Studi Kasus: Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Usia 18 Bulan Gizi Kurang di Sukoharjo

Authors

  • Putri Puspita Ulya Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • M Muwakhidah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ninuk Kusumawati Puskesmas Mojolaban
    Indonesia

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya pada masa awal pertumbuhan yang dapat menentukan kualitas hidup di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif terhadap seorang balita perempuan berusia 18 bulan di wilayah Puskesmas Mojolaban, Sukoharjo. Intervensi dilakukan selama tujuh hari menggunakan menu PMT tinggi energi dan tinggi protein (225-275 kkal/hari dan 4,5-11 g protein/hari) dengan pemantauan asupan zat gizi dan status antropometri. Data diperoleh melalui wawancara, recall makanan, pengukuran antropometri, serta edukasi kepada ibu balita menggunakan pendekatan motivational interviewing.
Hasil: Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecukupan zat gizi makro. Pada hari ke-7, asupan energi mencapai 96% kebutuhan harian, protein 97%, lemak 89%, dan karbohidrat 93%. Sempat mengalami penurunan konsumsi pada hari ke-4 dan ke-5 akibat demam dan diare, asupan nutrisi kembali membaik di akhir intervensi. Berat badan meningkat dari 7,75 kg menjadi 8 kg dalam 14 hari, tinggi badan tetap pada 73,2 cm.
Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal dapat meningkatkan kecukupan gizi dan asupan harian balita dalam jangka pendek, terutama dalam pada zat gizi energi dan protein. Namun, perubahan indikator antropometri seperti tinggi badan dan berat badan membutuhkan durasi intervensi yang lebih panjang. Keberhasilan PMT dipengaruhi oleh faktor penerimaan makanan, variasi menu, kondisi kesehatan anak, serta keterlibatan aktif orang tua melalui edukasi yang efektif. Oleh karena itu, implementasi PMT harus disertai pemantauan rutin dan pendekatan yang menyeluruh untuk mendukung perbaikan status gizi balita secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-08-29