Pengaruh Pemberian PMT Enteral berbasis Pangan Lokal terhadap Berat Badan dan Tinggi Badan Balita Wasting di Kecamatan Kaliwungu dan Bringin Semarang
Abstract
Pendahuluan: Pemberian makanan tambahan enteral berbasis pangan lokal merupakan salah satu intervensi yang dirancang sebagai upaya mengatasi gizi kurang pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PMT enteral berbasis pangan lokal terhadap berat badan dan tinggi badan anak balita dibandingkan dengan PMT lokal standar.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 20 balita dipilih berdasarkan kriteria wasting yang ditetapkan Dinas Kesehatan Semarang bekerja sama dengan Puskesmas Kaliwungu dan Puskesmas Bringin dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Paired t-test, Mann-Whitney dan Independent Sample T-Test.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap berat badan dan tinggi badan anak (p>0,05). Namun, terdapat peningkatan yang signifikan pada berat badan setelah 21 hari intervensi (p=0,009) dan tinggi badan (p=0,031) dalam kelompok intervensi setelah pemberian enteral berbasis pangan lokal. Kelompok intervensi menunjukkan kenaikan berat badan intra-kelompok yang signifikan sebesar 0,49 kg sedangkan kenaikan tinggi badan relatif kecil sebesar 0,26 cm. Durasi intervensi yang pendek menjadi keterbatasan dalam mengamati pertumbuhan linier pada balita.
Simpulan: Pemberian enteral berbasis pangan lokal selama 21 hari belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berat badan dan tinggi badan balita wasting jika dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan PMT lokal standar.


