa area, seperti Ruang Ganti, Supermarket, dan Area Pertandingan, telah memenuhi standar pencahayaan yang ditetapkan oleh SNI. Meskipun demikian, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa jumlah lampu existing di beberapa ruang masih kurang dibandingkan dengan rekomendasi simulasi, serta jarak antar lampu yang ada tidak seimbang. Data dari kuesioner pengguna juga menunjukkan adanya masalah glare dan ketidaknyamanan dalam pencahayaan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah lampu, penyesuaian jarak lampu, serta penggunaan lampu dengan watt dan lumen yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan visual. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan GOR UMS dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh pengguna.</p> Sabilul Arkan Susiilo, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7212 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Studi Penyebaran Pengunjung dan Konfigurasi Ruang The Hallway Space, Bandung dengan Metode Space Syntax https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7213 <p>Re-branding pasar tradisional di kota-kota besar Indonesia, menjadi cara untuk tetap menarik minat generasi muda. Salah satu contoh transformasi tersebut adalah The Hallway Space di Bandung. Ruang ini berfungsi tidak hanya digunakan sebagai area komersial, tetapi juga sebagai ruang bersosialisasi. Namun, ditemukan permasalahan berupa penyebaran pengunjung yang tidak merata serta hasil konfigurasi ruang dalam analisis Space Syntax dan observasi langsung yang tidak sepenuhnya sejalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran pengunjung dan konfigurasi ruang di The Hallway Space serta merumuskan rekomendasi desain layout dan sirkulasi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode Space Syntax melalui Visual Graphic Analysis (VGA) dan Human Mapping untuk membandingkan hasil simulasi spasial dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan jalur sirkulasi yang tidak seimbang, dimana akses utama lebih dominan dibandingkan akses sekunder. Analisis Space Syntax juga menunjukkan area retail yang kurang terjangkau, menandakan konfigurasi ruang belum optimal. Rekomendasi desain difokuskan pada penataan ulang layout ruang, peningkatan keterbacaan zonasi melalui kode warna, serta penambahan elemen orientasi visual untuk mendukung sirkulasi pengunjung lebih optimal.</p> Naila Zahwa Nuwayyar, Yayi Arsandrie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7213 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Adaptasi Ruang Rumah Tinggal sebagai Fasilitas PAUD KB/TK Kartini Kids Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7214 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian adaptasi bangunan rumah tinggal satu lantai yang dimanfaatkan sebagai fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada KB/TK Kartini Kids di Kota Surakarta. Adaptasi rumah tinggal menjadi bangunan pendidikan terjadi sebagai respons terhadap keterbatasan waktu, biaya, dan ketersediaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara untuk mengkaji kondisi eksisting serta proses adaptasi ruang, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kesesuaian sarana dan prasarana secara objektif. Metode Evaluasi Pasca Huni (EPH) diterapkan sebagai kerangka analisis untuk menilai kinerja ruang berdasarkan kondisi fisik bangunan dan pengalaman pengguna. Evaluasi mengacu pada Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 melalui 12 kualifikasi standar sarana dan prasarana PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 dari 12 indikator dinyatakan sesuai, sementara 2 indikator belum memenuhi standar secara optimal. Secara kuantitatif, tingkat kesesuaian adaptasi ruang mencapai 83,33% dan termasuk dalam kategori berhasil mengadaptasikan fungsi PAUD. Namun, masih diperlukannya penyesuaian ruang yang lebih terencana agar lingkungan belajar dapat mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal dan sesuai standar yang berlaku.</p> Muhammad Zhafif Raissa Dean, Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7214 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Karakteristik Pencahayaan Alami pada Bangunan Bergaya Arsitektur Modern Minimalis menggunakan Simulasi DIALux di Sukoharjo https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7215 <p>Pencahayaan alami merupakan elemen vital dalam menunjang kenyamanan visual dan kesehatan penghuni rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja distribusi pencahayaan alami pada sebuah rumah tinggal di Perumahan Jati, Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil simulasi kemudian dikomparasi dengan standar SNI 6197:2020. Temuan penelitian menunjukkan adanya ketimpangan distribusi cahaya yang signifikan di dalam bangunan. Area publik yang dekat dengan bukaan, seperti ruang makan dan teras, mengalami kelebihan intensitas cahaya hingga mencapai 10.000 lux. Sebaliknya, ruang privat seperti kamar tidur dan kamar mandi mengalami defisit cahaya kritis dengan intensitas rata-rata konstan pada 2 sampai 3 lux, jauh di bawah standar minimal 50 lux, baik pada kondisi cerah maupun berawan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa desain bukaan dan orientasi bangunan kurang optimal dalam mendistribusikan cahaya ke area dalam. Penelitian ini berkontribusi dalam menunjukkan ketimpangan distribusi pencahayaan alami pada tipologi rumah modern minimalis tropis serta implikasinya terhadap strategi desain pasif.</p> Ricky Armawan Waruwu, Suryaning Setyowati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7215 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto Ngawi dengan Fokus Pencahayaan, Kebisingan, Suhu, dan Aksesibilitas untuk Meningkatkan Kenyamanan Pasien https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7216 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kriteria fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto sebagai respons terhadap perubahan regulasi terbaru terkait standar kelayakan ruang rawat inap. Penelitian difokuskan pada pencahayaan, kebisingan, suhu, tata ruang, dan aksesibilitas. Pengukuran lapangan menunjukkan variasi nilai pencahayaan antara 18-1328 lux, tingkat kebisingan 50,64-57,7 dB, serta suhu 29,6-30,7°C. Pada aspek pencahayaan, beberapa titik pengukuran masih berada di bawah standar, khususnya pada titik 3, 5, dan 7, sementara titik lainnya menunjukkan intensitas cahaya yang berlebih. Pada parameter kebisingan, sebagian besar titik masih berada dalam batas aman, namun pada titik 6 tercatat tingkat kebisingan melebihi ambang 55 dB sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pasien. Sementara itu, pada aspek suhu ruangan, kondisi panas ditemukan pada titik 4, 5, dan 6 yang melampaui batas kenyamanan termal ruang rawat inap. Dari aspek aksesibilitas, kondisi ruang rawat inap tergolong memadai, ditunjukkan oleh bukaan pintu yang lebar serta ketersediaan ramp yang mendukung mobilitas pengguna. Namun, dari aspek tata ruang masih ditemukan ketidaksesuaian, khususnya terkait pengaturan jarak minimal antar tempat tidur yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan KRIS. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian fasilitas Ruang Tulip telah mendekati standar KRIS, namun masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, terutama pada pencahayaan, kebisingan, suhu, dan tata ruang. Selain itu, keterbatasan anggaran, kondisi infrastruktur gedung lama, serta kurangnya optimalisasi sirkulasi udara menjadi kendala dalam penerapan KRIS secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa optimasi pencahayaan, peningkatan kualitas akustik, serta perbaikan sistem penghawaan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien.</p> Haniifah Muthi Rabbani, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7216 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pendekatan Arsitektur Kontemporer pada Desain Fasad Showroom "DesignHub" https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7217 <p>Fasad merupakan elemen penting dalam bangunan komersial karena perannya sebagai representasi visual yang membentuk identitas dan daya tarik bagi pengguna. Pada bangunan showroom komersial, fasad tidak hanya berfungsi sebagai pembatas dan pelindung bangunan, tetapi juga sebagai media komunikasi, pemasaran atau branding serta sarana untuk menampilkan karakter material yang dipamerkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur kontemporer pada desain fasad showroom DesignHub melalui proses perancangan berbasis eksplorasi desain. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan participatory. Observasi dilakukan untuk mengkaji kondisi eksisting, karakter tapak, serta kebutuhan fungsi bangunan sebagai showroom material kolaboratif. Sementara itu, metode participatory diterapkan dalam proses perancangan dengan melibatkan principal dan arsitek dalam eksplorasi ide, penyusunan beberapa alternatif desain fasad, hingga penentuan desain terpilih. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menilai kelebihan dan kekurangan setiap alternatif berdasarkan parameter arsitektur kontemporer, kualitas visual fasad, pertimbangan principal dan arsitek, serta kesesuaiannya dengan identitas showroom DesignHub. Hasil penelitian menunjukkan desain fasad dengan pendekatan arsitektur kontemporer dapat menghasilkan bentuk yang dinamis, komposisi dan ritme fasad yang ekspresif, serta kualitas visualnya yang mampu merepresentasikan identitas bangunan komersil yang dalam hal ini showroom material kolaboratif DesignHub. Dengan demikian, fasad tidak hanya difungsikan sebagai elemen pelindung saja tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan identitas dari suatu bangunan.</p> Bima Fatan Qinthara, Fadhila Tri Nugrahaini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7217 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Ruang Rawat Inap berdasarkan Prinsip Healing Environment RSI Fatimah Cilacap https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7218 <p>Ruang rawat inap merupakan area dengan aktivitas dan durasi penggunaan tinggi, sehingga kualitas lingkungan fisiknya penting dalam mendukung proses penyembuhan. Konsep healing environment dapat mempercepat pemulihan melalui dukungan psikologis dan fisiologis. Di Indonesia, penerapan konsep diatur dalam Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022, namun masih terdapat kesenjangan antara standar dan kondisi eksisting, terutama di ruang rawat inap kelas III rumah sakit tipe C. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kesesuaian desain berdasarkan integrasi prinsip healing environment dan standar teknis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-evaluatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap prinsip DuBose et al. (2018) dan Permenkes RI Nomor 40 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya akses dan pemandangan alam yang memperoleh skor tertinggi (3). Aspek seperti pencahayaan, ventilasi, dan material berada pada skor sedang (2). Sementara tata letak, kebisingan, fasilitas tempat tidur, dan aksesibilitas kamar mandi termasuk skor rendah (1). sehingga diperlukan perbaikan desain untuk mengoptimalkan dukungan terhadap proses penyembuhan pasien.</p> Faishanida Atha Naila, Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7218 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kesesuaian Tapak Gedung Kementerian ESDM terhadap Kriteria Appropriate Site Development Greenship New Building https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7219 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian tapak Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap kriteria Appropriate Site Development (ASD) dalam sistem penilaian Greenship New Building yang dikembangkan oleh Green building Council Indonesia (GBCI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kajian dokumen teknis, serta penilaian indikator ASD berdasarkan pembobotan dalam pedoman Greenship. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa kriteria telah memenuhi persyaratan, seperti pemilihan tapak, aksesibilitas komunitas, serta ketersediaan transportasi umum. Namun, masih terdapat kriteria yang belum terpenuhi secara optimal, terutama terkait prasyarat area dasar hijau, fasilitas bagi pengguna sepeda, pengelolaan lanskap tapak, dan manajemen limpasan air hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan luasan vegetasi, belum optimalnya fasilitas mobilitas berkelanjutan, rendahnya proporsi tanaman lokal, serta belum diterapkannya infrastruktur pengendalian air hujan. Secara keseluruhan, kategori ASD memperoleh 8 poin dari total 17 poin. Penelitian ini merekomendasikan penambahan vegetasi peneduh, peningkatan fasilitas sepeda, optimalisasi desain lanskap, serta penerapan infrastruktur hijau seperti sumur resapan, tangki penampung air hujan, dan bioswale untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan tapak Gedung ESDM.</p> Clara Desinta Putri Maharani, Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7219 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kajian Jarak Nyaman antar Gender pada Akses Tangga berbasis Arsitektur Islam https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7220 <p>Akses tangga merupakan ruang sirkulasi vertikal yang memiliki intensitas pertemuan pengguna tinggi, terutama pada bangunan pendidikan. Dalam perancangannya, aspek ergonomi umumnya lebih diperhatikan dibandingkan aspek Kenyamanan sosial, khususnya yang berkaitan dengan jarak antar pengguna berbeda gender. Padahal, dalam konteks arsitektur Islam, ruang publik tidak hanya dituntut berfungsi secara fisik, tetapi juga menjaga etika, kesopanan, dan Kenyamanan interaksi antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jarak nyaman antar gender pada akses tangga bangunan dengan pendekatan arsitektur Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui kuesioner persepsi pengguna, yang didukung oleh analisis teori proxemics dan prinsip-prinsip arsitektur Islam. Penelitian dilakukan pada beberapa bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki intensitas penggunaan tangga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenyamanan pengguna tangga sangat dipengaruhi oleh lebar tangga dan sistem pergerakan, khususnya dalam kondisi pertemuan antar gender. Jarak yang terlalu dekat cenderung menimbulkan ketidaknyamanan psikologis, sedangkan lebar tangga yang lebih luas memungkinkan pengguna berada pada zona jarak personal hingga sosial yang lebih nyaman. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan tangga perlu mempertimbangkan tidak hanya dimensi fisik, tetapi juga aspek sosial dan etika ruang. Penelitian ini tidak menetapkan standar final, melainkan merumuskan dasar konseptual perancangan akses tangga yang mempertimbangkan jarak nyaman antar gender berbasis prinsip arsitektur Islam. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan awal bagi pengembangan desain tangga yang lebih nyaman, etis, dan kontekstual.</p> Alfian Aditiya Pratama, Widyastuti Nurjayanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7220 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kualitas Pencahayaan Alami pada Perumahan Tamansari Cyber Tipe 75 menggunakan Simulasi DIALux https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7221 <p>Pencahayaan alami memiliki peran penting dalam hunian karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual penghuni dan efisiensi penggunaan energi. Rumah yang mampu memanfaatkan cahaya matahari secara optimal dapat mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan pada siang hari. Namun, pada kenyataannya, distribusi pencahayaan alami di dalam rumah sering kali tidak merata, yang dipengaruhi oleh orientasi bangunan, tata letak ruang, serta ukuran dan posisi bukaan. Penelitian ini dilakukan pada rumah tinggal Tipe 75 di Perumahan Tamansari Cyber, Kota Bogor, yang memiliki karakter hunian seragam dan berada di wilayah beriklim tropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pencahayaan alami pada setiap ruang serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan berdasarkan SNI 6179:2020. Analisis dilakukan melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan perangkat lunak DIALux, sehingga diperoleh data tingkat iluminansi cahaya (lux) secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami, sementara beberapa ruang lainnya masih berada di bawah standar atau mengalami kelebihan pencahayaan dengan nilai iluminansi tinggi. Perbedaan kualitas pencahayaan tersebut dipengaruhi oleh variasi orientasi bangunan, luas dan posisi bukaan, serta konfigurasi ruang terhadap arah datang cahaya matahari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe seragam serta menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan hunian yang lebih nyaman dan efisien secara energi.</p> Faris Alfatih, Muhammad Siam Priyono Nugroho Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7221 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Desain Fasad Rumah Tinggal dengan Biophilic Design dan Solusi Parkir di Kawasan Padat https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7273 <p>Pertumbuhan penduduk di kawasan perkampungan padat Surabaya, khususnya Petemon Sawahan, menciptakan tantangan urgent akibat kepadatan lahan yang menandakan stres kronis masyarakat urban. Penelitian ini mengembangkan model rumah tinggal adaptif berbasis Biophilic Design untuk meningkatkan kualitas hidup melalui koneksi alam, sirkulasi udara optimal, pencahayaan pasif, serta material lokal ekonomis seperti kayu jati dan grass block. Analisis kualitaitif dikombinasikan simulasi daylighting (Dialux evo) dan CFD angin tropis, dengan prototyping menggunakan dinding semen expose dan warna beige. Perbandingan biaya dibedah terhadap rumah konvensional. Model mengurangi kebutuhan lampu 35%, hemat biaya 22% kapasitas parkir vertikal efisien di gang sempit. Penerapan Rumah Biophilic meningkatkan kenyamanan psikis 41% dan mempertahankan karakter kampung sambil memenuhi SNI ruang terbuka 30%. Juga Efisiensi penggunaan ketersediaan lahan sisa sebagai lahan parkir yang terintegrasi oleh RTH.</p> Azriel Amani Zenith, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7273 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Alam Sutera Tangerang Selatan berdasarkan Pengalaman dan Persepsi Pejalan Kaki https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7274 <p>Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas penunjang mobilitas pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya agar merasa aman dan nyaman ketika menyeberangi jalan raya. Namun, pada kondisi di lapangan masih banyak pejalan kaki yang enggan memanfaatkan JPO sebagai fasilitas untuk menyeberangi jalan raya dengan volume kendaraan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera yang berada di Tangerang Selatan berdasarkan standar yang ada dan persepsi pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi untuk memperoleh data fisik, wawancara dengan pengguna, serta dokumentasi berupa foto. Hasil penelitian menunjukkan jika lokasi JPO cukup strategis karena dekat dengan fasilitas umum lainnya. Namun, kondisi fisik JPO didapatkan nilai 25% dari standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Fasilitas pendukung lainnya yang menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna juga belum tersedia dengan optimal. Kondisi tersebut menyebabkan pejalan kaki memiliki persepsi negatif dan cenderung memilih menyeberang langsung di jalan raya dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera belum tercapai secara maksimal. Diperlukan perbaikan kondisi fisik dan penambahan fasilitas pendukung lainnya untuk mendukung efektivitas JPO.</p> Dwi Agus Ferlina Maharani, Q Qomarun, Yayi Arsandie Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7274 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Strategi Revitalisasi Kepatihan Ngawi sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya dan Penguatan Identitas Kota https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7275 <p>Bangunan Kepatihan Ngawi merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi, namun mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik seiring perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi dengan mempertimbangkan prinsip konservasi, nilai arsitektural, serta potensi sosial dan ekonomi kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi revitalisasi yang tepat dilakukan melalui pendekatan konservasi dengan penerapan konsep adaptive reuse, yang memungkinkan bangunan mempertahankan keaslian arsitektural sekaligus mengakomodasi fungsi baru sebagai Taman Budaya. Strategi ini diterjemahkan secara konkret melalui perbaikan struktural terbatas dan penggunaan material yang kompatibel dengan material asli bangunan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Implementasi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial dan budaya bangunan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata budaya dan perekonomian lokal di Kota Ngawi.</p> Widhi Saifullah Nugroho, S Suharyani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7275 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Wall and Plafond Layering untuk Identitas Interior Rumah Tinggal Generasi Z https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7276 <p>Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki ekspektasi tinggi terhadap ruang hunian yang bukan hanya fungsional, tapi juga estetis dan mencerminkan identitas personal mereka. Perubahan pola hidup urban dan eksposur konstan terhadap media social membuat generasi ini punya awareness tinggi terhadap desain interior, khususnya teknik-teknik visual yang dapat menciptakan ruang unik dan bermakna. Wall and Plafond Layering (WPL) sebagai teknik pelapisan elemen dinding dan plafond muncul sebagaipendekatan desain yang potensial dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana WPL memengaruhi persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap identitas interior masih terbatas, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen layering yang membentuk identitas ruang, memahami persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap WPL, serta merumuskan prinsip desain WPL yang efektif. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif melalui kuesioner Skala Likert yang melibatkan 100 responden Generasi Z (usia 17-30 tahun) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, studi komparasi, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan 97% responden mengetahui WPL dengan persepsi tinggi pada empat dimensi utama: estetika visual (Mean 4.05), preferensi dan intensi (4.03), identitas dan karakter (3.94), serta kenyamanan psikologis (3.84). Material kayu mendominasi preferensi dengan 50%, gaya minimalis modern disukai 73%, dan ruang tamu menjadi area prioritas penerapan dengan 41%. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa WPL efektif menciptakan identitas interior yang bermakna bagi Generasi Z melalui stratifikasi elemen arsitektural yang membentuk sense of place yang unik dan personal.</p> Callula Putri Abiyu, I Indrawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7276 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Komparasi Efektivitas Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal dengan Sistem Bukaan Skylight dan Jendela: Studi Kasus JW House Solo Baru https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7277 <p>Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam kenyamanan visual dan efisiensi energi pada rumah tinggal, namun bangunan dengan ruang dalam atau ruang bersekat sering mengalami keterbatasan cahaya alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pencahayaan alami pada JW House di Solo Baru dengan membandingkan dua sistem bukaan, yaitu skylight (bukaan atap) dan jendela (bukaan dinding). Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui simulasi berbasis DIALux Evo dengan parameter intensitas cahaya (lux), daylight factor (DF), dan uniformity ratio (UR), serta mengacu pada standar SNI 6197-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dari jendela tidak merata, di mana ruang dekat bukaan cenderung terlalu terang sedangkan ruang tengah dan ruang bersekat tetap gelap. Sementara itu, skylight mampu meningkatkan iluminasi pada ruang yang berada di bawah dan sekitar void, terutama di lantai 1 dan 2, meskipun efektivitasnya menurun pada ruang yang jauh dari bukaan atap. Nilai DF dan UR pada kedua sistem bukaan juga menunjukkan distribusi cahaya yang belum merata. Secara keseluruhan, skylight lebih efektif dibandingkan jendela dalam menerangi ruang dalam bangunan, namun optimalisasi desain bukaan masih diperlukan agar seluruh ruang dapat memenuhi standar pencahayaan alami.</p> Nazal Syahrazat Tamimi, I Indrawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7277 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Transformasi Layout Hunian berbasis Aging in Place terhadap Kebutuhan Klien Lansia: Studi Komparatif Denah Rumah Tinggal Tahun 2013 dan 2025 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7278 <p>Peningkatan populasi lansia di Indonesia yang mencapai 9,92% (2020) dan diproyeksikan mencapai hampir seperlima penduduk pada 2045 menuntut adaptasi hunian yang mendukung konsep Aging in place (AIP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi layout pada rumah tinggal dua lantai di Pangkal Pinang dalam mengimplementasikan konsep AIP. Studi kasus berupa denah rumah yang dirancang tahun 2013 yang pada tahun 2025 tidak lagi sesuai dengan kebutuhan klien yang telah memasuki usia lanjut. Data primer diperoleh dari surat permintaan revisi klien tahun 2025 yang menyatakan tiga urgensi: (1) penyesuaian denah terhadap aktivitas harian lansia, (2) alih fungsi ruang akibat penutupan akses timur selebar ±3 meter yang berisiko terhadap keamanan, dan (3) optimalisasi aliran udara menghadapi suhu 33-34°C untuk meminimalkan penggunaan AC. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif kualitatif antara denah lama (2013) dan denah baru (2025) untuk menilai perubahan performa ruang, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna lanjut usia berdasarkan standar Permen PUPR No.14/2017 dan prinsip Aging in place. Hasil penelitian menunjukkan transformasi layout berhasil menerapkan prinsip AIP melalui: integrasi zona inti tanpa perbedaan level, pemindahan kamar utama lebih dekat ke zona aktivitas harian, penambahan bukaan untuk ventilasi natural, dan penyediaan ruang fitness. Kontribusi penelitian ini memberikan model transformasi hunian eksisting menjadi Aging in place yang dapat diadaptasi pada konteks serupa di Indonesia.</p> Rizki Aditia Pratama, Erwin Herlian Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7278 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Relasi antara Tata Ruang Rumah Berkonsep Feng Shui dengan Kualitas Sirkulasi Udara Pada Desain Rumah CHR https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7279 <p>Setiap Desain Rumah Tinggal memiliki prinsip dan pendekatan dalam konsep bangunan yang terwujud dari kebudayaan yang ada. Dalam budaya Tiong Hoa, Feng Shui merupakan bentuk kepercayaan yang diaplikasikan dalam penerapan arsitektur. Feng Shui dipercaya dapat memberikan energi positif kepada penghuninya, sehingga berkembang menjadi konsep penataan tata ruang dalam suatu rumah. Sirkulasi udara menjadi salah satu elemen yang penting dalam rumah tinggal yang berada di iklim tropis. Di Indonesia yang memiliki suhu udara yang tinggi, serta kecepatan angin yang rendah mengakibatkan pentingnya bukaan pada setiap ruang untuk memperbesar aliran udara yang masuk kedalam bangunan. Metode yang digunakan adalah menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan literatur sebagai komparasi antara Prinsip Feng Shui dan Desain Rumah Tinggal CHR. Simulasi Autodesk CFD untuk mengetahui pengaruh bentuk tata ruang terhadap sirkulasi udara yang terjadi pada Desain Rumah Tinggal CHR. Tujuan penelitian kajian ini adalah untuk mengetahui penerapan Prinsip Feng Shui di desain rumah CHR, mengetahui bagaimana kualitas sirkulasi udara yang terjadi di desain rumah tinggal CHR, serta untuk mengetahui apakah prinsip Feng Shui di desain Rumah Tinggal CHR mempengaruhi dan memberikan dampak pada kualitas sirkulasi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Tinggal CHR menerapkan prinsip Feng Shui dengan baik, persebaran sirkulasi udara yang baik sesuai dengan prinsip Feng Shui mengenai ruang terbuka untuk mendapatkan energi positif dan sirkulasi udara pada ruang-ruang dengan cross ventilation yang baik.</p> Muhammad Abdan Syakuro, I Indrawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7279 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pengukuran Tingkat Ketercapaian Pencahayaan Alami pada Desain Villa Amarta dengan Pendekatan Software Modelling DIALux Evo https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7280 <p>Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam desain arsitektur karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual, kesehatan pengguna, serta efisiensi energi bangunan. Pada bangunan hunian dan villa di iklim tropis, pemanfaatan pencahayaan alami memiliki potensi besar, namun memerlukan pengendalian yang tepat agar tidak menimbulkan silau dan panas berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian pencahayaan alami pada desain Villa Amarta Dua Jogja melalui pemanfaatan bukaan kaca dengan pendekatan simulasi menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan simulasi pencahayaan alami pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB. Parameter penilaian mengacu pada standar SNI 6197:2020 terkait tingkat iluminansi ruang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruang di Villa Amarta Dua Jogja memiliki tingkat pencahayaan alami yang sangat tinggi dan melebihi standar, terutama pada ruang dengan bukaan kaca berukuran besar dan orientasi menghadap barat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan silau dan ketidaknyamanan visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bukaan kaca efektif dalam memasukkan cahaya alami, diperlukan strategi pengendalian pencahayaan melalui pengaturan orientasi, ukuran bukaan, elemen peneduh, serta pemilihan jenis kaca agar tercapai pencahayaan alami yang nyaman dan sesuai standar.</p> Muhammad Alfian Rhois Febrian, Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7280 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Sistem Dinding Partisi untuk Kantor yang Efisien dan Berkelanjutan di Jakarta https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7281 <p>This research develops a partition wall system for the renovation of a structural consultant office in Jakarta that faces land limitations and high renovation costs. The system optimizes space efficiency, spatial flexibility, and sustainability by recycling existing coconut coir-reinforced gypsum panels as an economical acoustic performance enhancing material. The results show that partition systems integrated with organic local acoustic materials can improve spatial efficiency to be more flexible, reduce construction waste and reduce the carbon footprint of buildings, support the circular economy and can be applied to respond to business dynamics and challenges of dense urban environments such as Jakarta.</p> Fendy Eka Febriyatna, Muhammad Siam Priyono Nugroho Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7281 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Formulasi Strategi Mitigasi Tapak Arkeologis pada Desain Museum Majapahit Trowulan berbasis Ekskavasi https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7282 <p>Museum Trowulan berada di kawasan bersejarah Majapahit dengan potensi arkeologis tinggi, sehingga pembangunan bangunan baru berisiko mengganggu lapisan tanah bersejarah. Penelitian ini bertujuan menentukan strategi desain museum yang paling optimal dalam melindungi tanah arkeologis Trowulan, sekaligus tetap memenuhi fungsi pameran, edukasi, dan pelestarian budaya. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif terhadap tiga pendekatan desain yang dipilih berdasarkan karakteristik tapak dan urgensi pelestarian arkeologis, yaitu sistem elevasi atau bangunan panggung, desain modular dan temporer, serta tata letak bangunan berbasis hasil penelitian tapak awal. Ketiga pendekatan dianalisis menggunakan matriks penilaian berbasis skala Likert dengan indikator perlindungan tapak, fleksibilitas desain, integrasi fungsi museum, dan kualitas edukasi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu pendekatan desain yang unggul secara absolut pada seluruh indikator penilaian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan hibrida berpotensi menjadi solusi paling sesuai bagi pengembangan desain Museum Trowulan yang sensitif terhadap konteks arkeologis.</p> Muhammad Yafis Aenurofiq, Wisnu Setiawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7282 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pendekatan Restorative Environment pada Desain Interior Klinik sebagai Upaya Pemulihan Psikologis Pasien (Studi Kasus: Klinik WD House) https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7283 <p>Lingkungan fisik fasilitas kesehatan berperan penting dalam membentuk pengalaman psikologis pasien, khususnya pada klinik skala kecil yang memiliki keterbatasan ruang dan bukaan. Suasana interior yang terlalu klinis, tertutup, dan minim elemen visual penenang berpotensi meningkatkan tingkat stres dan kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Restorative Environment pada desain interior Klinik WD House sebagai upaya mendukung kenyamanan dan pemulihan psikologis pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur, yang mengintegrasikan analisis kondisi aktual desain interior klinik dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui evaluasi visual dan spasial ruang tunggu dan ruang periksa dengan membandingkan kondisi eksisting interior terhadap parameter desain restoratif yang disusun berdasarkan konsep affective response dan environmental comfort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior Klinik WD House belum sepenuhnya mendukung pengalaman restoratif akibat dominasi warna putih, pencahayaan buatan yang kuat, minimnya elemen alami, serta keterbatasan visual. Namun demikian, klinik ini memiliki potensi untuk ditingkatkan kualitas restoratifnya melalui intervensi desain interior yang sederhana dan terarah.</p> Chlarisya Nur Aqila Fatony, Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7283 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pemilihan Material Bangunan Perumahan Developer Ditinjau dari Aspek Biaya dan Keberlanjutan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7306 <p>Pembangunan perumahan oleh developer umumnya menekankan efisiensi biaya melalui standarisasi desain dan spesifikasi material, khususnya pada perumahan subsidi. Di sisi lain, tuntutan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan hunian semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material bangunan perumahan developer ditinjau dari aspek biaya dan keberlanjutan melalui studi kasus Perumahan Griya Rivera Hills Boyolali yang dikembangkan oleh WIN Property. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan membandingkan dua tipe hunian, yaitu KPR FLPP Tipe 30/60 sebagai hunian subsidi dan TWP TNI AU Tipe 36/72 sebagai hunian non-subsidi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak pengembang, serta analisis dokumen teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tipe hunian menggunakan material utama yang relatif seragam pada elemen struktur dan konstruksi dasar, namun berbeda pada kualitas, dimensi, dan penyelesaian akhir material arsitektural dan finishing. KPR FLPP Tipe 30/60 lebih menekankan efisiensi biaya dengan penggunaan material sederhana dan mudah diperoleh secara lokal, sementara TWP TNI AU Tipe 36/72 menggunakan material dengan kualitas dan harga satuan yang lebih tinggi untuk meningkatkan kenyamanan, estetika, dan umur layanan bangunan. Secara umum, pemilihan material pada hunian subsidi telah memenuhi standar minimum teknis sesuai regulasi, sedangkan hunian non-subsidi menunjukkan pendekatan keberlanjutan yang lebih optimal melalui peningkatan kualitas material.</p> Hafidz Mahardika, Fadhilla Tri Nugrahaini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7306 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Tingkat Ilumunasi Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal Tipe 45 berbasis DIALux Evo https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7307 <p>Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual dan efisiensi energi bangunan. Rumah tinggal tipe 45 sebagai hunian dengan keterbatasan luas sering kali memiliki permasalahan dalam pemenuhan tingkat iluminasi alami pada ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat iluminasi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe 45 dengan menggunakan perangkat lunak simulasi DIALux evo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian berupa rumah tinggal tipe 45 yang berlokasi di Perumahan Griya Mutiara Slanggen. Simulasi dilakukan pada kondisi siang hari untuk mengetahui distribusi cahaya alami dan nilai iluminasi (lux) pada setiap ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami rumah tinggal, dengan nilai iluminasi rata-rata yang berada di atas kebutuhan minimum, meskipun beberapa ruang masih memerlukan optimalisasi bukaan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan. Dengan demikian, simulasi DIALux evo dapat menjadi alat evaluasi yang efektif dalam perancangan pencahayaan alami rumah tinggal.</p> Putri Nur Sholikha, Fadhilla Tri Nugrahaini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7307 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pemilihan Material Batu Alam pada Pembangunan Villa Amari Ubud berdasarkan Pertimbangan Karakteristik, Distribusi Material antar Pulau dan Efisiensi Waktu https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7308 <p>Pembangunan Villa Amari di Singakerta, Ubud, Bali menggunakan batu alam sebagai salah satu material untuk menunjang nilai estetika dan karakter arsitektur bangunan. Keterbatasan ketersediaan batu alam di setiap daerah menyebabkan perlunya distribusi material antar pulau, khususnya dari Pulau Jawa ke Bali, yang berpotensi mempengaruhi efisiensi waktu pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material batu alam pada pembangunan Villa Amari berdasarkan pertimbangan karakteristik, distribusi material antar pulau dan efisiensi waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kasus yang didukung oleh observasi lapangan serta wawancara dengan pihak terkait. Analisis data dilakukan dengan membandingkan proses produksi, waktu pemasangan di lapangan, serta durasi dan biaya distribusi batu alam yang berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi material batu alam antar pulau berpengaruh terhadap efisiensi waktu pembangunan. Batu alam dari Bali lebih efisien dari segi waktu dan biaya distribusi, sedangkan batu alam dari Pulau Jawa memiliki kualitas visual dan hasil finishing yang lebih baik meskipun memerlukan waktu dan biaya pengiriman yang lebih besar. Dengan perencanaan pengadaan yang matang dan manajemen distribusi yang baik, dampak keterlambatan pengiriman material dapat diminimalkan sehingga tidak mengganggu jadwal pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan.</p> Maharani Rizky Ardias, I Indrawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7308 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Preferensi Anak Muda terhadap Konsep Arsitektur Industrial Tropis pada Desain Kafe https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7309 <p>Kafe telah berkembang menjadi ruang sosial bagi generasi muda. Tren meningkatnya café hopping mendorong kafe untuk menggali ide desain yang menyajikan karakter visual sekaligus kenyamanan tempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi anak muda mengenai konsep arsitektur industrial tropis dalam desain kafe, dengan fokus pada faktor material dan warna, pencahayaan, pengaturan ruang, serta fasilitas dan kenyamanan. Metode yang diterapkan adalah mixed methods dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi preseden dan observasi, serta pendekatan deskriptif kuantitatif lewat distribusi kuesioner kepada 42 responden. Temuan riset menunjukkan bahwa konsep arsitektur industrial tropis memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,7 (dalam kategori setuju). Aspek fasilitas dan kenyamanan mendapatkan nilai tertinggi (3,9), diikuti oleh material dan warna (3,8), pencahayaan (3,8), serta pengaturan ruang (3,4). Hasil ini menunjukkan bahwa preferensi anak muda terhadap kafe industrial tropis tidak hanya ditentukan oleh elemen visual, tetapi juga oleh kualitas kenyamanan tempat dan fleksibilitas tata ruang. Penelitian ini menyoroti pentingnya bahwa desain kafe dengan konsep industri tropis perlu mengintegrasikan keempat aspek desain secara seimbang, dengan fokus utama pada kenyamanan pengunjung sebagai strategi desain yang utama.</p> Sabrina Aisa Putri, Suryaning Setyowati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7309 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kelayakan Tapak Rencana Pembangunan Creative Hub pada Lahan Eks Taman Kuliner https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7310 <p>Pertumbuhan ekonomi kreatif merupakan salah satu faktor pendorong perkembangan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan tersedianya ruang kreatif yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan ekonomi kreatif. Lahan eks Taman Kuliner yang tidak lagi berfungsi optimal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi creative hub yang mampu mewadahi aktivitas komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tapak rencana creative hub pada lahan eks Taman Kuliner ditinjau dari aspek fisik, aksesibilitas, karaketer sosial, serta kesesuaian tata ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi literatur dan studi perseden, serta analisis kesesuaian tapak berdasarkan kriteria perencanaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak memiliki tingkat kelayakan yang cukup baik, terutama dari aspek lokasi dan aksesibilitas, namun memerlukan penyesuaian pada aspek lingkungan dan penyediaan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, lahan eks Taman Kuliner dinilai layak untuk dikembangkan sebagai creative hub dengan beberapa rekomendasi perbaikan desain dan pengelolaan tapak.</p> Nizar Adiyatyasena Masykuri, Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7310 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimasi Desain Revitalisasi Sekolah Menengah Pertama Al-Islam Gondangrejo berdasarkan Pendekatan Arsitektur Islam https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7311 <p>Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekolah melalui pembangunan serta perbaikan Gedung dan penambahan fasilitas penunjang Sekolah. Namun penerapan standar melalui buku acuan sebagai teknis pekerjaan cenderung bersifat umum sehingga belum sepenuhnya dapat mengakomodasi kebutuhan spesifik Sekolah berbasis Islam dalam penerapan nilai-nilai keIslaman pada desain bangunan. Melalui observasi, wawancara dilakukan dalam optimalisasi desain sekolah dengan pendekatan Arsitektur Islam sebagai bentuk acuan dalam mengetahui kebutuhan pengguna ruang penerima program revitalisasi dengan menekankan kesejarahan, nilai, filosof, identitas, perilaku dan keberlanjutan dalam pola tata ruang, elemen geometri beserta sirkulasi. Sehingga mampu memperkuat fungsi, identitas dan kenyamanan pengguna ruang.</p> Firda Wilda Inama, Fauzi Mizan Prabowo Aji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7311 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kualitas Pencahayaan Alami pada Rumah Komersil Tipe 45: Perum Citra Jaya 4 di Sukoharjo berbasis DIALux Evo 13 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7312 <p>Penerangan dari sinar matahari berperan krusial dalam menciptakan suasana visual yang nyaman, menjaga kesehatan para penghuni, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada bangunan tempat tinggal. Kajian ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kualitas pencahayaan alami di rumah tipe 45/60 yang dijual secara komersial, terletak di Perumahan Citra Jaya 4, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Kami mengukur intensitas cahaya secara langsung menggunakan alat Lux Light Meter, dan juga mensimulasikan bagaimana pencahayaan alami menyebar melalui software DIALux Evo 13. Data dikumpulkan pada tiga waktu berbeda, yakni pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB, untuk menangkap perubahan posisi matahari sepanjang hari. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa ruangan, seperti kamar mandi, dapur, dan kamar tidur kedua, masih belum memenuhi standar pencahayaan alami sesuai SNI 03-6197-2000. Rendahnya tingkat cahaya pada ruangan-ruangan tersebut disebabkan oleh tidak adanya bukaan yang langsung menghadap ke luar bangunan. Di sisi lain, ruang tamu serta kamar tidur pertama sudah memenuhi standar tersebut berkat adanya jendela yang memungkinkan masuknya cahaya matahari dengan optimal. Hasil ini menyatakan bahwa tata letak ruangan dan desain sistem pencahayaan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pencahayaan alami di rumah komersial.</p> Sefty Fadhilla, Nur Rahmawati Syamsiyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7312 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Efisiensi Ruang Gerak Kantor melalui Desain Ergonomi Furnitur dan Layout Clustered Open Plan https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7313 <p>Efisiensi ruang kerja menjadi aspek penting dalam perancangan kantor open plan karena memengaruhi kelancaran aktivitas dan produktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi gerak pekerja melalui penerapan prinsip ergonomi pada furnitur dan layout clustered open plan di Frank Home &amp; Office, Bantul, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar ergonomi serta mensimulasikan tiga alternatif layout. Efisiensi diukur berdasarkan total jarak tempuh aktivitas harian pekerja. Hasil simulasi menunjukkan bahwa alternatif layout clustered open plan menghasilkan jarak tempuh terpendek sebesar 63,5 meter per hari, sehingga dinilai paling efisien dibandingkan dua alternatif lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ergonomi furnitur dan layout clustered open plan mampu meningkatkan efisiensi gerak dan efektivitas ruang kerja pada kantor kreatif berskala kecil.</p> Dimas Alfi Setyadi, Wilda Maulina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7313 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Bukaan Jendela Fasad Rumah Tipe 36/60 untuk Mencapai Rasio Pencahayaan Alami yang Ideal https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7314 <p>Rumah tipe 36/60 memiliki keterbatasan luasan yang berdampak pada minimnya bukaan, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pencahayaan alami dan menurunkan kenyamanan visual ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengoptimalkan bukaan jendela fasad rumah tipe 36/60 agar mencapai rasio pencahayaan alami yang ideal berdasarkan nilai Daylight Factor (DF). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan VELUX Daylight Visualizer 3.0 dengan pemodelan tiga dimensi pada SketchUp. Analisis dilakukan terhadap desain awal milik pengembang dan beberapa alternatif desain melalui penambahan bukaan, pengaturan void, penggunaan kanopi, serta penerapan jendela atap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain awal mengalami kelebihan cahaya pada area dekat bukaan dan kekurangan pencahayaan pada ruang tertutup. Optimalisasi pada desain akhir mampu mengendalikan intensitas cahaya berlebih sekaligus meningkatkan pemerataan pencahayaan alami, sehingga seluruh ruang utama memenuhi standar Daylight Factor dan meningkatkan kenyamanan visual hunian.</p> Salma Hayya Fadhilah, Wisnu Setiawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7314 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Konsep Desain American Classic terhadap Efisiensi Struktur Perumahan Gedanganak https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7315 <p>Penerapan gaya arsitektur American Classic pada perumahan sering digunakan untuk menghadirkan kesan mewah dan bernilai tinggi, namun berpotensi menimbulkan pemborosan struktur yang dapat mengakibatkan pembengkakan biaya apabila tidak dirancang secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan desain American Classic terhadap efisiensi struktur dan biaya pada studi kasus Perumahan Gedanganak Unit B dan Unit D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif melalui analisis desain dan observasi visual. Fokus analisis meliputi elemen kolom, balok, balok latei, dan sistem atap mansard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi struktur dapat dicapai melalui pengolahan elemen non-struktural sebagai representasi visual, penyeragaman tinggi bukaan pintu dan jendela, serta optimalisasi sistem atap melalui penyelarasan balok dan pemilihan material yang tepat. Penelitian ini menegaskan bahwa keseimbangan antara estetika dan efisiensi dapat dicapai melalui strategi desain yang tepat.</p> David Wisnu Pradana, Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7315 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Pencahayaan Alami pada Desain Kos di Perumahan Padat Yogyakarta https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7316 <p>Kepadatan permukiman di Condong Catur menyebabkan keterbatasan akses cahaya matahari pada hunian, terutama bangunan kos di lahan sempit dengan jarak rapat. Kurangnya bukaan samping dan belakang mengakibatkan rendahnya kualitas pencahayaan alami yang tidak memenuhi standar kenyamanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pencahayaan alami desain kos dua lantai di Condong Catur terhadap standar SNI 03-2396-2001 dan SNI 6197:2020. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan simulasi perangkat lunak DIALux evo 13.2. Simulasi mengukur intensitas cahaya (Lux) pada 24 Desember 2025 dalam tiga periode waktu (08.00, 12.00, dan 16.00 WIB) menggunakan kondisi overcast sky dan bidang kerja setinggi 0,75 meter. Hasil penelitian menunjukkan ketimpangan distribusi cahaya yang signifikan. Lantai 1 gagal memenuhi standar dengan intensitas cahaya kamar tidur sangat minim (0,11-14,6 Lux). Kondisi serupa terjadi di Lantai 2, di mana mayoritas kamar tidur berada di bawah 20 Lux. Sebaliknya, area publik dan rooftop konsisten memenuhi standar karena bukaan luas dan penggunaan roster. Rendahnya pencahayaan pada fungsi utama disebabkan oleh 2 faktor, faktor pertama tipologi bangunan perumahan yang berdempetan, faktor kedua ketiadaan bukaan samping. Sehingga disimpulkan bahwa desain ini belum memenuhi standar SNI, sehingga diperlukan redesain melalui optimalisasi bentuk, denah, serta ukuran dan posisi bukaan.</p> Muhammad Faisal Assodiq, Q Qomarun Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7316 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Sirkulasi pada Instalasi Bedah Rumah Sakit Umum Permata Blora https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7317 <p>Instalasi Bedah Sentral (IBS) merupakan fasilitas utama rumah sakit yang memerlukan pengaturan sirkulasi pasien, petugas, dan barang secara terpisah untuk menjamin keselamatan dan mencegah infeksi silang. Permasalahan yang sering ditemukan adalah ketidaksesuaian pola sirkulasi dengan standar teknis serta potensi tumpang tindih antar zona. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sirkulasi IBS berdasarkan prinsip zoning dan pengendalian infeksi. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur terhadap regulasi dan standar rumah sakit, serta studi preseden pada fasilitas sejenis. Hasil yang diharapkan berupa identifikasi tingkat kesesuaian sirkulasi IBS dengan standar serta rekomendasi perbaikan tata ruang. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai acuan perencanaan dan evaluasi desain IBS yang lebih efektif, aman, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit.</p> Alya Niarisa Amora, Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7317 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Aspek Kenyamanan dan Aksesibilitas Jalur Pedestrian Pasar Kartasura terhadap Aktivitas Pengunjung https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7318 <p>Jalur pedestrian merupakan elemen penting dalam mendukung aktivitas pengunjung di kawasan pasar tradisional. Namun, pada banyak kasus, kualitas jalur pedestrian belum dievaluasi secara komprehensif berdasarkan aspek kenyamanan, aksesibilitas, dan keterkaitannya dengan aktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jalur pedestrian di kawasan Pasar Kartasura dengan meninjau aspek kenyamanan dan aksesibilitas serta menganalisis dampaknya terhadap aktivitas pengunjung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Evaluasi kenyamanan dilakukan berdasarkan indikator lebar jalur, kondisi permukaan, keberadaan peneduh, fasilitas pendukung, serta rasa aman, sedangkan aksesibilitas dianalisis melalui indikator kontinuitas jalur, keberadaan hambatan, kemudahan bagi kelompok rentan, dan keterhubungan jalur dengan area aktivitas pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan lebar efektif jalur, kerusakan permukaan, dan rendahnya kontinuitas jalur pedestrian secara langsung memengaruhi pola pergerakan, durasi berjalan kaki, serta intensitas interaksi pengunjung di kawasan pasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas jalur pedestrian tidak hanya berperan sebagai sarana sirkulasi, tetapi juga membentuk karakter aktivitas pengunjung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan evaluatif yang mengaitkan kondisi fisik jalur pedestrian dengan aktivitas pengunjung pasar tradisional, sehingga diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi penataan jalur pedestrian yang lebih nyaman, inklusif, dan kontekstual.</p> Thoriq Hasan Nurrahman, Widyastuti Nurjayanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7318 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Greenery Teknologi: Miniatur Rumah T.22 Loteng Teknologi 3D Printing berbasis Mortar https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7180 <p>Berbasis Kepmen PUPR No.2947 Tahun 2024 dirancang prototipe Rumah T. 22 Loteng untuk diwujudkan menjadi maket 3D Printing Construction (3DPC) agregat mortar. Penelitian Design by Research ini sebagai kolaborasi dengan started-up Autoconz. Metode kerjanya, mengubah gambar virtual arsitektur menjadi komponen prototipe yang dicetak menyerupai material berlapis-lapis. Sekalipun teknologi 3DPC terbukti mereduksi beaya konstruksi untuk jumlah tertentu, mereduksi polutan karena kebutuhan bekisting dan limbah berkurang, serta mengurangi kecelakaan kerja, namun keterbatasan pengoperasian nozzle robot tidak mampu mewujudkan detail paras rumah. Untuk itu, dilakukan penyederhanaan desain. Hasil penelitian berupa maket ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan stakeholder program tiga juta rumah (Asta Cita).</p> Yuke Ardhiati, Harry Mufrizon, Salsaliya Albatani, Hanum Fitria, Safirah Tri Handayani Thamrin, Riva Kusumawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7180 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Konfigurasi Spasial Koridor Jalan Mayor Kusmanto terhadap Taman Kuliner MPP Klaten https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7319 <p>Koridor Jalan Mayor Kusmanto merupakan jalan provinsi dengan intensitas pergerakan tinggi yang melayani berbagai pengguna, namun kondisi tersebut belum tercermin pada tingkat kunjungan Taman Kuliner MPP Klaten yang berada di tepinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi spasial koridor jalan terhadap pemanfaatan Taman Kuliner MPP Klaten oleh pengguna kawasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix-method melalui analisis Space Syntax dengan perangkat lunak DepthmapX, meliputi analisis axial connectivity dan Visibility Graph Analysis (VGA), serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koridor Jalan Mayor Kusmanto telah berfungsi efektif sebagai sistem pergerakan utama, sementara konfigurasi ruang internal Taman Kuliner MPP Klaten belum mampu mengoptimalkan potensi pergerakan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa performa ruang publik sangat dipengaruhi oleh kualitas konfigurasi ruang internal dalam merespons dinamika pergerakan di sekitarnya.</p> Azhim Fadhola, Dyah Widi Astuti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7319 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 Strategi Kebutuhan Pencahayaan Ruang Inap RSUD Kraton untuk Mendukung Kualitas Kenyamanan Pasien dan Healing Environment https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7320 <p>Pencahayaan memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kenyamanan visual serta proses penyembuhan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Konsep lingkungan yang mendukung penyembuhan menekankan pentingnya kualitas pencahayaan baik alami maupun buatan dalam menciptakan suasana yang nyaman dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pencahayaan di ruang rawat inap RSUD Kraton dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi DIALux evo sesuai dengan standar SNI 6197:2020. Simulasi dilakukan pada tiga waktu berbeda, yaitu pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Light Scene 2 paling sesuai dengan standar pencahayaan ruang rawat inap, meskipun semua skenario masih menunjukkan kurangnya pemerataan cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian iluminasi harus disertai dengan distribusi cahaya yang merata serta pengendalian silau demi meningkatkan kenyamanan pasien dan healing environment.</p> Ardya Zarqa Safiq, Rini Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/siar/article/view/7320 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700