Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik berbasis Daun Kelor, Labu Kuning, dan Buah Naga

Authors

  • Frida Nur Fitriani Hasanah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Endang Nur Widiyaningsih Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dwi Sarbini Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang komplikasi. Makanan berindeks glikemik rendah dan tinggi serat dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah setelah makan. Formula enteral untuk DM sering kali mahal, sehingga bahan pangan lokal bisa menjadi alternatif pengganti makanan enteral komersil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan sifat organoleptik dari formula enteral rendah indeks glikemik berbasis buah naga, daun kelor, dan ubi ungu. Penelitian ini juga membandingkan biaya formula ini dengan formula komersial untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.

Metode: Desain eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan F1 (100 gram labu kuning, 80 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga), dan F2 (100 gram labu kuning, 105 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga).

Hasil: Densitas energi formula enteral F1 dan F2 didapatkan densitas energi sebesar 1 kkal/cc dan beban indeks glikemik F1:F2 yaitu 6.8 gram : 7 gram. Hasil viskositas formula enteral pada F1 di suhu 24.3°C berkisar 383.1 cP dan pada F2 berkisar 307.05 cP. Uji osmolalitas formula enteral F1:F2 didapatkan hasil osmolalitas 402 mOsm/kg : 378 mOsm/Kg. Hasil uji endapan F1 dan F2 selama 6 jam didapatkan tidak ada endapan. Hasil keseluruhan uji daya terima pada enteral rendah indeks glikemik pada F1 dan F2 panelis menyatakan netral sedangkan pada FEK panelis menyatakan suka.

Simpulan: Formula enteral terbaik yang direkomendasikan yaitu formula enteral F1 karena memiliki daya terima yang lebih tinggi.

Downloads

Published

2025-08-29