Formulasi Makanan Enteral dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) dari Labu Kuning dan Kecipir untuk Penderita Sirosis Hati

Authors

  • Alya Aulia Rahma Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Septilia Anggi Rahmawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Lili Hernasari Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ferinda Rahma Mawadda Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Faizah Zahrani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Farida Nur Isnaeni Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Pendahuluan: Penderita sirosis hati sulit memenuhi kebutuhan gizi secara oral, sehingga berisiko mengalami malnutrisi, kehilangan massa otot rangka, penurunan kekuatan fisik, dan status gizi. Dibutuhkan makanan enteral yang diformulasikan khusus, seperti labu kuning dan kecipir yang kaya asam amino esensial untuk mempertahankan massa otot dan β-karoten sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, daya terima, dan biaya dari formula enteral berbasis labu kuning dan kecipir.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan 2 variasi perlakuan perbandingan persentase berat labu kuning dan kecipir yaitu LANCIP 1 (11:12) dan LANCIP 2 (12:11) yang kemudian dibandingkan dengan formula enteral komersial. Kandungan gizi dianalisis secara empiris. Viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, daya alir menggunakan NGT ukuran 14 fr, endapan diamati selama 3 jam, dan uji daya terima dilakukan oleh 15 panelis semi-terlatih dan dianalisis dengan uji kruskal-wallis.

Hasil: Kandungan BCAA LANCIP 1 dan 2 lebih rendah 35,3% dari formula komersil. Nilai viskositas formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 133,8-283,8 cP. Nilai osmolalitas formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 398-450 mOsm/kg (formula komersil 415 mOsm/kg). Hasil daya alir pada formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 0,81-2,33 cc/detik (formula komersil 1,78 cc/detik). Hasil uji endapan formula LANCIP 1 dan 2 yaitu setinggi 0,2 cm (formula komersil 0,3 cm). Hasil daya terima formula LANCIP 2 lebih disukai dibandingkan LANCIP 1, namun formula komersil masih unggul dalam semua aspek.

Simpulan: Formula LANCIP 2 lebih direkomendasikan dibandingkan LANCIP 1 karena hasil uji mutu, daya terima, serta nilai gizi mendekati komersil.

Downloads

Published

2025-08-29