Analisis Risiko Keterlambatan Proyek Tahap Pra Konstruksi (Studi Kasus Jembatan Bengkalis Riau)
Abstract
Tahap pra-konstruksi merupakan fase kritis yang sering menyebabkan keterlambatan pada proyek infrastruktur berskala besar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko keterlambatan pada tahap pra-konstruksi Jembatan Bengkalis yang menghubungkan Pulau Bengkalis dengan daratan Sumatera. Metodologi yang digunakan adalah mixed-methods melalui survei kuesioner kepada 78 responden yang meliputi Pemerintah, Swasta, dan Ahli/Pakar/Akademisi/Masyarakat ahli untuk mendapatkan peringkat Relative Importance Index (RII) dan divalidasi melalui wawancara mendalam (In-Depth Interview) dengan pihak kementerian/lembaga terkait dan pakar kebijakan publik infrastruktur. Hasil penelitian mengidentifikasi 33 variabel risiko yang terbagi dalam 6 kelompok, dengan 17 variabel dikategorikan sebagai risiko dominan. Kelompok Risiko utama meliputi risiko ketersediaan dana, ketidakpastian politik/regulasi, kendala pembebasan lahan, dan kondisi diluar kendali (force majeure/unforeseen condition). Pendekatan mitigasi harus dilakukan secara terintegrasi atau tidak secara parsial. Penyusunan strategi mitigasi risiko secara terintegrasi (Integrated Risk Management) yang meliputi upaya penetapan kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN), regulasi pengadaan tanah (PP 19/2021 jo PP 39/2023), dan mekanisme penganggaran nasional.
