Pengaruh Kadar Serat Tanah Gambut terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas (UCS) pada Stabilisasi menggunakan Semen dan Semen + Filler: Tinjauan Pustaka Sistematis
Abstract
Tanah gambut memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan kandungan organik lebih dari 75% sehingga memerlukan perbaikan sebelum dapat digunakan untuk konstruksi. Stabilisasi kimia dengan semen dan material pengisi telah banyak diterapkan, namun pengaruh kadar serat gambut terhadap peningkatan nilai kuat tekan bebas belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar serat tanah gambut dengan peningkatan nilai kuat tekan bebas pada stabilisasi menggunakan binder murni semen maupun binder semen dengan material pengisi, serta menjelaskan faktor penyebab perbedaan efektivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis dengan pencarian artikel pada basis data Scopus, ResearchGate, Crossref, dan Google Scholar. Dari 65 artikel awal, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian kualitas sehingga diperoleh 18 penelitian yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar serat tanah gambut, semakin besar peningkatan nilai kuat tekan bebas yang dicapai. Pada stabilisasi dengan binder murni semen, peningkatan tertinggi terjadi pada gambut Fibrik sebesar 2524%, diikuti Hemik sebesar 1159%, dan terendah pada Saprik sebesar 590%. Pada stabilisasi dengan binder semen dan material pengisi, pola serupa juga terlihat dengan peningkatan tertinggi pada gambut Fibrik sebesar 2840%, diikuti Hemik sebesar 1213%, dan Saprik sebesar 519%. Faktor utama penyebab perbedaan ini adalah struktur serat gambut Fibrik yang utuh dan berongga berfungsi sebagai tulangan alami serta kadar asam humat dan fulvat yang tinggi pada gambut Saprik yang menghambat reaksi hidrasi semen dan pembentukan C-S-H.
