Formula Enteral berbasis Kedelai, Labu Kuning, Putih Telur Ayam (KELAPI) sebagai Diet Tinggi Energi Tinggi Protein
Abstract
Pendahuluan: Status gizi yang optimal merupakan aspek krusial dalam mempercepat proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan kebutuhan khusus seperti pasien dengan malnutrisi, luka kronis, atau dalam fase pemulihan pascaoperasi karena peningkatan katabolisme. Oleh itu untuk memenuhi kebutuhan maka bisa ditambahkan suplementasi gizi seperti formula enteral berupa diet tinggi energi dan tinggi protein berbasis pangan lokal (kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam) untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan dan pengujian formula enteral tinggi energi dan tinggi protein berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang diawali dengan formulasi produk enteral KELAPI. Perhitungan kandungan zat gizi dilakukan secara empiris menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007. Formula yang telah disusun kemudian diuji melalui serangkaian pengujian mutu fisik, meliputi: viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, serta daya alir menggunakan Nasogastric Tube (NGT) ukuran 12 Fr dan 14 Fr. Uji endapan dilakukan selama 6 jam. Selain itu, dilakukan uji organoleptik oleh 15 panelis untuk menilai karakteristik sensorik formula. Data hasil uji organoleptik kemudian dianalisis menggunakan uji beda non-parametrik Mann-Whitney.
Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata viskositas formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam adalah 12,22 cP, osmolalitas 420 mOsm/kg, daya alir pada selang 12 Fr adalah 1,67 cc/detik dan selang 14 Fr adalah 2,73 cc/detik, tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter organoleptik memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,8±0,68, yang menunjukkan bahwa responden cenderung menyukai formula tersebut.
Kesimpulan: Secara keseluruhan pengujian formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam sesuai dengan standar persyaratan formula enteral tinggi energi dan tinggi protein yang dapat mendukung manajemen gizi pada pasien dengan malnutrisi.


