Hubungan antara Berat Badan Lahir dan Frekuensi Makan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gilingan, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Abstract
Pendahuluan: Masalah gizi pada balita merupakan isu krusial dalam kesehatan masyarakat karena masa balita merupakan periode emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Masalah gizi seperti stunting, underweight, dan wasting dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu faktor masalah gizi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan asupan makan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan frekuensi makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gilingan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu balita usia 6-59 bulan berjumlah 40 balita yang dipilih menggunakan metode random sampling. Analisis statistik menggunakan uji normalitas dan uji rank spearman.
Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi menurut BB/U (p=0,046) dan BB/TB (p=0,002). Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi menurut TB/U (p=0,912). Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi makan dengan status gizi menurut BB/U (p=0,185), TB/U (p=0,248) dan BB/TB (p=0,544).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi berdasarkan indikator BB/U (berat badan menurut umur) dan BB/TB (berat badan menurut tinggi badan), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi berdasarkan indikator TB/U (tinggi badan menurut umur). Selain itu, frekuensi makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi.


