Evaluasi Kinerja Pelayanan Bus Trans Koetaradja dengan Pendekatan Pendapatan Non-Farebox
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi kinerja pelayanan Bus Trans Koetaradja dengan mengintegrasikannya pada pendekatan pendapatan non-farebox sebagai solusi keberlanjutan finansial sistem angkutan umum berbasis subsidi penuh. Tujuan penelitian adalah mengukur kualitas layanan dari perspektif pengguna dan menganalisis potensi pendapatan alternatif melalui skema periklanan. Metode evaluasi menggunakan Fuzzy SERVQUAL dan Importance-Performance Analysis (IPA), sementara analisis potensi pendapatan dilakukan melalui pendekatan Stated Preference dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator pelayanan memiliki gap negatif (-0,03 hingga -0,16), dengan prioritas perbaikan pada kondisi armada, fasilitas halte, dan keterampilan sopir. Di sisi lain, pendekatan non-farebox menunjukkan peluang pendapatan yang menjanjikan sebesar Rp. 2.135.939.000,00 per tahun. Temuan regresi menegaskan bahwa visibilitas bus di lokasi strategis dan aktivitas media sosial berpengaruh signifikan terhadap minat perusahaan beriklan. Simpulan penelitian memberikan landasan kebijakan bahwa peningkatan kualitas pelayanan yang sinergis dengan penguatan citra layanan adalah kunci utama dalam mengoptimalkan pendapatan non-tarif guna mendukung operasional bus yang berkelanjutan.
