Kajian Literatur Sistematis tentang Penerapan Konsep Green Building pada Proyek Gedung Bertingkat di Negara Berkembang
Abstract
Kajian terdahulu mengenai green building di negara berkembang masih bersifat parsial dan terbatas secara regional, sehingga sintesis lintas kawasan yang komprehensif belum tersedia. Penelitian ini hadir sebagai kajian literatur sistematis pertama yang mensintesis penerapan konsep green building pada gedung bertingkat di negara berkembang secara lintas kawasan, sebagai kontribusi orisinal dalam bidang konstruksi berkelanjutan. Sektor bangunan berkontribusi 34 persen terhadap konsumsi energi global dan 37 persen emisi CO₂ dunia, menjadikan implementasi green building pada gedung bertingkat sebagai agenda strategis mendesak. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berprotokol PRISMA melalui penelusuran Scopus dan Web of Science dengan operator Boolean. Dari 309 artikel teridentifikasi, sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) mampu menekan emisi karbon operasional hingga 61,1% pada gedung tropis. Biaya awal tinggi, lemahnya regulasi, dan keterbatasan kapasitas teknis merupakan hambatan dominan, sedangkan insentif fiskal dan edukasi pemangku kepentingan menjadi pendorong utama. Kombinasi pajak lingkungan, subsidi hijau, dan perdagangan karbon terbukti paling efektif. Penelitian ini merekomendasikan adaptasi sertifikasi berbasis iklim lokal, penguatan regulasi nasional, dan kolaborasi lintas sektor demi percepatan adopsi green building di negara berkembang.
