Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) berbasis Pangan Lokal Sulabayatika (Susu, Labu Kuning, Pepaya Muda Tinggi Kalsium dan Laktogogum)
Abstract
Pendahuluan: Nutrisi yang adekuat selama masa menyusui sangat penting untuk menunjang kesehatan ibu dan bayi serta mendukung produksi ASI, sehingga pengembangan formula enteral tinggi energi dan protein (TETP) berbasis pangan lokal seperti susu, pepaya muda, labu kuning, dan telur menjadi alternatif yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis mutu formula enteral melalui uji daya alir, viskositas, osmolalitas, dan uji organoleptik.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, penilaian kandungan zat gizi secara empiris, viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji organoleptik dengan 20 panelis, dan perhitungan food cost untuk pembuatan formula.
Hasil: Formula ini mengandung energi 1088 kkal, protein 45,7 g, lemak 31,4 g, karbohidrat 156,8 g, kalsium 676,9 g. Uji daya alir pada selang NGT 12 Fr (0,42 cc/detik) dan 14 Fr (0,56 cc/detik). Viskositas sebesar 158,6 cP. Omolalitas 547 mOsm/kg, Food cost untuk 1 resep Rp. 6.664,00. Uji Organoleptik menunjukkan sebagian besar suka untuk aroma (80%), dan suka pada rasa (55%), warna (70%), tekstur (70%), dan keseleruhan (70%).
Simpulan: Formula sulabayatika memiliki nilai zat gizi yang sesuai syarat dan prinsip enteral tinggi energi tinggi protein untuk ibu menyusui. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memodifikasi bahan atau teknik pengolahan untuk mencapai osmolalitas yang lebih sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan substitusi gula dengan maltodekstrin dapat dilakukan, karena maltodekstrin memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah dibandingkan gula.


