Pengaruh Variasi Pemakaian Fly Ash sebagai Pengganti Sebagian Semen terhadap Sifat Mekanis Beton SCC dengan Penambahan Metakaolin

Authors

  • Vigi Pratama Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mochamad Solikin Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Abdul Rochman Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Yenny Nurchasanah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Inovasi beton yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga efektif dan ramah lingkungan diperlukan untuk kemajuan teknologi material konstruksi. Beton Memadat Mandiri (SCC), beton yang dapat memadat sendiri tanpa getaran, adalah salah satu penemuan tersebut. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji bagaimana perubahan abu terbang (fly ash) dan metakaolin memengaruhi karakteristik mekanis SCC, yaitu modulus elastisitas dan kuat tekannya. Penggunaan abu terbang dan metakaolin diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kerja campuran segar, sehingga beton dapat mengalir lebih lancar tanpa segregasi dan meningkatkan kuat tekannya. Metakaolin ditambahkan dengan persentase tetap 3% dari berat semen, dengan variasi abu terbang sebesar 20%, 30%, dan 40%. Uji kuat tekan, dan modulus elastisitas dilakukan pada beton berumur 28 hari. Berdasarkan studi ini, penambahan abu terbang dan metakaolin pada beton dapat meningkatkan kuat tekannya hingga 39,5 MPa pada variasi 40% abu terbang dan 3% metakaolin. Nilai modulus elastisitas cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya kuat tekan beton. Kesimpulannya, kombinasi 40% abu terbang dan 3% metakaolin menghasilkan performa mekanik tertinggi, serta mendukung prinsip konstruksi berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-17