Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik Berbasis Pangan Lokal ENSIDABUCANG (Enteral Subtitusi Daging Ayam, Labu Kuning, dan Kacang Merah)
Abstract
Latar Belakang: Salah satu intervensi gizi bagi pasien yang tidak dapat mencukupi asupan melalui oral adalah pemberian dalam bentuk formula enteral. Formula enteral berbahan pangan lokal, seperti labu kuning, kacang merah, dan daging ayam merupakan alternatif yang bernilai gizi tinggi, terjangkau, mudah didapat, serta mendukung pengendalian glukosa darah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi terhadap mutu serta daya terima formula enteral untuk mendukung terapi nutrisi pasien diabetes mellitus secara optimal.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan penyusunan komposisi bahan dan pembuatan formula yang kemudian diuji viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan zat gizi, serta biaya yang diperlukan, dan dibandingkan dengan formula enteral komersial (FEK).
Hasil: Kandungan zat gizi formula ENSIDABUCANG per sajian yaitu formula 1 (energi 266,12 kkal; protein 13,24 g; lemak 2,92 g; karbohidrat 37,04 g), formula 2 (energi 266,26 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,25 g; karbohidrat 36,74 g), formula 3 (energi 267,5 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,96 g; karbohidrat 36,86 g) dan FEK (energi 250 kkal; protein 10 g; lemak 7 g; karbohidrat 39 g). Uji daya alir F1 0,06 cc/detik; F2 0,03 cc/detik; F3 0,093 cc/detik; FEK 1,2 cc/detik selang ukuran 12Fr; F1 0,09 cc/detik; F2 0,07 cc/detik, F3 0,154 cc/detik; FEK 2,4 cc/detik selang ukuran 14Fr. Uji viskositas F1 665,7 cP; F2 640,2 cp; F3 492,9 Cp. Osmolalitas F1 544 mOsm/Kg; F2 483 mOsm/kg; F3 498 mOsm/kg; FEK 314 mOsm/kg. Berdasarkan uji daya terima dari F1, F2, F3, dan FEK dari segi warna, rasa, tekstur, dan keseluruhan paling tinggi diperoleh oleh F3, sedangkan dari segi aroma paling tinggi diperoleh F2. Dari segi biaya dalam satu porsi formula enteral ENSIDABUCANG lebih hemat 70% dibanding FEK.
Kesimpulan: Formula ENSIDABUCANG memiliki kandungan zat gizi yang sama dengan FEK dengan harga yang lebih hemat 70% dibanding dengan FEK, tetapi dengan osmolalitas yang lebih besar.


