Formula Enteral Blenderized untuk Diet Diabetes Melitus dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Kacang Merah dan Labu Kuning (LAMERA)
Abstract
Pendahuluan: Pada pasien diabetes melitus (DM) terjadi resistensi insulin. Pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah dapat mencegah lonjakan gula darah pada penderita DM. Salah satu bahan makanan rendah IG yaitu kacang merah. Selain rendah IG juga mengandung serat yang dapat menurunkan respon insulin. Labu kuning mempunyai efek hipoglikemik dengan meningkatkan level serum insulin. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan gizi, food cost, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan dan daya terima formula enteral blenderized LAMERA.
Metode: Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan 2 formula dengan perbedaan komposisi pada bahan utama yang digunakan.
Hasil: Hasil uji osmolalitas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 452 mOsmol/l dan 455 mOsmol/l. Viskositas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 85,6 cP dan 54,5 cP. Uji daya alir pada LAMERA 1 ukuran selang 12 french (fr) 0,24 cc/detik dan ukuran 14fr 0,84 cc/detik. pada LAMERA 2 selang 12fr 0,57 cc/detik dan ukuran 14fr 1,14 cc/detik. Hasil uji endapan pada LAMERA 1 selama 6 jam dihasilkan sebanyak 0,4 cm dan LAMERA 2 0,3 cm. Hasil organoleptik parameter warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara formula LAMERA 1 dan LAMERA 2.
Kesimpulan: Hasil penelitian nilai gizi, uji viskositas, uji endapan dan daya alir LAMERA 2 lebih baik dari LAMERA 1. Sedangkan berdasarkan uji organoleptik LAMERA 1 dan LAMERA 2 tidak terdapat perbedaan. LAMERA 1 dan 2 sudah memenuhi syarat untuk formula enteral.


