Analisis Efektivitas Penggunaan Bekisting Kayu dan Baja pada Pekerjaan Capping Beam Proyek Rehabilitasi Saluran Induk Tarum Utara (Bendung Leuweung Seureuh-BTUB 26) Karawang, Jawa Barat oleh Kontraktor Pelaksana PT. Brantas Abipraya (Persero)
Abstract
Capping beam merupakan elemen struktur beton bertulang yang berfungsi sebagai pengikat antar elemen pondasi sehingga membentuk satu kesatuan struktur yang stabil. Dalam pelaksanaan pekerjaan capping beam, sistem bekisting memiliki peranan penting dalam menentukan efektivitas pekerjaan dari segi waktu, biaya, serta kualitas hasil beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan bekisting kayu dan bekisting baja pada pekerjaan capping beam berdasarkan ketiga aspek tersebut. Penelitian dilakukan pada proyek rehabilitasi saluran induk Tarum Utara segmen Bendung Leuweung Seureuh hingga BTUB 26 di Kabupaten Karawang yang dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya (Persero). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data observasi lapangan, siklus pengecoran, kurva S pekerjaan, serta data anggaran dari subkontraktor pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekisting baja lebih efektif dibandingkan bekisting kayu karena mampu mempercepat waktu pelaksanaan, lebih efisien dalam penggunaan biaya secara berulang, serta menghasilkan kualitas permukaan beton yang lebih halus dan presisi.
