Analisis Konsumsi Energi dan Emisi Kendaraan Listrik dan Kendaraan Diesel pada Angkutan Pemadumoda KSPN Yogyakarta-Borobudur
Abstract
Angkutan KSPN merupakan angkutan destinasi wisata unggulan di Indonesia salah satunya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rutenya Yogyakarta-Borobudur. Saat ini angkutan KSPN Yogyakarta - Borobudur menggunakan kendaraan diesel. Penerapan sumbu filosofi sebagai warisan tak benda UNESCO serta dorongan Kementerian Pariwisata untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai transportasi yang mengurangi polusi udara membuat adanya ketertarikan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi berupa penelitian kuantitatif. Sumber penelitian berupa literatur jurnal, laporan perusahaan, dan dokumen pemerintahan maupun hukum yang berlaku. Hasil dari penelitian ini berupa kendaraan listrik berupa DFSK Gelora E memiliki konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan diesel berupa Toyota Hiace Commuter. Kendaraan listrik bisa menghemat konsumsi energi sebanyak Rp 53.744,6 untuk sekali ritase serta Rp 165.919,59 untuk sehari operasi dengan 3 kali ritase dibandingkan kendaraan diesel. Hasil penelitian pada bidang produksi emisi CO2 juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik memiliki selisih produksi emisi CO2 yang lebih rendah sebesar 25000 hngga 27000 ton CO2eq per tahun dibandingkan kendaraan diesel. Melalui penghematan energi dan mengurangi emisi CO2 kendaraan listrik mampu menjadi salah satu cara untuk mengurangi efek perubahan iklim diiringi dengan produksi listrik yang semakin hijau.
