Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS https://proceedings.ums.ac.id/sipil <p>Proceeding Title: <strong>Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS<br /></strong>Organizer: Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Print): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1431406143" target="_blank" rel="noopener">2459-9727</a><br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1496025460" target="_blank" rel="noopener">2580-8834</a><br />INDEXED: <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27342" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></p> <p><a href="https://semnas-sipil.ums.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Seminar Nasional Teknik Sipil UMS</a> merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p> Universitas Muhammadiyah Surakarta en-US Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2459-9727 Front Matter https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7167 <p><em>Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu,</em></p> <p>Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkatNya kami telah meyelenggarakan dengan baik acara Seminar Nasional Teknik Sipil XV Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).</p> <p>Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda pertemuan ilmiah tahunan Teknik Sipil UMS yang di selenggarakan sebagai sarana komunikasi antar peneliti, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri dan pemerintah untuk berbagi pengalaman. Pada kegiatan seminar tahun ini kami mengambil tema "<strong>Tantangan dan Strategi Geoteknik dalam Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim</strong>". Seminar tahun ini membahas kebijakan dan strategi<br>pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana geologi serta gambaran peta kerawanan bencana terkini di Jawa Tengah. Setelah penyelenggaraan seminar ini diharapkan terjadi sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam mitigasi bencana. Dari total 67 makalah yang diterima, sebanyak 62 makalah dinyatakan lolos seleksi dan dipresentasikan pada kegiatan ini.</p> <p>Penyelenggaraan seminar tahun ini dibantu oleh mitra pelaksana yaitu Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Terimakasih kami ucapkan kepada mitra pelaksana, <em>keynote speaker</em>, pembicara, pemakalah, peserta, seluruh panitia serta kepada jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan bantuan atas terselenggaranya seminar nasional ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat bagi kemajuan kita di masa depan. Amin.</p> <p>Sampai jumpa lagi pada Seminar Nasional kami tahun mendatang.</p> <p><em>Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuhu</em></p> Agus Susanto Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 Analisis Pengaruh Diameter Sedimen terhadap Kestabilan Lereng Bawah Air di Perairan Dangkal (Studi Eksperimental) https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7168 <p>Kestabilan lereng bawah air pada area pengerukan dipengaruhi oleh karakteristik butiran dan perubahan geometri lereng selama pembebanan hidrodinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter sedimen yang direpresentasikan oleh sampel D16, D50, dan D100 terhadap parameter sudut geser dalam semu dan faktor keamanan relatif lereng bawah air di perairan dangkal. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental laboratorium dengan pengamatan pada kedalaman air 13, 21, dan 23 cm serta lama pembebanan gelombang 5, 10, dan 15 menit. Parameter yang dianalisis meliputi sudut runtuh, tinggi sedimen, proyeksi horizontal lereng, dan perubahan geometri sesudah pengujian. Hasil menunjukkan bahwa rerata parameter sudut geser dalam semu tertinggi diperoleh pada D16 sebesar 15.43°, kemudian D100 sebesar 13.46°, dan D50 sebesar 13.38°. Faktor keamanan relatif sesudah pengujian menunjukkan nilai tertinggi pada D50 sebesar 0.935, diikuti D16 sebesar 0.910 dan D100 sebesar 0.908. Diameter sedimen memengaruhi kestabilan lereng bawah air, tetapi pengaruhnya terhadap faktor keamanan tidak hanya ditentukan oleh sudut runtuh, melainkan juga oleh perubahan geometri lereng akibat erosi dan redistribusi sedimen selama pengujian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan simultan antara parameter material dan perubahan geometri lereng untuk mengevaluasi kestabilan lereng bawah air skala laboratorium.</p> Hidriansyah Idhan Akbar Muhammad Yunus Ali Andi Makbul Syamsuri Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 1 7 Analisis dan Perbaikan Kelongsoran Talud Jalan Desa Logede, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7169 <p>Jalan penghubung Desa Logede dan Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten mengalami kelongsoran akibat kerusakan saluran gorong-gorong yang menyebabkan genangan air di permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Faktor Keamanan (FK) lereng dan dimensi dinding penahan tanah sebagai solusi perbaikan. Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio SLOPE/W dengan metode Morgenstern-Price, model kekuatan geser Mohr-Coulomb, dan beton bertulang tipe High Strength. Kondisi lereng eksisting pada variasi muka air tanah menunjukkan nilai FK di bawah 1,0, mengindikasikan lereng dalam kondisi tidak stabil. Setelah diperkuat dengan dinding penahan tanah tipe kantilever, dinding berkedalaman tapak 1,00 m belum memenuhi kriteria aman pada seluruh variasi muka air. Sebaliknya, dinding berkedalaman tapak 2,00 m menghasilkan FK berkisar 1,51–1,53, memenuhi persyaratan keamanan dan direkomendasikan sebagai solusi perkuatan. Dimensi dinding kantilever yang direncanakan pada kedalaman tapak 2,00 m adalah panjang 9,00 m dengan tebal 0,30 m.</p> Veri Mahendra Pratama Anto Budi Listyawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 8 20 Pengaruh Kadar Serat Tanah Gambut terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas (UCS) pada Stabilisasi menggunakan Semen dan Semen + Filler: Tinjauan Pustaka Sistematis https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7170 <p>Tanah gambut memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan kandungan organik lebih dari 75% sehingga memerlukan perbaikan sebelum dapat digunakan untuk konstruksi. Stabilisasi kimia dengan semen dan material pengisi telah banyak diterapkan, namun pengaruh kadar serat gambut terhadap peningkatan nilai kuat tekan bebas belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar serat tanah gambut dengan peningkatan nilai kuat tekan bebas pada stabilisasi menggunakan binder murni semen maupun binder semen dengan material pengisi, serta menjelaskan faktor penyebab perbedaan efektivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis dengan pencarian artikel pada basis data Scopus, ResearchGate, Crossref, dan Google Scholar. Dari 65 artikel awal, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian kualitas sehingga diperoleh 18 penelitian yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar serat tanah gambut, semakin besar peningkatan nilai kuat tekan bebas yang dicapai. Pada stabilisasi dengan binder murni semen, peningkatan tertinggi terjadi pada gambut Fibrik sebesar 2524%, diikuti Hemik sebesar 1159%, dan terendah pada Saprik sebesar 590%. Pada stabilisasi dengan binder semen dan material pengisi, pola serupa juga terlihat dengan peningkatan tertinggi pada gambut Fibrik sebesar 2840%, diikuti Hemik sebesar 1213%, dan Saprik sebesar 519%. Faktor utama penyebab perbedaan ini adalah struktur serat gambut Fibrik yang utuh dan berongga berfungsi sebagai tulangan alami serta kadar asam humat dan fulvat yang tinggi pada gambut Saprik yang menghambat reaksi hidrasi semen dan pembentukan C-S-H.</p> Vitania Choirunnisa Rinarta Maria Pinkan Tatajelita Niken Silmi Surjandari Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 21 31 Prerforma Aliran Tanah akibat Drainase Perforasi https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7171 <p>Kerusakan jalan di wilayah Ngargoyoso, Karanganyar, dipengaruhi oleh rendahnya permeabilitas tanah serta kurang optimalnya sistem drainase bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasangan drainase perforasi terhadap karakteristik hidromekanik tanah serta mengevaluasi penggunaan material alternatif filter yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Sistem drainase dirancang menggunakan pipa baja perforasi yang dilapisi sabut kelapa dan limbah kain polyester sebagai pengganti geotekstil. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui uji permeabilitas dengan metode constant head pada tanah asli dan tanah dengan variasi pemasangan drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan drainase perforasi mampu meningkatkan koefisien permeabilitas tanah hingga sekitar 100 kali lipat, dari 2,84×10⁻⁷ m/s menjadi 1,64×10⁻⁵ m/s. Selain itu, debit aliran keluar meningkat sebesar 56%. Permeabilitas tanah dengan filter sabut kelapa dan kain polyester juga lebih tinggi dibandingkan dengan geotekstil hingga sekitar 10 kali lipat, yaitu 1,6436×10⁻⁵ m/s dan 7,64×10⁻⁶ m/s.</p> Muhammad Rizki Barokah Muhammad Rizki Faisal Fadillah Gayuh Aji Prasetyaningtiyas Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 32 38 Pendekatan Geoteknik Adaptif untuk Infrastruktur Jalan di Tanah Lunak: Studi Kasus Km 28 Batuah, Kukar https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7172 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan jalan pada tanah lunak di KM 28 Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan pendekatan geoteknik berbasis nilai California Bearing Ratio (CBR), penurunan tanah (settlement), dan stabilitas lereng. Metode penelitian meliputi investigasi lapangan, pengambilan sampel tanah, serta pengujian laboratorium untuk memperoleh parameter tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dasar didominasi oleh lempung lunak dengan nilai CBR sebesar 3-5%, yang menunjukkan kondisi subgrade tidak layak. Analisis settlement berdasarkan teori konsolidasi menunjukkan penurunan teoritis sebesar ±45 cm, sedangkan kondisi lapangan mencapai 30-80 cm, yang mengindikasikan deformasi berlebih. Selain itu, analisis stabilitas lereng menunjukkan faktor keamanan kurang dari 1 pada kondisi jenuh, sehingga berpotensi mengalami longsor. Temuan ini menunjukkan bahwa kerusakan jalan dipengaruhi oleh kombinasi tanah lunak, beban lalu lintas, dan kondisi drainase yang tidak optimal. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan tanah dan sistem drainase untuk meningkatkan kinerja dan ketahanan jalan.</p> Y Yanti Adde Currie Siregar Ulwiyah Wahdah Mufassirin Liana Fitriyati Agustina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 39 45 Pengaruh Panjang Sirip Tiang Pancang dalam Tanah Pasir terhadap Daya Dukung dan Penurunan https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7173 <p>Upaya untuk memperbesar daya dukung fondasi tiang umumnya dilakukan dengan memperbesar diameter penampang dan memperpanjang tiang. Namun hal ini dapat menyebabkan kesulitan pada saat mobilisasi. Oleh karena itu perlu adanya modifikasi tiang, salah satunya dengan penambahan sirip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan dan beban maksimum fondasi kelompok tiang bersirip dan tanpa sirip pola persegi pada tanah pasir. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan prototype tiang baja dan media uji tanah pasir lepas dengan pembebanan vertikal dari alat loading frame. Prototype fondasi yang diuji meliputi fondasi tiang tunggal dan kelompok tiang baik tanpa sirip maupun bersirip dengan variasi panjang sirip yaitu 1/3L, 2/3L, dan L, dengan L panjang tiang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fondasi tiang tunggal tanpa sirip memiliki daya dukung maksimum sebesar 1,60 kN, sedangkan fondasi tiang tunggal bersirip L mencapai 2,20 kN sehingga mengalami peningkatan 37,50%. Fondasi kelompok tiang tanpa sirip memiliki daya dukung sebesar 3,00 kN, sedangkan kelompok tiang bersirip L meningkat menjadi 4,20 kN mengalami peningkatan 26,67%. Penurunan fondasi tiang tunggal bersirip L sebesar -16,42 mm, sedangkan fondasi kelompok tiang bersirip L sebesar -12,35 mm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan sirip mampu meningkatkan daya dukung dan memperkecil penurunan fondasi. Semakin panjang sirip yang digunakan, semakin besar peningkatan daya dukungnya.</p> Agus Susanto Virli Yulia Berlianti Qunik Wiqoyah Anto Budi Listyawan Furqaan Harjanto Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 46 54 Analisis Modulus Reaksi Tanah Lapisan Sub Ballast pada Proyek Pembangunan Jalur Ganda KA Elevated Antara Solo Balapan-Kadipiro https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7174 <p>Proyek pembangunan jalur ganda kereta api elevated antara Solo Balapan sampai Kadipiro merupakan bagian strategis dalam pengembangan jaringan kereta api yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan efisiensi transportasi kereta api di wilayah Surakarta. Lapisan sub ballast berfungsi menyalurkan beban dari rel ke tanah dasar dan harus mampu menahan beban dinamis yang tinggi akibat frekuensi perjalanan kereta yang padat. Dengan pengujian plate bearing yang bertujuan mengukur modulus reaksi tanah (K) lapisan sub ballast secara langsung demi memastikan kestabilan jalur rel selama operasional serta meminimalkan risiko penurunan atau deformasi jalur. Hasil pengujian diperoleh nilai K sebesar 232,1 MN/m3 hingga 240,8 MN/m3, hasil tersebut melampaui spesifikasi teknis minimum sebesar 110 MN/m3, menunjukkan lapisan sub ballast kuat dan mendukung beban kereta api secara optimal. Proyek jalur ganda ini penting untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, keselamatan, dan estetika transportasi di wilayah strategis Surakarta serta memastikan ketahanan dan keberlanjutan infrastrukturnya.</p> Misbahul Huda Alfia Magfirona Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 55 62 Perbandingan Biaya Konstruksi Bore Pile dan Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7175 <p>Pemilihan jenis pondasi dalam proyek konstruksi sangat mempengaruhi aspek teknis dan biaya. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya dukung dan biaya konstruksi antara pondasi bore pile dan tiang pancang pada Proyek Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa hasil uji N-SPT dan data sekunder berupa harga satuan material dan upah tenaga kerja berdasarkan AHSP Surakarta 2024. Perhitungan daya dukung menggunakan metode Reese &amp; Wright (1977) untuk bore pile dan metode US Army Corps untuk tiang pancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pondasi dengan diameter 600 mm dan kedalaman 11 m memiliki daya dukung izin (Qa) yang sama, yaitu 1702,966 kN per tiang. Namun, dari segi biaya, pondasi tiang pancang lebih ekonomis dengan total biaya Rp40.375.496 dibandingkan bore pile Rp48.303.664, sehingga terjadi selisih biaya sebesar Rp7.928.168 atau 19,64%. Meskipun lebih mahal, bore pile memiliki keunggulan dalam hal minim getaran, kebisingan rendah, dan fleksibilitas pelaksanaan pada kondisi tanah keras.</p> Danendra Adiyatma Anto Budi Listyawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 63 71 Analisis Stabilitas Timbunan pada Konstruksi Badan Jalan dengan Perkuatan Geotekstil https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7176 <p>Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan adanya jalan tol.Pada pembangunan jalan tol sering kali dilakukan dengan memperbaiki struktur tanah asli,salah satu caranya dengan melakukan timbunan untuk mendapatkan spesifikasi tanah yang diinginkan.Tentunya dalam proses penimbunan perlu dilakukan penambahan perkuatan pada timbunan agar mencapai spesifikasi dan konstruksi bisa berjalan sesuai standar. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui angka aman dalam timbunan badan jalan tol dengan melakukan penambahan perkuatan geotekstil dengan melakukan beberapa variasi dengan menggunakan aplikasi GeoSlope, yaitu variasi panjang geotekstil dan variasi jarak pemasangan vertikal geotekstil ,sehingga didapatkan angka aman yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.</p> Elang Lintang Permadi Anto Budi Listyawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 72 77 Bayesian Updating untuk Prediksi Settlement Konsolidasi menggunakan Indeks Kompresi dan Rasio Pori Probabilistik https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7222 <p>Prediksi settlement konsolidasi menggunakan persamaan Terzaghi secara konvensional dilakukan secara deterministik, padahal parameter utama indeks kompresi Cc dan rasio pori awal e0 mengandung ketidakpastian signifikan ketika diperoleh melalui korelasi empiris. Makalah ini menyajikan kerangka probabilistik berbasis pembaruan Bayesian untuk prediksi settlement konsolidasi. Distribusi prior kedua parameter diturunkan dari korelasi Skempton (1944) dengan memperlakukan batas cair (LL) sebagai variabel acak berdistribusi normal. Propagasi ketidakpastian dilakukan dengan metode first-order second-moment (FOSM) yang mempertimbangkan kovarians antar-parameter. Distribusi posterior diperoleh secara analitis menggunakan sifat konjugat Gaussian. Permasalahan dibatasi pada lempung terkonsolidasi normal (NC). Dua studi kasus pada lempung lunak di Jakarta dan Surabaya menunjukkan reduksi standar deviasi prediksi settlement sebesar 52-56% hanya dengan tiga hingga empat sampel oedometer, menegaskan nilai kuantitatif investigasi tanah dalam mengurangi risiko desain pondasi.</p> Ivindra Pane Rusandi Noor Ulwiyah Wahdah M. Liana Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 78 87 Pengolahan Data Curah Hujan memakai Metode Dekomposisi BEAST dan STL https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7223 <p>Curah hujan merupakan komponen penting dalam sistem hidrologi. Curah hujan dicatat dalam berbagai interval waktu. Data tersebut umumnya memiliki variasi yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan kecenderungan perubahan jangka panjang sulit diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan perubahan curah hujan memakai metode dekomposisi runtut waktu. Data yang digunakan berupa data runtut waktu hujan harian di Stasiun Tawangmangu tahun 1980-2025 yang diubah menjadi data hujan bulanan. Metode yang digunakan adalah Bayesian Estimator of Abrupt Change, Seasonality, and Trend (BEAST) dan Seasonal Trend Decomposition using Loess (STL). Metode dekomposisi tersebut dapat memisahkan komponen trend, musiman, dan residu dari data runtut waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu mendeteksi trend curah hujan. Metode BEAST memperlihatkan trend hujan bulanan meningkat dengan titik perubahan hujan bulanan pada 2016. Metode STL menghasilkan trend yang berfluktuasi, sehingga kecenderungan jangka panjang tidak terlihat jelas. Kedua metode menunjukkan pola musiman tahunan yang konsisten dengan residu acak. Berdasarkan hasil tersebut, metode BEAST lebih sesuai digunakan untuk mengidentifikasi trend curah hujan bulanan di Stasiun Tawangmangu tahun 1980-2025.</p> Ginanjar Dwi Prasetyo I Istiarto Vempi Satriya Adi Hendrawan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 88 94 Komparasi Simulasi Arus melalui Underwater Sill menggunakan Metode Karakteristik dan Dualsphysics dalam Rangka Memperkirakan Sedimentasi di Pelabuhan https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7224 <p>Sedimentasi merupakan tantangan besar bagi kolam pelabuhan, terutama pelabuhan yang terletak di muara sungai. Oleh karena itu perlu adanya sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah sedimentasi. Salah satu yang efektif untuk mengurangi sedimentasi adalah underwater sill (UWS). Namun, untuk pengaplikasian UWS diperlukan kajian dan pemodelan terlebih dahulu. Salah satu model yang cukup efektif untuk memodelkan aliran di UWS adalah metode karakteristik multi-layer (MKML). Untuk mengetahui keabsahan dari MKML, maka perlu verifikasi dari software DualSPHysics yang terbukti andal dalam pemodelan hidrodinamika. Verifikasi dilaksanakan tanpa UWS dan dengan UWS di tengah flume. Untuk pemodelan layout UWS hanya dilaksanakan di model MKML. Pola sedimentasi akan dianalisis berdasarkan pola arus di layout UWS. Dari hasil verifikasi model, dapat disimpulkan bahwa MKML terbukti andal dalam memodelkan hidrodinamika, baik kondisi tanpa maupun dengan UWS. Dari hasil analisis arus di pemodelan layout UWS, material sedimen dengan fall velocity tinggi akan tertahan di sisi luar UWS. Sisi terlindung UWS masih dimungkinkan mengalami sedimentasi, tetapi hanya material dengan fall velocity rendah saja. Apabila kecepatan jatuh (fall velocity) sedimen sangat rendah, kemungkinan akan keluar dari sistem UWS dan tidak terjadi sedimentasi di kolam pelabuhan.</p> Zihad Al Fattah Radianta Triatmadja B Benazir Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 95 103 Kajian Refleksi Gelombang pada Breakwater dengan Unit Lapis Lindung UH-Pod https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7225 <p>Pemecah gelombang (breakwater) merupakan struktur pantai yang berfungsi untuk mereduksi energi gelombang sehingga dapat melindungi kawasan pelabuhan dan wilayah pesisir dari kerusakan akibat gelombang laut. Salah satu parameter penting dalam evaluasi kinerja pemecah gelombang adalah koefisien refleksi gelombang yang menunjukkan besarnya energi gelombang yang dipantulkan kembali oleh struktur. Perkembangan teknologi struktur pantai mendorong penggunaan unit beton pracetak dengan bentuk khusus sebagai lapis lindung (armor layer), salah satunya adalah unit UH-Pod yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan disipasi energi gelombang melalui mekanisme interlocking antar unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik refleksi gelombang pada pemecah gelombang yang menggunakan lapis lindung UH-Pod. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan unit beton UH-Pod sebagai lapis lindung pemecah gelombang memberikan pengaruh terhadap karakteristik refleksi gelombang. Nilai koefisien refleksi yang diperoleh antara 0,07 hingga 0,50 sebesar 83% dari simulasi yang dilakukan, hal ini menunjukkan bahwa struktur pemecah gelombang dengan lapis lindung UH-Pod mampu mereduksi energi gelombang melalui mekanisme disipasi energi pada permukaan struktur. Bentuk geometri unit UH-Pod yang memiliki rongga dan sistem interlocking antar unit mampu meningkatkan disipasi energi gelombang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lapis lindung UH-Pod cukup efektif dalam mereduksi energi gelombang karena cukup kecil bagian yang direfleksikan.</p> R Rusmawati Muhammad Arsyad Thaha Riswal Karamma Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 104 109 Pemodelan Pengukuran Kepadatan Endapan Pasir pada Perairan Dangkal https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7226 <p>Penelitian ini menyusun model empiris untuk pengukuran kepadatan endapan pasir pada perairan dangkal menggunakan alat jatuh-bebas yang dirancang peneliti. Pengujian dilakukan pada tiga sampel pasir yang dikelompokkan berdasarkan ukuran D16, D50, dan D100. Setiap sampel diuji dengan beban 100 g dan tinggi jatuh tetap 40 cm, sedangkan respons yang diamati adalah kedalaman penetrasi batang uji pada kedalaman tertanam 0, 10, dan 15 cm pada posisi penetrasi tegak pada bidang miring. Pengujian awal dilakukan pada kondisi kering dengan 0, 10, dan 20 pukulan. Pengujian selanjutnya dilakukan pada media dalam kondisi jenuh air/terendam pada perairan dangkal selama 0-3 hari perendaman. Kepadatan dihitung dari massa sedimen dan volume model, lalu dikorelasikan dengan penetrasi rata-rata. Hasil menunjukkan bahwa perendaman menaikkan kepadatan dan menurunkan penetrasi. Kepadatan pasir ukuran 100 meningkat dari 1209,37kg/m3 menjadi 1317,26 kg/m3, ukuran D50 relatif stabil pada kisaran 1267,16-1272,31 kg/m3, dan ukuran D16 meningkat dari 1107,88 Kg/m3 menjadi 1148,00 kg/m3. Pendekatan empiric nilai kepadatan yang diperoleh adalah ρ = 1154,08 + 1,66S - 18,12δ dengan R² = 0,689. Model ini dapat digunakan sebagai kalibrasi awal pengukuran/pendekatan dalam menetukan kepadatan pasir pada perairan dangkal dengan alat sederhana dan tinggi jatuh konstan.</p> K Kasmawati Muhammad Arsyad Thaha Mukhsan Putra Hatta Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 110 116 Analisis Kondisi Hidro-Oseanografi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7227 <p>Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai parameter hidro-oseanografi seperti gelombang dan pasang surut. Pantai Galesong di Kabupaten Takalar memiliki peranan penting sebagai kawasan ekonomi dan wisata, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap kondisi hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang serta pola pasang surut di Pantai Galesong. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data angin dan pasang surut dari BMKG. Analisis gelombang dilakukan melalui perhitungan fetch dan peramalan gelombang, sedangkan analisis pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk menentukan konstanta harmonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gelombang dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin dominan, sedangkan tipe pasang surut di lokasi penelitian termasuk dalam kategori campuran. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.</p> Novi Julianti K Kasmawati Andi Makbul Syamsuri Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 117 126 Evaluasi Bangunan Pengolahan Air Asam Tambang Water Monitoring Point Site Kaltim Jaya Bara PT Harmoni Panca Utama https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7228 <p>Sistem pengolahan Air Asam Tambang (AAT) di Water Monitoring Point (WMP) Site Kaltim Jaya Bara (KJB), yang dikelola oleh PT Harmoni Panca Utama (HPU), bertujuan untuk menurunkan tingkat keasaman dan kandungan logam berat dalam air tambang sebelum dilepaskan ke lingkungan. AAT terbentuk akibat reaksi antara mineral sulfida dengan air dan oksigen dalam kegiatan penambangan terbuka, menghasilkan air dengan pH rendah dan kandungan logam terlarut tinggi. Tujuan evaluasi ini mencakup analisis kinerja sistem pengolahan AAT, efektivitas penyehatan lingkungan tambang, kesesuaian terhadap standar lingkungan, serta inovasi dan perbaikan teknis. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Proses pengolahan mencakup penampungan air, netralisasi menggunakan kapur, pengendapan logam berat, serta pemantauan rutin kualitas air. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan pH dari 3,5 menjadi 6,2-6,5 dan menurunkan kadar TSS secara signifikan, memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri LHK No. P.68 / MENLHK / Setjen / Kum.1/8/2016. Sistem terbukti efektif namun tetap memerlukan pemeliharaan dan adaptasi terhadap kondisi lapangan yang dinamis.</p> Ari Ifan Prasetyo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 127 138 Analisis Gelombang pada Ujung Bangunan Breakwater di Pulau Gusung https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7229 <p>Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi gelombang laut, angin, dan morfologi pantai. Salah satu struktur pelindung pantai yang umum digunakan adalah breakwater yang berfungsi meredam energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi gelombang da n panjang gelombang serta menentukan koefisien difraksi gelombang pada ujung bangunan breakwater di Pulau Gusung. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data angin dan gelombang dari BMKG Maritim Paotere periode 2021-2025. Analisis dilakukan melalui perhitungan fetch efektif, tinggi gelombang, panjang gelombang, serta koefisien difraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi dan panjang gelombang berpengaruh signifikan terhadap pola difraksi di ujung breakwater, dimana semakin besar tinggi gelombang maka energi gelombang yang terdifraksi juga semakin besar. Nilai koefisien difraksi menunjukkan adanya reduksi energi gelombang pada daerah terlindung, namun tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi perairan di belakang bangunan.</p> Lisda Lisa Andi Makbul Syamsuri K Kasmawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 139 150 Analisis Drainase Perkotaan untuk Mendukung Kelancaran Fungsi Jalan Mayor Jenderal S. Parman di Samarinda Ulu https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7230 <p>Pertumbuhan kawasan perkotaan di Kota Samarinda menyebabkan peningkatan limpasan permukaan akibat perubahan tata guna lahan dan berkurangnya area resapan air. Salah satu ruas strategis yang terdampak adalah Jalan Mayor Jenderal S. Parman di Kecamatan Samarinda Ulu yang masih mengalami genangan saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi drainase eksisting, menghitung debit banjir rancangan, serta menentukan dimensi saluran drainase yang sesuai untuk mendukung kelancaran fungsi jalan. Metode penelitian menggunakan analisis hidrologi dan hidraulika melalui pendekatan metode rasional dan persamaan manning. Data curah hujan diperoleh dari tiga stasiun meteorologi selama periode 2015-2024. Hasil analisis menunjukkan debit banjir rancangan sebesar 1,595 m³/detik dengan periode ulang 50 tahun dan intensitas hujan 153,32 mm/jam. Berdasarkan hasil analisis hidraulika, dimensi saluran drainase yang direkomendasikan adalah 60 x 60 cm menggunakan material u-ditch. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas drainase diperlukan untuk mengurangi genangan serta meningkatkan pelayanan jalan di kawasan Samarinda Ulu.</p> Muhammad Agustiawan D Diyanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 151 159 Kajian Kerentanan Bangunan Sekolah di Kawasan Gambut Pesisir Berbasis Metode Rapid Visual Screening (RVS) Studi Kasus Kota Dumai https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7231 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif tingkat kerentanan bangunan sekolah di kawasan gambut pesisir Kota Dumai terhadap paparan banjir rob dan genangan, dengan menekankan interaksi antara faktor lingkungan dan karakteristik struktural bangunan. Kota Dumai memiliki kondisi geoteknik yang didominasi tanah gambut dengan daya dukung rendah (&lt;0,5 kg/cm²) serta pH asam (3-5), yang secara signifikan mempercepat degradasi material dan penurunan kinerja struktur. Pendekatan yang digunakan adalah Rapid Visual Screening (RVS) yang dimodifikasi dari FEMA P-154 melalui integrasi parameter lingkungan spesifik, seperti tinggi dan durasi genangan, kondisi tanah gambut, serta sistem drainase. Penilaian kerusakan mengacu pada klasifikasi Permen PUPR No.22 Tahun 2018. Studi ini dilakukan pada 10 bangunan sekolah dasar dan menengah yang merepresentasikan variasi kondisi gambut (dangkal hingga dalam), dengan dukungan data empiris BPBD Kota Dumai (2023-2024) terkait frekuensi dan karakteristik genangan rob. Hasil analisis menunjukkan bahwa 60% bangunan berada pada kategori kerentanan sedang, 30% rendah, dan 10% mendekati tinggi, dengan nilai rata-rata skor RVS sebesar 3,07. Temuan utama mengindikasikan bahwa kerentanan bangunan tidak hanya dipengaruhi oleh umur dan kualitas material, tetapi lebih dominan oleh faktor eksternal berupa frekuensi genangan rob, sifat kimia air gambut, serta fenomena penurunan diferensial pondasi akibat tanah jenuh air. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan pendekatan RVS berbasis lingkungan pesisir gambut yang mampu memberikan evaluasi cepat namun representatif terhadap kondisi kerentanan bangunan pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan prioritas rehabilitasi, penguatan struktur, serta perumusan kebijakan mitigasi bencana berbasis risiko pada kawasan pesisir dengan karakteristik serupa.</p> Fauzan Deni Afra Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 160 171 Analisis Risiko Keterlambatan Proyek Tahap Pra Konstruksi (Studi Kasus Jembatan Bengkalis Riau) https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7232 <p>Tahap pra-konstruksi merupakan fase kritis yang sering menyebabkan keterlambatan pada proyek infrastruktur berskala besar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko keterlambatan pada tahap pra-konstruksi Jembatan Bengkalis yang menghubungkan Pulau Bengkalis dengan daratan Sumatera. Metodologi yang digunakan adalah mixed-methods melalui survei kuesioner kepada 78 responden yang meliputi Pemerintah, Swasta, dan Ahli/Pakar/Akademisi/Masyarakat ahli untuk mendapatkan peringkat Relative Importance Index (RII) dan divalidasi melalui wawancara mendalam (In-Depth Interview) dengan pihak kementerian/lembaga terkait dan pakar kebijakan publik infrastruktur. Hasil penelitian mengidentifikasi 33 variabel risiko yang terbagi dalam 6 kelompok, dengan 17 variabel dikategorikan sebagai risiko dominan. Kelompok Risiko utama meliputi risiko ketersediaan dana, ketidakpastian politik/regulasi, kendala pembebasan lahan, dan kondisi diluar kendali (force majeure/unforeseen condition). Pendekatan mitigasi harus dilakukan secara terintegrasi atau tidak secara parsial. Penyusunan strategi mitigasi risiko secara terintegrasi (Integrated Risk Management) yang meliputi upaya penetapan kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN), regulasi pengadaan tanah (PP 19/2021 jo PP 39/2023), dan mekanisme penganggaran nasional.</p> Yuli Rahman Ari Sandhyavitri Alex Kurniawandy Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 172 183 Penerapan Value Engineering untuk Efisiensi Biaya Proyek https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7233 <p>PT. RBS merupakan penyedia jasa proyek konstruksi yang beralamat di Pasar Kliwon Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi elemen-elemen pekerjaan dasar proyek konstruksi dengan diagram FAST, mengidentifikasi prioritas value proyek menurut calon konsumen dengan uji statistik, dan mengetahui besar reduksi Rencana Anggaran Biaya (RAB) setelah proses value engineering dalam penelitian ini. Penelitian dengan diagram FAST melalui proses brainstorming menghasilkan elemen-elemen pekerjaan dasar proyek konstruksi yang tidak boleh dihilangkan atau diminimalkan. Dengan bantuan SPSS, dilakukan identifikasi prioritas value proyek dari data kuisioner, menurut calon konsumen dengan urutan paling tinggi adalah kelancaran progress sesuai jadwal, kelancaran komunikasi antar stakeholder, sistem pembayaran, proses administrasi, kualitas kekuatan konstruksi, nilai estetika konstruksi, kemudian perencanaan biaya paling rendah. Setelah didapat elemen-elemen pekerjaan dasar dan urutan value tersebut dilakukan perhitungan ulang dari RAB standar awal dari proyek PT. RBS, dari revisi RAB dihasilkan reduksi biaya sampai dengan 27,5% dari RAB standar awal sebelum dilakukan value engineering. Selain reduksi biaya juga dilakukan improvisasi hubungan kontraktor dan konsumen agar berkomitmen pada kesepakatan awal sebelum proyek dimulai agar tidak ada pihak yang dirugikan.</p> Mila Faila Sufa Awan Bagus Wijanarko Siti Nandiroh Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 184 193 Rasio Kebutuhan Besi Tulangan dan Bekisting pada Pekerjaan Struktur Beton Bertulang Gedung 2 Lantai https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7234 <p>Akurasi estimasi biaya pekerjaan struktur beton bertulang akan tergantung pada akurasi estimasi volume pekerjaan besi tulangan, bekisting, dan beton. Pada tahap perencanaan awal, untuk dapat melakukan estimasi secara cepat, akurat, dan wajar, dibutuhkan parameter berupa angka rasio yang akan digunakan untuk memprediksi kebutuhan besi tulangan dan bekisting. Penelitian ini bertujuan memperoleh angka rasio kebutuhan berat besi tulangan dan luas bekisting terhadap volume beton pada setiap elemen pekerjaan struktur beton bertulang bangunan gedung 2 lantai. Analisis dilakukan pada tahapan perancangan dan perencanaan dengan menggunakan data berupa dokumen Detailed Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BoQ) dari tiga proyek pembangunan gedung 2 lantai. Rasio dihitung dengan membandingkan total berat besi dan total luas bekisting terhadap total volume beton pada setiap jenis kelompok pekerjaan struktur beton bertulang. Berdasarkan hasil analisis pada tiga proyek pembangunan gedung tersebut, diperoleh rasio berat besi tulangan terbesar ada pada pekerjaan balok lantai 2 dengan nilai 256,87 kg/m3, dan rasio terkecil ada pada pekerjaan fondasi dengan nilai 104,46 kg/m3. Sedangkan rasio luas bekisting terbesar ada pada pekerjaan kolom lantai 2 dengan nilai 12,59 m2/m3, dan rasio terkecil ada pada pekerjaan fondasi dengan nilai 2,89 m2/m3.</p> Ferianto Raharjo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 194 199 Identifikasi Skala Prioritas Pekerjaan Konstruksi Jalan di Kabupaten Kampar Dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting) https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7240 <p>Pada Tahun Anggaran 2024, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kampar merencanakan sebanyak 40 paket pekerjaan perkerasan jalan. Namun, akibat keterbatasan anggaran, hanya 14 paket yang dapat direalisasikan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan total anggaran sebesar Rp 3,12 miliar dari kebutuhan sebesar Rp55,33 miliar atau sekitar 5,66%. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan dan ketersediaan anggaran, sehingga diperlukan suatu metode untuk menentukan skala prioritas pembangunan yang tepat agar pelaksanaan program lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam sistem pendukung keputusan guna menentukan prioritas pekerjaan konstruksi perkerasan jalan di Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Metode SAW digunakan untuk melakukan proses normalisasi dan pembobotan terhadap setiap alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas utama adalah P.1 (Perkerasan Jalan Poros Desa Hangtuah-Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja) dengan nilai tertinggi, diikuti oleh P.36 (Perkerasan Jalan Sei Maki Desa Kuok), dan alternatif lainnya. Dengan demikian, metode SAW terbukti mampu memberikan rekomendasi prioritas yang objektif dan sistematis dalam pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur jalan.</p> Rahmita Zerisa Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 200 211 Analisis Efektivitas Penggunaan Bekisting Kayu dan Baja pada Pekerjaan Capping Beam Proyek Rehabilitasi Saluran Induk Tarum Utara (Bendung Leuweung Seureuh-BTUB 26) Karawang, Jawa Barat oleh Kontraktor Pelaksana PT. Brantas Abipraya (Persero) https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7241 <p>Capping beam merupakan elemen struktur beton bertulang yang berfungsi sebagai pengikat antar elemen pondasi sehingga membentuk satu kesatuan struktur yang stabil. Dalam pelaksanaan pekerjaan capping beam, sistem bekisting memiliki peranan penting dalam menentukan efektivitas pekerjaan dari segi waktu, biaya, serta kualitas hasil beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan bekisting kayu dan bekisting baja pada pekerjaan capping beam berdasarkan ketiga aspek tersebut. Penelitian dilakukan pada proyek rehabilitasi saluran induk Tarum Utara segmen Bendung Leuweung Seureuh hingga BTUB 26 di Kabupaten Karawang yang dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya (Persero). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data observasi lapangan, siklus pengecoran, kurva S pekerjaan, serta data anggaran dari subkontraktor pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekisting baja lebih efektif dibandingkan bekisting kayu karena mampu mempercepat waktu pelaksanaan, lebih efisien dalam penggunaan biaya secara berulang, serta menghasilkan kualitas permukaan beton yang lebih halus dan presisi.</p> Nunung Adi Widiyatmoko Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 212 221 Penerapan Model Transportasi untuk Optimasi Biaya Alokasi Material pada Proyek Konstruksi Jalan https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7242 <p>Alokasi material pada proyek konstruksi jalan merupakan salah satu komponen biaya terbesar yang sering belum optimal akibat penggunaan metode konvensional. Oleh karena itu perlu adanya model transportasi untuk efisiensi biaya alokasi material. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya minimum dan menentukan pola alokasi material agregat kelas A. Metode yang digunakan adalah model transportasi seimbang dengan North West Corner Rule (NWCR) sebagai solusi awal, method of multipliers untuk menguji optimalitas dan Loop Construction untuk memperoleh solusi optimal yaitu memperbaiki alokasi hingga tercapai biaya minimum. Data yang dianalisis meliputi volume kebutuhan material, kapasitas sumber, dan biaya transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu menurunkan biaya distribusi material. Biaya alokasi material agregat kelas A mengalami penurunan biaya sebesar Rp. 34.671.000,- dengan efisiensi 0,607%. Dengan demikian, penerapan model transportasi efektif dalam mengoptimalkan alokasi material. Sebagai rekomendasi, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan alokasi material untuk meningkatkan efisiensi biaya proyek.</p> Suriati Abd. Muin Suharman Hamzah Muhammad Asad Abdurrahman Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 222 233 Pemetaan Bibliometrik Penelitian BIM 5D dalam Estimasi Biaya Proyek Gedung https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7243 <p>Permasalahan pembengkakan biaya dalam proyek konstruksi mendorong perlunya pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan akurasi estimasi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan penggunaan BIM 5D pada estimasi biaya konstruksi proyek gedung melalui analisis bibliometrik. Metode yang digunakan adalah bibliometrik dengan bantuan VOSviewer terhadap publikasi yang bersumber dari Scopus pada rentang 2020-2026, dengan fokus pada topik BIM 5D dan estimasi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terkait didominasi oleh jurnal Lecture Notes in Civil Engineering, Buildings, Aip Conference Proceedings, Sustainability (Switzerland), dan Automation in Construction. Peneliti yang paling berpengaruh antara lain Hussain, Osama A. I., Moehler, Robert C., dan Walsh, Stuart D. C. Kata kunci yang paling sering muncul meliputi Architectural Design, Building Information Modelling, Project Management, dan Cost Estimating. Temuan ini menunjukkan bahwa BIM 5D masih menjadi topik yang relevan dan potensial dalam mendukung estimasi biaya yang lebih akurat, efisien, dan terintegrasi dalam proyek konstruksi gedung.</p> Alfonsus Vico Santosa Andreas Stiven Wibowo H Hermawan Jati Utomo Dwi Hatmoko Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 234 242 Evaluasi Pelaksanaan Dan Produktivitas Alat-Alat Berat Terhadap Waktu Pelaksanaan Proyek Pembangunan Jalan Ruas Prambanan-Gayamharjo Segmen B6 Tahun Anggaran 2024 https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7244 <p>Pelaksanaan proyek Jalan Ruas Prambanan-Gayamharjo segmen B6 belum sesuai rencana, dengan deviasi pada pekerjaan galian 21%, timbunan -22%, struktur beton 16%, dan lapis fondasi agregat kelas A -30%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian rencana dan realisasi serta menganalisis produktivitas alat berat di lapangan. Metode yang digunakan berupa analisis data primer dan sekunder dengan membandingkan produktivitas rencana dan aktual serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi. Hasil menunjukkan produktivitas aktual lebih rendah akibat kondisi medan, cuaca, dan waktu kerja yang kurang efektif. Optimalisasi penggunaan dan kombinasi alat berat serta peningkatan manajemen pelaksanaan diperlukan agar progres pekerjaan dapat ditingkatkan dan target proyek tetap tercapai.</p> Nugroho Wisudawantoro Muhammad Nur Sahid Tsulis Iqbal Khairul Amar Budi Priyanto Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 243 253 Kajian Kebutuhan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Perencanaan Investasi Pembangunan Ruko https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7245 <p>Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Grogol, merupakan kawasan strategis yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan ruko, namun belum didukung oleh kajian kelayakan investasi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pasar ruko, menghitung total rencana anggaran biaya investasi, serta menilai kelayakan ekonomi pembangunan ruko di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara, serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis kebutuhan pasar dilakukan menggunakan uji kecukupan data, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Kajian ekonomi dianalisis menggunakan indikator NPV, IRR, PP, ROI, BEP, BCR, dan IP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pasar ruko didominasi oleh ruko tipe 1 (150/75 m²) sebesar 70% dan tipe 2 (288/96 m²) sebesar 30%. Total biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan kawasan ruko sebesar Rp15.501.492.267,31. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan nilai NPV sebesar Rp1.414.311.729,40 yang bernilai positif, IRR sebesar 18,33% per tahun, PP selama 23,72 bulan, dan ROI sebesar 48,89% per tahun. Titik impas proyek tercapai pada penjualan 11 unit ruko, dengan BCR sebesar 1,10 serta IP sebesar 1,08-1,10 yang lebih besar dari satu. Berdasarkan seluruh indikator tersebut, proyek pembangunan ruko di Kelurahan Pandeyan dinyatakan layak dan menguntungkan secara finansial serta direkomendasikan untuk direalisasikan.</p> Muhammad Syamsuddin Allamsyah Muh. Nur Sahid Budi Priyanto Tsulis Iqbal Khairul Amar Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 254 264 Analisis Kapasitas Lentur Pelat Pracetak dan Implikasinya terhadap Kinerja Sambungan Pelat-Balok https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7246 <p>Sambungan memegang peranan penting dalam kinerja struktural sistem beton pracetak, karena sambungan berfungsi mentransfer gaya geser, momen lentur, dan gaya aksial antar elemen struktur. Perilaku sambungan sangat dipengaruhi oleh kekuatan dan kekakuannya. Penelitian ini merupakan studi analitik numerik yang bertujuan untuk menganalisis kapasitas lentur pelat beton pracetak serta mengevaluasi implikasinya terhadap kinerja sambungan pelat balok. Analisis dilakukan untuk memperoleh kapasitas momen nominal dan kapasitas beban layan pelat. Selain itu, kapasitas geser sambungan dianalisis menggunakan tiga pendekatan, yaitu Japan Society of Civil Engineers (2017), American Association of State Highway and Transportation Officials (2020), dan fib Model Code 2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelat memiliki kapasitas momen rencana sebesar 9,16 kNm dan kapasitas beban hidup sebesar 2,6 kN/m². Nilai tersebut memenuhi hanya memenuhi kebutuhan untuk bangunan rumah tinggal. Kapasitas geser sambungan yang diperoleh sebesar 18,55 kN, 28,47 kN, dan 50,7 kN, seluruhnya lebih besar dari gaya geser ultimit sebesar 9,16 kN, sehingga secara teoritis aman terhadap kegagalan geser global. Namun, keterbatasan kapasitas lentur pelat berpotensi meningkatkan risiko retak awal dan menurunkan kekakuan sistem, sehingga mengurangi efektivitas transfer momen pada sambungan. Hasil ini menegaskan pentingnya desain terintegrasi guna mencapai kinerja struktur yang aman dan optimal.</p> Sartika Dewi Usman Rudy Djamaluddin F Fakhruddin Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 265 274 Pengembangan Paving Block untuk Jalan Usaha Tani menggunakan Bottom Ash Residu Pembakaran Sampah Domestik https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7247 <p>Peningkatan volume sampah domestik mendorong pemanfaatan residu pengolahan, salah satunya bottom ash dari proses insinerasi sampah padat perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paving block untuk jalan usaha tani dengan memanfaatkan bottom ash tersebut sebagai substitusi agregat halus sebesar 30%, dan 50%, dengan perbandingan semen dan pasir 1:3. Pengujian meliputi kuat tekan dan daya serap air mengacu pada SNI 03-0691-1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar bottom ash menyebabkan kenaikan daya serap air dari 2,61% menjadi 17,86% serta penurunan kuat tekan dari 27,83 MPa menjadi sekitar 10,76 MPa. Variasi tanpa bottom ash menghasilkan mutu terbaik (mutu B), sedangkan variasi 30% dan 50% masih memenuhi mutu D. Peningkatan daya serap air dan penurunan kuat tekan dipengaruhi oleh tingginya porositas material akibat penggunaan bottom ash tanpa perlakuan awal. Meskipun demikian, bottom ash tetap berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif untuk paving block pada jalan usaha tani dengan beban ringan, terutama untuk aplikasi non-struktural. Namun, karakteristiknya yang masih memiliki porositas tinggi dan potensi kandungan kontaminan menyebabkan kinerjanya belum stabil. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan perlunya penerapan perlakuan awal pada bottom ash yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi kinerja material bottom ash sebelum digunakan.</p> Nur Khotimah Handayani Alfia Magfirona Angger Adi Bastian M. Rizki Faisal Fadhillah Nabil Belantara Kusuma Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 275 281 Studi Eksperimental Pemanfaatan Abu Bonggol Jagung sebagai Substitusi Fly Ash pada Beton Geopolimer terhadap Kinerja Kuat Lentur https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7248 <p>Beton geopolimer merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang dikembangkan sebagai alternatif pengganti beton berbasis semen Portland untuk mengurangi dampak emisi karbon dioksida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku kuat lentur beton geopolimer berbasis fly ash dengan substitusi abu bonggol jagung (ABJ). Variasi persentase substitusi ABJ sebesar 0%, 1%, 3%, dan 5% serta tingkat kehalusan lolos saringan No. 200 dan No. 300. Alkali aktivator yang digunakan adalah natrium hidroksida (NaOH) 14 molar dengan perbandingan NaOH : Natrium silikat (Na₂SiO₃) sebesar 1:3. Proses perawatan benda uji dilakukan menggunakan steam curing dan suhu ruang hingga umur 28 hari.<br>Hasil penelitian menunjukkan substitusi ABJ mampu meningkatkan nilai kuat lentur secara signifikan, terutama pada persentase substitusi yang lebih tinggi dan tingkat kehalusan yang lebih halus. Nilai kuat lentur optimum diperoleh pada variasi 5% ABJ lolos saringan No. 300 sebesar 5,22 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan persentase dan kehalusan partikel ABJ berperan penting dalam meningkatkan kepadatan dan kinerja mekanik beton geopolimer. Dengan demikian, abu bonggol jagung berpotensi sebagai material alternatif ramah lingkungan dalam pengembangan beton geopolimer.</p> Muhammad Ujianto Raihan Fajar Aji Santiko Budi Setiawan Abdul Rohman Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 282 288 Kajian Literatur Sistematis tentang Penerapan Konsep Green Building pada Proyek Gedung Bertingkat di Negara Berkembang https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7249 <p>Kajian terdahulu mengenai green building di negara berkembang masih bersifat parsial dan terbatas secara regional, sehingga sintesis lintas kawasan yang komprehensif belum tersedia. Penelitian ini hadir sebagai kajian literatur sistematis pertama yang mensintesis penerapan konsep green building pada gedung bertingkat di negara berkembang secara lintas kawasan, sebagai kontribusi orisinal dalam bidang konstruksi berkelanjutan. Sektor bangunan berkontribusi 34 persen terhadap konsumsi energi global dan 37 persen emisi CO₂ dunia, menjadikan implementasi green building pada gedung bertingkat sebagai agenda strategis mendesak. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berprotokol PRISMA melalui penelusuran Scopus dan Web of Science dengan operator Boolean. Dari 309 artikel teridentifikasi, sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) mampu menekan emisi karbon operasional hingga 61,1% pada gedung tropis. Biaya awal tinggi, lemahnya regulasi, dan keterbatasan kapasitas teknis merupakan hambatan dominan, sedangkan insentif fiskal dan edukasi pemangku kepentingan menjadi pendorong utama. Kombinasi pajak lingkungan, subsidi hijau, dan perdagangan karbon terbukti paling efektif. Penelitian ini merekomendasikan adaptasi sertifikasi berbasis iklim lokal, penguatan regulasi nasional, dan kolaborasi lintas sektor demi percepatan adopsi green building di negara berkembang.</p> Akbar Gusnur Kurniaji Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 289 298 Evaluasi Literatur: Strategi Proteksi Ganda pada Mortar Self-Healing melalui Kombinasi Abu Cangkang Kerang dan Bahan Tambah Kristalin pada Lingkungan Asam https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7250 <p>Kerusakan infrastruktur akibat lingkungan asam merupakan tantangan besar bagi durabilitas mortar, terutama pada wilayah dengan kondisi tanah ekstrem seperti lahan gambut. Teknologi pemulihan mandiri (self-healing) menjadi inovasi penting untuk mengatasi retak mikro tanpa biaya pemeliharaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi proteksi ganda melalui penggunaan limbah abu cangkang kerang dan bahan tambah kristalin sebagai agen pemulih mandiri pada mortar di lingkungan asam. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap naskah ilmiah bereputasi dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa abu cangkang kerang memiliki kandungan kalsium oksida tinggi yang berfungsi sebagai penyedia ion kalsium eksternal, sementara bahan tambah kristalin berperan sebagai katalisator pembentuk kristal kalsium silikat hidrat yang stabil dan resistan terhadap disolusi asam. Sinergi kedua bahan ini mampu menutup retak mikro secara efektif dan meningkatkan kerapatan matriks mortar sehingga menghambat penetrasi ion hidrogen (H+) yang agresif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi material lokal dan agen kristalin memberikan mekanisme perlindungan ganda yang secara signifikan meningkatkan ketahanan jangka panjang mortar pada kondisi pH rendah. Tinjauan ini memberikan landasan teoretis bagi pengembangan material konstruksi berkelanjutan yang tahan terhadap serangan kimia ekstrem.</p> Charla Putri Balqis Monita Olivia Gunawan Wibisono Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 299 305 Potensi Abu Cangkang Kerang Lokan dan Crystalline Admixture sebagai Agen Self-Healing pada Mortar: Narrative Review https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7251 <p>Mortar merupakan material yang sangat rentan mengalami keretakan mikro maupun makro. Keretakan ini menjadi jalan masuknya zat agresif seperti klorida dan sulfat yang dapat memicu korosi tulangan dan menurunkan durabilitas struktur secara signifikan. Salah satu solusi inovatif sekaligus ramah lingkungan untuk mengatasi masalah degradasi ini adalah pemanfaatan teknologi self-healing yang memungkinkan mortar memperbaiki dirinya secara mandiri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur secara komprehensif mengenai potensi penggabungan abu cangkang kerang lokan (Geloina erosa) sebagai material lokal yang melimpah dan crystalline admixture sebagai agen self-healing. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dari berbagai publikasi jurnal terdahulu. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa abu cangkang kerang lokan, yang kaya akan senyawa kalsium, berfungsi sangat baik sebagai micro-filler dan donor kalsium reaktif yang mendukung kelangsungan reaksi hidrasi lanjutan. Sementara itu, crystalline admixture berperan esensial sebagai pemacu reaksi kimia yang membentuk endapan kristal penutup pori secara cepat saat terpapar kelembaban. Gabungan dari kedua material ini, khususnya jika diaplikasikan pada lingkungan dinamis bersiklus basah-kering, secara teoritis mampu menyegel celah retakan secara optimal, persisten, dan stabil. Kesimpulannya, sinergi kedua agen ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi mortar infrastruktur yang lebih awet, kedap air, dan berkelanjutan.</p> R Rahmadani Monita Olivia Gunawan Wibisono Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 306 312 Analisis Kekuatan Pelat Beton Precast dengan Menggunakan Kombinasi Beton Ringan dengan Foam Agent 3% dan Beton Normal https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7252 <p>Seperti diketahui, beban gempa yang bekerja pada struktur berbanding lurus dengan berat struktur. Untuk itu, pada beberapa dasawarsa terakhir, dikembangkan penggunaan elemen struktur dengan berat sendiri lebih ringan, seperti penggunaan beton ringan pada sistem pelat lantai. Didasari pemikiran tersebut, penelitian ini dilakukan dengan membuat pelat lantai kombinasi beton normal dengan beton ringan. Beton ringan dibuat dengan mencampurkan foam agent pada beton dengan prosentase 3 %. Benda uji berupa pelat dengan ukuran 125 x 40 x10 cm sebanyak 6 dengan rincian; (i) 3 benda uji PBFA dari full beton ringan, (ii) 3 benda uji PBNFA berupa kombinasi beton ringan dengan beton normal. Beton normal direncanakan memiliki mutu rencana 25 MPa pada umur 28 hari. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian lentur. Hasil penelitian menunjukkan kuat-tekan beton normal diperoleh sebesar 25,408 MPa, dan beton ringan sebesar 12,534 MPa. Kekakuan pelat beton PBFA sebesar 221,9 N/mm dan PBNFA sebesar 340,4 N/mm. Kuat lentur pelat beton PBFA sebesar 0,935 kNm dan PBNFA sebesar 1.390 kNm. Dengan kuat lentur tersebut, diperoleh beban hidup maksimum yang mampu ditahan pelat beton PBFA sebesar 1,298 kN/m2 dan PBNFA sebesar 2,439 kN/m2. Hasil ini menunjukkan, pelat lantai ini cocok digunakan pada lantai gedung dengan beban hidup minimum 2,40 kN/m2.</p> Abdul Rochman Yenny Nurchasanah Muhammad Ujianto Athoilah Shohibul Fikri Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 313 322 Pengaruh Variasi Pemakaian Metakaolin sebagai Pengganti Sebagian Semen terhadap Sifat Mekanis Beton SCC dengan Penambahan Fly Ash https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7253 <p>Kemajuan dalam material konstruksi menuntut inovasi di bidang beton, yang menggabungkan umur panjang, efisiensi, dan pertimbangan lingkungan, salah satunya adalah beton memadat mandiri (SCC), yang dapat memadatkan sendiri tanpa getaran, adalah salah satu kemajuan tersebut. Studi ini menganalisis dampak kandungan fly ash dan metakaolin terhadap sifat mekanik SCC, khususnya modulus elastisitas dan kekuatan tekannya. Penggunaan fly ash dan metakaolin sebagai alternatif pengganti semen dalam beton SCC diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan kerja beton segar, sehingga mempermudah aliran beton tanpa segregasi dan meningkatkan kekuatan tekannya. Fly ash dimasukkan dengan kadar tetap 20% berat semen, sedangkan metakaolin ditambahkan dalam variasi 2%, 3%, dan 4%. Uji kuat tekan, dan modulus elastisitas, dilakukan pada beton berumur 28 hari. Hasil penelitian ini didapatkan penambahan metakaolin dan fly ash ke dalam beton meningkatkan kekuatan tekannya hingga 38,3 MPa, untuk kombinasi 4% metakaolin dan 20% fly ash. Peningkatan modulus elastisitas dikaitkan dengan peningkatan kekuatan tekan. Singkatnya, kombinasi 4% metakaolin dan 20% fly ash memberikan kinerja mekanik yang baik sekaligus selaras dengan pendekatan ramah lingkungan dalam konstruksi.</p> Abdullah Azhar Anas Mochamad Solikin Abdul Rochman Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 323 331 Pengaruh Variasi Pemakaian Fly Ash sebagai Pengganti Sebagian Semen terhadap Sifat Mekanis Beton SCC dengan Penambahan Metakaolin https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7254 <p>Inovasi beton yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga efektif dan ramah lingkungan diperlukan untuk kemajuan teknologi material konstruksi. Beton Memadat Mandiri (SCC), beton yang dapat memadat sendiri tanpa getaran, adalah salah satu penemuan tersebut. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji bagaimana perubahan abu terbang (fly ash) dan metakaolin memengaruhi karakteristik mekanis SCC, yaitu modulus elastisitas dan kuat tekannya. Penggunaan abu terbang dan metakaolin diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kerja campuran segar, sehingga beton dapat mengalir lebih lancar tanpa segregasi dan meningkatkan kuat tekannya. Metakaolin ditambahkan dengan persentase tetap 3% dari berat semen, dengan variasi abu terbang sebesar 20%, 30%, dan 40%. Uji kuat tekan, dan modulus elastisitas dilakukan pada beton berumur 28 hari. Berdasarkan studi ini, penambahan abu terbang dan metakaolin pada beton dapat meningkatkan kuat tekannya hingga 39,5 MPa pada variasi 40% abu terbang dan 3% metakaolin. Nilai modulus elastisitas cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya kuat tekan beton. Kesimpulannya, kombinasi 40% abu terbang dan 3% metakaolin menghasilkan performa mekanik tertinggi, serta mendukung prinsip konstruksi berkelanjutan.</p> Vigi Pratama Mochamad Solikin Abdul Rochman Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 332 339 Green Concrete berbasis Limbah Organik: Tinjauan Penggunaan Abu Ampas Kopi dan Abu Kotoran Sapi sebagai Substitusi Semen https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7255 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan abu ampas kopi dan abu kotoran sapi sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton ramah lingkungan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya emisi karbon dari produksi semen serta meningkatnya jumlah limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Metode yang digunakan berupa studi literatur sistematis dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah dari database Scopus, Google Scholar, dan ResearchGate. Parameter yang dianalisis meliputi persentase substitusi, kuat tekan beton, serta karakteristik kimia material. Hasil kajian menunjukkan bahwa abu ampas kopi memiliki sifat pozzolanik yang mampu meningkatkan kepadatan mikrostruktur beton pada kadar substitusi rendah, namun cenderung menurunkan performa mekanis apabila digunakan dalam jumlah berlebih akibat meningkatnya porositas campuran. Sementara itu, abu kotoran sapi menunjukkan performa yang lebih stabil dalam mempertahankan kuat tekan beton pada variasi substitusi menengah karena kandungan mineralnya yang mendukung proses hidrasi semen. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi kedua material berpotensi memberikan efek sinergis melalui interaksi kandungan silika dari abu ampas kopi dan kalsium dari abu kotoran sapi. Selain memberikan manfaat teknis, pemanfaatan kedua limbah organik tersebut turut berkontribusi terhadap pengurangan pencemaran lingkungan, penurunan emisi karbon, serta peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Dengan demikian, abu ampas kopi dan abu kotoran sapi berpotensi menjadi alternatif material yang mendukung pengembangan beton ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p> Hanif Nasrullah Muhammad Rafiul Ilmi Calvin Alifianto Fayzaki Dwi Nugroho Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 340 345 Kajian Kinerja Mekanis Limbah Kaca sebagai Substitusi Parsial Agregat Halus untuk Inovasi Beton Berkelanjutan https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7256 <p>Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan terhadap tekanan yang tinggi, namun penggunaannya secara masif berdampak pada peningkatan eksploitasi sumber daya alam dan limbah lingkungan. Salah satu limbah yang berpotensi dimanfaatkan adalah limbah kaca yang jumlahnya terus meningkat dan sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah kaca sebagai substitusi agregat halus dalam campuran beton ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah kaca memiliki kandungan silika yang tinggi dan karakteristik fisik yang menyerupai agregat halus, sehingga dapat digunakan sebagai bahan substitusi dalam campuran beton. Penggunaan limbah kaca pada persentase tertentu mampu meningkatkan kekuatan tekan beton, namun perlu diperhatikan potensi reaksi alkali-silika yang dapat mempengaruhi durabilitas. Kesimpulannya, limbah kaca memiliki potensi sebagai alternatif material ramah lingkungan dalam beton, serta dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan jika dimanfaatkan secara optimal.</p> Oktora Ivandro Muhammad Fandy Hakim Savero Minerva Yumna Zharifah Vira Julang Wibawa Sakti Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 346 351 Evaluasi Struktur Kolom dan Balok Rumah Sakit Berumur 10 Tahun dan Strategi Pemeliharaan pada Bangunan Eksisting berbasis Klasifikasi Mutu https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7257 <p>Mengetahui kondisi struktur beton bertulang sangat penting dalam menjamin keamanan dan keberlanjutan fungsi bangunan eksisting. Penelitian ini bertujuan menilai mutu beton pada bangunan rumah sakit berusia lebih dari 10 tahun menggunakan metode Rebound Hammer (RH) sebagai teknik pengujian non-destruktif. Pengujian dilakukan pada elemen kolom dan balok di empat lantai untuk mengetahui estimasi kuat tekan beton dan menentukan strategi pemeliharaan berdasarkan klasifikasi mutu. Evaluasi kondisi beton dilakukan dengan metode Rebound Hammer (RH). Pada Lantai 1, titik uji L1C1 menunjukkan mutu beton yang baik, dengan nilai RH sebesar 42,0 serta estimasi kuat tekan didapat 35,4 MPa. Pada Lantai 2, hasil pengujian pada area balok adanya variasi mutu beton yang diperoleh. Titik L2C2 tercatat dengan nilai RH sebesar 40,6 dan estimasi kuat tekan 33,9 MPa. Hasil evaluasi di Lantai 3 mengindikasikan bahwa mutu beton, dalam batas aman, menunjukkan tren penurunan. Titik uji L3C3 dan di lantai 4 L4C4 memiliki nilai RH masing-masing sebesar 41.8 dan 40.8 dengan estimasi kuat tekan (MPa) titik L3C3 35.3 Mpa, L4C4 34.2 Mpa. Hasil pengujian menunjukkan nilai kuat tekan beton berkisar antara 33,8 MPa hingga 35,4 MPa, dengan klasifikasi mutu dominan berada pada kategori Baik (Good). Beberapa retakan minor terdeteksi secara visual, terutama pada sambungan balok-kolom. Berdasarkan hasil tersebut, disusun rekomendasi pemeliharaan berupa inspeksi berkala, perbaikan ringan, dan pelapisan ulang permukaan. Pendekatan berbasis klasifikasi mutu ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi dalam perencanaan program pemeliharaan berbasis kondisi dan berkontribusi terhadap keberlanjutan serta keselamatan struktur bangunan.</p> F Ferdika Fauzan Deni Afra Gandung Rahmadi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 352 359 Kajian Eco-Concrete Development dengan Eggshell Waste dan Granite dalam Perspektif Material Substitusi https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7258 <p>Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan. Namun, produksinya berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan akibat tingginya emisi karbon dari penggunaan semen. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pemanfaatan limbah material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Artikel ini berfokus untuk meninjau potensi limbah eggshell (cangkang telur) dan limbah Granite (granit) sebagai material substitusi dalam campuran beton. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai penelitian terkait penggunaan kedua limbah tersebut dalam campuran beton. Hasil tinjauan jurnal menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah cangkang telur mampu mempertahankan, bahkan pada kondisi tertentu meningkatkan, sifat mekanik beton karena kandungan kalsium karbonat yang tinggi. Berdasarkan penelitian yang ditinjau, diperoleh pada variasi sekitar 4,5% eggshell sebagai substitusi sebagian semen, beton umur 28 hari mampu mencapai kuat tekan sebesar 20,3 MPa, sehingga berpotensi dimanfaatkan secara praktis oleh masyarakat. Sementara itu, penggunaan limbah granit sebagai substitusi agregat kasar menunjukkan kecenderungan menurunkan kuat tekan beton dibandingkan beton normal. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada beton dengan penambahan limbah granit 10% yaitu sebesar 45,25 MPa, lebih rendah 9,14 % dari kuat tekan beton tanpa granit. Penggunaan kedua material tersebut menunjukkan adanya pengaruh terhadap kuat tekan beton serta berpotensi mengurangi dampak lingkungan melalui pemanfaatan limbah sebagai material substitusi. Oleh karena itu, limbah cangkang telur dan granit dapat dipertimbangkan dalam pengembangan eco-concrete yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p> Adinda Tila Armina Khafidho Takhassunan Gaieza Salsabila Ramadhani Eva Hana Safitri Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 360 369 Scoping Review Perencanaan Struktur Baja pada Bangunan Bertingkat untuk Strategi Peningkatan Kekuatan dan Efisiensi Konstruksi https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7259 <p>Pertumbuhan kota yang pesat meningkatkan kebutuhan akan bangunan bertingkat sebagai solusi keterbatasan lahan. Dalam kondisi ini, pemilihan material konstruksi menjadi penting untuk menjamin kekuatan, keamanan, dan efisiensi. Baja merupakan salah satu material yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tinggi, daktilitas yang baik, serta rasio kekuatan terhadap berat yang besar. Namun, penggunaannya tetap memerlukan perencanaan yang tepat agar kinerja struktur dan efisiensi biaya serta waktu dapat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik baja terhadap kinerja struktur bangunan bertingkat dan efisiensi penggunaannya. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis berdasarkan standar SNI. Evaluasi juga dilakukan terhadap respon struktur akibat kombinasi beban seperti beban mati, hidup, angin, dan gempa. Hasil menunjukkan bahwa baja mampu meningkatkan kinerja struktur, terutama dalam menahan beban lateral seperti gempa karena sifat daktilitasnya. Selain itu, bobotnya yang ringan dapat mengurangi beban total bangunan dan mempercepat waktu konstruksi. Namun, kelemahannya adalah biaya awal yang lebih tinggi serta potensi korosi. Secara keseluruhan, struktur baja efektif digunakan karena mampu menyeimbangkan kekuatan, efisiensi waktu, dan kinerja, dengan tetap memerlukan perencanaan yang matang.</p> Aida Bunga Adelia Oktavia Dewi Puspita Naishila Rizky Fadillah Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 370 376 Kajian Pemanfaatan Fly Ash sebagai Supplementary Cementitius Material untuk Green Concrete Devolopment https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7260 <p>Perkembangan pesat di sektor konstruksi meningkatkan permintaan terhadap semen Portland sebagai elemen utama beton, yang menyebabkan lonjakan emisi karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu, sangat krusial untuk mengembangkan inovasi material konstruksi yang lebih berkelanjutan dengan menggunakan fly ash sebagai Bahan Pengganti Semen (SCM) dalam pembuatan beton hijau. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki pemanfaatan fly ash sebagai solusi bagi konstruksi yang ramah lingkungan dan rendah emisi dengan memperhatikan aspek pembangunan, ekonomi, serta lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka, melalui analisis berbagai jurnal nasional yang membahas penggunaan fly ash dalam beton. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash sebagai substitusi sebagian semen dapat meningkatkan kekuatan tekan, memperbaiki mikrostruktur beton, mengurangi porositas, serta meningkatkan ketahanan beton terhadap lingkungan agresif seperti sulfat dan klorida melalui reaksi pozzolanik yang menghasilkan senyawa Calcium Silicate Hydrate (C-S-H). Di samping itu, penggunaan fly ash dapat mengurangi penggunaan semen Portland, sehingga menekan emisi CO2 dan mendukung prinsip konstruksi yang ramah lingkungan. Dari perspektif ekonomi, penggunaan fly ash dinilai lebih efisien karena dapat mengurangi biaya pembuatan beton dan menjadikan limbah industri PLTU sebagai bahan yang bernilai lebih. Dengan cara ini, fly ash memperlihatkan potensi besar sebagai alternatif material dalam pembuatan beton yang lebih ramah lingkungan (green concrete), berkualitas tinggi, ekonomis, dan rendah emisi karbon.</p> Clara Sinta Pramesti Dewi Grezfio Rahmatulloh Setiawan Nur Annisa Syahda Ekayaniputri Anwarawati Yenny Nurchasanah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 377 385 Analisis Pola Perjalanan Mahasiswa berbasis Agent-Based Modeling sebagai Dasar Perencanaan Transportasi Mendukung Green Campus https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7261 <p>Mobilitas mahasiswa di lingkungan kampus merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan sistem transportasi internal. Tingginya intensitas pergerakan mahasiswa, khususnya penggunaan moda sepeda motor, menyebabkan pola perjalanan yang kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perjalanan mahasiswa Universitas Sebelas Maret menggunakan pendekatan Agent-Based Modeling (ABM) dengan bantuan perangkat lunak Anylogic. Data yang digunakan berupa data primer survei kuesioner serta data sekunder berupa jaringan jalan kampus. Hasil simulasi menghasilkan Matriks Asal-Tujuan (Origin-Destination Matrix) dan visualisasi desire line yang menggambarkan distribusi pergerakan mahasiswa. Model yang dikembangkan kemudian divalidasi menggunakan pendekatan regresi linear sederhana untuk mengukur kesesuaian dengan data aktual. Hasil penelitian ini memberikan gambaran pola perjalanan mahasiswa yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan transportasi kampus serta sebagai input bagi penelitian lanjutan.</p> Faisa Dalilah Listyowati Faizaniar Arista Maharani Hikmatuzzakiyah Alhafshoh Dewi Handayani Lydia Novitriana Nur Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 386 394 Prediction Damage Factor Classification of Airport Pavement using Machine Learning https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7262 <p>Airport pavements experience continuous stress from operating large aircraft, compromising their structural integrity. Maintaining pavement resilience is crucial for ensuring flight safety. The Damage Factor (DF) is a crucial metric for evaluating the cumulative effect of aircraft loads on surface conditions. Accurate damage assessment and prediction are crucial for strategic maintenance planning and operational stability. This research examines the capacity of advanced mathematical methodologies, particularly machine learning, to identify and predict damage determinants. The researchers created sophisticated models that utilize extensive datasets, encompassing historical pavement performance records, aircraft movements, meteorological data, and material characteristics. The study aimed to enhance prediction capabilities using advanced algorithms, including random forest, logistic regression approaches linear SVM, tree and ensemble models. The findings indicated that the Majority Voting (MV) (random forest, decision tree and logistic regression) model attained the highest test accuracy of 81.82%, and ROC AUC value 0.8461, validating its robust capacity to accurately discern data patterns. Conversely, the naïve Bayes model exhibited markedly inferior performance, with a test accuracy of only 52.27%, underscoring its limited applicability to the dataset compared to alternative methodologies. The results reveal that the exceptional performance of the (MV) classification effectively identify underlying patterns in airport pavement deterioration data. This allows for extrapolation to a substantial training set under novel and unforeseen conditions.</p> Ibrahim Farah Abdalrahman Abdalla Sri Atmaja P. Rosyidi Ahmad Zaki Slamet Riyadi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 395 404 Analisis Pola Kecepatan Kendaraan di Sekitar Polisi Tidur pada Jalan Kolektor: Studi Kasus Jalan Embarkasi Haji, Boyolali https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7263 <p>Polisi tidur merupakan alat pengendali kecepatan yang banyak dipasang di berbagai ruas jalan, termasuk di jalan kolektor. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dimensi dan jenis polisi tidur serta menganalisis pola kecepatan kendaraan di sekitarnya pada Jalan Embarkasi Haji, Boyolali. Pengumpulan data dilakukan melalui survei pengukuran dimensi dan survei kecepatan pada tujuh titik pengamatan berjarak -8, -5, -2, 0, 2, 5, dan 8 meter dari polisi tidur. Kendaraan yang diamati meliputi Sepeda Motor (SM), Mobil Penumpang (MP), dan Kendaraan Sedang (KS). Hasil pengukuran dimensi menunjukkan keempat polisi tidur dikategorikan sebagai speed hump berdasarkan parameter lebar (120-152 cm), namun tinggi yang terukur (3-5 cm) berada di bawah standar minimum. Analisis pola kecepatan menunjukkan bahwa kecepatan seluruh jenis kendaraan menurun dari jarak -8 m hingga titik 0 m, kemudian meningkat kembali setelah melewati polisi tidur. Tipe A dengan dimensi lebih besar memberikan efek perlambatan lebih awal dibandingkan Tipe B meskipun kecepatan minimumnya hampir sama. Kendaraan sedang menunjukkan pola yang sedikit berbeda di mana kecepatan minimumnya melebar hingga titik 2 m akibat jarak antarsumbu roda yang lebih panjang. Terdapat perbedaan kecepatan di sekitar polisi tidur antara kedua sisi jalan akibat keberadaan simpang bersinyal, tanjakan, dan hambatan samping.</p> Nikson Harun Andalas Hafidzul Azmi Nurul Hidayati Agus Riyanto Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 405 411 Analisis Elevasi Median, Barrier, dan Kondisi Jalan Tol pada Malam Hari terhadap Jarak Pandang Pengendara menggunakan Metode Road Safety Audit https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7264 <p>Jarak pandang pengendara merupakan faktor krusial yang memengaruhi kenyamanan dan keamanan berkendara di jalan tol, terutama pada malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elevasi median, jenis dan dimensi barrier, serta kondisi jalan tol pada malam hari terhadap jarak pandang pengendara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Road Safety Audit (RSA), yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko keselamatan dan memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan data yang diperoleh melalui sumber sekunder, seperti Google Maps dan Google Earth. Studi kasus dilakukan pada lima ruas jalan tol yang dipilih berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas dan karakteristik median yang bervariasi. Parameter yang dianalisis meliputi elevasi median tengah, lebar dan tinggi barrier, serta pencahayaan jalan pada malam hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan elevasi median yang signifikan dapat memengaruhi jarak pandang pengendara, sementara jenis dan dimensi barrier berperan dalam memitigasi gangguan visual dari kendaraan di jalur berlawanan. Selain itu, kondisi pencahayaan yang tidak memadai berkontribusi terhadap penurunan visibilitas dan peningkatan risiko kecelakaan. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan untuk menerapkan standar elevasi median yang optimal, meningkatkan kualitas barrier dengan mempertimbangkan aspek transparansi dan reflektivitas, serta memperbaiki pencahayaan jalan guna meningkatkan visibilitas pengendara. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelola jalan tol dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.</p> Effendy Yabes Yohanes Pasaribu Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 412 420 Pengaruh Styrofoam sebagai Aditif Aspal dan Semen sebagai Filler terhadap Karakteristik Marshall dan Aspek Ketidakrataan https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7265 <p>Material HRS-WC merupakan campuran beraspal panas bergradasi senjang yang memiliki stabilitas tinggi, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek stabilitas dan ketidakrataan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan styrofoam sebagai aditif dan semen sebagai filler terhadap karakteristik Marshall dan nilai ketidakrataan (IRI). Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar filler semen 4%, 5%, dan 6% serta penambahan styrofoam sebesar 1,5%. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), VIM, VMA, dan VFWA serta nilai IRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan styrofoam dan variasi filler semen memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik campuran. Nilai stabilitas dan MQ meningkat hingga kadar tertentu, sedangkan nilai IRI cenderung menurun sehingga menunjukkan peningkatan kualitas permukaan. Campuran optimum diperoleh pada variasi filler tertentu yang memenuhi spesifikasi Bina Marga.</p> Aliefian Surya Nugraha Agus Riyanto Senja Rum Harnaeni Rama Rizana Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 421 427 Analisis Kinerja Simpang Apill menggunakan PKJI 2023 pada Simpang Lamper Majapahit Semarang https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7266 <p>Kemacetan merupakan permasalahan utama yang terjadi di kota-kota besar. Simpang adalah salah satu kawasan yang rawan akan kemacetan lalu lintas. Simpang yang menggunakan lampu lalu lintas sebagai kendali arus disebut dengan simpang APILL. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah membuat analisis kinerja simpang APILL menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Salah satu simpang di Kota Semarang yang sering terjadi kemacetan pada saat jam sibuk adalah simpang Lamper Majapahit. Simpang Lamper Majapahit memiliki 2 lengan mayor serta dua lengan minor dengan lebar pendekat 4 meter, 3,5 meter serta 3 meter. Simpang tersebut juga memiliki jumlah arus lalu lintas yang cukup tinggi (2639 kendaraan/jam, 2356 kendaraan/jam, 2138 kendaraan/jam serta 2095 kendaraan/jam) dan didominasi oleh sepeda motor. Besarnya waktu siklus pada simpang Lamper Majapahit adalah 172 detik. Hasil analisis menunjukkan bahwa panjang antrian hasil analisis pada lokasi studi yang sudah dilakukan adalah 183 meter dari arah Simpang Lima, 177 meter dari arah Pedurungan, 180 meter pada Jalan Gajah serta 177 meter di Jalan Lamper 177.</p> Galuh Agces Pramudiana Zahra Putri Abdany Iin Irawati E Etika S Sutik Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 428 434 Evaluasi Kinerja Pelayanan Bus Trans Koetaradja dengan Pendekatan Pendapatan Non-Farebox https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7267 <p>Penelitian ini mengevaluasi kinerja pelayanan Bus Trans Koetaradja dengan mengintegrasikannya pada pendekatan pendapatan non-farebox sebagai solusi keberlanjutan finansial sistem angkutan umum berbasis subsidi penuh. Tujuan penelitian adalah mengukur kualitas layanan dari perspektif pengguna dan menganalisis potensi pendapatan alternatif melalui skema periklanan. Metode evaluasi menggunakan Fuzzy SERVQUAL dan Importance-Performance Analysis (IPA), sementara analisis potensi pendapatan dilakukan melalui pendekatan Stated Preference dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator pelayanan memiliki gap negatif (-0,03 hingga -0,16), dengan prioritas perbaikan pada kondisi armada, fasilitas halte, dan keterampilan sopir. Di sisi lain, pendekatan non-farebox menunjukkan peluang pendapatan yang menjanjikan sebesar Rp. 2.135.939.000,00 per tahun. Temuan regresi menegaskan bahwa visibilitas bus di lokasi strategis dan aktivitas media sosial berpengaruh signifikan terhadap minat perusahaan beriklan. Simpulan penelitian memberikan landasan kebijakan bahwa peningkatan kualitas pelayanan yang sinergis dengan penguatan citra layanan adalah kunci utama dalam mengoptimalkan pendapatan non-tarif guna mendukung operasional bus yang berkelanjutan.</p> Dhiya Miftahur Razaq Sigit Priyanto Siti Malkhamah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 435 445 Analisis Kenyamanan Pejalan Kaki terhadap Pemanfaatan Trotoar di Perkotaan Kabupaten Kebumen (Studi Kasus: Jalan Kusuma Kabupaten Kebumen) https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7268 <p>Trotoar merupakan fasilitas penting dalam mendukung mobilitas pejalan kaki di kawasan perkotaan. Namun, pada kawasan dengan fungsi campuran, pemanfaatannya sering terganggu oleh aktivitas lain dan kondisi fisik yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan pejalan kaki serta mengevaluasi kesesuaian trotoar di Jalan Kusuma Kebumen berdasarkan Permen PU No. 03 Tahun 2014. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi trotoar, dan penyebaran kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan persentase terhadap aspek kenyamanan fisik, psikologis, fungsional, dan visual. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kenyamanan pejalan kaki berada pada kategori cukup nyaman sebesar 56,43%, sedangkan pemenuhan standar trotoar baru mencapai sekitar 50%. Permasalahan utama meliputi lebar trotoar yang belum sesuai standar, adanya hambatan berupa pedagang kaki lima dan parkir liar, serta belum tersedianya fasilitas aksesibilitas seperti ramp pada elevasi trotoar dan guiding block pada jalur trotoar. Kondisi ini menunjukkan trotoar belum berfungsi optimal sebagai ruang pejalan kaki yang aman, nyaman, dan inklusif.</p> Harwin Ranggadipa Rizqy Agung Nusantoro Indri Nurtiyani Hakim Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 446 451 Kajian Literatur Dampak Transportasi terhadap Lingkungan https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7269 <p>Transportasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan perdagangan global. Namun, peningkatan aktivitas transportasi juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Artikel ini menyajikan hasil studi literatur terkait dampak transportasi terhadap masyarakat khususnya lingkungan, meliputi polusi udara, kebisingan, tanah dan air. Kajian literatur didasarkan pada berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sektor transportasi berkontribusi signifikan terhadap pencemaran udara melalui emisi gas rumah kaca seperti CO₂, CO, NOx, dan partikel yang berdampak pada kesehatan manusia serta perubahan iklim. Selain itu, kebisingan akibat lalu lintas dan aktivitas transportasi udara dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan psikologis. Transportasi laut juga berkontribusi terhadap pencemaran air melalui limbah plastik, tumpahan minyak, dan aktivitas industri yang merusak ekosistem laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian serta penerapan transportasi berkelanjutan guna meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.</p> Nareswara Hidayat Nurul Hidayati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 452 461 Urgensi Model Prediksi FWD berbasis Data PCI dan IRI https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7270 <p>Penilaian kondisi perkerasan jalan yang menitikberatkan pada aspek fungsional dan aspek struktural. Pengujian Falling Weight Deflectometer (FWD) memberikan data kapasitas struktural yang akurat untuk manajemen aset jalan, namun memerlukan biaya operasional yang tinggi. Hal ini menyebabkan pengumpulan data struktural sering kali kalah cepat dibandingkan survei fungsional seperti Pavement Condition Index (PCI) dan International Roughness Index (IRI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis urgensi pengembangan model integrasi yang mampu menduga nilai FWD berdasarkan data PCI dan IRI sebagai alat deteksi dini kerusakan jalan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur terbaik terhadap berbagai studi korelasi perkerasan pada penelitian terdahulu. Hasil sintesis menunjukkan bahwa meskipun korelasi antara PCI dan IRI terbukti kuat dengan nilai R2 mencapai 0,82, hubungan keduanya terhadap FWD cenderung bersifat moderat dan non-linear. Hal ini disebabkan oleh adanya fenomena time lag antara penurunan kondisi struktural di lapisan bawah dengan munculnya kerusakan yang terlihat di permukaan jalan. Kesimpulannya, terdapat celah penelitian (research gap) yang krusial untuk membangun model regresi multivariabel yang menggabungkan parameter fungsional secara simultan. Model ini diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi anggaran preservasi jalan melalui identifikasi awal kelemahan struktural tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengujian FWD yang ekstensif.</p> Tika Oktaria Leo Sentosa Gunawan Wibisono Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 462 472 Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada Jalan Ahmad Yani Kecamatan Bangkinang Kota https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7271 <p>Jalan Ahmad Yani Bangkinang Kota merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Bangkinang. Hal ini dapat dilihat pada Sabtu malam di Jalan Ahmad Yani banyak masyarakat yang berhenti dan memarkirkan kendaraannya (on street parking) pada Taman Kota Bangkinang. Hal ini dapat berdampak pada persimpangan Jalan Ahmad Yani dikarenakan lokasi parkir dan persimpangan relatif dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas dan jaringan jalan eksisting, serta memberikan rekomendasi manajemen rekayasa lalu lintas. Metode yang digunakan mencakup survei primer dan sekunder serta analisis ruas jalan, simpang, dan fasilitas parkir. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruas Jalan Ahmad Yani memiliki tingkat pelayanan B, akan tetapi Simpang Balai Bupati Kampar memiliki tingkat pelayanan D, serta kebutuhan untuk pemindahan parkir untuk mencegah bertambahnya tundaan pada persimpangan. Penanganan dampak yang dilakukan adalah manajemen rekayasa lalu lintas dengan memindahkan parkir pada badan jalan (on street parking) ke parkir di luar badan jalan (off street parkir).</p> Ihsanul Arkan Anugrah Leo Sentosa Gunawan Wibisono Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 473 479 Analisis Konsumsi Energi dan Emisi Kendaraan Listrik dan Kendaraan Diesel pada Angkutan Pemadumoda KSPN Yogyakarta-Borobudur https://proceedings.ums.ac.id/sipil/article/view/7272 <p>Angkutan KSPN merupakan angkutan destinasi wisata unggulan di Indonesia salah satunya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rutenya Yogyakarta-Borobudur. Saat ini angkutan KSPN Yogyakarta - Borobudur menggunakan kendaraan diesel. Penerapan sumbu filosofi sebagai warisan tak benda UNESCO serta dorongan Kementerian Pariwisata untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai transportasi yang mengurangi polusi udara membuat adanya ketertarikan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi berupa penelitian kuantitatif. Sumber penelitian berupa literatur jurnal, laporan perusahaan, dan dokumen pemerintahan maupun hukum yang berlaku. Hasil dari penelitian ini berupa kendaraan listrik berupa DFSK Gelora E memiliki konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan diesel berupa Toyota Hiace Commuter. Kendaraan listrik bisa menghemat konsumsi energi sebanyak Rp 53.744,6 untuk sekali ritase serta Rp 165.919,59 untuk sehari operasi dengan 3 kali ritase dibandingkan kendaraan diesel. Hasil penelitian pada bidang produksi emisi CO2 juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik memiliki selisih produksi emisi CO2 yang lebih rendah sebesar 25000 hngga 27000 ton CO2eq per tahun dibandingkan kendaraan diesel. Melalui penghematan energi dan mengurangi emisi CO2 kendaraan listrik mampu menjadi salah satu cara untuk mengurangi efek perubahan iklim diiringi dengan produksi listrik yang semakin hijau.</p> Lukas Surya Primanata Dwijoko Ansusanto Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 480 488