Pengembangan Paving Block untuk Jalan Usaha Tani menggunakan Bottom Ash Residu Pembakaran Sampah Domestik
Abstract
Peningkatan volume sampah domestik mendorong pemanfaatan residu pengolahan, salah satunya bottom ash dari proses insinerasi sampah padat perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paving block untuk jalan usaha tani dengan memanfaatkan bottom ash tersebut sebagai substitusi agregat halus sebesar 30%, dan 50%, dengan perbandingan semen dan pasir 1:3. Pengujian meliputi kuat tekan dan daya serap air mengacu pada SNI 03-0691-1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar bottom ash menyebabkan kenaikan daya serap air dari 2,61% menjadi 17,86% serta penurunan kuat tekan dari 27,83 MPa menjadi sekitar 10,76 MPa. Variasi tanpa bottom ash menghasilkan mutu terbaik (mutu B), sedangkan variasi 30% dan 50% masih memenuhi mutu D. Peningkatan daya serap air dan penurunan kuat tekan dipengaruhi oleh tingginya porositas material akibat penggunaan bottom ash tanpa perlakuan awal. Meskipun demikian, bottom ash tetap berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif untuk paving block pada jalan usaha tani dengan beban ringan, terutama untuk aplikasi non-struktural. Namun, karakteristiknya yang masih memiliki porositas tinggi dan potensi kandungan kontaminan menyebabkan kinerjanya belum stabil. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan perlunya penerapan perlakuan awal pada bottom ash yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi kinerja material bottom ash sebelum digunakan.
